Bagaimana Agar "Tragedi Zakat Pasuruan" Tidak Terulang Lagi?

AGAR TRAGEDI “ZAKAT PASURUAN” TAK TERULANG KEMBALI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, beberapa waktu yang lalu di bulan suci Ramadhan 1429 H ini kita mendengar saudara-saudara kita di Pasuruan harus meregang nyawa, 21 orang terbunuh. Mereka meninggal berebut 30 ribu rupiah, pembagian zakat keluarga muzakki (orang yang mengeluarkan zakat). Sebagian besar diantaranya adalah ibu-ibu tua yang tewas setelah kehabisan nafas. Sebenarnya apa penyebab utamanya ? Siapa yang paling bertanggung jawab dalam masalah ini ? Bagaimana solusinya agar kejadian serupa tak terulang kembali ?

Atas jawabannya kami sampaikan terima kasih.

Jazakumullah ahsanal jaza’.

Wassalam.
Jawab :

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, wassholatu wassalamu ‘ala Muhammadin ibni Abdillah wa ‘ala alihi wa shahbih, amma ba’du.

Saudaraku,

Kejadian yang antum sampaikn tersebut pada hakekatnya adalah qadha’ (ketentuan) dari Allah SWT. Yang mengandung banyak hikmah. Tentunya muzakki (pihak yang mengeluarkan zakat) tidak menyangka peristiwa ini terjadi. Biasanya pembagian zakat yang dilakukan beliau sejak 1975 ini lancar-lancar saja. Namun  pembagian zakat Ramadhan  tahun ini berbuah petaka. Gang yang sempit dan tanpa bantuan pihak keamanan menjadi tempat yang mengerikan saat itu.

Keluarga muzakki mungkin tidak mengira saat ini rakyat sedang dililit kemiskinan yang sangat. Itulah yang sesungguhnya membuat rakyat miskin berbondong-bondong datang ke rumah seorang Muzakki di Pasuruan itu. Tragedi zakat Pasuruan merupakan potret kemiskinan rakyat. Kita yakin rakyat tidak akan berebut 30 ribu, antri dari subuh, berdesak-desakan sampai harus mati, kalau mereka sejahtera. Mereka lakukan ini karena 30 ribu bagi mereka sangat berarti. Buat anak yang kelaparan di rumah, buat istri yang sedang hamil, buat ibu yang sedang sakit, buat sahur dan berbuka di bulan ramadhan.

Semua pihak sepakat dan berharap, kejadian tersebut harus menjadi kejadian terakhir. Sebenarnya kejadian tersebut bukan yang pertama, meskipun korbannya tidak sebanyak di Pasuruan. Tragedi demi tragedi terus terjadi, namun tidak segera mengambil pelajaran dan langkah konkret yang sistemik, akhirnya korban kembali berjatuhan.

Sekadar mengingatkan , peristiwa pembagian zakat “berdarah” yang dilakukan seorang muzakki, di rumahnya di Jalan Raya Pasar Minggu, tahun 2003. Saat itu sebanyak empat orang tewas dan belasan lainnya pingsan. Demikian juga dengan pembagian zakat yang dilakukan keluarga muzakki di Gresik, 28 September 2007. Saat itu, satu orang tewas dan beberapa fakir miskin terpaksa masuk rumah sakit karena terinjak-injak.

Pihak Yang Paling bertanggungjawab

Saudaraku,

Kebijakan pemerintah yang pro liberal secara sistematis telah memiskinkan rakyat. Mulai dari kenaikan BBM akibat liberalisasi sektor migas, naiknya biaya kesehatan dan pendidikan akibat privatisasi, sampai tingginya pengangguran dan PHK akibat sektor riil yang tidak jalan, telah membuat beban hidup rakyat semakin berat.

Penguasa seringkali bermain dengan angka statistik dengan mengatakan kemiskinan menurun, pengangguran menurun, dan angka-angka lain yang bisa diotak-atik. Realitanya, lihatlah ke bawah rakyat yang semakin susah hidupnya.

Penguasalah yang paling bertanggung jawab dalam tragedi Pasuruan ini. Mereka lebih memilih fatwa IMF dan Bank Dunia untuk meniadakan subsidi bagi rakyat, membiarkan kekayaan alam yang milik rakyat di jual kepada asing. Para penguasa lebih mengabdi pada Tuan Besar Kapitalis mereka, dibanding memikirkan nasib rakyat. Penguasa saat ini telah menjadi mesin pembunuh bagi rakyatnya sendiri.

Ironisnya, disaat rakyat hidup dengan kesusahan para penguasa hidup bergelimpang dengan kemewahan. Menteri yang tugasnya mensejahterakan masyarakat, malah bertambah kekayaannya menjadi salah satu orang terkaya di Asia. Sementara rakyatnya terlantar. Perusahaan keluarga sang menteri kesejahteraan kekayaannya meningkat menjadi 5,4 milyar dolar AS (sekitar 50 trilyun rupiah). Bahkan saat keluarga dekatnya melangsungkan pernikahan, biaya dekorasinya saja mencapai 2 milyar rupiah.

Ketimpangan dan Buruknya Distribusi

Saudaraku,

Para politisi pun sibuk dengan dunianya sendiri. Menghambur-hamburkan uang rakyat demi demokrasi. Tidak terhitung berapa ratus trilyun rupiah uang rakyat habis untuk pesta demokrasi yang tidak memihak kepada rakyat. Untuk pelantikan gubernur di salah satu provinsi di Sumatera saja menganggarkan dana satu milyar. Para wakil rakyat sibuk jalan-jalan keluar negeri dengan alasan studi banding. Contohnya, 13 Anggota DRR Pansus RUU Wilayah Negara, studi banding ke Rumania dan Turki selama 6 hari menguras harta rakyat.

Perlu kita mengingatkan para penguasa ini dengan hadist Rosulullah , tentang berharganya nyawa manusia dalam pandangan Allah SWT. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan bagi Allah SWT lenyapnya dunia ini beserta isinya adalah lebih ringan daripada terbunuhnya seorang, sekali lagi seorang rakyat. Dan saat ini berapa juta rakyat yang terbunuh dan akan terbunuh akibat kebijakan penguasa yang pro liberal ini?

Mereka terbunuh karena harus menahan lapar akibat kebutuhan pokok yang mahal. Rakyat harus terbunuh karena menanggung sakit parah sendiri akibat biaya kesehatan yang mahal. Anak-anak terbunuh karena busung lapar dan kurang gizi karena sang orang tua tidak sanggup membeli makanan yang layak dan susu yang semakin mahal. Belum lagi rakyat yang bunuh diri akibat stress berat menghadapi kehidupan ini.

Adapun faktor utama yang menyebabkan kualitas kemiskinan di Indonesia meningkat intinya adalah buruknya distribusi. Kemiskinan itu karena ketidaksampaian uang kepada mereka. Kenapa uang tidak sampai kepada mereka, karena distribusi kekayaan yang tidak sampai kepada mereka. Kenapa bisa seperti itu, karena kapitalisme selalu memenangkan pemilik modal atau pemilik kekuasaan untuk memiliki akses secara lebih besar kepada sumber-sumber kekayaan yang ada. Sementara masyarakat yang jumlahnya mayoritas tidak memiliki akses ke sana. Misalnya, Indonesia ini kan kaya akan sumber kekayaan alam. Tapi kekayaan itu hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar. Rakyat tidak mendapatkan apa-apa. Ketika harga minyak naik, para pengusaha itu bergelimang uang sedangkan rakyat sengsara. Saya dengar ada pengusaha minyak melakukan ibadah umrah, kamar satu malamnya saja berharga Rp 150 juta. Dia berangkat naik pesawat jet pribadi. Ini kan ironis, sementara di tanah air orang sampai mati hanya untuk mendapatkan uang Rp30 ribu.

Solusi Komprehensif

Saudaraku,

Agar tragedi memilukan ini tidak terjadi lagi ke depan baik di Pasuruan maupun di daerah yang lainnya, beberapa solusi alternatifnya antara lain :

Pertama, karena ini konteksnya zakat, tidak bisa tidak zakat itu harus dikelola oleh negara. Ada revisi UU zakat. Di situ harus ada ketentuan imperatif bahwa pemerintah/negara harus mengambil zakat dan membagikannya. Bukan lagi swasta atau individu. Namun pemerintah harus amanah dan mempunyai konsep dan implementasi yang baik dalam mekanisme distribusinya yang adil dan merata. Implementasinya dapat bekerjasama dengan lembaga zakat yang telah ada.

Kedua, pangkal kemiskinan itu adalah buruknya distribusi. Sistemnya harus diganti dengan yang lebih baik yaitu sistem ekonomi Islam yang dengan itu distribusi kekayaan bisa dilakukan dengan baik. Kekayaan alam dikelola oleh negara dan hasilnya dibagikan kepada rakyat. Kumpulnya uang dengan uang dalam bursa dan praktek ribawi harus dihentikan. Nanti uang akan bertemudengan barang dan jasa sehingga ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Yang pada akhirnya uang akan beredar di tengah masyarakat.

Ketiga, meningkatkan kepedulian kita kepada orang miskin dengan cara yang lebih makruf. Misalnya yang akan membagi itu mendatangi yang diberi. Yang keempat, solidaritas sosial yang ditingkatkan untuk mengatasi banyaknya orang miskin. Lebih dari itu, kita harus kembali kepada sistem yang adil yaitu sistem Islam.

Keempat, untuk para penguasa dan politisi bertaubatlah kepada Allah SWT . Taubat para penguasa tidak cukup dengan memperbanyak saum sunnah, tidak cukup dengan memperbanyak shodaqoh, memperbanyak zikir, atau membangun masjid yang bagus. Meskipun hal itu bagus dilakukan. Namun yang lebih penting, tobat hakiki penguasa sebagai penguasa adalah meninggalkan IMF dan Bank Dunia serta sistem kapitalisme yang mensengsarakan rakyat ini, seraya mengikuti aturan Sang Maha Pencipta manusia, kehidupan dan alam raya ini.

Kita bisa belajar dari Sayyidina Umar ra yang telah memberikan sesuatu dari Baitul Maal untuk membantu suatu kaum yang terserang penyakit lepra di jalan menuju Syam, ketika melewati daerah tersebut. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh para Khalifah dan gubernur-gubernur (para pemimpin wilayah). Bahkan, Khalifah Gubernurd bin Abdul Malik telah khusus memberikan bantuan kepada orang-orang yang terserang penyakit lepra.

Mari kita renungi nasehat Kholifah Al Makmun , saat mengangkat anaknya Abdullah menjadi Gubernur di negeri Riqqah dan Mesir , memberikan surat politik yang antara lain isinya : “Bismillahirrahmanirrahim. Amma ba’du! Hendaklah engkau taqwa kepada Allah, tiada syarikat bagi-Nya”¦ Allah telah berbuat ihsan (baik) kepada engkau lantaran jabatan ini. Sebab itu berbuat ihsan pulalah engkau kepada hamba Allah yang diserahkan-Nya menjaganya kepada engkau. Lazimilah keadilan, berdirilah membela haknya, dan jagalah batas larangan dan suruhan Allah SWT. Pertahankanlah hak milik mereka, bela kepentingan dan kehormatan mereka, jaga darah mereka jangan tertumpah, tentramkan kehidupan mereka sehari-hari dan masukkanlah rasa senang kepada mereka. Engkau akan bertanggung jawab dihadapan Allah SWT,engkau akan ditanyai, kebaikanmu akan diganjari (dibalas), kejahatanmu sedemikian pula,”¦” (Buya Hamka, Lembaga Budi). Karena itu marilah kita segera bertaubat dengan cara menerapkan syariah dan menegakkan al-khilafah ar-rasyidah.

Wallahu a’lam bishawab.  [ ]

M. Sholahuddin, SE, M.Si adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam UMS, Kepala Laboratorium Manajemen UMS. Penulis beberapa buku ekonomi Syariah ini menyelesaikan pendidikan master bidang ekonomi dan keuangan Syariah pada Universitas Indonesia (2005). Selain aktif mengajar, research, dan mengikuti berbagai seminar ekonomi Syariah, Sholahuddin juga giat berdakwah bersama Hizbut Tahrir. Saat ini memegang amanah sebagai HUMAS HTI Soloraya.

Author: Admin

Share This Post On

25 Comments

  1. Tujuan zakat sebenarnya bagus, cuma pelaksanaannya saja yang kurang terorganisir dan cara pemberian zakatnya belum tepat. Karena jumlah zakat sudah ditentukan sebaiknya lebih efektif jika diberikan ke Amil Masjid atau Podok Pesantren lebih tidak beresiko, mungkin kalau dengan sistem itu kemungkinan yang kuat yang akan dapat.

    Post a Reply
  2. Agar tragedi zakat pasuruan tidak terulang kembali maka diharapkan kepada para panitia pembagian zakat untuk memperketat keamanan dan untuk mendatang sistem pembagian zakat di ubah. Misalnya dengan mendatangi ke setiap rumah para mustahik atau dengan diberikan kepada amil zakat.
    Memang sekarang ini rakyat kecil semakin tertindas, apalagi kebutuhan pokok yang semakin mahal, ditambah lagi untuk mencari pekerjaan sangatlah sulit. Pemerintah akhir-akhir ini kurang memperhatikan kehidupan rakyat. Mereka hanya mementingkan urusan politik dan pemerintahan.

    Post a Reply
  3. Penyebab utamanya adalah sempitnya tempat pembagian zakat dan banyaknya orang yang datang untuk menerima zakat serta tidak adanya pengamanan karena saat pembagian zakat keluarga muzakki tidak lapor pada pihak keamanan setempat. Kejadian itu merupakan tanggung jawab bersama agar kita semua berhati-hati. Seharusnya pembagian zakat dilakukan melalui ketua Rw setempat agar kejadian yang sama tidak terulang lagi

    Post a Reply
  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut saya, penyebab utamanya adalah semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pemberian zakat yang kurang efektif, ditambah lagi semakin naiknya biaya hidup dan banyaknya pengangguran. Ini semua adalah tanggung jawab bersama. Keluarga muzakki (pihak yang mengeluarkan zakat) diharapkan dapat meningkatkan pengamanan dan pemberian zakat yang lebih terorganisir agar semua berjalan dengan baik. Bagi penerima zakat, mereka harus dapat mengendalikan diri dan tidak saling berebut. Sedangkan pemerintah, seharusnya lebih memperhatikan bagaimana kondisi kesajahteraan rakyat dan mencari solusi agar kita semua lepas dari kesulitan ekonomi. Pemerintah juga harus bertindak adil (tidak hanya mementingkan kepentingan penguasa) dan bijaksana. Agar kejadian itu tidak terulang, itu semua kembali pada diri kita masing-masing dan harus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama!!!!!!!!!

    Post a Reply
  5. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Menurut cara pandang saya, salah satunya ialah umat Islam di seluruh dunia salah satunya di Indonesia harus mau untuk mengeluarkan zakat baik zakat maal maupun zakat fitrah. Dengan kejadian tersebut jelas ada suatu keadaaan dimana masyarakat miskin di Indonesia sangat memprihatinkan sedangkan orang yang mau mengeluarkan zakat sangatlah sedikit. Ini tidak seimbang dengan jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Apabila semua Islam mau untuk mengeluarkan zakat dari harta yang dimilikinya maka kejadian zakat dipasuruan mungkin tidak akan terjadi seandainya terjadi pun pembagian zakat yang datang jumlahnya pun tidak sebanyak di Pasuruan karena masyarakat muslim di Indonesia sadar untuk mengeluarkan zakat dari harta yang di dapat.

    Yang kedua ialah dalam pembagian zakat yang perlu diperhatikan adalah segi keamanan. Apalagi banyak sekali orang-orang yang datang untuk mendapatkan zakat. Mereka datang untuk mendapatkan uang Rp. 30 Ribu mereka menganggap uang tersebut sangat berarti pada saat krisis ekonomi dimana harga kebutuhan pokok melambung dan biaya hidup yang sangat tinggi. Sehingga mereka rela berdesak-desakkan tanpa memperdulikan nyawa mereka yang terjadi 21 nyawa terenggut. Ada banyak solusi yang bisa dilakukan selain langsung menyerahkan sendiri selain itu bisa bekerja sama dengan badan zakat. Dari segi keamanan muzakki bisa meminta bantuan dari aparat keamanan dalam hal ini Polisi untuk mengamankan jalannya pembagian zakat.

    Post a Reply
  6. Memberi zakat sebenarnya bagus,karena mensucikan harta kita tapi dalam pelaksanaannya saja yang kurang terorganisir dan cara pemberian zakatnya belum tepat contohnya peristiwa yang terjadi di Pasuruan yang menewaskan, 21 orang terbunuh.Hal tersebut sebenarnya bisa dihindari jika para bemberi zakat menyumbang zakatnya ke Badan Amil Zakat Nasional sebab bisa mendistribusikan dengan adil dan merata. karena zakat yang di berikan bukan hanya daerah situ aja dan agar mendidik rakyat agar lebih mandiri tidak menjagakan zakat/BLT karena zakat/bantuan yang disalurkan digunakan untuk modal usaha

    Post a Reply
  7. Menurut saya, penyebab utamanya adalah kurangnya koordinasi dengan pihak yang berwajib agar bisa mengatur dan menjaga ibu-ibu yang hendak mengambil zakat.
    Yang paling bertanggung jawab adalah keluarga Muzakki karena menyebabkan banyaknya korban tewas dalam pembagian zakat itu dan harus di selesaikan dengan proses hukum.
    Solusi agar kejadian serupa tak terulang kembali adalah pihak panitia zakat bekerja sama dengan pihak yang berwajib, contohnya Polisi atau pihak keamanan di kampung itu agar suasana pembagian zakat aman terkendali.

    Post a Reply
  8. Assalamualaikum wr. wb
    Menurut pendapat saya tragedi tersebut merupakan niat baik dari keluarga Muzzaki, yang mana ingin meringankan sedikit beban yang di tanggung orang-orang yg kurang mampu. Sebaiknya zakat yg akan diberikan benar-benar terencana dengan matang mulai dari pihak-pihak yg nantinya terlibat dalam pemberian zakat tersebut sehingga tidak menimbulkan banyaknya korban yang mati. Pandangan saya untuk lebih mengamankan masyarakat dalam menerima Zakat sebaiknya mengundang dari pihak kepolisian atau keamanan setempat agar berjalannya lancar,tertib serta tidak ada satupun korban.

    Post a Reply
  9. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Menurut pandangan saya dari tragedi tersebut dikarenakan banyaknya kemiskinan orang-orang yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup.Dalam memberikan zakat sangatlah bagus bagi semua orang terutama bagi seorang muslim.Penyebab utama dari tragedi di Pasuruan ini banyak orang-orang yang rela berdesak-desakan untuk mendapatkan zakat dari keterjadiaan tersebut mengakibatkan 21 nyawa melayang karena kurangnya keamanan dan ketertipan yang ketat…seharunya dari pihak keluarga muzzaki bekerjasama dengan pihak kepolisian sehingga dengan ketertipan tersebut lancar dan tidak ada korban yang meninggal.

    Post a Reply
  10. pembagian zakat adalah hal yang baik,maka seharusnya diikuti juga dengan sostem pembagian yang baik,karena kegiatan ini sudah pasti berhubungan dengan orang banyak,.nah kasus di pasuruhan ini menurut saya adalah contoh pembagian zakat yang tidak terencana dengan baik,.seharusnya pembagian zakat tidak dilakukan dalam satu waktu/bersamaan,,knp panitia zakat tidak menggunakan sistem bergilir(di bagi 3waktu(pagi,siang,malam))dengan begitu antrian tidak akan terlalu banyak mengingat lokasi pembagian zakat yang tidak terlalu luas,dengan begitu kemungkinan jatuhnya korban juga akan kecil.

    Post a Reply
  11. assalamualaikum wr.wb.
    menurut pendapat saya, pembagian zakay adalah tindakan yang sangat mulia. peristiwa pembagian zakat di pasuruan tersebut adakah takdir yang yang tidak bisa dihindari. kita seharusnya milihat apa yang terjadi tersebut. mengapa orang-orang yang mayoritas ibi-ibu paruh baya rela antri dari subuh, berdesak-desakkan dalam keadaan berpuasa hanya untuk mendapatkan uang 30 ribu rupiah. ini menunjukkan tingkat kemiskinan masyarakat kita yang semakin meningkat. uang senilai 30 ribu amat nerarti bagi mereka. pembagian zakat tersebut telah dilakukan lebih dari 33 tahun dan baru kali ini saja menelan korban jiwa. ibu-ibu kehabisan nafas dan tewas terinjak-injak. pada zaman rasulullah, ada seorang sahabat nabi yang membagikan zakat dengan mendatangi orang tersebut. karena kita harus memuliakan orang yang diberi zakat itu. munhkin keluarga muzakki tersebut bisa meniru sahabat nabi tersebut. tapi di sini kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena itu sidah takdir Allah swt. dari peristiwa tersebut, saya berharap semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi di pasuruan atau daerah lain. amin!

    Post a Reply
  12. Assalamualaikum wr wb
    Menurut pendapat saya pembagian zakat yang dilakukan oleh keluarga muzaki sebenarnya dengan niat baik, tapi dengan tempat yang kecil dan penerima zakat yang melebihi kapasitas tempat itu yang menyebabkan tragedi naas itu terjadi dan pengamanan kurang diorganisir. Apabila keluarga muzaki kurang percaya dengan lembaga yang mengurusi zakat tersebut seharusnya pembagian zakat harus diperketat dengan meminta bantuan aparat kepolisian setempat, memungkinkan tragedi naas itu tidak terjadi dan itu menjadi bahan pelajaran khusus bagi keluarga muzaki agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

    Post a Reply
  13. Assalamualaikum Wr. Wb
    Menurut saya penyebab utama dari tragedi zakat yang terjadi di pasuruan adalah kemiskinan yang terjadi di negara kita. Keluarga muzaki memang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, tetapi kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan kelurga tersebut. Zakat maal merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang mampu, tapi tidak seharusnya zakat menyebabkan kematian bagi orang yang akan menerima. Seharusnya Keluarga muzaki harus mampu mendata keluarga yang memang tidak mampu dan berhak menerima zakat, dengan membagikan kupon kepada keluarga tersebut. Atau jika memang pembagian zakat tersebut diperuntukkan bagi semua masyarakat, keluarga muzaki harus berkoordinasi dengan badan amil zakat setempat dan dengan pihak keamanan agar pembagian zakat tersebut berjalan dengan tertib dan aman sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

    Post a Reply
  14. Pembagian zakat merupakan tindakan yang baik sebagai umat islam apa lagi dalam bulan ramadhan, dan harus dilakanakan dengan sistem yang baik pula. terutama tingkat pengamanannya, jika tingkat pengamanannya memadai kemungkinan hal seperti itu tidak akan terulang lagi. atau kita bisa memberikannya kepada lembaga penyalur zakat agar zakat dapat tersalurkan kepada yang berhak menerimanya secara tertib dengan pengamanan yang memadai. dengan kejadian itu, ini mencerminkan bahwa masyarakat indonesia ini sangat miskin hanya demi uang 30 ribu mereak rela berdesak-desakan hingga beberapa jam bahkan sampai kehilangan nyawa. dengan kejadian itu semoga dapat memberi pelajaran bagi kita semua agar niat baik itu harus dilaksanakan dengan cara yang baik pula.

    Post a Reply
  15. Assalam mu’alaikum wr.Wb
    Menurut saya pembagian zakat yang dilakukan di pasuruan itu mempunyai maksud yang baik,tetapi cara yang digunakan dlm membagikan zakat tersebut masih kurang baik.Sebaiknya dalam memberikan zakat lebih baik di serahkan pada badan2 penyalur zakat.Sehingga badan penyalur zakat dapat mengontrol dengan baik.Dan musibah yang terjadi di pasuruan itu disebabkan karena tempat yang sempit dan tidak terkontrolnya para penerima zakat.Jadi jika keluaga Muzaki atau pemberi Zakat yang lain ingin memberikan zakat sebaiknya berkordinasi terlebih dahulu dengan badan atau pihak penyalur zakat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

    Post a Reply
  16. Memberi zakat sebenarnya bagus,karena mensucikan harta kita tapi dalam pelaksanaannya saja yang kurang terorganisir dan cara pemberian zakatnya belum tepat contohnya peristiwa yang terjadi di Pasuruan yang menewaskan, 21 orang terbunuh.Hal tersebut sebenarnya bisa dihindari jika para bemberi zakat menyumbang zakatnya ke Badan Amil Zakat Nasional sebab bisa mendistribusikan dengan adil dan merata. karena zakat yang di berikan bukan hanya daerah situ aja dan agar mendidik rakyat agar lebih mandiri tidak menjagakan zakat/BLT karena zakat/bantuan yang disalurkan digunakan untuk modal usaha.biar tidak terjadi kericuhan dlm pembagian zakat sebaiknya pemberi zakat berkoordinasi dengan pihak yang berwajib dan penyalur zakat.

    Post a Reply
  17. Assalamualaikum Wr.Wb
    Dalam alquran dan sunnah dusebutkan bahwa zakat, sodaqoh merupakan suatu hal yg wajib bagi orang-orang yang mampu. pandangan saya dalam kasus tragedi yg menimpa warga dipasuruan ini, kita janganlah saling menyalahkan karena tragedi ini merupakan suatu takdir kehidupan, dalam hal ini mungkin kurang adanya kordinissir yang baik dari kelurga muzaki dan polisi atau keamanan setempat.
    Mungkin yg dipikirkan kelurga muzaki bahwa pembagian jakat akan berlangsung dengan tertib dan aman tapi takdir berkata lain, dalam berita dari koran dan media lain yg saya lihat bahwa keluarga muzaki tidak memberitahukan kpd polisi setempat bahwa akan mengadakan pembagian jakat yg melibatkan ratusan orang dan tidak didukung dengan adanya tempat yg memadai karena terjepit antara bangunan masjid dan rumah dari keluarga tersebut, seharusnya pembagian jakta yg melibatkan banyak orang harus dilakukuan ditempat yang luas dan dijaga oleh keamanan dan dilakukan jam giliran dimana orang orang fakir itu tidak berkumpul dalam satu waktu yg mengakibatkan berjubelnya lautan manusia dan mengakibatkan tragedi naas ini.
    Semoga musibah ini bisa dijadikan pelajaran yg beharga bagi orang yg dermawan dalam mengadakan pembagian jakat sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi. Semoga ALLAH.SWT meridhoi kelurga muzaki dan orang dermawan lain dalam melakukan kebaikan didunia.amin

    Post a Reply
  18. Assalamualaikum Wr.Wb

    menurut saya memberi zakat itu adalah pekerjaan yang sangat mulia, tetapi dalam tragedi pasuruhan itu sebuah niat yang mulia tetapi berubah menjadi petaka, yang menewaskan 21 orang wanita….
    menurut saya pembagian zakat tersebut kurang terkonsep dan seharusnya melibatkan aparat keamanan…
    dalam hal ini seharusnya pemerintah melihat bagaimana miskinnya masyarakat kita, dapat dilihat hanya untuk uang 30rb saja mereka rela mengantri berebutan dan berdesakdesakan…
    seharusnya pemerintah dapat mensejahterakan rakyat bukan malah tambah mengnyesarakan rakyatnya…
    dan menurut saya tadak ada yang harus dipersalahkan dalam masalah ini…

    makasih pak…..

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  19. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya pemberian zakat tersebut sudah biasa dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia tetpi bedanya tidak sampai memakan korban.Dalam hal kasus ini yang paling bertanggung jawab adalah keluarga Muzakki karena sebagai panitia embagian zakat yang kurang koordinasi dengan ihak berwajib serta tidak melakukan persiaan yang matang.
    Solusi agar masalah tersebut tidak terulang lagi adalah apabila ada penbagian zakat lagi agar selalu mengadakan koordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan pengamanan slanjutnya menyediakan tempat yang luas dan melakukan pendataan kepada para penerima zakat.

    Post a Reply
  20. Menurut saya, tragedi tersebut karena cara pembagian zakat yang kurang terkoordinasi,tempat yang kurang luas, dan pengamanan dari pihak yang berwajib. Hal terssebut membuat orang-orang yang menginginkan zakat akan rela berebut dan ber’desak-desakan demi mendapatkan zakat tersebut.
    Seharusnya ini semua menjadi tanggung jawab dari pemerintah. Pemerintah haruslah membagikan bantuan kepada warga negaranya yang kurang mampu. Jadi yang seharusnya bertanggung jawab atas kejadian yang memilukan ini adalah pemerintah.
    Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,lebih baik pembagian zakat dilakukan oleh badan-badan pembagian zakat yang telah terbentuk. Selain juga meminta penjagaan tata tertib pembagian zakat kepada pihak yang berwajib. Agar pembagian zakat dapat dilakukan dengan lebih terkoordinasi.

    Post a Reply
  21. Assalamualaikum Wr.Wb
    Dengan adanya “tragedi zakat pasuruan” ini menandakan bahwa sebagian besar penduduk negri ini tergolong kaum miskin, karena mereka rela berdesak-desakan, terinjak-injak, bahkan sampai ada yang meninggal dunia cuma demi mendapatkan uang sebesar Rp.30.000 untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah pemerintah, karena pemerintah tidak memenuhi hak-hak atas kehidupan yang layak terhadap kaum miskin.
    Agar tragedi ini tidak di terulang lagi maka dalam pembagian zakat seharusnya diserahkan kepada pihak yang bertanggungjawab atas pembagian zakat yaitu “amil.” Apabila orang tersebut tetap ingin membagikan zakat sendiri seharusnya dilakukan pendataan siapa-siapa saya yang akan menerima zakat, agar pembagian zakat dapat berjalan dengan tertib dan lancar, dalam hal ini sangat diperlukan adanya aparat keamanam.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  22. Assalamu’alaikum Wr.wb

    Tragedi zakat pasuruan ternyata tdk membawa berkah terhadap kaum duafa di pasuruan,melainkan membawa musibah bagi mereka.bagaimana tidak,mereka meninggal sia-sia hanya untuk mendapatkaan sejumlah uang Rp.30.000;Seharusnya hal itu tidak harus terjadi jika ada kerjasama yang baik antara kedua belah pihak,seharusnya perlu ada pengorganisasia,persiapan yang matang serta pengamanan yang cukup,maka hal itu mungkin dapat diminimalkan.
    tapi kita jangan hanya menyalahkan satu pihak saja,karena disisi lain kaum duafa sendiri tdk sabaran untuk mendapat jatah zakat,mereka saling berdesak-desakan sehingga terjadi tragedi itu,.
    nah…ini ada solusi yang mungkin bisa dijadikan alternatif agar tragedi tersebut tdk terulang lagi :
    1.pendataan siapa saja yang berhak mndapatkan zakat
    2.konfirmasi trhadap aparat keamanan untuk mengamankan jalannya pemberian zakat
    3.sosialisasikan budaya antri
    4. menyiapkan tenaga medis untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak di inginkan
    5.berdoa kepada Allah swt,agar pemberian zakat berjalan lancar,dan amal ibadah kita diterima serta mendapat ridhoNya,amin

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Post a Reply
  23. Assalamu’alaikum wr.wb

    Agar tragedi pasuruan tidak terulang lagi sebaiknya sebelum pembagian zakat berlangsung harus diatur trik pembagian yang asasnya adil, tercukupi dan berlangsung aman seolah menambah ketenangan bagi pezakat dan menerima zakat. Serta meminta arahan, petunjuk dan koordinasi dengan aparat keamanan yang mampu mengatasi pembagian zakat sehingga tidak timbul kejadian-kejadian atau tragedi yang membuat masyarakat jera akan menerima zakat.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Post a Reply
  24. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    Assalamualaikum wr.wb

    menurut saya zakat itu adalah suatu kesadaran dari diri kita pribadi namun dalam islam zakat merupakan kewajiban bagi kaum muslim (yang mampu),tapi setelah membaca mengenai zakat PNS ini, kok seperti ada unsure paksaan ya??,klau menurut saya zakat PNS ini termasuk katagori paksaan.karena didalam zakat PNS ini terdapat PRO dan KONTRA

    wassalamu’alikum wr.wb

    Post a Reply
  25. Betapa miskinnya bangsaku, betapa miskinnya islam Indonesia dapat terlihat keseluruh dunia tentang pembagaian sakat dalam bembagian hanya tiga keping rupiah berjumlah 30 ribu rupiah jiwa bisa berteduh dikuburan dan petapa malu jika melihat semacam ini oleh non muslim

    Dan mereka berkata lihat itu keturunan Ismail betapa miskinnya mereka, betapa memalukan cintra islam dimata dunia ini hanya dapat terlihat dibumi Indonesia karena mayoritas islam.

    Apakah islam tidak malu melihat hal semacam ini….?
    Wah malu dong…tetapi mau buat apa kalau sudah miskin dan tetap dalam kemiskinan islam termulia agama yang dibanggakan ternyata pahit dalam penderitaan…inilah bangsaku islam tercemar karena 30 ribu rupiah aku terkubur keliang kuburan…..oh betapa miskinnya dunia islam Indonesia.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *