Apakah Benar Saat ini Kapitalisme Sudah Diujung Tanduk?

KAPITALISME DI UJUNG TANDUK, KHILAFAH DI DEPAN MATA

[gambar: marxists.org]

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, apakah benar saat ini kapitalisme sudah berada di ujung tanduk ?

Mohon pencerahannya.

Terima kasih.

Wassalam

Jawaban :

Wa’alaikum Salam Wr. Wb.

Alhamdulillah, Wassholatu wassalam ‘ala Sayyidina Muhammad Ibni Abdillah, amma ba’du

Saudaraku,

Memang benar, jika maksud Kapitalisme sudah berada diujung tanduk dalam artian Kapitalisme sedang mengalami kerusakan. Dan itu adalah tanda awal kehancurannya.

Saat ini dunia tengah mengalami berbagai permasalahan yang sangat mendasar terkait dengan krisis ekonomi yang sering menimpa negara maju maupun negara berkembang.

Pertama, Liberalisasi yang luar biasa di berbagai sektor. Bahkan kebijakan-kebijakan liberalisasi itu makin vulgar. Misalnya, sektor strategis boleh dikuasai hingga 95 persen. Di Indonesia, Peraturan Presiden nomor tahun 2007 itu hasil turunan dari UU Penanaman Modal. Liberalisasi yang ugal-ugalan ini mengakibatkan banyak industri padat karya itu sekarang pertumbuhannya negatif, seperti sektor tekstil, furniture, dan pengolahan kayu. Kenapa itu terjadi? Karena ada liberalisasi terhadap bahan jadi maupun bahan baku. Juga terjadi liberalisasi yang membuka pasar seluas-luasnya. Sehingga sekitar 70 persen pasar tekstil dikuasai oleh asing, itu illegal. Nah ini yang terjadi saat ini. Padahal itu sektor strategis. Jadi kalau kita melihat hingga puluhan tahun hasilnya adalah seperti ini-belum lagi sumber daya alam selain habis juga, perusahaanya tidak ada di pemerintah- maka harus ada perubahan total dalam kebijakan. Artinya kita tidak bisa melakukan perubahan secara teknisnya saja, tetapi ada perubahan yang betul-betul sangat mendasar.

Kedua, adalah ketergantungan. Kita semula hanya ketergantungan pada sektor industri. Tetapi semakin lama kita juga akan mengalami ketergantungan pangan. Sehingga inilah yang membuat kita tidak menjadi mandiri. Kita mengalami ketergantungan pangan, ketergantungan bahan baku, ketergantungan bahan pendukung industri.

Ketiga, kesenjangan ekonomi sosial. Kesenjangan itu kalau kita lihat bisa dibagi menjadi tiga. Pertama, kesenjangan antarwilayah. Jadi ada wilayah-wilayah yang sudah maju, kaya, punya sumber daya untuk maju dan ada daerah yang sangat tertinggal. Sehingga sekitar 81 persen konsentrasi atau kue ekonomi itu ada di Jawa dan Bali. Kedua, ada individu yang sangat kaya sehingga 150 orang terkaya sekarang ini menguasai 650 trilyun rupiah, tetapi ada 40 juta lebih orang miskin, yang harus cukup dengan sekitar Rp 10 ribu rupiah per hari. Ketiga, ada kesenjangan kepemilikan aset antar domestik dan asing. Sekarang itu sudah terjadi di banyak sektor, baik itu di sektor migas, di mana asing menguasai 85 persen lebih, kemudian perbankan. Bahkan asing sekarang sudah masuk di sektor-sektor yang mestinya itu untuk UKM seperti tekstil, retail.

Saudaraku,

Sistem ekonomi kapitalisme didasarkan pada asas kebebasan, meliputi kebebasan kepemilikan harta, kebebasan pengelolaan harta, dan kebebasan konsumsi. Asas kebebasan ini, tidak layak karena melanggar segala nilai moral dan spiritual. Bisnis prostitusi misalnya dianggap menguntungkan, meski jelas sangat melanggar nilai agama dan merusak institusi keluarga.

Kerusakan sistem ekonomi kapitalisme dapat juga dilihat dari berbagai institusi utama kapitalisme, yaitu sistem perbankan, sistem perusahaan kapitalisme (PT), dan sistem uang kertas (fiat money). Berbagai krisis ekonomi dan moneter seringkali bersumber dari sistem-sistem tersebut.

Saudaraku,

Benarlah bahwa kapitalisme sekarang memang berada di ujung tanduk. Lantas, apa solusi alternatifnya ? Sekarang ini di kita tidak ada kepercayaan terhadap sistem kapitalis. Makanya saatnya berlomba-lomba menawarkan sistem yang terbaik, termasuk sistem Islam. Tetapi tidak semata-mata menawarkan sistem Islam, misalnya inilah sistem Islam. Kan tidak seperti itu. Karena yang harus digali adalah inilah faktanya, dan ini sistem yang kita tawarkan. Sayang, yang memahami sistem Islam masih amat sedikit, tidak hanya pahamnya, tetapi tertariknya aja tidak. Ini suatu permasalahan yang besar. Sehingga ini seolah-olah bukan menjadi sebuah alternatif.

Sistem ekonomi Islam, sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi kapitalisme. Asasnya adalah wahyu yang selalu mengaitkan Aqidah Islam dengan hukum-hukum ekonomi. Jadi barang dilihat dari segi halal dan haram, bukan dari segi bermanfaat atau tidak. Bisnis prostitusi yang dibolehkan kapitalisme, dianggap ilegal karena hukumnya haram dalam Islam.

Islam juga menolak institusi utama kapitalisme. Sistem perbankan ditolak karena ribawi, sistem perusahaan kapitalisme ditolak karena bertentangan dengan hukum syirkah (perusahaan syariah), dan sistem uang kertas ditolak karena bertentangan dengan sistem moneter Islam yang berbasis emas dan perak.

Jadi kalau kita mau melakukan perubahan, tidak hanya perubahan pengambilan kebijakan saja, tetapi pemahaman masyarakatnya juga. Yang harus dipahami juga bahwa sekarang ini sistemnya tidak cocok. Kita harus merubahnya. Perubahan yang mendasar itulah yang kita perlukan. Berdasarkan berbagai literatur, secara I’tiqodi dan fakta empirik nampaknya sistem khilafah Islamiyah sudah berada di ujung mata. Sistem inilah yang akan menerapkan syariah Islam, termasuk di dalamnya sistem ekonomi Islam. Sistem inilah yang akan menggantikan sistem kapitalisme yang sudah rapuh.

Namun, tentu saja perjuangan perubahan ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab para ekonom atau para pengambil kebijakan dan militer saja, tapi ini juga pekerjaan seluruh umat, terlebih para ulama. Wallahu a’lam bishowab. [ ]

M. Sholahuddin, SE, M.Si adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam UMS, Kepala Laboratorium Manajemen UMS. Penulis beberapa buku ekonomi Syariah ini menyelesaikan pendidikan master bidang ekonomi dan keuangan Syariah pada Universitas Indonesia (2005). Selain aktif mengajar, research, dan mengikuti berbagai seminar ekonomi Syariah, Sholahuddin juga giat berdakwah bersama Hizbut Tahrir. Saat ini memegang amanah sebagai HUMAS HTI Soloraya.

Author: Admin

Share This Post On

5 Comments

  1. Setuju sekali kapitalisme sudah diujung tanduk. Ini dapat dilihat dari ekonomi Amerika Serikat yang semakin terpuruk karena menganut system kapitalis. Kebesaran ekonomi kapitalis berpusat pada kekuatan modal semata dan nilai uang juga sangat tergantung pada kepercayaan. Karena itu bila ada isu sedikit saja tentang dollar, maka akan terjadi goncangan di nilai tukar. Kepercayaan para pemilik modal terhadap manajemen keuangan kapitalis ambruk total begitu terkuak kasus gagal bayar kredit perumahan. Karena kasus subprime mortgage itu erupsi di jantung ekonomi dunia, maka seluruh jejaring ekonomi dunia turut merasakan dampaknya. Kebesaran prinsip kapitalis membuat Amerika bergelimang uang. Perputaran uang sebagian besar terjadi di situ. Kemudahan untuk memiliki kartu kredit telah membuat rakyat Amerika hidup dengan keborosan. Mereka membeli dengan berutang. Dengan kartu kredit dan prinsip kapitalisme jutaan uang rakyat menumpuk pada lembaga-lembaga pemberi kredit.
    Selain itu Amerika sendiri menggunakan uang untuk menekan (menjajah) negara-negara lain. Kelemahan ekonomi kapitalis tidak dapat ditutupi dengan teori apapun. Orang-orang kapitalis berpikir bahwa uang adalah segalanya. Dengan uang mereka dapat hidup makmur sejahtera sepanjang masa. Namun mereka lupa bahwa hidup tidak hanya untuk uang. Mereka lupa bahwa sekaya apapun mereka, mereka tetap saja harus makan karbohidrat yang dibuat dari gandum atau jagung, bukan makan kepingan uang yang mereka agungkan selama ini. Uang yang seharusnya menjadi alat tukar telah berubah fungsi menjadi komoditas. Maka ketika kepercayaan mulai goyah runtuhlah semua kebesaran ekonomi kapitalis.
    Islam mengajarkan agar kesejahteraan itu dibuat merata. Karena itu di dalam Islam dikenal zakat. Dengan zakat kita menyisihkan kekayaan kita untuk membantu si miskin agar mendapat kehidupan yang lebih baik. Sehingga tidak ada lapisan masyarakat yang tersisih. Kesejahteraan dalam Islam tidak membuat manusia menjadi sombong dan arogan. Karena itu menurut Islam, Amerika seharusnya membgikan sebagian kemakmurannya untuk negara-negara berkembang dan miskin bukan malah mengagresinya. Islam bermanfaat untuk semua umat manusia bukan seperti kapitalis yang merasa kaya sendiri. Andai saja Bush mau berbagi dengan Negara miskin, Amerika tidak perlu menghadapi krisis keuangan seperti ini. Keruntuhan kapitalis merupakan kemiskinan terstruktur dan sangat sulit diatasi kecuali dengan system ekonomi Islam. Dengan konsep Islam dan zakat maka kekayaan yang dimiliki dapat disalurkan kepada masyarakat miskin yang membutuhkan sehingga tercipta kehidupan yang sejahtera. Jadi terbukti bahwa sebenarnya kapitalis itu sangat lemah. Kekayaan yang dimiliki hanya bersifat sementara.

    Post a Reply
  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Benar, Kapitalisme berada diujung tanduk hal tersebut dapat dilihat dengan perkembangan ekonomi yang tidak bergerak kearah positif tetapi naik turun mungkin disebabkan oleh sejak awal sistem kapitalisme berpangkal pada riba dan judi ,sistim ribawi menjadi basis ekonomi mereka dan diwujudkan dalam dunia perbankan sedangkan judi dipraktekkan dalam bursa saham.Serta sistem kapitalisme hanya mengacu pada perkembangan pasar dan hanya mengedepankan sektor moneter sedangkan sektor riil yang menjadi fundamental ekonomi tidak pernah difikirkan, untuk itu harus adanya transparansi dalam mengembangkan ekonomi dengan sistem kapitalisme tersebut, sehingga dapat memberikan kesejahteraan pada seluruh rakyat.

    Post a Reply
  3. Assalammualaikum wr.wb
    Apakah kapitalisme sudah berada diujumg tanduk,menurut saya adalah Iya.Sekarang ini memang kapitalisme sedang mengalami kerusakan ,dan merupakan tanda-tanda awal dari kehancuran.Terjadinya krisis finansial merupakan buah dari kegagalan dam kebobrokan sistem ekonomi kapitalis yang akhirnya berimbas pada krisis ekonomi global.Hal –hal yang menyebabkan kapitalisme berada diujung tanduk,misalnya :
    1. kapitalisme yang menjadi penopang ekonomi diganti sektor riil.
    2. standar keuangan didasarkan dollar
    3. pemberlakuan sistem riba pada bank
    Jadi pemerintah harus mulai menerapkan sistem alternatif yang lain karena sistem kapitalis telah gagal dan harus diganti dengan sistem sosialisme. Wasalammualikum wr.wb

    Post a Reply
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sekarang ini kapitalisme sudah berada diujung tanduk. Hal-hal yang menyebabkan kapitalisme diujung tanduk adalah:
    1. Kapitalisme yang menjadi pem=nopang ekonomi riil.
    2. Standar keuangan berdasarkan dolar.
    3. diberlakukannya sistem riba pada bank
    4. Terjadi penumpukan uang.
    Dan tidak ada salahnya apabila pemerintah mengubah dari sistem kapitalis bdiubah menjadi sosialis.

    Post a Reply
  5. kapitalisme diujung tanduk???
    Cerita basi, ini sudah didengung-dengunkan sejak lebih dari seratus tahun lalu. Menurut The Economist edisi oktober, “kebanyakan krisis belahan kapitalisme bukanlah akhir system ini tetapi usahanya memperbaiki diri… Untuk segala kekurangannya, sejauh ini., kapitalisme adalah system terbaik yang pernah ditemukan manusia.”

    Saya ragukan kalau komentar saya ini akan di approve

    Komentar akan diterima jika menggunakan bahasa yang baik dan tidak debat kusir. Silahkan untuk selanjutnya menggunakan nama sebenarnya.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *