Published June 25th, 2008
Memprihatinkan Spekulasi di Lantai Bursa Indonesia Meningkat 138,88%
Jurnal-ekonomi.org – Kadiv Pemasaran BEI (Indonesia Stock Exchange/IDX), Wan Wei Yiong, sebagaimana dilaporkan Antara hari ini (25/6/2008), mengatakan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia rata-rata Rp 5,7 trilyun meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2003. Menurut Wan, hal ini menunjukan perekonomian Indonesia dalam keadaan lebih aktif dan lebih kondusif untuk berinvestasi.
Peningkatan volume atau nilai kapitalisasi saham di bursa efek Indonesia sangat memprihatinkan. Jika transaksi harian saat rata-rata Rp 5,7 trilyun, pada akhir tahun 2007 meningkat 138,88 persen dibandingkan tahun 2006, dari Rp 1,8 trilyun menjadi Rp 4,3 trilyun. Ini menunjukan semakin lama perekonomian Indonesia semakin menggelembung dan semakin palsu (bubble economy).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, upah riil buruh pada Januari 2008 turun dibandingkan Januari 2007. Untuk triwulan III-2007 dibandingkan triwulan III-2006, upah riil buruh rokok turun 28,05 persen dan buruh pakaian jadi 13,07 persen. Kenaikan laju inflasi semakin menekan nilai riil upah buruh. Oleh karena itu, pemerintah harus secepatnya merealisasikan berbagai program intervensi yang bisa meningkatkan kesejahteraan buruh secara tidak langsung, misalnya membangun rumah murah untuk pekerja.








