Cacatnya Kapitalisme: Tinjauan Kritis Kegagalan Pasar

oleh: Hidayatullah Muttaqin

Kapitalisme merupakan suatu ideologi yang muncul dan berkembang pertama kali di Eropa. Ideologi ini lahir karena adanya kompromi antara kaum gerejawan dan cendikiawan yang disebut dengan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Sekularisme merupakan asas berpikir dan standar berprilaku dalam ideologi Kapitalis. Disebut ideologi Kapitalis karena sistem ekonomi Kapitalis dengan “kebebasan dalam kepemilikan” merupakan aspek yang paling menonjol dari ideologi ini (lihat Nizhamul Islam dalam Bab Kepemimpinan Ideologis dalam Islam). Jadi sudah pasti ideologi Kapitalis dalam rentang zaman akan mengalami perubahan-perubahan karena ia merupakan ideologi hasil kompromi, termasuk dalam hal ini sistem ekonominya. Maka sistem ekonomi Kapitalis mengalami tambal sulam untuk menutupi kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, sebagaimana pendapat para pakar ekonominya sendiri yang mengganti ataupun menutupi kelemahan-kelemahan teori-teori ekonomi Kapitalis sebelumnya karena tidak mampu mengahadapi realitas yang ada di masyarakat.

Sebagai contoh, dalam buku Wealth of Nations, Adam Smith (Bapak Ekonomi Kapitalis) mengarahkan teorinya pada Merkantilisme, Karl Marx dengan karyanya Kapital menunjukkan meriamnya pada Kapitalisme, maka JM. Keynes menyerang teori Laissez-Faire sebagaimana tertuang dalam General Theory of Employment, Interest, and Money (lihat Dr.L.J. Zimmerman; 196).

Dalam edisi kali ini kita akan membahas campur tangan pemerintah dalam perekonomian karena gagalnya pasar mengatur mekanisme ekonomi yang adil dalam sistem ekonomi Kapitalis.

Adam Smith, berpendapat perlunya pasar bergerak sendiri melalui mekanisme harga karena adanya peranan sitangan gaib (invisible hand – apakah ini tahayul?). Jadi pemerintah/negara tidak boleh memasuki perekonomian. Namun mekanisme pasar tidak dapat memecahkan masalah keadilan dalam distribusi, karena hanya sebagian kecil orang yang dapat mempengaruhi dan menikmati barang/jasa serta sumber-sumber ekonomi dalam perekonomian sedangkan bagi sebagian besar orang lainya tidak dapat.

Penerapan pandangan tersebut dalam sistem ekonomi Kapitalis di negara-negara Eropa menyebabkan kesenjangan yang luar biasa. Para majikan pemilik modal (kaum Kapitalis) menguasai perekonomian negara sedangkan kaum buruh (sebagian besar rakyat) berada dalam garis kemiskian yang luar biasa dan tertindas karena dijadikan budak. Keadaan ini menyebabkan Karl Marx mengecam habis-habisan Kapitalisme. Inilah yang menyebabkan lahirnya ideologi dan sistem ekonomi komunis/sosialis. Kelemahan dalam sistem ekonomi Kapitalis ini berusaha ditutupi dengan perubahan kebijakan ekonomi dalam negara Kapitalis.

Depresi besar yang dialami negara-negara Barat pada 1930-an dan serbuan ideologi Komunis/Sosialis melalui bangkitnya Rusia menyapu bersih pandangan laissez fairenya Kapitalis (lihat Umar Capra, Islam dan Tantangan Ekonomi;55). Karena itu prinsip pemerintah tidak boleh campur tangan dalam ekonomi yang cetuskan Adam Smith sudah mati. Untuk mengatasi kebobrokan sistem ekonomi Kapitalis, maka diadakanlah perombakan besar-besaran terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi negara Kapitalis. Maka para pakar ekonomi Kapitalis berusaha menelorkan teori-teori ekonomi Kapitalis yang baru untuk menggantikan teori-teori ekonomi Kapitalis yang sudah busuk.

Menurut David Hume, pemerintah harus turut serta mengatur padang gembalaan terutama peranan pemerintah dalam mengalokasikan penggunaan padang gembalaan – maksudnya sumber-sumber ekonomi (lihat Guritno Mangkoesoebroto, Ekonomi Publik; 34).

Keynes – sang pelapor ekonomi Kapitalis Modern – mengungkapkan perlunya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Keynes sendiri merasa heran dengan pemerintah Inggeris dan mayoritas pemerintahan lainnya yang masih menerapkan laissez faire dalam menghadapi krisis ekonomi tahun 1930-an. Menurut Keynes prinsip laissez faire tidak stabil, rumit, dan tidak dapat diandalkan. Maka lahir kebijakan baru dalam negara Kapitalis tentang perlunya campur tangan pemerintah dalam perekonamian.

Setelah kita mengetahui kebobrokan serta perubahan-perubahan dalam sistem ekonami Kapitalis, serta landasan yang menyebabkan dalam sistem ekonomi Kapitalis itu terjadi perubahan, maka mudah-mudahan terdapat titik terang bagi kita semua terhadap Kapitalisme termasuk perekonomian dunia sekarang yang notabene merupakan wujud dari sisrtem ekonomi Kapitalis.

Pandangan perlunya campur tangan pemerintah dalam perekonomian (hal ini terutama dibahas dalam bidang Ekonomi Publik – Ekonomi Publik bukanlah ilmu yang murni seperti sains yang sifatnya universal, tetapi Ekonomi Publik bagian dari Ilmu Ekonomi Kapitalis) merupakan pandangan dalam sistem ekonomi Kapitalis, karena pandangan tersebut berpijak pada kegagalan pasar dalam Kapitalisme. Sebenarnya masih banyak cacat yang terdapat dalam sistem ekonomi Kapitalis.

Perubahan-perubahan dalam sistem ekonomi Kapitalis seperti yang kita bahas di atas merupakan bagian dari upaya pelestarian sistem ekonomi Kapitalis yang penuh dengan cacat dan kebusukan. Pandangan bahwa “Tidak mungkin mengambil sistem Kapitalisme dengan sempurna dengan bahaya-bahaya ekonomi dan sosial yang meliputinya” merupakan tindakan apologi tanpa batas dari pengagum Kapitalisme baik secara sadar maupun tidak sadar (lihat Abdurrahman Al Maliki, Politik Ekonomi Islam; 7). Hal ini suatu cara menutup kebusukan Kapitalisme seperti lahirnya ide “Sistem Ekonomi Campuran” karena saat ini tidak ada tidak ada negara yang menerapkan Kapitalisme secara murni ataupun Komunisme secara murni yang cenderung menyembunyikan kebusukan Kapitalisme.

Upaya-upaya pelestarian sistem ekonomi Kapitalis akan terus berjalan untuk menutupi cacat dan kebuskannya. Negara Kapitalis dan para pengemban ekonomi Kapitalis sudah pasti berusaha untuk mencapai tujuan melestarikan Kapitalisme. Mereka menciptakan opini umum bahwa tentang perencanaan dan pengembangan perekonomian sebagai ilmu ekonomi yang sifatnya yang universal, padahal ilmu ekonomi yang mereka kembangkan itu merupakan pandangan ekonomi Kapitalis. Mereka akan berusaha menyembunyikan cacat dan kebusukan Kapitalisme dari manusia dengan berlindung dibalik ilmu ekonomi.

Author: Admin

Share This Post On

3 Comments

  1. saya ingin bertanya kepada bapak tentang sumber-sumber ekonomi kapitalis itu apa saja??? mohon bantuanya terima kasih dan tolong di balas maaf sudah mengganggu

    Post a Reply
  2. Paradigma dalam perekonomian Kapitalis adalah “kebebasan kepemilikan”, artinya setiap bentuk kepemilikan (harta/kekayaan) diperbolehkan untuk dimiliki oleh individu. Dengan paradigma ini, tidak aneh jika di Indonesia ladang-ladang migas, perkebunan kelapa sawit, hutan, pertambangan biji besi dan logam mulia, dan fasilitas-fasilitas pelayanan publik (PDAM/PAM/Telekomunikasi/Pelabuhan laut dan udara) dapat dikuasai oleh swasta dan asing.

    Berikut sumber-sumber ekonomi Kapitalis:

    Sifat dasar perekonomian Kapitalis adalah serakah akan materi (materialistis) karena “kepuasan materi” merupakan satu-satunya tolak ukur kebahagiaan yang digunakan. Untuk memenuhi kerakusan materi ini, negara-negara Kapitalis senantiasa mencari dan menguasai daerah-daerah kaya sumber daya alam untuk memasok kebutuhan–kebutuhan bahan baku industri mereka, dan mencari negara-negara yang memiliki upah buruh sangat murah sebagai lokasi industri mereka untuk menekan biaya produksi. Mereka juga berusaha untuk memasuki negara-negara yang jumlah penduduknya besar sebagai pasar bagi produk olahan mereka. Jika dulu negara-negara Kapitalis seperti Inggris, Perancis, dan Belanda menggunakan metode penjajahan secara langsung (fisik/mengangkat senjata) untuk mencapai tujuan mereka, maka paska perang dunia ke 2, khususnya ketika globalisasi mulai diluncurkan oleh Barat, metode penjajahan ini diubah bentuknya dalam bentuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang berpijak pada konsep-konsep menyesatkan seperti “pasar bebas”, privatisasi, liberalisasi, pertumbuhan ekonomi, investasi asing, alih teknologi/transfer teknologi, pembangunan dengan utang, dan lain sebagainya. Inilah sumber-sumber ekonomi Kapitalis dari sisi sektor riil.

    Dari sisi sektor moneter (non riil), sumber-sumber perekonomian Kapitalis berpijak pada (1) sistem mata uang kertas fiat money, (2) sistem perbankan ribawi, (3) pasar modal dan pasar uang dengan instrumen derivatifnya. Dari kelembagaan sektor finansial inilah negara-negara kapitalis dan kalangan korporasinya mendapatkan dana/modal untuk menggerakkan perekonomian/industrinya dengan akibat kesengsaraan negara-negara lain atau masyarakat umum yang kekayaan riilnya hilang dirampok oleh sistem finansial Kapitalis ini.

    Semoga bermanfaat.

    Salam

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>