Bank: Destroyer of Civilization

S. C Mooney pada tahun 1988 menulis sebuah buku dengan judul “Usury: Destroyer of Nations”. Kalau riba mampu menghancur leburkan sebuah Negara, maka Bank tidak hanya akan menghancurkan sebuah Negara melainkan jauh lebih dahsyat lagi yaitu peradaban.

Betapa tidak, memasuki tahun 2012 ini Amerika Serikat ternyata semakin bernasib suram, di tengah utang negara terus menumpuk yang mencapai $US 15 trilliun lebih (kalau dikonversi kedalam rupiah angkanya tidak kurang dari Rp135.000.000.000.000.000) layaknya kartu domino yang jatuh. Perbankan AS mengikuti nasib yang serupa meskipun dengan gerak lambat namun secara pasti satu persatu bank AS berguguran.

Sebagaimana yang diberitakan Inilah.com, pada tahun 2012 ini Bank Sentral Georgia di Ellaville, mendapat status sebagai bank gagal (default) alias bangkrut. Dengan demikian sudah terdapat 10 bank di AS yang bernasip gagal. Akankah rentetan bergugurannya bank-bank kemudian membuat AS juga bangkrut? Dan bahkan menghancurkan peradaban Kapitalisme?

A. Tony Prasetiantono dalam bukunya “Rambu-rambu yang Diabaikan” mengatakan sejarah panjang sektor perbankan dan finansial sudah mencatat kasus-kasus yang serupa. Yang membedakan, barangkali hanyalah soal omzetnya, yang kian meroket, seiring dengan semakin besarnya skala perekonomian. Namun, esensi kasus-kasus kolapsnya perbankan tersebut bisa dibilang sama.

Selanjutnya Prasetiantono mengatakan, pertanyaan terpenting dari kolapsnya perbankan adalah mengapa dengan pengalaman yang sudah begitu banyak akan kasus tersebut namun terus saja terjadi? Apanya yang salah dan mesti dikambing hitamkan? Menjawab pertanyaan ini Prasetiantono mencatat setidaknya ada dua jawaban yaitu sistem dan SDM-nya.

Memang, di tengah struktur dan iklim atsmosfir kehidupan yang sekular (menjauhkan agama dari kehidupan), faktor manusia dalam setiap krisis di bidang kehidupan manusia (baik sosial maupun ekonomi) hampir bisa dipastikan senantiasa menyertai dan bahkan berperan signifikan. Lantas bagaimana dengan sistemnya? [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Sumber gambar: www.stubbornmule.net.

Sumber gambar: www.stubbornmule.net.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *