Politik Industri Migas Perspektif Syariah
Feb18

Politik Industri Migas Perspektif Syariah

Dalam perspektif syariah, politik industri migas menempatkan negara sebagai regulator sekaligus pelaku. Negara adalah pengelola industri migas sedangkan umat adalah pemegang hak miliknya. Ketika politik ini dijalankan maka sumber daya migas dan industri pengolahannya berada dalam kontrol negara.

Read More
Ilusi MDGs Mengentaskan Kemiskinan
Oct19

Ilusi MDGs Mengentaskan Kemiskinan

Pada 20-22 September 2010 lalu PBB menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Millennium Development Goals (MDG) di New York. KTT MDG yang mengangkat tema We Can End Poverty by 2015 dihadiri kurang lebih 150 kepala negara dan pemerintahan. KTT berupaya untuk menggalang komitmen para pemimpin dunia memerangi kemiskinan. Apa yang menjadi latar belakang MDGs?

Read More
Skenario Penjajah di Balik Kontra Terorisme dan Radikalisme
Oct04

Skenario Penjajah di Balik Kontra Terorisme dan Radikalisme

Barat telah mengalami kebangkrutan ideologi sedangkan Islam sedang menyongsong kebangkitan dengan adanya gerakan Islam ideologis yang berupaya mengembalikan syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat Islam. Inilah dua hal yang mengancam eksistensi Barat. Mau tidak mau Barat berupaya mempertahankan penjajahannya di dunia dengan berbagai cara. War on Terrorism adalah salah satu cara Barat memanipulasi dunia. Barat mendesakkan hal ini ke negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, agar memerangi Islam dengan atas nama perang terhadap terorisme.

Read More
Mencoba Meramu APBN Syariah
Apr11

Mencoba Meramu APBN Syariah

Bagaimana wajah APBN Indonesia kalau dibuat dengan paradigma syariah? Dari sisi penerimaan apakah pajak akan terus menjadi pilar APBN? Lalu dari sisi pengeluaran apakah pembayaran pokok dan cicilan hutang masih akan mendominasi di samping pos subsidi?

Read More
Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara
Feb06

Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek sebagaimana dipetik Kompas hari ini (5/2/2010) menceritakan keluh kesahnya tentang ironi pemanfaatan sumber daya alam (SDA) propinsi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Badan Anggaran DPR kemarin (4/2). Ia mencontohkan, bagaimana sebuah perusahaan tambang batubara di propinsi tersebut setiap tahunnya dapat menghasilkan batubara sebanyak 45 juta ton, tetapi pemasaran hasilnya hanya 5% untuk kebutuhan dalam negeri sedangkan 95% ditujukan untuk ekspor. Selama ini, daerah-daerah penghasil batubara seperti Kalimanan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan justru mendapatkan pasokan batubara yang sangat minim.

Read More