Awas Sampah SeKaDem!

Gambar: vitae.multiply.com/journal/item/245

Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH), Bhaltasar Kambuaya sebagaimana dilansir oleh situs Republika Online mengungkapkan, permasalahan sampah di Indonesia tidak dapat dibiarkan berlarut-larut sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Saat ini, tidak kurang dari 2 (dua) liter sampah setiap harinya dihasilkan oleh rumah tangga di Indonesia. Perkataan Menteri LH di atas adalah betul adanya, permasalah sampah di Indonesia sudah begitu akut dan kritis. Sedemikian akutnya, tidak jarang sampah-sampah harus berebut tempat wilayah dengan manusia.

Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri memang, permasalahan sampah konvensional (sampah rumah tangga dan industri) di Indonesia saat ini sangat penting untuk segera dicarikan solusinya. Namun, ada satu sampah yang tidak kalah jauh gawat dan bahayanya bagi rakyat dan bangsa Indonesia, bahkan manusia sejagat raya. Itu dari segi daya jangkauan atau cakupannya (wide range). Dari segi intensitasnya, apabila sampah konvensional berdampak buruk bagi kesehatan manusia, maka sampah modern ini jauh lebih dahsyat daya rusaknya dari hanya sekadar kesehatan melainkan juga mental dan sifat kemanusiaan dari manusia itu sendiri. Lebih dari itu semua bahkan sampah ini mampu menipu dan membuat manusia tidak sadar akan keberadaan sampah tersebut, kecuali bagi mereka (para manusia) yang mau berpikir dengan mendalam dan cemerlang akan eksistensi manusia dan alam semesta itu sendiri.

Apa gerangan nama sampah ini? Sampah ini bernama “SeKaDem” (Sekularisme, Kapitalisme, dan Demokrasi). Ya, SeKaDem. Dengan alasan Sukalarismelah aliran-aliran sesat yang notabenenya menghina agama dipertahankan, dengan alasan mekanisme pasarlah (doktrin Kapitalisme) dijalankan, dan dengan alasan demokrasi pulalah rakyat Indonesia terus dikhianati oleh wakil rakyatnya sendiri.

Sampah-sampah inilah yang telah menjadikan rakyat dan bangsa Indonesia begitu menderita yang tak terkira selama puluhan tahun semenjak awal kemerdekaan hingga sekarang. Bayangkan saja, hingga saat ini terdapat 30 juta lebih rakyat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan dengan ukuran pendapatan perbulannya yang tidak lebih dari Rp250 ribu.

Karena itulah, mari kita semua untuk berpartisipasi mengambil bagian masing-masing dan turut menggalakkan dalam gerakan 3M (membuang, Mengubur dan menghancurkan sehancur-hancurnya) setiap sampah yang ada di Indonesia sekarang ini sesegera-segeranya dan secepat-cepatnya. Baik itu berupa sampah konvensional (sampah rumah tangga dan industri), maupun sampah SeKadem (sampah pemikiran dan ideologi; Sekularisme, Kapitalisme, dan Demokrasi). Tunggu apa lagi??? Ambil segra peran anda…!!! [Jurnal Ekonomi Ideologis/Hatta]

Referensi:

Republika online (15/4/2012), Sampah di Indonesia Persoalan Serius

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *