Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk "Menimbun"?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Maaf ustadz saya mau tanya mengenai ayat tentang pelarangan menimbun harta seperti dalam surat berikut :

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas-perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengan dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan kepada mereka): “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS.at-Taubah, 9:34-35)

lalu bagaimana kalau kita menyimpan harta dalam bentuk tabungan di bank, apakah itu juga bisa disamakan dengan menimbun emas dan perak?
lalu jika kita berinvestasi dalam bentuk emas dan perak (dinar dan dirham) apakah itu juga dilarang? Mohon penjelasannya.

Terimakasih sebelumnya.. ..

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

(onie_lies@xxxxxx.co.id)

Jawaban :

Wa’alaikum Salam wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, wassholatu wassalamu “˜ala rasulillah Muhammad ibni Abdillah Wa’ala alihi washahbihi wa man walah amma ba’du.

Saudaraku,

Pengertian menimbun harta (kanzul maal) yang diharamkan Allah dalam QS At-Taubah [9] :34, adalah menimbun emas dan perak (atau uang) tanpa suatu keperluan (hajat). Yakni semata menyimpan uang agar tidak beredar di pasar atau menyimpan mata uang tertentu dalam rangka profit taking (menunggu harga naik, lalu dijual), maka Ini haram berdasar firman Allah :

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beri mereka kabar gembira berupa azab yang pedih.” (QS At-Taubah [9] : 34).

Adapun jika menyimpan harta karena ada suatu keperluan, misalnya untuk membangun rumah, untuk biaya nikah, untuk modal usaha, atau untuk berhaji, maka ini tidak termasuk menimbun harta, tapi disebut menabung (al-iddikhar) yang hukumnya boleh asalkan tidak mengandung riba.

Rasulullah saw dalam hadisnya cukup memberikan arahan kepada umatnya supaya menabung untuk tujuan yang telah ditentukan. Ini dapat kita lihat dari beberapa hadis :

“…Rasulullah saw pernah membeli kurma dari Bani Nadhir dan menyimpannya untuk perbekalan setahun buat keluarga…” (Hadis riwayat Bukhari);

“Simpanlah sebagian dari hartamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (Hadis riwayat Bukhari).

Namun, perlu diketahui ada kewajiban berzakat jika simpanan uang atau emas kita yang ada di deposito atau tabungan telah  (1) mencapai nishab, (2) sudah haul (berlalu setahun).

Nishab emas adalah 85 gr emas sedang nishab perak 595 gr perak. Perhitungan haul (mengendap setahun) didasarkan pada sistem kalender Islam (qamariyah), bukan kalender masehi (syamsiyah). Zakatnya 2,5 %.

Misal, pada 1 Muharam 1428 H Assegaf punya emas yang telah mencapai nishab, katakan 100 gr emas. Jika dia memiliki emas itu selama satu tahun hingga 1 Muharam 1429 H (sudah haul), wajib dizakati sebesar 2,5 % X 100 gr = 2,5 gr emas. Zakat boleh dikeluarkan dalam bentuk emas, atau harta lain yang senilai (qimah), misal diuangkan senilai 2,5 gr emas. Nabi SAW pernah mengambil baju sebagai pembayaran zakat emas (Abdul Qadim Zallum, Al-Amwal fi Daulah Al-Khilalah, hal. 169).

Uang kertas yang kita tabungkan di bank atau di bawah bantal juga wajib dizakati, meski bukan berstandar emas dan perak. Sebab fungsinya sama dengan dinar dan dirham yakni sebagai alat tukar serta pengukur nilai barang dan jasa. Ketentuan zakat uang sama dengan ketentuan zakat emas dan perak.  Contoh, Nani punya uang Rp 20 juta. Ini berarti sudah melebihi nishab (asumsinya harga 1 gr emas = Rp 200 ribu, berarti nishab zakat uang Rp 17 juta). Jika uang itu sudah dimiliki selama satu tahun (haul), wajib dizakati 2,5 % X Rp 20 juta = Rp 500 ribu.

Wallahu a’lam bishawab. [ ]

Author: Admin

Share This Post On

52 Comments

  1. menurut saya, menimbun emas dan perak itu tidak boleh. karena selain dilarang oleh Al-Qur’an juga dilarang oleh negara atau hukum. Karena seharusnya emas dan perak itu diserahkan dan dimiliki oleh negara atau pemerintah.

    Post a Reply
  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb
    menurut saya, menyimpan atau menimbun emas itu tidak dipebolehkan karena selain melanggar undang-undang tetapi juga tidak diperbolehkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist. Karena sesungguhnya emas dan perak adalah harta yang harus di nafkahkan kejalan Allah SWT.

    Post a Reply
  3. Menurut pendapat saya, menyimpan uang atau emas itu tergantung yang mengartikan, kalau memang itu niatnya baik dalam arti uang disimpan untuk mengamankan dari pencuri ato yang lainnya itu tidak bisa diartikan penimbunan, sedangkan uang atau emas itu disimpan agar menjadi lebih banyak nach itu bisa dikatakan penimbunan agar suatu saat menjadi bertambah uang atau emas tersebut. dan harta yang kita punya sebaiknya dizakati karena sebagian zakat yang kita punya itu bukan milik kita tetapi milik orang yang lebih membutuhkan, dan harta yang kita miliki ini banyak atau sedikit merupakan titpan Allah SWT semata. dan tergantung kita yang mengelola dan menjaganya agar lebih bermakna dan berguna untuk semuanya.

    Post a Reply
  4. menimbun uang di bank, menurut saya, boleh dilakukan. karena masih ada satu cara untuk menghalalkan harta yang kita “timbun” di bank tersebut, yaitu dengan menghitung jumlah harta kita yang telah terkumpul selama satu tahun dan memberikannya kepada yang berhak sebanyak 2,5%. sehingga harta kita telah bersih kembali.

    Post a Reply
  5. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya, orang yang menimbun emas hukumnya haram karena dapat mengurangi manfaat orang lain yang ingin memanfaatkan emas tersebut. Dan yang terpenting barang siapa dengan sengaja menimbun sesuatu apapun untuk kepentingan pribadi dan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sudah dilarang di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dan dapat menjadikan seseorang yang menimbun memiliki sifat yang tamak.

    Wallahu a’lam bishawab.

    Post a Reply
  6. Menurut saya menimbun uang / emas tanpa tujuan yang tidak jelas adalah haram hukumnya. karena dalam al Qur’an dan al Hadist telah disebutkan bahwa menimbun uang / emas adalah haram, karena mungkin menimbun emas tersebut dimaksudkan untuk dijualnya kembali dengan harga yang lebih di suatu hari ketika harta tersebut mahal harganya. Apabila kita kita menyimpan uang dengan tujuan yang jelas maka hal tersebut diperbolehkan..

    Post a Reply
  7. Saya berpendapat bahwa menyimpan emas itu haram di dalam Al-Qur’an sendiri pun sudah jelas bahwa menimbun harta benda itu haram apabila dengan bertujuan untuk dijual kembali dan untuk mendapatkan laba yang besar karena di lain waktu harga emas tersebut mungkin naik.Menimbun emas juga mengurangi nilai guna emas tersebut.Menyimpan uang atau emas diperbolehkan apabila ada tujuan yang beik contohnya untuk modal nikah, unuk biaya melanjutkan sekolah dll

    Post a Reply
  8. assalamualaikum ,wr ,wb

    menurut saya menimbun emas atau perak merupakan sebuah tindakan baik menurut agama maupun negara. dan itu sudah jelas dalam AL-QURAN bahwa menimbun harta itu hukumnya haram apalagi untuk tujuan yang tidak baik. sedangkan bagi negara menimbun emas dan perak dapat mempengaruhi ketidakstabilan perekonomian bangsa.

    wassalamualaikum ,wr ,wb

    Post a Reply
  9. assalamualaikum ,wr ,wb

    menurut saya menimbun harta misal dalam bentuk emas maupun perak merupakan sebuah tindakan tidak baik, baik secara agama maupun negara. dan menurut agama sudah sangat jalas dilarang dalam AL-QURAN bahwa menimbun harta itu hukumnya haram apalagi untuk tujuan yang tidak baik. sedangkan menurut negara penimbunan dapat mempengaruhi perekonomian bangsa.
    wassalamualaikum ,wr ,wb

    Post a Reply
  10. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Apakah menyimpan uang atau emas termasuk “menimbun”?
    Menurut pendapat saya, menimbun harta kekayaan dalam hal ini adalah uang dan emas menurut agama adalah haram, atau di larang. Karena itu jika kita akan menimbun kekayaan hendaknya jangan berupa uang dan emas yang berlebihan, di misalkan saja kita menimbun kekayaan berupa tanah, sawah atau lainnya. Yang dapat bermanfaat bagi kita maupun orang lain, misalkan kita punya sebidang sawah, tetapi kita tidak mampu untuk mengerjakannya, maka kita butuh bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Dari sini kita bisa membuka lapangan kerja dan sekaligus mengangkat perekonomian rakyat di sekitar kita.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Post a Reply
  11. assalamu’alaikum Wr.Wb

    saya berpendapat kalau menimbun uang,emas maupun perak itu tidak di perbolehkan oleh aturan negara maupun ajaran islam karena penimbunan akan memperhambat suatu transaksi/tukar – menukar dalam kegiatan ekonomi itu sendiri dan merugikan masyarakat.

    wassalamu’alaikum ,Wr,Wb

    Post a Reply
  12. Assalamu alaikum wr.wb…..menurut saya menyimpan uang tidaklah dikatakan menimbun. karena pada dasarnya setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. jika seseorang menginginkan uangnya aman maka mereka banyak yang memilih untuk menyimpan uangnya di bank (menabung). sedangkan emas tetap dikatakan menimbun karena banyak orang beranggapan bahwa saat emas dalam keadaan langka maka harga emas akan meningkat. itulah yang menjadi tujuan kebanyakan orang untuk menimbun emas.

    Post a Reply
  13. Assalamualaikum. Wr. Wb.
    menurut saya menyimpan uang/emas bisa dikatakan menimbun, bila mana dalam keduanya (uang/emas), dalam penyimpanannya berbeda tempat, karena tempat bisa membedakan antara menyimpan dan menimbun. jadi, misalkan uang dikatakan menimbun apabila uang tersebut hanya disimpan oleh pemilknya saja tanpa disimpan dibank,.. sedangkan emas dikatakan menimbun karena emas menurut pemiliknya harga emas tersebut pada suatu saat akan meningkat, dan disinilah emas akan menguntungkan bagi si penimbun.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb.

    Post a Reply
  14. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    menyimpan emas/ uang bisa dikatakanmenimbun.? menurut saya antara uang / emas sama barang yang sangat bernilai baik dari segi pembelian atau penjualan. tetapi uang sendiri tidak bisa dikatakan menimbun, jika uang tersebut hanya disimpan dibank dengan tujuan aman dan tidak untuk dibelanjakan, tidak hanya disimpan oleh pemilknya didalam rumahnya. dan emas tetap dikatakan barang timbunan, karena menurut si penimbu, boleh jadi misalkan nanti emas sendiri menjadi barang langka maka harga jual emas akan meningkat dan menguntungkan bagi si penimbunnya. dan oleh sebab itu emas lebih sering dikatakan ditimbun.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Post a Reply
  15. menurut saya menyimpan emas atau uang bukan berarti menimbun, jika seseorag menyimpan uang atau emas hanya semata – mata untuk kebutuhan hidup dan menyimpan disini menurut saya hanya menyisihkan sedikit harta untuk keperluan hidup. jika menimbun uang dan emas disini untuk disimpan dalam jangka waktu lama dan uang dan emas tersebut tidak digunakn untuk keperluan hidup, untuk meningkatkan kekayaan atau sebagai simbol bahwa seseorang memiliki harta kekayaan yang berlimpah dalam bentuk uang atau emas

    Post a Reply
  16. Assalamu’alaikum wr.wb

    Menyimpan uang/emas tidak termasuk menimbun karena dalam pengertiannya sudah berbeda. Menimbun berarti mengumpulkan uang atau barang yang satu dengan uang atau barang yang lain tanpa ada kebutuhan dimana perputaran uang tidak dapat berjalan dengan baik sementara menyimpan berarti penyimpanan uang atau barang bertujuan karena adanya kebutuhan. Islam membolehkan menyimpan uang atau emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan pengumpulan uang untuk suatu kebutuhan.

    Post a Reply
  17. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    Menurut saya : Apabila seseorang telah menyimpan uang maka orang yang bersangkutan telah menarik uangnya dari pasar. Hal ini mengakibatkan minimnya jumlah pengeluaran orang yang bersangkutan & minimimnya jumlah pendapatan pendapatan orang lain lalu minimya jumlah produksi mereka.Sebab permintaan akan barang menjadi sedikit,lalu mengakibatkan pengangguran (unemployment) serta menurunkan tingkat perekonomian secara Makro.Perbedaan antara menimbun uang dengan Saving adalah Penimbun berarti mengumpulkan uang yang satu dgn yang laun tanpa adanya kebutuhan dan akan menarik uang dari pasar.Sedangkan Saving adalah menyimpan uang karena adanya kebutuhan.
    Menurut saya : Islam membolehkan menyimpan perak dan emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan.Oleh karena itu membolehkan Budak Mukatab untuk bekerja keras lalu menabung uangnya,antara satu dengan yang lain untuk di bayarkan kepada tuanya sebagai tebusan untuk memerdekakan dirinya.Dan orang yang menimbun hartanya di jalan Allah maka orang tersebut akan tetap terkena ancaman.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    By Lilis yulianingsih FE ( B100060267 )

    Post a Reply
  18. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    Menurut saya : Apabila seseorang telah menyimpan uang maka orang yang bersangkutan telah menarik uangnya dari pasar. Hal ini mengakibatkan minimnya jumlah pengeluaran orang yang bersangkutan & minimimnya jumlah pendapatan pendapatan orang lain lalu minimya jumlah produksi mereka.Sebab permintaan akan barang menjadi sedikit,lalu mengakibatkan pengangguran (unemployment) serta menurunkan tingkat perekonomian secara Makro.Perbedaan antara menimbun uang dengan Saving adalah Penimbun berarti mengumpulkan uang yang satu dgn yang laun tanpa adanya kebutuhan dan akan menarik uang dari pasar.Sedangkan Saving adalah menyimpan uang karena adanya kebutuhan.
    Islam membolehkan menyimpan perak dan emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan.Oleh karena itu membolehkan Budak Mukatab untuk bekerja keras lalu menabung uangnya,antara satu dengan yang lain untuk di bayarkan kepada tuanya sebagai tebusan untuk memerdekakan dirinya.Dan orang yang menimbun hartanya di jalan Allah maka orang tersebut akan tetap terkena ancaman.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    By Lilis yulianingsih FE ( B100060267 )

    Post a Reply
  19. Asslamualaikum ,wr ,wb

    Menurut saya : Apabila seseorang telah menyimpan uang maka orang yang bersangkutan telah menarik uangnya dari pasar. Hal ini mengakibatkan minimnya jumlah pengeluaran orang yang bersangkutan & minimimnya jumlah pendapatan pendapatan orang lain lalu minimya jumlah produksi mereka.Sebab permintaan akan barang menjadi sedikit,lalu mengakibatkan pengangguran (unemployment) serta menurunkan tingkat perekonomian secara Makro.Perbedaan antara menimbun uang dengan Saving adalah Penimbun berarti mengumpulkan uang yang satu dgn yang laun tanpa adanya kebutuhan dan akan menarik uang dari pasar.Sedangkan Saving adalah menyimpan uang karena adanya kebutuhan.
    Menurut saya : Islam membolehkan menyimpan perak dan emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan.Oleh karena itu membolehkan Budak Mukatab untuk bekerja keras lalu menabung uangnya,antara satu dengan yang lain untuk di bayarkan kepada tuanya sebagai tebusan untuk memerdekakan dirinya.Dan orang yang menimbun hartanya di jalan Allah maka orang tersebut akan tetap terkena ancaman.

    Wasalamualaikum,wr,wb

    By Lilis yulianingsih FE ( B100060267 )

    Post a Reply
  20. Assalamu’alaikum wr.wb …….Menurut saya menyimpan emas itu termasuk menimbun, dan ini merupakan sesuatu yang diharamkan hukumnya. Dan telah dituntut untuk meninggalkan tindakan menimbun tersebut dengan tuntutan yang tegas. Yang sudah ditegaskan oleh Islam dengan nash Al-Quran yang tegas.
    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat)siksa yang pedih.”

    Post a Reply
  21. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    menyimpan emas/ uang bisa dikatakanmenimbun.? menurut saya uang kertas dan uang emas adalah dua hal yang berbeda, jika kita menimbun uang kertas itu adalah kebodohan yang tidak ada duanya mengapa? karena uang kertas akan tergerus oleh laju inflasi…, Jadi di jaman sekarang ini siapa yang mau menimbun uang kertas??? dan tujuan untuk menyimpan emas adalah untuk mengakali dari inflasi yang ada contohnya:”kita menyimpan emas saat ini dan kemudian di jual 10 tahun kemudian lalu nilai emas tersebut bertambah dari setahun yang lalu”, jadi apa yang salah pada sistem perekonomian kita??? jika kita ingin mempraktekan sistem ekonomi islam titik yang harus dirubah adalah sistem pertukaran kita, selama kita masih memakai uang kertas maka ekonomi islam akan seperti jalan di tempat, agar ekonomi islam tidak jalan di tempat maka harus menggunakan mata uang seperti dinar emas.., bagaimana caranya?? Harus dimulai dari negara-negara islam yang menggalakan digunakannya kembali dinar emas…., kembali ke topik menurut saya masih sangat rancu di sistem perekonomian kita saat ini mengenai haram atau tidaknya menyimpan uang/emas…

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Post a Reply
  22. Seharusnya emas tidak disimpan, melainkan dijadikan alat bertransaksi.
    Gantikan uang kertas dengan Emas, maka umat akan sejahtera

    Post a Reply
  23. menimbun emas tidak di perbolehkan dalam syarit islam. menimbun emas bersifat umum berlaku untuk semua penimbunan emas dan perak. bagi yang melanggar pelakunya akan masuk neraka. yang di jelaskan dalam QS AT TAUBAH (9):34)Keharaman menimbun emas dan perak dalam ayat ini ditunjukkan dengan penunjukan yang pasti. Penerapan larangan menimbun dalam ayat ini hanya untuk emas dan perak yang tidak dikeluarkan zakatnya, atau dengan kata lain membolehkan penimbunan emas dan perak setelah dikeluarkan zakatnya, memerlukan adanya nash lain yang memalingkan larangan dalam ayat ini atau yang me-nasakh-nya. Padahal tidak terdapat nash yang memalingkannya atau me-nasakh-nya. Adapun riwayat yang menyatakan bahwa emas dan perak yang dikumpulkan baik yang dipendam atau tidak, jika dikeluarkan zakatnya tidak termasuk penimbunan yang dilarang, semuanya bukanlah hadis yang sahih. ancaman ayat di atas terkait dengan dua macam aktivitas: aktivitas menimbun emas dan perak; dan aktivitas tidak membelan-jakannya di jalan Allah. Artinya, ada orang yang tidak menimbun emas dan perak tetapi tidak membelanjakannya di jalan Allah; orang yang menimbun emas dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah; dan orang yang menimbun emas dan perak saja meski ia membelanjakan sebagian hartanya di jalan Allah. Semuanya terkena ancaman ayat di atas.

    Post a Reply
  24. Assalamuaalikum. Wr . wb

    Apakah menyimpan emas atau uang dikatakan menimbun?
    Menurut saya menyimpan emas atau uang memang dikatakan menimbun karena menimbun harta menurt agama islam adalah haram hukumnya.Menimbun harta dapat menghambat sirkulasi distribusi kekayaan.Sebaiknya dalam mengelola harta harus mempunyai sifat ekonomi,misalnya kita mempunyai sawah atau ladang namun kita tidak bisa menggarapnya,kita dapat menggunakan tenaga orang lain untuk bekerja sama dalm menggarap sawah tersebut.
    Dari hal itu kita bisa simpulkan harta kita tidak hanya kita nikmati sendiri,tetapi masyarakat disekitar kita ikut merasakan sebagian harta kita.

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Post a Reply
  25. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    menyimpan emas/ uang bisa dikatakanmenimbun.? menurut saya uang kertas dan uang emas adalah dua hal yang berbeda, jika kita menimbun uang kertas itu adalah kebodohan yang tidak ada duanya mengapa? karena uang kertas akan tergerus oleh laju inflasi…, Jadi di jaman sekarang ini siapa yang mau menimbun uang kertas??? dan tujuan untuk menyimpan emas adalah untuk mengakali dari inflasi yang ada contohnya:”kita menyimpan emas saat ini dan kemudian di jual 10 tahun kemudian lalu nilai emas tersebut bertambah dari setahun yang lalu”, jadi apa yang salah pada sistem perekonomian kita??? jika kita ingin mempraktekan sistem ekonomi islam titik yang harus dirubah adalah sistem pertukaran kita, selama kita masih memakai uang kertas maka ekonomi islam akan seperti jalan di tempat, agar ekonomi islam tidak jalan di tempat maka harus menggunakan mata uang seperti dinar emas.., bagaimana caranya?? Harus dimulai dari negara-negara islam yang menggalakan digunakannya kembali dinar emas…., kembali ke topik menurut saya masih sangat rancu di sistem perekonomian kita saat ini mengenai haram atau tidaknya menyimpan uang/emas…

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Post a Reply
  26. menurut saya menyimpan uang atau emas misalnya di bank bisa dikatakan bukan dalam menimbun harta jika bank tersebut mempunyai sistem syariah yang tidak mengandung riba, dan tujuan menyimpan uang atau emas adalah dipakai untuk keperluan atau kebutuhan hidup nantinya, misalnya untuk biaya kuliah anak. tetapi jika tujuan menyimpan uang atau emas adalah untuk memperoleh bunga maka hal tersebut bisa dikatakan menimbun harta karena tujuannya sudah jelas yaitu memperoleh bunga atau keuntungan.

    Post a Reply
  27. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menyimpan uang atau emas bisa dikatakan menimbun apabila emas dan uang tersebut disimpan sampai terjadi kelangkaan emas dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari standarnya, dan hukumnya termasuk haram. Menyimpan emas diperbolehkan asal untuk digunakan hal yang diperlukan saja atau penting seperti untuk hajatan, menabung,zakat,dan keperluan lainnya yang mendesak.

    Post a Reply
  28. Menurut saya menyimpan uang tidak dikatakan menimbun tetapi menabung karena uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan yang akan datang atau untuk berjaga-jaga kelak ada kebutuhan mendesak. Tetapi uang tersebut harus tetap di zakati. Berbeda dengan emas, bila emas tersebut dibeli saat harga emas turun dan dijual saat harga emas naik dapat dikatakan menimbun. Akan tetapi emas yang dibeli untuk perhiasan tidak dikatakan menimbun, dan emas tersebut harus tetap dizakati.

    Post a Reply
  29. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Apakah menyimpan uang atau emas termasuk menimbun harta?
    Menurut pendapat saya menyimpan uang atau emas tidak termasuk menimbun harta dikarenakan dalam istilahnya saja sudah berbeda apalagi maknanya jelas tentu saja berbeda. Menimbun yaitu mengumpulkan uang atau barang yang satu dengan uang/barang yang lain tanpa ada kebutuhan dimana perputaran uang tidak dapat berjalan dengan baik. Sedangkan menyimpan berarti penyimpanan uang atau barang mempunyai tujuan karena adanya kebutuhan. Dalam agama Islam memperbolehkan menyimpan uang atau emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan pengumpulan uang untuk suatu tabungan atau investasi untuk kehidupan di masa depan. Misalnya untuk biaya sekolah anak – anaknya.
    Wassalamualaikum wr.wb

    Post a Reply
  30. menurut saya menimbun emas dan perak diperbolehkan ,karena emas dan perak bukan bahan kebutuhan pokok.yang dilarang adalah penimbunan bahan kebutuhan pokok yang setiap saat digunakan oleh orang banyak.yang dimaksud menimbun yang tidak diperbolehkan adalah menimbun suatu bahan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar tanpa menghiraukan orang lain dan penimbunan tersebut membuat resah banyak orang.
    penimbunan emas dan perak adalah sebuah investasi.dan seandainya emas dan perak tersebut ditimbun,saya rasa masyarakat tidak terlalu resah memikirkannya

    Post a Reply
  31. Assalamu alaikum wr.wb.
    menurut saya menyimpan UANG/EMAS bukan termasuk menimbun harta. Karena setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Dalam pengertian saya uang/emas yang disimpan tidak terlalu banyak, jadi hanya sekedar mengoleksi. Menyimpan uang/emas diperbolehkan asal untuk digunakan hal yang diperlukan misal untuk hajatan, menabung,zakat,dan kebutuhan lainnya. Islam membolehkan menyimpan perak dan emas sebab penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan.
    Tetapi jika orang tersebut menyimpan uang atau emas dalam jumlah besar maka bisa dikatatakan menimbun.

    Post a Reply
  32. Menyimpan Harta

    Menyimpan harta hendaknya dilakukan sekadarnya saja untuk berjaga-jaga menghadapi keperluan kritis yang mendadak. Menimbun harta dalam jumlah besar dan berlama-lama bukanlah perbuatan yang shalih, baik ditinjau sudut teknis, finansial maupun moral. Orang yang menimbun-nimbun harta secara teknis dan finansial akan menghadapi problem-problem sebagai berikut:

    * Problem keamanan, penyimpanan dan pemeliharaan fisik
    Harta benda akan menyita ruang penyimpanan, berupa tanah memerlukan pemagaran dan pengawasan agar tidak diserobot orang, berupa hewan dan tumbuhan memerlukan makan/pupuk dan pemeliharaan, berupa uang/emas memerlukan tempat yang aman.
    * Problem psikis/kejiwaan.
    Uang yang ada di tangan mendorong orang untuk boros (gatal belanja); mobil dan perhiasan yang dipakai membuat orang tampil sombong sekaligus merasa tidak aman (takut dirampok).
    * Problem ekonomis
    o Inflasi
    Meningkatnya harga barang dan jasa sehingga untuk membeli barang/jasa tersebut diperlukan uang yang lebih banyak.
    o Depresiasi
    Berkurangnya nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Berkurangnya harga barang seiring dengan berjalannya masa.
    o Pajak
    Pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor.
    o Zakat
    Bahkan harta anak yatim pun terkena zakat, apalagi harta orang biasa. Emas yang disimpan terkena zakat. Tanah / bangunan yang tidak ditinggali dan tidak digunakan sebagai alat produksi terkena zakat setiap tahun.

    Gunawan P/ (B100050155)

    Post a Reply
  33. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Menurut saya menyimpan uang atau emas itu menurut islam haram hukumnya karena membuktikan bahwa manusia belum menyakini bahwa rezeki akan datang tidak disangka-sangka bila manusia mau mendekatkan diri kepada Allah dan mau mensyukuri karunianya. Aktivitas menimbun emas dan uang akan memebawa dampak tidak nyaman, resah, gelisah bagi orang yang menyimpannya dan merasa terancam hidupnya. Menyimpan uang dan emas dalam jumlah yang banyak dapat mematikan perekonomian dan dapat menghambat sirkulasi distribisi kekayaan sehingga yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Tetapi bila menyimpan dalam jumlah kecil dan digunakan untuk kebutuhan dan digunakan dijalan Allah Insaallah tidak apa-apa.

    Post a Reply
  34. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Menurut saya menyimpan uang atau emas itu menurut islam haram hukumnya karena membuktikan bahwa manusia belum menyakini bahwa rezeki akan datang tidak disangka-sangka bila manusia mau bekerja keras dan mendekatkan diri kepada Allah dan mau mensyukuri karunianya. Aktivitas menimbun emas dan uang akan membawa dampak tidak nyaman, resah, gelisah bagi orang yang menyimpannya dan merasa terancam hidupnya. menyimpan uang dan emas dalam jumlah yang banyak dapat mematikan perekonomian dan dapat menghambat sirkulasi distribusi kekayaan sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskiln semakin miskin. Tetapi bila menyimpan dalam jumlah kecil dan digunakan untuk kebutuhan dan digunakan dijalan Allah Insaalah tidak apa-apa

    Post a Reply
  35. ratna mekar pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Assalammualaikum .wr.wb.

    Menurut saya dikatakan menimbun apabila uang yang ditimbun pada segelincir orang yang memiliki kekayaan dalam jumlah besar ,sehingga dengan banyaknya uang yang tertimbun akan menyebabkan turunnya tingkat pendapatan ,serta mengakibatkan pengangguran, kemudian banyak orang akan menjadi fakir. Hal ini muncul akibat adanya penimbunan (kanz) uang, bukan akibat adanya saving uang. K

    Post a Reply
  36. ratna mekar pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Assalammualaikum .wr.wb.

    Menurut saya dikatakan menimbun apabila uang yang ditimbun pada segelincir orang yang memiliki kekayaan dalam jumlah besar ,sehingga dengan banyaknya uang yang tertimbun akan menyebabkan turunnya tingkat pendapatan ,serta mengakibatkan pengangguran, kemudian banyak orang akan menjadi fakir. Hal ini muncul akibat adanya penimbunan (kanz) uang, bukan akibat adanya saving uang. Karena saving tersebut tidak akan menghentikan roda perekonomian . sebaliknya penimbunanlah yang justru menghentikannya . islam memperbolehkan menyimpan emas karena penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan .
    Ayat Tentang Larangan Menimbun Emas “Dan org 2 yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka , beritahukanlah kepada mereka ( bahwa mereka akan mendapat ) siksa yang pedih .(QS Al-Taubah :34 )

    Wasalamualaikum .wr.wb.
    By : Ratna Mekar Pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Post a Reply
  37. Assalamualaikum Wr. Wb

    Menurut saya boleh apabila uang atau emas tersebut sudah disucikan dengan membagi 1/4 hartanya,kepada orang yang berhak itu,yang saya ketahui, tentu ada aturan-aturan tentang timbangannya. Dan dikatakan tidak boleh apabila emas atau uang tersebut ditimbun untuk kemudian hari, dimana menunggu waktu harganya mulai naik dan menjualnya dengan keuntungan yang tinggi. Dilihat dari perkembangan ekonomi sekarang banyak orang melakukan penimbunan dari berupa migas maupun barang-barang yang bisa dijual tinggi kemudian hari,sepeti itulah kehidupan ekonomi yang kita jalani saat ini tanpa memikirkan haram atau tidaknya yang dipikirkan hanyalah keuntungan sesaat tanpa memikirkan tanggungannya dihari akhir kelak. Apabila emas atau uang ini ditabungkan untuk keperluan nantinya yang tidak menyalahi aturan agama islam tentunya boleh maka dikatakan tidak haram asal tidak memperoleh riba( disimpan/ditabungkan di bank),seperti bank syariah yang sistem pembungaanya berdasarkan syariat islam.

    Wassalamualikum.Wr.Wb

    Post a Reply
  38. Assalamu’alaikum WR.WB.
    Saya berkomentar bahwasanya menyimpan mengandung arti mengamankan dan itu dibolehkan, sedangkan menimbun mengandung arti mengembangkan nilai tanpa suatu usaha atau bisa disebut juga dengan riba dan itu adalah haram, dan untuk masalah penyimpanan dibank mungkin dibolehkan, akan tetapi islam telah memberi solusi yaitu dengan diadakanya perbankkan syariah, dengan perkuatan aqidah sebagai orang islam tanpa banyak alasan seharusnya kita bisa meminimalis untuk menjauhi riba.
    Wassalamu’alaikum WR.WB.

    Post a Reply
  39. Ratna Mekar Pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Menurut saya dikatakan menimbun apabila uang yang ditimbun pada segelincir orang yang memiliki kekayaan dalam jumlah besar, sehingga dengan banyaknya uang yang tertimbun akan menyebabkan turunnya tingkat pendapatan, serta mengakibatkan pengangguran, kemudian banyak orang akan menjadi fakir. hal ini muncul akibat adanya penimbunan (kanz) uang, bukan akibat adanya saving uang. Karena saving tersebut tidak akan menghentikan roda perekonomian. Sebaliknya penimbunanlah yang justru menghentikannya. Islam memperbolehkan menyimpan emas karena penyimpanan tersebut merupakan tindakan mengumpulkan uang untuk suatu kebutuhan .
    Ayat tentang larangan menimbun emas:
    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS Al-Taubah:34).

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    BY: Ratna Mekar Pratiwi (B100 050 166)

    Post a Reply
  40. Assalamualaiku Wr.Wb

    Menurut saya menyimpan emas dan uang itu tidak termasuk menimbun,karena itu semua bisa kita gunakan untuk keperluan di hari esok.Tapi apabila simpanan emas kita sudah memenuhi semua kebutuhan kita,dan kita tidak menafkahkn sedikit dari simpanan itu maka itu akan menjadi dosa besar!

    Post a Reply
  41. Asalamualaikum Wr.Wb

    menurut saya menyimpan uang atau emas dalam jumlah yang besar dan meyebabkan kelangkaan bisa dikatakan haram… dan kalau penimbunan uang atau emas dalam jumlah sewajar nya dan saat itu emas atau uang tidak terjadi kelangkaan tidak haram dan sah-sah aja di lakukan semua orang. terimakasih Wassalamualaikum Wr.Wb.

    Post a Reply
  42. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut saya,menyimpan uang atau emas itu bukan termasuk menimbun,karena itu bisa di pergunakan untuk kebutuhan kita seperti{naik haji,menyekolahkan anak,dll}.Tapi apabila simpanan kita sudah over atau sangat mencukupi kebutuhan di atas, dan kita tidak menyumbangkan atau menafkahkan sebagian maka akan menjadi dosa besar…….!!!!!!!!!

    Post a Reply
  43. Assalamualaikum Wr.Wb

    Menurut Saya, menimbun emas adalah haram hukumnya, mengingat emas dapat di kategorikan sebagai harta milik dimana menurut islam tidak diperbolehkan seseoarang menimbun harta milik pribadi, dan islam menngharamkan hal ini.
    Kebanyakan orang memilih menimbun emas daripada lainnya (uang kertas misalnya). Apalagi di jaman sekarang ini dimana rupiah mengalami fluktuasi yang signifikan. Harga atau nilai emas dipengaruhi oleh keadaan finansial suatu negara. Emas memiliki nilai yang cenderung konstan. Contohnya di negara Indonesia, sejak AS mengalami isu resesi, nilai emas mengalami penurunan harga sampai dengan 13%. Hal ini tentu dimanfaatkan spekulan-spekulan yang menginginkan keuntungan, jika harga emas nantinya dapat naik lagi. Inilah yang disebut menimbun harta. Walaupun menguntungkan, sangat menguntungkan, namun islam tidak memperbolehkannya bahkan mengharamkannya.
    Percayalah, segala sesuatu yang dilarang maupun di haramkan oleh islam, selalu demi kebaikan umatnya.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Post a Reply
  44. assalamualaikum…

    Menurut saya bisa dikatakan menimbun, jika jumlahnya berlebihan dan mempunyai niat dan tujuan yang tidak baik demi kepentingan pribadi. misalnya untuk dijual kembali ketika barang tersebut sudah menjadi barang yang langka. Hal yang semacam ini jelas sangat tidak diperbolehkan, baik itu oleh agama maupun negara. karena harta yang tidak dipergunakan untuk memenuhi hak Allah dan hak hamba menjadi harta simpanan yang dapat membahayakan kepentingan umum serta dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

    Post a Reply
  45. Assalamualaikum Wr.Wb

    menurut saya menimbun atau menyimpan uang atau emas dalam jangka waktu lama dan menjadikan kelangkaan ditengah-tengah masyarakat adalah haram hukkum nya tetapi kalau kita menimbun uang dalam jumlah yang sewajar nya dan tidak terjadi kelangkaan maka hukum nya tidak haram…
    dan apabila emas kita gunakan sebagai perhiasan tidak perlu zakati dan sedikit-dikit nya uang kita apabila kita zakati dengan nilai yg sudah di tentukan dan uang tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang tidak mampu InsyaAllah akan menjadi berkah dan tidak haram hukum nya

    Post a Reply
  46. Apakah menyimpan uang dan emas termasuk menimbun?
    kalau menurut pandangan saya sekarang tergantung kepada diri kita masing-masing saja. Apakah mengumpulkan harta dan membayarkan zakatnya kalau sudah sampai pada nisabnya. Atau berlaku zuhud pada dunia, artinya kita mengambil sesuai dengan kebutuhan kita dan apabila ada kelebihan daripadanya kita sedekahkan kepada yang memerlukannya. Sebab pertanyaan harta itu ada dua di akherat kelak, `darimana engkau dapatkan dan kemana engkau belanjakan`. Dan apabila para hartawan di Indonesia mau berbagi, saya yakin kemiskinan bisa teratasi. Karena mereka selalu menyedekahkan hartanya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

    Post a Reply
  47. menurut saya menyimpan uang atau emas termasuk menimbun?
    tergantung lamanya kita menyimpan dan tergantung sama nilai gunanya, sulit juga tergantung manusianya apakah untuk tujuan yang baik atau tidak, tapi kebanyakan sih yang tidaknya.. karena sifat manusia sekarang yang serakah….

    ”Dan orang-orang yang menyimpan perbendaharaan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah : 34-35)

    B200040370

    Post a Reply
  48. Menurut saya, Menyimpan emas dan perak merupakan hal yang wajar jika dilakukan tidak berlebihan. Karena mempunyai emas dan perak merupakan gambaran dari kekayaan seseorang.dan didalam islam sangat dianjurkan untuk terus bekerja keras untuk mendapatkan duniawi,sebaimanana sabda Rosulullah ” Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan beribadahlah untuk akheratmu seolah-olah engkau akan mati besok.

    Post a Reply
  49. Sebetulnya ada rahasia apa dibalik menimbun? ketika seseorang menyimpan sesuatu maka tujuannya adalah rasa aman. Rasa aman mana dia pindahkan dari keyakinan atas kebesaran dan kemurahan Allah ditukar dengan keamanan ketersediaan materi pada saat dibutuhkan. Keamanan sangat terkait erat dengan keimanan. Menukar Keyakinan kepada Allah dengan mentransfer nya kepada keyakinan akan rasa aman dari adanya simpanan akan mengrogoti rasa keyakinan kepada Allah swt, dengan kata lain mengurangi rasa keimanan. Oleh sebab itu awal dari ayat diatas yang tidak disebutkan adalah:
    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.
    keamanan diri yang sudah didapat sering mengurangi keimanan kepada Allah karena rasa ketergantungan yang minimal. ini masalah aqidah wallahu a’lam bil showaab.

    Post a Reply
  50. kalau saudara tidak mau emas, boleh kok disumbangkan ke saya. saya tidak mengerti apa arti haram, jadi biarkanlah saya mencoba. terimakasih

    Post a Reply
  51. puyeng..

    bukan untuk mengharap harga kemudian hari lebih tinggi tapi karena sifatnya yang anti inflasi. emas dan perak itu menjadi alat tukar bukan berfungsi sebagai barang dagangan.

    dan kalau fungsi alat tukar itu disimpan beberapa untuk keperluan yang jelas, keperluan pokok dan sehari2 dan untuk biaya2 masa depan, ya kenapa?

    kalau menyimpan seperlunya untuk antisipasi kebutuhan yang jelas dikemudian hari…dikatakan menimbun…. ????

    kalau semuanya dikatakan menimbun, artinya jangan sampai emas dan perak ada dikantong kita dan rumah kita dong? begitu dapat cepat lepas!!

    lah terus giliran mau belanja bayar pake apa? pake jempol?

    bukankah pemboros adalah saudara saudara setan?
    saya bingung dengan semua ini tolong beri saya jawaban!!!

    Post a Reply
  52. Maksud dari surat At taubah di atas adalah menegur orang-orang yang tidak mau membayar zakat (menunaikan harta di jalan Alloh swt). Kalau maksudnya untuk menyimpan hartanya dengan tujuan apapun tentu tidak masalah, karena fungsi zakat adalah membersihkan harta. Diriwayatkan dari Umar r.a. bahwa ketika ayat ini turun, beliau datang kepada Rasulullah saw., dan berkata bahwa ayat ini sangat berat bagi orang-orang. Rasulullah saw. bersabda, “Allah mensyariatkan zakat untuk membersihkan harta yang tersisa dan mensyariatkan warisan bagi harta yang tersisa itu. Dan sesuatu terbaik yang dijaga oleh seseorang sebagai simpanan adalah istri shalihah, yang jika dilihat hati merasa senang, jika diperintah segera melaksanakannya, dan jika suami tidak di rumah, ia menjaga dirinya (dan harta suaminya). Jadi kesimpulannya kalau kalian ingin dapat harta , disimpan untuk investasi atau buat yang lain tidak masalah selama dibersihkan terus-menerus dengan zakat dan tujuannya baik ( jangan nimbun bbm yang merugikan orang). Wallahu alam bissawab

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>