Bagaimana Teknik Konversi Rupiah ke Dinar / Dirham?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, Mata uang kita tidak pernah stabil terhadap mata uang lainnya. Pada penjelasan tanya jawab mengenai solusi Islam mengatasi krisis keuangan disebutkan mengenai standar mata uang emas atau perak. Apakah kita harus membawa sekarung emas atau perak untuk beli mobil atau transaksi milyaran lainnya ? bagaimana cara Praktis Merubah/Mengkonversi Uang rupiah Ke Dinar-Emas ?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam.

Jawaban :

Wa’alaikum salam wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, washsholatu wassalamu “˜ala rasulillah Muhammad ibni Abdillah wa “˜ala alihi washahbihi wa man walah, amma ba’du.

Saudaraku,

Menarik tulisan yang dibuat oleh Firmansyah (syabab.com, 2008) bahwa ada istilah M1 dan M2 terkait dengan jumlah uang yang ada di masyarakat. Istilah M1 adalah jumlah uang yang beredar dimasyarakat, seperti: uang kertas/logam, sedangkan M2 adalah simpanan uang yang ada di Bank seperti : tabungan, rekening giro, deposito, dll. Pada umumnya M1 & M2 inilah yang dijadikan acuan utama untuk mengetahui & mengontrol arus uang yang beredar dimasyarakat.

Berdasarkan hal itu, alternatif konversi mata uang kita menjadi mata uang yang di backup dengan emas dan perak (dinar/dirham) adalah sebagai berikut :

Pertama, Menghitung jumlah M2 dan M2

a) M1=Rp.200 Triliun & M2 (biasanya 5 kalinya) = Rp.1000 Triliun

b) 1USD= Rp.9.800 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08)

c) 1Dinar= 4,25 gram emas

d) 1 troy ounce= 31,103 gram emas internasional

e) 1 troy ounce= USD845 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 grm emas internasional=USD 27,17 (didapat dari USD 845 : 31,103 gr). Dan 1 USD= 0,037 gr emas internasional (31,103 gr : USD 845)

f) Harga emas domestik = Rp.291.500/gram emas domestik (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 gram emas domestik= USD 29,75 (Rp.291.500 : Rp.9.800). Dan 1USD= 0,034 gr emas domestik.

Kedua, menghitung cadangan devisa emas dan perak

Daulah yang berstandar emas dan perak harus memiliki cadangan devisa sejumlah Rp.1.200 Triliun atau setara dengan USD 122,44 Miliar (Rp.1.200 T : Rp.9.800). maka Daulah harus mempunyai emas setara dengan 4,12 Miliar gram emas domestik (USD 122,44 M : USD 29,75) atau setara dengan 969,412 juta Dinar (4,12 M gr : 4,25 grm).

Kalau ketersediaan emas di dalam negeri tidak ada atau tidak mencukupi, maka Daulah harus membeli emas ke pasar internasional dengan harga USD 845/Troy ounce. Oleh karena itu jika Khilafah membutuhkan cadangan devisa Rp.1.200 Triliun= USD 122,44 M, maka khilafah butuh emas sbb:

USD 122,44 M X 0,037 gram emas internasional = 4,532 Miliar gram emas internasional atau 145,655 juta Troy ounce emas internasional (4,532 Miliar grm : 31,103 gram) atau 1,066 Miliar Dinar (4,532 Miliar grm : 4,25 gram).

Jadi intinya kalau ingin merubah Rupiah uang kertas menjadi Dinar, maka harus didapatkan dulu emas sebagai backup-an dari dinar itu sendiri. Akhirnya kalau kita memiliki uang Nominal 1 Dinar maka kita secara otomatis memilki nilai Intrinsik emas 4,25 gram emas di Bank sentral. Dan uang inilah yang disebut sebagai uang betulan yang tahan akan inflasi.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pihak yang bisa merubah sistem moneter menjadi berbasis emas hanyalah institusi Negara Khilafah, tidak akan bisa kalau orang-perorang melakukannya.

Seandainya ingin rupiah kuat maka seharusnya bank sentral melepas dollar yang tak lebih dari seonggok kertas biasa dengan membeli emas sebanyak mungkin untuk mem-backup rupiah, agar nilai nominal rupiah sama dengan niali intrinsiknya. Jadi daripada menyimpan dollar-uang kertas sebagai cadangan devisa lebih baik kita menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas yang tahan inflasi.

Menurut Firmansyah (syabab.com, 2008), jika Daulah menghendaki mata uangnya kuat terhadap mata uang asing misalnya USD, maka harus direvisi. Jika ingin nilai tukar/konversi USD 1=Rp.1.000, dengan M1+M2 =Rp.1.200 Triliun maka yang harus dilakukan adalah :

  • Jika memakai cadangan emas domestik >>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000) devisa yang dibutuhkan adalah 40,33 Miliar gram emas domestik (USD 1,2 T : USD 29,75 harga emas 1g domestik ). Nah, uang USD 1,2 T kita lepas dengan membeli emas sebagai cadangan devisa yang tahan inflasi.
  • Jika membeli emas di pasar internasional>>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000), lalu uang USD 1,2 T kita lepas untuk membeli emas internasional sebanyak 44,2 Miliar gram emas internasional (USD 1,2 T : USD 27,17 harga emas 1 gram internasional).

Ketiga, mencetak dinar dan dirham syar’i.

Kalau sistem moneter dalam Daulah telah berubah menjadi berbasis emas, semuanya tercukupi dan tersedia maka Khilafah tinggal mencetak dinar/dirham syar’i, kemudian terhadap masyarakat diberikan tenggat waktu untuk menukarkan mata uangnya menjadi dinar & dirham. Proses ini mirip dengan apa yang terjadi di Uni Eropa tatkala negara-negara anggotanya secara hampir bersamaan mengubah mata uangnya dengan euro. Perbedaanya kalau uang Daulah M1+M2 yang beredar di masyarakat di-backup emas, sedangkan euro berbentuk uang kertas yang tidak dijamin emas sehingga rawan inflasi.

Saudaraku, kita tidak perlu membawa karung yang berisi pundi-pundi emas untuk bertransaksi ratusan juta atau milyaran dinar/dirham. Uang yang beredar M1 dan M2 sama dengan yang ada saat ini, hanya saja jika sudah dikonversi dengan dinar dan dirham maka uang kita sudah ada cadangan emas dan perak di Bank Sentral. Insya Allah dengan demikian mata uang kita relatif stabil.

Antisipasi Inflasi

Saudaraku,

Dalam sistem ekonomi Islam, pertukaran mata uang dengan mata uang yang sejenis, atau pertukaran dengan mata uang asing termasuk ke dalam aktivitas sharf. Aktivitas sharf atau pertukaran mata uang menurut hukum Islam adalah boleh, sebab sharf adalah pertukaran harta dengan harta lainnya yang berupa emas dan perak, baik sejenis maupun yang tidak sejenis, dengan berat dan ukuran yang sama dan boleh berbeda (al-Maliki, 1963).

Dasar kebolehan pertukaran mata uang (sharf) tersebut adalah sabda Rasulullah saw.:

“Jualah emas dengan perak sesuka kalian, dengan syarat harus tunai.” (HR. Imam Tirmidzi dari Ubadah bin Shamit).

Ubadah bin Shamit mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah saw. melarang menjual emas dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir deng sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, selain sama antara barang yang satu dengan barang yang lain, maka barang siapa yang menambahkan atau meminta tambahan, maka dia telah melakukan riba.” (HR Imam Muslim).

“Rasulullah saw melarang menjual emas dengan perak dengan cara diutangkan.” (HR. Imam Bukhari).

Dari pengertian hadits di atas, dapat dipahami bahwa dalam pertukaran mata uang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni: (1) Jika pertukaran dilakukan di antara mata uang yang sejenis, maka pertukarannya harus senilai, tapi jika tidak sejenis, boleh berbeda nilai; (2) Pertukaran atau jual beli tersebut haruslah dilakukan secara tunai dan tidak boleh dengan cara diutangkan (kredit); (3) Pertukaran di antara mata uang tersebut dilakukan dalam satu majelis (tempat).

Jual beli mata uang tertentu, misalnya dolar dengan rupiah adalah aktivitas yang boleh selama dilakukan secara kontan dan dalam satu majelis. Karena itulah, pertukaran pada money changer selama memenuhi ketentuan di atas adalah boleh. Namun, perdagangan mata uang asing di bursa valas secara langsung atau melalui forex advisor tidak dibolehkan, sebab tidak memenuhi dua syarat kontan dan langsung terjadi serah terima (hand to hand).

Sistem berbasis emas sebenarnya menjamin kestabilan nilai tukar. Kesatuan keuangan untuk semua negara dengan sistem emas atau kertas subtitusi yang di-backup emas. Karena itu, harga tukar antara uang suatu negara dan uang negara lain stabil karena terikat dengan emas yang sama & sudah dikenal luas. Misalnya :

  • 1 Dinar= 4,25 gram emas murni
  • 1 Pound Ingrris= 2 gram emas ( sesuai dengan ketentuan undang-undangnya)
  • 1 Frank Perancis= 1 gram emas
  • 1 USD= 0,037 gr emas (31,103 gr : USD 845)

Jadi apabila terjadi pertukaran, maka hakekatnya pertukaran emas dengan emas sehingga akan stabil. Maka kursnya/Nilai tukarnya sebagai berikut :

a) 1 dinar = 2,125 Pound (4,25 : 2 gram)

b) 1 dinar = 4,25 Frank (4,25 : 1 gram)

c) 1 Pound = 2 Frank (1Fr x 2gr : 1gr)

d) 1 Pound = 0,470 dinar (1dinar x 2gram : 4,25 gram)

e) 1 Frank = 0,5 Pound (1 pound x 1 gram : 2gram)

f) 1 dinar = USD 114,86 (4,25 gram x USD 1 : 0,037).

Islam telah mengharamkan aktifitas riba, apapun jenisnya; melaknat/mencela para pelakunya. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman.” (TQS. al-Baqarah [2]: 278). Berdasarkan hal ini, transaksi riba yang tampak dalam sistem keuangan dan perbankan konvensional (dengan adanya bunga bank), seluruhnya diharamkan secara pasti; termasuk transaksi-transaksi derivative yang biasa terjadi di pasar-pasar uang maupun pasar-pasar bursa. Penggelembungan harga saham maupun uang adalah tindakan riba.

Transaksi spekulatif, kotor, dan menjijikkan, nyata-nyata diharamkan oleh Allah Swt., sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minum khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan.” (TQS al-Maidah [5]: 90).

Saudaraku,

Berdasarkan uraian tersebut, agar tidak terjadi inflasi maka antisipasi yang dilakukan antara lain : (1)melarang uang yang terbuat dari emas/perak dilebur menjadi perhiasan atau yang lainnya, (2)Melarang transaksi jual beli mata uang untuk spekulatif (3) melarang transaksi riba (4) melarang transaksi derivative di pasar uang maupun di bursa saham.

Semoga teknis konversi tersebut dapat segera terealisir dan antisipasi inflasi dapat diterapkan dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah ‘ala minhaj Nubuwwah.

Wallahu a’lam bishawab.

Author: Admin

Share This Post On

15 Comments

  1. Asslamualaikum ,wr ,wb
    Menurut saya kemungkinan yang bisa merubah system moniter menjadi berbasis emas Negara Khilafah seperti terjadi Dinar Irak akan mencapai 1 Dolar US.Dan juga fundamental yang kuat akan negara minyak serta gas alam terbesar yaitu Irak. Kita tidak tau,kapan mata uang Dinar bisa di tukar pada ban di Indonesia? Seperti rang bilang Mata Uang Dinar investasi yang menguntungkan, Apa lagi saat ini dinar berada di titik yang paling rendah,kita juga tidak tau naiknya Dinar. Nilai mata uang suatu negara bergantung pada banyak hal terutama adalah Kekuatan produksi, kesetabilan negara dan persepsi internasional terhadap negara tersebut. Menurut saya Teknik Konversi Rupiah ke Dinar / Dirham belum tentu sepenuhnya benar/tepat.
    Wasalamualaikum,wr,wb

    By Lilis yulianingsih ( B 100060267 )

    Post a Reply
  2. Assalamu’alaikum wr.wb…….. teknik konversi Rupiah ke Dinar/Dirham
    Berdasarkan hal itu, alternatif konversi mata uang kita menjadi mata uang yang di backup dengan emas dan perak (dinar/dirham) adalah sebagai berikut :
    Pertama, Menghitung jumlah M2 dan M2
    a. M1=Rp.200 Triliun & M2 (biasanya 5 kalinya) = Rp.1000 Triliun
    b. 1USD= Rp.9.800 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08)
    c. 1Dinar= 4,25 gram emas
    d. 1 troy ounce= 31,103 gram emas internasional
    e. 1 troy ounce= USD845 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 grm emas internasional= USD 27,17 (didapat dari USD 845 : 31,103 gr). Dan 1 USD= 0,037 gr emas internasional (31,103 gr : USD 845)
    f. Harga emas domestik = Rp.291.500/gram emas domestik (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 gram emas domestik= USD 29,75 (Rp.291.500 : Rp.9.800). Dan 1USD= 0,034 gr emas domestik.
    Kedua, menghitung cadangan devisa emas dan perak
    Daulah yang berstandar emas dan perak harus memiliki cadangan devisa sejumlah Rp.1.200 Triliun atau setara dengan USD 122,44 Miliar (Rp.1.200 T : Rp.9.800). maka Daulah harus mempunyai emas setara dengan 4,12 Miliar gram emas domestik (USD 122,44 M : USD 29,75) atau setara dengan 969,412 juta Dinar (4,12 M gr : 4,25 grm).
    Kalau ketersediaan emas di dalam negeri tidak ada atau tidak mencukupi, maka Daulah harus membeli emas ke pasar internasional dengan harga USD 845/Troy ounce. Oleh karena itu jika Khilafah membutuhkan cadangan devisa Rp.1.200 Triliun= USD 122,44 M, maka khilafah butuh emas sbb:
    USD 122,44 M X 0,037 gram emas internasional = 4,532 Miliar gram emas internasional atau 145,655 juta Troy ounce emas internasional (4,532 Miliar grm : 31,103 gram) atau 1,066 Miliar Dinar (4,532 Miliar grm : 4,25 gram).
    Jadi intinya kalau ingin merubah Rupiah uang kertas menjadi Dinar, maka harus didapatkan dulu emas sebagai backup-an dari dinar itu sendiri. Akhirnya kalau kita memiliki uang Nominal 1 Dinar maka kita secara otomatis memilki nilai Intrinsik emas 4,25 gram emas di Bank sentral. Dan uang inilah yang disebut sebagai uang betulan yang tahan akan inflasi.
    Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pihak yang bisa merubah sistem moneter menjadi berbasis emas hanyalah institusi Negara Khilafah, tidak akan bisa kalau orang-perorang melakukannya.
    Seandainya ingin rupiah kuat maka seharusnya bank sentral melepas dollar yang tak lebih dari seonggok kertas biasa dengan membeli emas sebanyak mungkin untuk mem-backup rupiah, agar nilai nominal rupiah sama dengan niali intrinsiknya. Jadi daripada menyimpan dollar-uang kertas sebagai cadangan devisa lebih baik kita menyimpan cadangan devisa dalam bentuk emas yang tahan inflasi.
    Menurut Firmansyah (syabab.com, 2008), jika Daulah menghendaki mata uangnya kuat terhadap mata uang asing misalnya USD, maka harus direvisi. Jika ingin nilai tukar/konversi USD 1=Rp.1.000, dengan M1+M2 =Rp.1.200 Triliun maka yang harus dilakukan adalah :
    • Jika memakai cadangan emas domestik >>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000) devisa yang dibutuhkan adalah 40,33 Miliar gram emas domestik (USD 1,2 T : USD 29,75 harga emas 1g domestik ). Nah, uang USD 1,2 T kita lepas dengan membeli emas sebagai cadangan devisa yang tahan inflasi.
    • Jika membeli emas di pasar internasional>>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000), lalu uang USD 1,2 T kita lepas untuk membeli emas internasional sebanyak 44,2 Miliar gram emas internasional (USD 1,2 T : USD 27,17 harga emas 1 gram internasional) .
    Ketiga, mencetak dinar dan dirham syar’i.
    Kalau sistem moneter dalam Daulah telah berubah menjadi berbasis emas, semuanya tercukupi dan tersedia maka Khilafah tinggal mencetak dinar/dirham syar’i, kemudian terhadap masyarakat diberikan tenggat waktu untuk menukarkan mata uangnya menjadi dinar & dirham. Proses ini mirip dengan apa yang terjadi di Uni Eropa tatkala negara-negara anggotanya secara hampir bersamaan mengubah mata uangnya dengan euro. Perbedaanya kalau uang Daulah M1+M2 yang beredar di masyarakat di-backup emas, sedangkan euro berbentuk uang kertas yang tidak dijamin emas sehingga rawan inflasi.
    Maka karena itu, kita tidak perlu membawa karung yang berisi pundi-pundi emas untuk bertransaksi ratusan juta atau milyaran dinar/dirham. Uang yang beredar M1 dan M2 sama dengan yang ada saat ini, hanya saja jika sudah dikonversi dengan dinar dan dirham maka uang kita sudah ada cadangan emas dan perak di Bank Sentral. Insya Allah dengan demikian mata uang kita relatif stabil.
    Keterangan:
     M1 adalah jumlah uang yang beredar dimasyarakat, seperti: uang kertas/logam,
     M2 adalah simpanan uang yang ada di Bank seperti : tabungan, rekening giro, deposito, dll.

    Post a Reply
  3. Dinar dan Dirham

    Sebenarnya dinar dan dirham bukan secara tepat bisa dikatakan sebagai mata uang Islam. Yang lebih tepat kita katakan adalah bahwa dinar dan dirham adalah alat tukar yang dikenal umat manusia, jauh sebelum risalah Islam diturunkan di jazirah Arabia.

    Dinar dipakai oleh peradaban Romawi. Bentuknya emas betulan berupa coin, bukan uang kertas seperti zaman sekarang. Nilainya ditentukan oleh beratnya secara pisik, yaitu berat sebuah logam yang bernama emas.

    Sedangkan dinar yang kita kenal sekarang ini, cuma namanya saja dinar, tapi sebenarnya dinar itu cuma kertas yang dicetak pakai mesin cetak. Nilainya tidak ada, kecuali sebuah negara mengatakan bahwa nilainya sekian. Kalau kita sudah keluar dari wilayah negara itu, maka kertas cetakan itu menjadi tidak ada harganya.

    Sedangkan dirham banyak dipakai oleh bangsa Persia, terbuat dari perak berbentuk coin juga. Nilainya tentu juga diukur dari beratnya, bukan berdasarkan tulisan yang tertera di coin itu. Dibandingkan dinar, dirham tentu lebih murah. Terang saja, di mana-mana yang namanya perakpasti lebih murah dari emas.

    Kalau kita perhatikan dalam kitab fiqih, bangsa Arab ternyata menggunakan keduanya. Dalam hal ini memang keduanya bisa berlaku secara universal, karena semua peradaban manusia mengenal emas dan perak sebagai logam mulia.

    Gunawan P. (B100050155)

    Post a Reply
  4. Assalamualikum.Wr.Wb

    Menurut Firmansyah (syabab.com, 2008), jika Daulah menghendaki mata uangnya kuat terhadap mata uang asing misalnya USD, maka harus direvisi. Jika ingin nilai tukar/konversi USD 1=Rp.1.000, dengan M1+M2 =Rp.1.200 Triliun maka yang harus dilakukan adalah :
    • Jika memakai cadangan emas domestik >>> maka dibutuhkan USD 1,2 T (didapat dari Rp 1.200 T : Rp 1.000) devisa yang dibutuhkan adalah 40,33 Miliar gram emas domestik (USD 1,2 T : USD 29,75 harga emas 1g domestik ). Nah, uang USD 1,2 T kita lepas dengan membeli emas sebagai cadangan devisa yang tahan inflasi. kemungkinan untuk mengganti rupiah ke dinar atau dirham sangatlah susah apalagi melihat negara-negara yang sudah menggunakan sistem tukar dinar tersebut,mungkin banyak gejolak-gejolak yang akan dihadapi negara kita kelak,sedangkan untuk mencanangkan sistem ini butuh waktu yang sangat lama apalagi tingkat produksi indonesia yang rendah,sebelum indonesia memulainya perlulah mengganti sistem pemerintahannya dengan khalifah barulah bisa menggunakan sistem dinar tersebut. bangsa indonesia mungkin perlu memikirkan lagi akan sistem yang akan diambilnya tidak hanya memikirkan satu pihak saja tetapi memikirkan beribu pihak yang ikut serta dalam pencananggan ini,barulah bisa terwujud sistem yang sangat kompeten dengan sistem tukar dinar.

    Wassalamualikum.Wr.Wb

    Post a Reply
  5. Assalamualaikum .Wr.Wb.

    Apabila seorang pedagang memulai perdaganganya dengan harta yang jumlah nya mencapai nisab misalnya memulai perdagangan dengan 1000 dinar , kemudian diakhir taun perdaganganya berkembang menjadi 3000 dinar maka wajib mengeluarkan zakat yang jumlah nya 3000 dinar bukan atas harta yang jumlahnya 1000 dinar .

    Wassalamualaikum .Wr.Wb.

    BY: Ratna Mekar Pratiwi (B100 050 166)

    Post a Reply
  6. Assalamu a’laikum Wr. Wb;
    Selamat sore;

    Data: Jadi intinya kalau ingin merubah Rupiah uang kertas menjadi Dinar, maka harus didapatkan dulu emas sebagai backup-an dari dinar itu sendiri. Akhirnya kalau kita memiliki uang Nominal 1 Dinar maka kita secara otomatis memilki nilai Intrinsik emas 4,25 gram emas di Bank sentral. Dan uang inilah yang disebut sebagai uang betulan yang tahan akan inflasi.

    Berdasarkan perhitungan tersebut, maka pihak yang bisa merubah sistem moneter menjadi berbasis emas hanyalah institusi Negara Khilafah, tidak akan bisa kalau orang-perorang melakukannya.

    Perhitungan : Menghitung jumlah M2 dan M2

    a) M1=Rp.200 Triliun & M2 (biasanya 5 kalinya) = Rp.1000 Triliun

    b) 1USD= Rp.9.800 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08)

    c) 1Dinar= 4,25 gram emas

    d) 1 troy ounce= 31,103 gram emas internasional

    e) 1 troy ounce= USD845 (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 grm emas internasional=USD 27,17 (didapat dari USD 845 : 31,103 gr). Dan 1 USD= 0,037 gr emas internasional (31,103 gr : USD 845)

    f) Harga emas domestik = Rp.291.500/gram emas domestik (Kabar Pasar TV One, 15/10/08), maka 1 gram emas domestik= USD 29,75 (Rp.291.500 : Rp.9.800). Dan 1USD= 0,034 gr emas domestik.

    Wah, hebat sekali, tapi apakah bisa diwujudkan ke dunia ini yah sistem ekonomi syariah khilafah yang berdaulat Agung dari Allah SWT ? jika V1 x M1 = V2 x M2, (V1) adalah kecepatan edaran uang di masyarakat sangat perlu diperhatikan serius dikalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat (M1) harus bernilai sama dengan kecepatan edaran uang di masyarakat V2 dikalikan dengan M2 adalah simpanan uang yang ada di Bank seperti : tabungan, rekening giro, deposito, dll. Bisakah itu rumus itu terwujud dengan pasti atau tidak pasti (mimpi / konsep saja) ?

    Terima Kasih

    Post a Reply
  7. Assalamu a’laikum Wr. Wb;

    Sangat menarik mendiskusikan tentang uang beredar M1 dan M2 yang dibackup oleh Emas.

    Pertama, saya menanggapi komentar Mas Iqbal tentang rumus V1xM1=V2xM2. Bahwa saat ini pun formula tersebut sudah tidak terpenuhi lagi dengan ada perkembangan teknologi Informasi Perbankan (dengan adanya ATM). Bisanya orang bertransaksi untuk konsumsi barang dengan uang kartal (termasuk M1), namun dengan adanya ATM untuk konsumsi barang cukup bawa kartu debit ATM (Tabungan/Time deposit termasuk M2). Maka dengan adanya ATM, maka akan cenderung V1xM1 < V2xM2.

    Kedua, pengalaman Amerika sejak PD II dengan Bretton Wood System dengan US$ di-backup emas pun berakhir (1971) karena AS tidak bisa menjamin konvertibilitas US$ dengan emas. Ini salah satunya, karena meningkatnya uang beredar US$ di luar AS dan cadangan emas US tidak mencukupinya utk mem-backup.

    Memang bila mana Rupiah di-backup oleh emas maka inflasi dan nilai tukar akan stabil. Namun, mempunyai dampak terhadap fluktuasi output (GDP) dan employment. Bila aktivitas ekonomi meningkat (GDP meningkat) maka diperlukan pertambahan uang beredar (M1+M2) dan pada gilirannya Bank Sentral harus meningkatkan cadangan emas sebanyak pertambahan (M1+M2), dana dari mana Bank Sentral membeli emas? Cadangan Devisa? Cad Dev pasti diprioritaskan akan digunakan untuk kebutuhan import paling tidak selama 5 bulan kedepan. Apabila Bank Sentral tak sanggup membeli emas maka uang beredar tidak bertambah, maka perekonomian akan kekurangan likuiditas dan selanjutnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja juga sempit.

    Mungkin hanya negara yang mempunyai surplus resource minyak (Arab Saudi?, Kuwait?, Iran?, Irak?) dan Cad Dev (China) yang besar yang sanggup membackup mata uangnya dengan emas.

    Salam
    Sanjoyo

    Post a Reply
  8. Seperti yang dibilang pak Sanjoyo,

    Sebenarnya itu terjadi karena pergitungan tersebut didasari pada asumsi Nasionalisme… alias Indonesia berdiri sendiri dan terlepas dari negara lain.

    Berbeda ceritanya dengan jika Daulah Islam tegak dan memangkas perbedaan nation state… Maka, perdagangan antar negara menjadi perdagangan antar wilayah… jadi tidak perlu bergantung pada mata uang negara lagi tapi sudah jadi satu mata uang yaitu dinar dan dirham.

    Acem…?
    wass.wr.wb.

    Post a Reply
  9. wah isi nya seperti membaca buku Harry Potter.

    jika Voldermort seperti ini maka begini, jika Harrypotter begini maka baru bisa begitu.

    mungkin sebagai salah satu paham ekonomi yang ada, tidak masalah.
    namun untuk diharapkan Rupiah dirubah menjadi dinar.

    sama seperti mengharapkan Harry Potter menyihir Bush menjadi baik hati dan tidak sombong.

    lagian saya sudah melakukan simulasi, jika dunia mengubah mata uang nya dengan dinar, maka deflasi yang terjadi.

    coba saja, jumlah pertumbuhan produksi emas dunia, kalian bandingkan dengan jumlah pertumbuhan permintaan emas, yg terjadi price akan selalu naik. dan klo naik terus. maka deflasi yg terjadi. yang makin lama makin parah.

    jika hanya Indonesia yg menggunakan dinar, deflasi parah akan terjadi di dalam negeri. karena pada saat import > eksport, maka emas dalam negeri akan semakin dikit.

    suruh jual dollar di BI ?? ide konyol, karena hutang kita sebagian besar dalam bentuk dollar. dan klo anda butuh beli produk asing, sebagian besar butuh dollar. klo BI ga punya? mau pake apa?

    terima kasih

    Post a Reply
  10. Saudaraku,
    Saya bisa memahami kesusahan anda membayangkan sistem konversi dinar dan dirham karena banyak di antara kita yang sejak pendidikan dasar terkurung dalam kotak sistem ekonomi kapitalistik secara sadar maupun tidak sadar.
    Kita perlu memberikan solusi ketidakstabilan mata uang yang bersifat out of box, keluar dari kotak kerangka sistem ekonomi kapitalistik.
    Saya pun pada mulanya berpikir seperti anda ketika pertama kali membaca sejarah penerapan emas dan perak yang pernah diimplementasikan di dunia ini selama hampir 1200 tahun lamanya.
    Namun, ketika solusi yang ditawarkan oleh sistem ekonomi kapitalistik yang sekedar stimulus dan stimulus (artinya, tidak mengobati tapi hanya meredakan sakit), maka mengapa kita tidak mencoba berfikir secara komprehensif ?

    Bagaimana dengan deflasi ?; penggunaan Dinar harus dipahami dan dijalankan mengikuti syariah Islam, bukan dalam kotak sistem ekonomi kapitalistik; khususnya yang terkait erat dengan supply uang ini adalah larangan menimbun.

    Emas tersedia cukup untuk seluruh umat manusia karena laju pertumbuhannya berkisar 1.5% – 4.0% pertahun; sementara pertambahan jumlah penduduk dunia hanya sekitar 1.2% pertahun.

    Emas menjadi tidak cukup digunakan sebagai uang apabila ada yang menimbunnya – inilah mengapa Allah sangat mengancam orang-orang yang menimbun emas (yang berarti juga menimbun harta lainnya). (QS 9 :34-35)

    wallahu a’lam bishawab.

    Post a Reply
  11. bung addin…

    cek data statistik emas dan populasi di bawah ini :
    http://www.goldsheetlinks.com/production2.htm

    dan seperti yg anda lihat bahwa grafik emas per kapita tidaklah stabil, ini kita belum membahas mengenai jumlah orang dewasa yg semakin meningkat karena semakin membaik nya dunia medis serta tidak ada lagi perang dunia.

    ini artinya ada peningkatan demand emas yg sangat signifikan bila umat manusia mengubah sistem moneter nya dengan base gold money.

    belum lagi tidak tiap negara mampu memproduksi emas, apa solusi bagi mereka? apakah ini sistem yg adil bagi seluruh umat manusia?

    Allah mengancam orang menimbun emas, Allah juga mengancam orang yg berdusta, but that’s not how the real world work. tapi bagimana pemerintah atau khalifah bisa mengawasi peredaran emas dunia? batas emas yg ditimbun berapa? mungkin bagi si A 10 kg cukup, tp bagi si B 20 kg baru cukup.

    bagaimana dengan membedakan antara investment dan saving? ada orang super kaya menimbun ratusan kg emas, tp klo dia beralasan karena menyiapkan modal untuk membangun sebuah perusahaan? kan modal harus dikumpulkan, ga tiba2 punya dalam volume yg massif, tp tetap dikumpulkan dikit demi sedikit. nah membedakan hal itu dengan menimbung bagaimana?

    uang fiat tidak setabil karena pemerintah mencetak uang bukan lagi berdasarkan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi (“the Tyler Principe”) namun sering kali karena kebutuhan politik.

    melarang orang menimbun emas seperti melarang orang berdusta, mungkin baik, tapi bagaimana cara pengawasan nya? apa anda kira semua manusia memiliki kepercayaan yg sama? lantas bertakwa dengan cara yg sama juga?

    Post a Reply
  12. Pendapatan perkapita AS-Eropa USD 30.000-100.000, pendapatan perkapita China-Korea-Jepang USD 10.000-30.000. Daftar orang terkaya dunia ada 360 orang AS, 200 orang Eropa, 51 orang India, 30 orang Arab, 17 orang Jepang dan 28 orang China. Ilmuwan peraih Nobel ada 309 orang AS, 113 orang Inggris, 102 orang Jerman, 300 orang Eropa lain, 16 orang Jepang, 10 orang Afrika, 8 orang Israel, 8 orang India dan 4 orang China. Daftar 100 artis musik, film dan atlet olahraga populer sepakbola, basket, tinju, balap mobil-motor, tenis, golf masih dikuasai etnis kulit hitam di AS-Eropa bersaing dengan etnis kulit putih AS-Eropa dan etnis kulit cokelat Amerika Latin. China menjuarai Olimpiade 2008 dengan mayoritas medali dari cabang olahraga yang tidak populer dan minim peserta seperti senam. Kenapa 1 Milliar orang etnis kulit putih AS-Eropa, 800 Juta orang etnis kulit hitam di Afrika-AS-Eropa, 500 Juta orang etnis kulit cokelat Amerika Latin lebih dominan dari 1,5 Milliar orang etnis kulit cokelat India dan 2 Milliar etnis kulit kuning China-Korea-Jepang ? Masalahnya apa yang bisa diperbuat 250 Juta orang Indonesia yang mayoritas kulit cokelat ? Kenapa cadangan devisa China USD 1500 per penduduk, Uni Eropa punya USD 1500 per penduduk, Rusia USD 3000 per penduduk, Jepang punya USD 8000 per penduduk, AS hanya USD 200 per penduduk ? Karena warga China-Uni Eropa-Rusia-Jepang bila punya Dollar AS langsung ditukarkan ke Bank Sentral dengan mata uang setempat untuk belanja kebutuhan sehari-hari, warga AS bila punya Dollar disimpan sendiri karena belanja juga pakai Dollar jadi di Bank Sentral AS tidak terjadi penumpukan Dollar. Simpanan Dollar di Bank umum China-Uni Eropa-Rusia-Jepang dihitung sebagai cadangan devisa, simpanan Dollar di bank umum AS dihitung sebagai simpanan biasa. Terdapat USD 10 Trilliun simpanan Dollar di Bank umum AS atau USD 30.000 per penduduk AS. Kenapa perdagangan AS defisit terhadap China-Indonesia-Afrika ? Karena warga AS mampu beli barang China-Indonesia yang murah, Indonesia-China-Afrika rakyatnya miskin dan gaptek tidak bisa membeli barang AS yang mahal dan canggih. AS melarang penjualan Pesawat tempur siluman, Kapal Induk, Satelit mata-mata, Chip purwarupa, Komputer super nilainya 10 kali ekspor China. Perhitungan pendapatan perkapita Indonesia USD 2000 atau USD 8000 per keluarga atau Rp. 8 Juta perbulan per keluarga Indonesia. Pendapatan perkapita China USD 4000 atau USD 16000 per keluarga atau Rp. 16 Juta per keluarga. Padahal mayoritas warga China dan Indonesia jadi Petani, Buruh, Nelayan, PNS dengan pendapatan Rp. 1-5 juta perbulan. Karena di China dan Indonesia ada investasi Perusahaan AS dapat buruh murah, tanah murah dan udara AS-Eropa bebas polusi itu dimasukkan ke PDB China-Indonesia tetapi labanya sebagian besar untuk Komisaris-Direktur orang AS, Manajemen orang Eropa-India sementara China dan Indonesia hanya dapat upah buruh murah dan polusi. Militer China memiliki mesin perang mayoritas tua tahun 1950-1980 tetapi banyak 1800 Pesawat Tempur, 200 Kapal Tempur, 8000 Tank dan 400 Nuklir, Militer India mesin perangnya baru tahun 1970-1990 tetapi sedikit 900 Pesawat Tempur, 100 Kapal Tempur, 4000 Tank dan 100 Nuklir, Militer Rusia mesin perangnya kombinasi tua dan muda tahun 1960-2000 dan banyak 2000 Pesawat Tempur, 200 Kapal Tempur, 28.000 Tank dan 17.000 Nuklir. Militer AS mesin perangnya baru tahun 1970-2009 dan banyak 3000 Pesawat Tempur, 300 Kapal Tempur, 8000 Tank dan 9000 Nuklir. PDB dan Devisa China lebih besar dari PDB dan Devisa India tetapi aset 50 konglomerat terkaya China hanya USD 200 Milliar (Rp. 2000 Trillliun) dibandingkan aset 50 konglomerat terkaya India total USD 500 Milliar (Rp. 5000 Trilliun). Orang terkaya China Yan Huiyan hanya punya USD 20 Milliar (Rp. 200 Trillliun) sementara 3 orang terkaya India Laksmi Mittal, Mukesh Ambani, Anil Ambani masing-masing punya USD 50 Milliar (Rp. 500 Trillliun).
    Cadangan batubara dunia terbesar di AS 250 Millliar Ton dengan nilai ekonomis USD 25 Trilliun, Cadangan emas terbesar di dunia di AS 9000 Ton dengan nilai ekonomis USD 270 Milliar, AS juga mempunyai cadangan gas alam dunia sebesar 200 Trilliun kaki kubik dan cadangan minyak 20 Milliar barrel dengan total nilai ekonomis USD 4 Trilliun, Cadangan gas alam dunia terbesar di Rusia 1600 Trilliun kaki kubik dengan nilai ekonomis USD 20 Trilliun, Rusia juga memiliki cadangan minyak dunia 60 Milliar barrel dengan nilai ekonomis USD 3 Trilliun. Cadangan minyak bumi terbesar di dunia di Arab Saudi 250 Milliar barrel dengan nilai ekonomis 12,5 Trillliun Dollar. Wilayah Arab Saudi, Iran, Iraq, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Iraq dengan penduduk kurang dari 200 Juta orang punya total cadangan gas alam 2500 Trilliun kaki kubik dan cadangan minyak dunia 750 Milliar barrel dengan total nilai ekonomis USD 70 Trilliun. Kekayaan alam Indonesia 5 Milliar barrel minyak, 100 Trilliun kaki kubik gas alam, 10 Milliar Ton batubara, 4000 Ton emas dengan nilai total USD 2,5 Trilliun. Menurut Sino-Defence Forum, Wikipedia Military dan Global Fire Power kekuatan Militer China hanya 1800 Pesawat Tempur seperti 800 Pesawat J-7 dan J-8, 400 Pesawat Nanchang Q-5, 200 Pesawat Xian 6 dan 7 semuanya buatan tahun 1950-1980, 150 Kapal Tempur seperti 15 Kapal perusak Luda-Luhu dan 40 Kapal frigat Jiangwei-Jianghu semuanya buatan tahun 1950-1980, 50 Kapal selam kelas Romeo-Ming buatan tahun 1950-1970, 8000 Tank buatan Uni Soviet tahun 1950-1980. 100 Rudal antar benua Dongfeng dan 300 Nuklir, Militer AS mesin perangnya 3500 Pesawat Tempur buatan tahun 1975-2005 seperti 630 F-15, 1300 F-16, 800 F-18 dan pesawat tercanggih dunia 122 F-22, 300 Kapal Tempur seperti 22 kapal penjelajah Ticonderoga, 50 kapal perusak Arleigh Burke, 30 kapal frigat Oliver Hazzard, 70 Kapal Selam kelas Los Angeles-Ohio-Virginia semuanya buatan tahun 1980-2000, 8000 Tank Abrams buatan tahun 1990-2000, 1000 Rudal antar benua Minuteman dan 9000 Nuklir. AS juga mempunyai 10 Kapal Induk kelas Nimitz yang tiap kapal bisa mengangkut 100 Pesawat terbang, ditambah 12 Kapal serang Ampibi kelas Tarawa dan Wasp yang tiap kapal bisa mengangkut 30 Pesawat terbang.

    Post a Reply
  13. Assalamuaikum WR WB. emas jangan jadi standar mata uang ?
    1. Karena junlah emas di Indonesia total hanya 4000 Ton senilai Rp. 1200 Trilliun padahal jumlah barang dan jasa di Idnonesia senilai Rp. 4500 Trilliun sehingga akan terjadi kenaikan nilai emas dan harga barang dan jasa anjlok! yang rugi adalah produsen seperti Nelayan, buruh, petani, pegawai dll!
    2. Jumlah emas di dunia yang ada di bank sentral hanya 30 Ribu ton (senilai USD 900 Milliar) dari 150 ribu ton emas (USD 5 Trilliun) yang pernah ditambang sejak jaman Purbakala sampai sekarang! Padahal peredaran barang dan jasa di dunia mencapai USD 60 Trilliun! sehingga nilai barang dan jasa akan anjlok! Yang rugi negara produsen barang, pertanian, sumber daya alam, manufaktur yaitu Indonesia, China, India dan Negara Arab! Yang diuntungkan AS karena punya 9000 Ton emas! dan Eropa yang punya 11 Ribu Ton emas! Sementara cadangan emas terbesar yang belum ditambang ada di Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Amerika latin! Negara Arab dan Indonesia miskin emas!
    3. Jika emas jadi mata uang dan nilainya terus naik tidak kenal inflasi maka pemilik uang tinggal meniimbun emas dan tidak memutarnya ke aktivitas perekonomian sehingga likuiditas ekonomi seret dan emas makin naik! yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin! berbeda dengan uang kertas yang nilainya terus turun jadi pemiliknya akan memutar uang kertas ke perekonomian hingga terus berputar.
    4. Sekian dan terimakasih…. Wassalamuaikum WR. WB

    Post a Reply
  14. Pendapatan perkapita AS-Eropa USD 30.000-100.000, pendapatan perkapita China-Korea-Jepang USD 10.000-30.000. Daftar orang terkaya dunia ada 360 orang AS, 200 orang Eropa, 51 orang India, 30 orang Arab, 17 orang Jepang dan 28 orang China. Ilmuwan peraih Nobel ada 309 orang AS, 113 orang Inggris, 102 orang Jerman, 300 orang Eropa lain, 16 orang Jepang, 10 orang Afrika, 8 orang Israel, 8 orang India dan 4 orang China. Daftar 100 artis musik, film dan atlet olahraga populer sepakbola, basket, tinju, balap mobil-motor, tenis, golf masih dikuasai etnis kulit hitam di AS-Eropa bersaing dengan etnis kulit putih AS-Eropa dan etnis kulit cokelat Amerika Latin. China menjuarai Olimpiade 2008 dengan mayoritas medali dari cabang olahraga yang tidak populer dan minim peserta seperti senam. Daftar 200 perusahaan terkaya dan terbesar di dunia 150 perusahaan dari Amerika-Eropa, 50 dari Afrika-Asia. Pemenang kontes wanita tercantik dunia versi Miss Universe-Miss World terbanyak adalah wanita kulit putih-blondie yang berkulit kecokelatan dari AS 9 kali, wanita latin kulit cokelat Venezuela 10 kali, wanita kulit hitam Puerto Rico 6 kali, wanita kulit cokelat India 7 kali. Wanita kulit kuning China-Korea belum pernah menang.
    Kenapa 1 Milliar orang etnis kulit putih AS-Eropa, 800 Juta orang etnis kulit hitam di Afrika-AS-Eropa, 500 Juta orang etnis kulit cokelat Amerika Latin lebih dominan dari 1,5 Milliar orang etnis kulit cokelat India dan 2 Milliar etnis kulit kuning China-Korea-Jepang ? Masalahnya apa yang bisa diperbuat 250 Juta orang Indonesia yang mayoritas kulit cokelat ? Kenapa cadangan devisa China USD 1500 per penduduk, Uni Eropa punya USD 1500 per penduduk, Rusia USD 3000 per penduduk, Jepang punya USD 8000 per penduduk, AS hanya USD 200 per penduduk ? Karena warga China-Uni Eropa-Rusia-Jepang bila punya Dollar AS langsung ditukarkan ke Bank Sentral dengan mata uang setempat untuk belanja kebutuhan sehari-hari, warga AS bila punya Dollar disimpan sendiri karena belanja juga pakai Dollar jadi di Bank Sentral AS tidak terjadi penumpukan Dollar. Simpanan Dollar di Bank umum China-Uni Eropa-Rusia-Jepang dihitung sebagai cadangan devisa, simpanan Dollar di bank umum AS dihitung sebagai simpanan biasa. Terdapat USD 10 Trilliun simpanan Dollar di Bank umum AS atau USD 30.000 per penduduk AS. Kenapa perdagangan AS defisit terhadap China-Indonesia-Afrika ? Karena warga AS mampu beli barang China-Indonesia yang murah, Indonesia-China-Afrika rakyatnya miskin dan gaptek tidak bisa membeli barang AS yang mahal dan canggih. AS melarang penjualan Pesawat tempur siluman, Kapal Induk, Satelit mata-mata, Chip purwarupa, Komputer super nilainya 10 kali ekspor China. Perhitungan pendapatan perkapita Indonesia USD 2000 atau USD 8000 per keluarga atau Rp. 8 Juta perbulan per keluarga Indonesia. Pendapatan perkapita China USD 4000 atau USD 16000 per keluarga atau Rp. 16 Juta per keluarga. Padahal mayoritas warga China dan Indonesia jadi Petani, Buruh, Nelayan, PNS dengan pendapatan Rp. 1-5 juta perbulan. Karena di China dan Indonesia ada investasi Perusahaan AS dapat buruh murah, tanah murah dan udara AS-Eropa bebas polusi itu dimasukkan ke PDB China-Indonesia tetapi labanya sebagian besar untuk Komisaris-Direktur orang AS, Manajemen orang Eropa-India sementara China dan Indonesia hanya dapat upah buruh murah dan polusi. Militer China memiliki mesin perang mayoritas tua tahun 1950-1980 tetapi banyak 1800 Pesawat Tempur, 200 Kapal Tempur, 8000 Tank dan 400 Nuklir, Militer India mesin perangnya baru tahun 1970-1990 tetapi sedikit 900 Pesawat Tempur, 100 Kapal Tempur, 4000 Tank dan 100 Nuklir, Militer Rusia mesin perangnya kombinasi tua dan muda tahun 1960-2000 dan banyak 2000 Pesawat Tempur, 200 Kapal Tempur, 28.000 Tank dan 17.000 Nuklir. Militer AS mesin perangnya baru tahun 1970-2009 dan banyak 3000 Pesawat Tempur, 300 Kapal Tempur, 8000 Tank dan 9000 Nuklir. PDB dan Devisa China lebih besar dari PDB dan Devisa India tetapi aset 50 konglomerat terkaya China hanya USD 200 Milliar (Rp. 2000 Trillliun) dibandingkan aset 50 konglomerat terkaya India total USD 500 Milliar (Rp. 5000 Trilliun). Orang terkaya China Yan Huiyan hanya punya USD 20 Milliar (Rp. 200 Trillliun) sementara 3 orang terkaya India Laksmi Mittal, Mukesh Ambani, Anil Ambani masing-masing punya USD 50 Milliar (Rp. 500 Trillliun).
    Cadangan batubara dunia terbesar di AS 250 Millliar Ton dengan nilai ekonomis USD 25 Trilliun, Cadangan emas terbesar di dunia di AS 9000 Ton dengan nilai ekonomis USD 270 Milliar, AS juga mempunyai cadangan gas alam dunia sebesar 200 Trilliun kaki kubik dan cadangan minyak 20 Milliar barrel dengan total nilai ekonomis USD 4 Trilliun, Cadangan gas alam dunia terbesar di Rusia 1600 Trilliun kaki kubik dengan nilai ekonomis USD 20 Trilliun, Rusia juga memiliki cadangan minyak dunia 60 Milliar barrel dengan nilai ekonomis USD 3 Trilliun. Cadangan minyak bumi terbesar di dunia di Arab Saudi 250 Milliar barrel dengan nilai ekonomis 12,5 Trillliun Dollar. Wilayah Arab Saudi, Iran, Iraq, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Iraq dengan penduduk kurang dari 200 Juta orang punya total cadangan gas alam 2500 Trilliun kaki kubik dan cadangan minyak dunia 750 Milliar barrel dengan total nilai ekonomis USD 70 Trilliun. Kekayaan alam Indonesia 5 Milliar barrel minyak, 100 Trilliun kaki kubik gas alam, 10 Milliar Ton batubara, 4000 Ton emas dengan nilai total USD 2,5 Trilliun.

    Post a Reply
  15. Lepas dari realisme ide ini (seperti dibahas komentar2 teman2 lain di atas) Kayaknya Sdr. Hidayatullah melupakan elastisitas harga deh.

    Kalau dalam suatu tempo singkat dibutuhkan emas sekian banyak untuk konversi, maka harga emas akan membumbung tinggi. Jadi biaya konversi tinggi sekali.

    Formulanya tidak sesederhana kali2an.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *