BOM Privatisasi Indonesia 2008

PERAMPOKAN HARTA NEGARA

JEINews – Seperti yang sudah diperkirakan pemerintah Indonesia melalui Komite Privatisasi akhirnya memutuskan untuk memprivatisasi 34 BUMN dan melanjutkan privatisasi 3 BUMN yang tertunda pada tahun2007 sehingga total BUMN yang diprivatisasi sebanyak 37. BUMN akan diprivatisasi melalui IPO di bursa efek dan dengan penjualan strategis (strategic sales) langsung kepada investor yang ditunjuk (Bisnis Indonesia,5/2/2008).

Privatisasi pada tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pada periode 1991 – 2001 pemerintah Indonesia 14 kali memprivatisasi BUMN dengan jumlah BUMN yang diprivatisasi 12. Pada periode 2001-2006 pemerintah juga 14 kali memprivatisasi BUMN dengan jumlah BUMN yang diprivatisasi sebanyak 10. Kebijakan pemerintah kali ini merupakan BOM privatisasi, karena hanya dalam setahun pemerintah akan melego 37 BUMN. Apalagi privatisasi kali ini disertai dengan penjualan seluruh saham 14 buah BUMN industri, 12 BUMN dijual dengan kepada investor strategis, dan beberapa BUMN lagi harus disertai dijual kepada asing.

Agenda Neoliberal dan Agenda Politik

Bom privatisasi Indonesia 2008 yang dilemparkan pemerintah tahun ini tidak lepas dari agenda Kapitalisme Neoliberal baik dari negara-negara Kapitalis, IMF, Bank Dunia, ADB, maupun kalangan korporat. Mereka menginginkan pemerintah Indonesia melepas seluruh BUMN-nya dan menyerahkan kepada investor dengan alasan supaya BUMN lebih efisien dan menguntungkan. Kuatnya kepentingan para pemilik modal di balik Bom privatisasi nampak dari penolakan BUMN PT Krakatau Steel untuk diprivatisasi. Menurut Direktur Utama Fazwar Bujang PT Krakatau Steel sebagaimana yang dirilis Kompas (5/2/2008) pihaknya tidak pernah mengundang investor, tetapi investor itu sendiri yang menginginkan BUMN ini dijual.

Di samping agenda Neoliberal, BOM privatisasi tahun ini juga mengindikasikan adanya upaya perampokan harta negara untuk agenda politik pemilu 2009. Indonesia Corruption Wacth (ICW) menempatkan agenda privatisasi 2008 sebagai salah satu ladang potensi korupsi (www.antikorupsi.org, 9/1/2008). Sementara itu Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan menjelang pemilu 2009 sudah mengendus transaksi-transaksi mencurigakan.

Dengan obral BUMN besar-besaran ini, maka sekali lagi ratusan trilyun aset negara beserta manfaatnya akan segera melayang melayang dari tangan rakyat hanya untuk memuaskan kerakusan Kapitalisme Neoliberal. Menurut syariat Islam, BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak dan BUMN yang bergerak di sektor pertambangan termasuk harta milik umum sehingga pemerintah tidak berhak menjualnya kepada swasta dan asing. Begitu pula BUMN yang bersifat strategis bagi negara dan industri nasional tidak boleh dijual kepada investor karena akan membahayakan negara dan masyarakat. Atas dasar inilah pemerintah tidak memiliki hak menjual BUMN, tetapi kewajiban pemerintah-lah memiliki BUMN sebagai badan-badan yang dikelola untuk kepentingan negara dan masyarakat.

Setiap kebijakan pasti ada balasannya di akhirat nanti. Sampai kapan pemerintah Indonesia berpihak pada kepentingan Kapitalisme Neoliberal? Wallahua’lam [HM/JEINews]

BUMN yang diprivatisasi tahun 2008 antara lain:

PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Bank Tabungan Negara, PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Waskita Karya, Bahtera Adiguna, Barata Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, PT Dok Kodja Bahari, PT Dok & Perkapalan Surabaya, PT Industri Kereta Api, PT Dirgantara Indonesia, PT Kertas Kraft Aceh, PT INTI, Virama Karya, Semen Kupang, Yodya Karya, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Makasar, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT SIER, PT Rekayasa Industri, dan Kawasan Berikat Nusantara. Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, dan Industri Gelas. (Sumber Bisnis Indonesia, 5,2,2008)

privatisasibumn-1991-2001.jpgprivatisasibumn-2001-2006.jpgSumber: http://www.bumn-ri.com/#reportPriv1

Author: Admin

Share This Post On

Trackbacks/Pingbacks

  1. Rahasia Indonesia sampai 2009, tahukah anda? « The World Without Zionisme - [...] http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/06/bom-privatisasi-indonesia-2008/”]http://jurnal-ekonomi.or... [...]
  2. Rahasia Indonesia sampai 2009 - [...] http://jurnal-ekonomi.org/2008/02/06/bom-privatisasi-indonesia-2008/”]http://jurnal-ekonomi.org/20... [...]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *