Apakah APEC Akan Mampu Menanggulangi Krisis Global?

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Beberapa waktu yang lalu telah terselenggara KTT APEC. Beberapa hasil dari pertemuan itu dapat kita rangkum bahwa negara-negara yang tergabung dalam APEC (Asia Pacifi Economic Cooperatoon) akan berjuang untuk mengatasi bayang-bayang terorisme. Mereka bersatu padu dalam menciptakan sistem ekonomi bebas. Mereka juga membahas tentang program senjata nuklir Korea Utara.
Bagaimana menurut Ustadz ?
Jawaban :
Wa’alaikum Salam Wr. Wb.
Saudara penanya,
Tiga hasil dari pertemuan APEC tersebut dirasakan sungguh aneh. APEC adalah organisasi Negara-negara Asia Pasifik yang berkonsentrasi untuk kemajuan ekonomi bersama. Akan tetapi pertemuan yang semestinya membahas tentang upaya memajukan ekonomi bersama, dibelokkan oleh AS membahas tentang isu terorisme dan senjata nuklir.
Ada kepentingan apa AS campur tangan terhadap pertemuan Negara-negara se – Asia Pasifik itu ? Mengapa mereka tidak kuasa menolak intervensi tersebut ?

Sekilas APEC
Saudaraku,
Setelah komunis runtuh, Uni Soviet pudar dan blok komunisme hancur, secara riil AS menghadapi musuh barunya: negara-negara Eropa. Kelompok politik dan ekonomi ini telah menjadi musuh baru AS, sebab di satu sisi mereka memang mempunyai kemampuan untuk menyaingi AS dalam perdagangan dunia. Di sisi lain, negara-negara Eropa itu telah mulai bergerak untuk menggabungkan negara-negara Eropa Timur ke dalam Uni Eropa, setelah negara-negara itu berpindah dari sosialisme ke sistem kapitalisme.
Pergeseran dan perubahan konstelasi politik internasional itu telah mendorong AS untuk mengumumkan kelahiran Tata Dunia Baru. Prinsip utama Tata Dunia Baru di bidang ekonomi, tak lain adalah perdagangan bebas dan pasar bebas. Prinsip ini dimaksudkan untuk menjamin terbukanya pasar dunia bagi perdagangan dan pendapatan AS.
Menurut Al-Islam online, untuk mewujudkan strategi ekonominya ini, AS berupaya memperlemah dan memperlambat gerak pasar bersama Eropa dengan membentuk blok-blok perdagangan baru, menghidupkan kesepakatan-kesepakatan lama dan mengaktifkannya kembali, mendirikan NAFTA -beranggota Kanada, AS, dan Meksiko– dan juga, membentuk APEC.
Pada bulan Nopember 1992, atas undangan Presiden Clinton, telah diadakan pertemuan puncak untuk membentuk organisasi kerjasama ekonomi bagi negara-negara Asia Pasifik itu (APEC). Pendirian organisasi ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas, membuka pasar-pasar, dan menekan bea masuk.
Pendiriannya tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kesatuan ekonomi dan mata uang sebagaimana pasar bersama Eropa. Pendirian APEC justru untuk tetap mengamankan pasar Asia Pasifik bagi AS dari persaingannya dengan pasar bersama Eropa
APEC, mulai muncul ke permukaan sejak tahun 1989 atas prakarsa Australia. APEC menghimpun 17 negara yang berasal dari tiga benua; AS, Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, RRC, Jepang, Hongkong, Papua Nugini, Taiwan, Brunei, Malaysia, Indonesia, Singapura, Philipina, Korea Selatan, dan Thailand. Organisasi ekonomi internasional ini menggabungkan keanggotaan dua kelompok ekonomi besar; yaitu NAFTA yang beranggotakan negara-negara Amerika Utara, dan ASEAN yang beranggotakan negara-negara Asia Tenggara.
Negara-negara anggota APEC menguasai 40 % dari kese¬luruhan volume perdagangan dunia, sekaligus merupakan pasar yang jumlah konsumennya mencapai lebih dari 1 milyar jiwa.
Sedangkan ASEAN didirikan pada tahun 1967 sebagai persatuan negara-negara di Asia Tenggara, dengan tujuan membendung ekspansi pengaruh komunisme saat itu. Sejak itu, keanggotaan ASEAN telah meliputi enam negara; Malaysia, Indonesia, Brunei, Philipina, Thailand, dan Singapura. ASEAN merupakan kelompok ekonomi terbatas namun dengan pengaruh luar yang luas. Dapat kita katakan, ASEAN merupakan kelompok yang tidak berhasil merealisasikan tujuan-tujuannya semenjak ia berdiri.

Kedok Hegemoni
Saudaraku,
Dari seluruh penjelasan tersebut, nampak bahwa AS telah berhasil mencapai target-targetnya untuk merealisasikan prinsip-prinsip yang menjadi landasan ekonominya. AS nampak terus mengembangkan dan membangunnya hingga stabil dan mantap, bahkan menjadikan prinsip-prinsipnya itu sebagai realitas global yang tak bisa dihindari lagi.
Akan tetapi, terwujud dan terbukanya pasar bebas secara internasional itu, niscaya akan menambah semangat untuk bersaing secara internasional pula. Di samping itu, produksi melimpah dari banyak negara dan blok ekonomi akan terus melestarikan sikap saling bersaing, mendominasi, dan menguasai, yang didukung oleh kekuatan militer dan perluasan pengaruh untuk melindungi penimbunan-penimbunan produk yang melimpah.
Kondisi ini merupakan benih bencana dan bahaya besar. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Eropa sepanjang abad XIX adalah biang segala kerusuhan dan peperangan. Dari Eropalah terlahir ide imperialisme yang kejahatannya menjangkau kawasan yang amat luas di segenap sudut dunia dan menyeret umat manusia ke jurang penderitaan dan malapetaka. Hingga akhir abad XX ini, penderitaan dan melapetaka ini terus dijajakan kepada berbagai bangsa di dunia dengan kedok “pembangunan”, “kemanusiaan”, “kemajuan”, “kerja sama”, dan kedok palsu lainnya. Perlu dicatat pula, AS pun telah mengubah wajah imperialisme lamanya. AS telah menutup-nutupi watak asli imperialisnya dengan kedok kemanusiaan serta diberi label dan sifat internasional, dalam arti tindakan-tindakan kriminalnya senantiasa dilegitimasi atas nama Undang-undang Internasional, dan para pelakunya dilindungi dengan kekuatan militer internasional atas nama bantuan internasional.
Saudaraku,
Semua fenomena ini tak lain bertolak dan berakar dari pandangan hidup Barat (standar “manfaat dan kebebasan”) yang menjadi landasan ideologi kapitalisme Barat. Ide kapitalisme ini telah mendominasi dunia setelah sosialisme rontok dan negara-negara pendukungnya bubar kiri kanan, karena sosialisme memang tidak mampu memecahkan problem-problem manusia dan gagal mengatur urusan-urusan mereka.
Sesungguhnya, dalam ide -ide kapitalisme itu sendiri terdapat unsur-unsur yang saling memus¬nahkan satu sama lain. Benih kehancurannya pun secara inheren terdapat dalam asas dan landasan peradabannya. Hal itu karena telah menjadikan imperialisme sebagai metode penyebaran peradaban Barat ini. Sedang cara-cara untuk mewujudkan tujuan-tujuan adalah saling bersaing, saling mendominasi, dan saling menguasai.
Di samping itu, mereka pun senantiasa menilai perbuatan manusia dengan tolok ukur “manfaat”, yang mereka anggap sebagai tolok ukur hakiki. Atas dasar tolok ukur ini, penganut peradaban ini harus terus menjadi penindas bagi pihak lain serta harus saling mendominasi dan bersaing satu sama lain. Pada gilirannya, kapitalisme ini suatu saat nantinya juga akan runtuh dari dalam secara tragis, sebagaimana sosialisme sebelum¬nya juga telah runtuh dengan cara yang seperti itu.
Tentu saja permasalahan global ini harus dipecahkan dengan tepat dan fundamental pula dengan cara memusnahkan pandangan hidup Barat tersebut, menjelaskan penyimpangan dan kekeliruannya, menghancurkan standar-standar dan nilai-nilai yang digunakan untuk mengukur segala solusi masalah dan tindakan mereka –seperti pembentukan blok-blok perdagangan yang ada saat ini– yang akhirnya akan dapat menyeret umat manusia ke jurang kehancuran.

Kontra-Strategi
Saudaraku,
Untuk mengatasi strategi AS itu, yang kolonialis itu, kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam semestinya menerapkan pandangan hidup Islam secara nyata, dengan menjadikan Aqidah Islamiyah dan hukum-hukum yang terpancar darinya sebagai metode pemecahan seluruh problem manusia dan pengatur segala urusan mereka.
Secara lebih rinci, pemecah¬an problem tersebut harus meliputi pula hal-hal berikut :
Pertama, Kembali kepada sistem standardisasi mata uang emas secara internasional.
Kedua, Memberikan batasan-batasan terhadap kebebasan ekonomi dan kebebasan pemilikan, serta menjelaskan kekejaman dan keharaman penipuan, penimbunan, dan riba.
Ketiga, Menjelaskan bahaya kelompok-kelompok internasional, baik yang berbentuk pakta-pakta militer maupun yang berbentuk blok-blok perdagangan.
Keempat, Mengundurkan diri dari PBB, APEC dan seluruh organisasi-organisa¬sinya, serta menjelaskan bahwa APEC adalah alat AS untuk me¬maksakan legalitas dari berbagai domi¬nasi yang kuat atas yang lemah, dan penindasan yang kaya atas yang miskin. [ ]

Author: Admin

Share This Post On

19 Comments

  1. APAKAH APEC AKAN MAMPU MENANGGULANGI KRISIS GLOBAL

    Assalamualaikum ,wr ,wb

    Menurut saya KTT APEC bukan solusi yang baik untuk mengatasi krisis ekonomi global, karena KTT APEC sudah banyak menyimpang dari tujuan utamanya, tetapi APEC sekarang hanya dimanfaatkan salah satu pihak saja mendapatkan keuntungan dengan menghalalkan segala cara, walaupun yang dilakukanya merugikan orang lain.
    Sedangkan dalam islam sendiri sesuatu yang dilakukan untuk mencari keuntungan tetapi merugikan orang lain hukumnya haram, sehingga menurut saya KTT APEC dibubarkan saja atau diganti dengan sistem ekonomi yang saling menguntungkan para negara anggotanya.

    Wassalamualaikum ,wr ,wb

    Post a Reply
  2. Sudah menjadi suatu dilema bagi negara-negara dunia ketiga, bahwasanya negara-negara dunia ketiga ini merupakan daerah jajahan yang empuk untuk terus-menerus dijajah. Dari abad XIX sampai abad XX Indonesia menjadi daerah jajahan yang memakmurkan kaum imperialis barat. Kalau dirasa-rasa Indonesia ini hanya merdeka dua hari saja, bagaimana tidak? Kita sudah merdeka tapi masih mau membayar hutang perang hindia-belanda. Bentuk penjajahan baru jugakan? Pembentukan ASEAN, APEC dan lain-lain itusemua hanya sebgai bentuk hegemoni asing dimana pembentukan itu tadi merupakan sebuah proses hegemoni asing kepada negara-negara dunia ketiga. Sehingga AS bisa mengcounter negara-negar tersebut menjadi bagian-bagian yang mudah diatur dan didekte. Globalisasi, pasar bebas merupakan bentuk Imperialisme baru bagi bangsa-bangsa dunia ketiga dimana barang-barang hasil dalam negeri diekspor lalu di import lagi oleh negara Imperialis.
    APEC merupakan kedok baru bagi AS untuk menguasai perminyakan yang ada di ASEAN dimana minyak bumi menjadi komoditi yang sangat berharga bagi industri mereka. Mari kita sejenak flasback kembali mengkritisi keadaan negara indonesia. Kekayaan dan aset mana yang dimiliki Indonesia dan seharusnya dinikmati oleh rakyat tapi oleh pemerintah dijual kepada asing. Bayak kan?Telkom, freeport, blok cepu dengan exson mobil,mantan lapindo, batu bara yang dijual ke cina dengan haga yang sangat murah sekali, itu dari sebagian kecil yang dimiliki indonesia yang dapat saya sebutkan dan masih banyak lagi dan itu semua bukan menjadi milik indonesia tapi milik asing sedangkan kita menjadi buruh ataupu kere dinegara kita yang sebetulnya gemahripah loh jinawi ini orang tua.
    Dari mulai ASEAN, APEC, IMF, BANK DUNIA atau nama kerennya worl bank merupakan alat yang baru yang sudah disiapkan amerika untuk memporak-porandakan negri ini. Apabila suatu kekayaan negara semua dijual dalam bentuk aset maka mau makmur atau miskin(GNP tinggi atau rendah), negara ini akan tetap saja kere karena semua kekayaan itu milik orang lain bukan masyarakat bangsa ini.
    Harapan saya negara ini bisa lepas dari interfensi asing baik itu AS dan kroni-kroninya. Dalam artian lepas dari mereka dan mulai dari awal lagi. Dengan mengambil alih semua kekayaan negara menjadi milik negara, kelua dari tataran global,dan siap mandiri lepas dari hubungan luar negeri. Dan kita siap diimbargo oleh AS dan krononya. Dengan memberdayakan SDM dan SDA yang ada Indonesia pasti mampu untuk maju tanpa bantuan negara manapun. Dalam artian negara ini dipimpin oleh orang yang bener-bener mau menderita demi rakyat yang ada. Semoga akan datang hari itu . waullahuallam….

    Post a Reply
  3. Saya tidak mengerti kenapa APEC telah berbelok arah ketika KTT yang seharusnya membahas tentang Ekonomi namun APEC telah keluar dari tujuan utamanya yaitu justru membahas tentang isu nuklir dan terorisme. Menurut saya apabila dalam KTT tersebut APEC membahas isu utamanya adalah terorisme dan nuklir maka saya tidak yakin apabila permasalahan ekonomi global dapat diatasi. Seharusnya APEC membahas tentang permasalahan ekonomi global yang sedang mengalami kesulitan ini.

    Post a Reply
  4. APEC adalah organisasi ekonomi yang seharusnya membahas tentang perekonomian, namun dalam KTT APEC telah menyalahi prosedur dengan pembahasan tentang terorisme dan program senjata nuklir korea utara. menurut saya pembahasan terorisme dan nuklir tidak akan mungkin mengatasi permasalahan ekonomi global, yang seharusnya dilakukan APEC adalah membahas tentang perekonomian dunia yang sedang mengalami krisis dan dominasi AS dalam organisasi ini dihilangkan. APEC adalah organisasi yang bertujuan untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas, membuka pasar-pasar, dan menekan bea masuk.

    Post a Reply
  5. Asslamualaikum ,wr ,wb
    Di saat mengalami penderitaan Krisis Perekonomian Global ,Kenapa masih ada yang berpikir tentang isu terorisme dan senjata nuklir? Seharusnya APEC berjuang sepenuhnya untuk kepentingan bersama dan demi kebaikan bersama dan tidak mengambil keuntungan tetapi merugikan orang banyak.Kapan kita akan keluar dari penderitaan krisis ekonomi global ini apabila kepentingan bersama tidak di utamakan? Seharusnya KTT APEC lebih Bijak dalam menangani masalah ini.
    Wasalamualaikum,wr,wb

    By Lilis yulianingsih ( B 100060267 )

    Post a Reply
  6. Assalamu’alaikum wr.wb………..
    Hampir menjadi tradisi pertemuan-pertemuan pemimpin negara-negara Asia Pacific Economic Cooperation (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik/APEC) selalu disambut oleh aksi parlemen jalanan yang cukup marak yang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat sipil dunia, tidak terkecuali pertemuan yang sekarang sedang berlangsung di Santiago Chile. Gerakan oposisi masyarakat sipil internasional ini sering juga disebut dengan gerakan antiglobalisasi.
    Berbagai macam aktivis dengan ragam mazhab ideologi gerakan bergabung di dalamnya, ada kelompok buruh yang mengkhawatirkan globalisasi industri yang diakselarasi oleh konvensi-konvensi tingkat tinggi seperti APEC akan menyebabkan terjadinya pengangguran yang masif khususnya di negara-negara berkembang atau miskin.
    Misi APEC untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas untuk meningkatkan kemakmuran bersama jauh panggang dari api. Terbentuknya kawasan perdagangan bebas yang menguntungkan semua negara APEC memang tidak eksis, hal ini tidak lain karena AS dan beberapa negara industri lainnya secara sepihak sering berlaku tidak adil terhadap negara-negara anggota APEC yang tergolong sebagai negara berkembang. AS dan negara-negara maju lainnya sering memaksa negara-negara berkembang tersebut untuk membuka pasarnya bagi produk mereka, tetapi pada saat yang bersamaan mereka kurang terbuka terhadap produk dari negara-negara berkembang tersebut. Kegagalan APEC dalam mewujudkan kesejahteraan bersama antar anggotanya juga dipertanyakan karena agenda-agenda ekonomi yang dibicarakan pada forum ini sangat didominasi oleh negara adidaya khususnya Amerika Serikat. Agenda-agenda pembicaraan APEC hampir tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa APEC belum tentu dapat menaggulangi krisis global yang terjadi sekarang ini, jika secara tidak langsung APEC tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS dan tampaknya didominasi oleh negara-negara maju( khususnya AS). Ini dapat mengakibatkan ketidakadilan perdagangan internasional antara negara maju dengan negara berkembang dan miskin.

    Post a Reply
  7. menurut saya APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena krisis keuanagan global terjadi karena sistem perekonomian yang sudah tua dan tidak mungkin dapat di pakai lagi sebagai sistem keuangan.ubtuk itu soluasinya adalah dengan melakukan perombakan dengan menggunakan sistem ekonomi syariah.
    Krisis Global Dorong Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
    Kehancuran ekonomi global memperlihatkan “perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
    “Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata … yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
    Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
    Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.

    Post a Reply
  8. ASSALAMU’ALAIKUM.WR.WB

    saya menanggapi permasalahahan rencana pertemuan APEC untuk mengatasi krisis global.menurut saya selama itu bertujuan untuk mensejahterakan umat manusia boleh-boleh saja.
    Tapi selama negara-negara di dunia masih menggunakansistim kapitalisme maka ApEC akan kesulitan untuk mengatasi krisis yang terjadi saat ini.
    untuk menaggulangi krisis saat ini negara-negara di dunia harus menggunakan sistim yang baru yaitu “SISTEM PEREKONOMIAN ISLAM “yang di anggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis global saat ini.

    wassalamu’alaikum.wr.wb

    Afif Baharudin W.H
    FE.UMS
    B.100.060.187

    Post a Reply
  9. Menurut saya :
    APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
    Kehancuran ekonomi global memperlihatkan “perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
    Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
    Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
    Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.
    APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena APEC merupakan wadah sekumpulan negara-negara pengekspor minyak di berbagai dunia. jadi APEC bukan solusi, dan solusi untuk mengatasi krisis keuangan global adalah menegakkan sistem perekonomian berdasarkan syariah islam.

    Post a Reply
  10. Menurut saya :
    APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
    Kehancuran ekonomi global memperlihatkan “perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
    Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
    Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
    Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.

    Post a Reply
  11. Assalamualaikum Wr.Wb

    Saya merasa bahwa APEC tidak dapat menanggulangi krisis Global. Karena sesungguhnya APEC itu adalah organisasi yang bertujuan membangun Ekonomi yang maju dan kondusif di Asia Pasifik bersama tapi pada pertemuan APEC tersebut malah membahas tentang Sub terorisme dan Nuklir. Itu sebenarnya mau menanggulangi Krisis Global atau Perang Saudara?

    Post a Reply
  12. Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara.

    Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara. Semula mungkin tidak terbayang,
    bagaimana mungkin masalah kredit macet di negara Amerika Serikat bisa berdampak pada negara-negara lain yang
    tidak berdosa. Tapi itulah yang terjadi. Sebagai dampak dari ekonomi liberal yang dianut kebanyakan negara, termasuk
    Indonesia, kini krisis ekonomi yang bermula datang dari Amerika Serikat, telah merembet ke negara-negara di Eropah,
    Asia, Afrika, dan lain-lain.

    Pertemuan ASEM yang diselenggarakan di Beijing bulan oktober yang lalu, mau tidak mau telah menambah agenda
    pembahasan yang justru paling krusial untuk dibahas yaitu menggalang kerjasama diantara negara peserta dalam upaya
    penanggulangan krisis keuangan global. Bahkan Presiden Amerika Serikat mendadak mengagendakan pertemuan
    negara G-20 di Washington pada tanggal 14-15 November 2008 di Washington. Sebagai bangsa Indonesia, kita patut
    bangga bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut diundang dalam pertemuan G-20 dimaksud. Ini menunjukkan
    bahwa Indonesia sudah diperhitungkan, sehingga diperlukan kehadirannya dalam pertemuan tersebut.

    Kerjasama internasional tentunya tidak akan berhenti dalam pembahasan di Washington saja. Setelah itu Presiden
    Yudhoyono akan menghadiri pertemuan APEC di Peru, pada tanggal 23-24 November 2008. Selain masalah kerjasama
    antar negara dan bilateral sesama anggota negara APEC, juga akan dibahas kelanjutan upaya kerjasama internasional
    dalam mengatasi krisis keuangan global, yang sebelumnya telah disepakati di Beijing dan Washington.

    Kehadiran Presiden Yudhoyono, baik di Washington maupun di Peru, tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi,
    tidak hanya kepada dunia internasional, tapi juga penguatan daya tahan bangsa Indonesia menghadapi krisis keuangan
    global tersebut. Langkah dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global banyak diapresiasi negara
    lain. Kegesitan Presiden Yudhoyono dalam memimpin Rapat Kabinet Paripurna pada tanggal 6 Oktober 2008 dengan
    melibatkan para Menteri, KADIN, pengamat ekonomi, dan pemangku kepetingan lainnya, berhasil meredam dampak
    yang lebih luas dari krisis keuangan global tersebut di dalam negeri.

    Upaya pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global tentunya perlu disosialisasikan agar masyarakat di dalam
    negeri di semua lapisan dapat menempatkan duduk persoalannya secara proporsional, sehingga masyarakat tidak perlu
    ikut panik apabila ada isu-isu yang menyesatkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu kita hargai
    langkah Departemen Komunikasi dan Informatika yang telah menerbitkan buku, yang terdiri atas beberapa bagian, untuk
    menjelaskan Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Keuangan Global. Kita berharap upaya Departemen
    Komunikasi dan Informatika tersebut dapat membuat masyarakat lebih mengetahui persoalan yang sebenarnya,
    sehingga dapat bersikap obyektif dalam menilai suatu kebijakan Pemerintah ( ibnu purna )

    Gunawan P. (B100050155)

    Post a Reply
  13. kenapa APEC membahas tentang terorisme dan senjata nuklir korut padahal APEC tugasnya adalah untuk kemajuan ekonomi dunia.
    saya berpendapat bahwa mengapa APEC membahas kedua hal tersebut
    karena kedua hal tersebut sangat mempengaruhi kemajuan perekonomian dunia.
    dengan adanya terorisme,misalnya kejadian bom bali,kita bisa melihat dari peristiwa itu,bahwa butuh banyak waktu untuk memulihkan perekonomian dibali.
    Apakah APEC akan mampu mengatasi krisis global?
    dalam mengatasi krisis mungkin butuh waktu lama untuk memulihkannya
    sebab adanya berbagai kesulitan dalam berbagai bidang dan adanya berbagai ketidakstabikan keadaan yang menyangkut masalah perekonomian.selain itu krisis global yang terjadi sekarang ini adalah krisis yang cukup parah bahkan bisa dibilang parah.

    Post a Reply
  14. ratna mekar pratiwi B100 050 166 FE UMS

    Assalamualaikum .wr.wb.

    Menurut saya mampu karena APEK akan berkerja sama dengan bangsa -bangsa ke asia agar bisa membantu menyelsaika / melangguangi masalah krisis global

    Wassalamualaikum .wr.wb.

    BY : ratna mekar pratiwi B100 050 166

    Post a Reply
  15. Komentar
    Al-Mustofa
    B100060270
    FE UMS
    APEC adala organisasi yang mengurusi masalah perekonomian Negara bagaimana agar bias lebih baik dan lebih maju lagi dan akan terbentuknya persatuan dan kesatuan antar Negara. Dan tugas utama adalah bagaimana cara mensinergikan agar terbentuk kerja sama dalam dunia perekonomian yang baik, bukan mengurusi masalah diluar itu seperti nuklir, terorisme dan lain sebagainya, kalau mengurusi masalah nuklir dan terorisme itu bukan ranahnya utnuk membahas, dan saya kira itu sudah ada lembaga yang mengurusinya sendiri jadi jangan di campur adukkan antara perekonomian dengan pemberantasan nuklir dan terorisme. Kata orang bijak “serahkan semua pada ahlinya”, jadi organisasi OPEC ini harus diluruskan supaya kembali pada fungsi dan tujuan semula yaitu mengurusi di bidang kebijakan-kebijakan perekonomian dunia.

    Post a Reply
  16. Assalamualakum.Wr.Wb

    Menurut saya APEC bukan solusi yang baik untuk mengatasi krisis ekonomi global, karena APEC sudah banyak menyimpang dari tujuan utamanya, tetapi APEC sekarang hanya dimanfaatkan salah satu pihak saja mendapatkan keuntungan dengan menghalalkan segala cara, walaupun yang dilakukanya merugikan orang lain. Padahal dalam islam sendiri tidak dibolehkan kesenangan yang dilakukan diatas orang lain, Harapan saya negara ini bisa lepas dari interfensi asing. Dalam artian lepas dari mereka dan mulai dari awal lagi. Dengan mengambil alih semua kekayaan negara menjadi milik negara, keluar dari tataran global,dan siap mandiri lepas dari hubungan luar negeri,indonesia harus yakin bahwa bangsa kita mempunyai kemampuan yang bisa digunakan sebagai ujung tombak bangsa kita sendiri.Kehancuran ekonomi global memperlihatkan perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko yang dihadapi perekonomian indonesia.

    Wassalamualikum.Wr.Wb

    Post a Reply
  17. Assalamu’alaikum wr wb

    Menurut saya mampu karena APEC akan bekerja sama dengan bangsa-bangsa seasia agar bisa membantu menyelesaikan/menanggulangi masalah krisis global.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Ratna Mekar Pratiwi (B100 050 166)

    Post a Reply
  18. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    assalamualaikum wr.wb

    Pendapat saya APEC merupakan organisasi yang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi perdagangan dan infestasi dikawasan Asia Pasifik,Namun dalam menanggulangi krisis global APEC telah disetir oleh AS maka APEC tidak akan mampu menanggulangi krisis global jika tujuan awal dari APEC ini dibelokkan AS.

    Post a Reply
  19. Assalamu’ alaikum Wr. Wb;
    Selamat Sore;

    Data :Beberapa waktu yang lalu telah terselenggara KTT APEC. Beberapa hasil dari pertemuan itu dapat kita rangkum bahwa negara-negara yang tergabung dalam APEC (Asia Pacifi Economic Cooperation) akan berjuang untuk mengatasi bayang-bayang terorisme. Mereka bersatu padu dalam menciptakan sistem ekonomi bebas. Mereka juga membahas tentang program senjata nuklir Korea Utara.

    Yang penting kita boleh saja bekerjasma dengan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia karena kita butuh negara-negara lain untuk kemakmuran bersama sesuai ideologi Pancasila. Apalagi kalau Sistem Perbankan Syariah Islam sudah tersebar resmi sebagai sektor ekonomi yang paling baik dari Ajaran Rasulullah Muhammad SAW dan bisa diterapkan ke negara-negara yang mau mengerti paham Islam. tapi kalau masih juga tidak mau mengakui agama Islam yang sah dan masih membenci Rasul Muhammad SAW dan agama Islam hanyalah cerita dan karangan syair biasa dari Rasul Muhammad SAW serta kota Mekkah Ka’bah hanya dianggap kiblat umat Islam yang masih bodoh menyembahnya sebuah bangunan berbentuk kubus/ segi enam sama sisi, dan kitab Suci Al-Quran hanyalah mainan bagi orang Islam bukan ajaran yang cocok dengan ajaran selain Islam dan pengikut Islam adalah mungkin umat terbodoh melakukan sholat lima waktu, zakat, puasa ramadhan, dan pergi naik haji, lalu manusia di dunia ini mau perang terus ya,…..karena paham-paham Hedonisme, Zionisme, dan Kapitalisme, serta Atheisme ……………..terus …………………paham apalagi……………..apakah semua paham tersebut dapat dipertanggungjawabkan untuk sesama manusia dan Allah SWT atau Tuhan yang Maha Esa atau kepada Rasul Muhammad SAW atau Sang Budha atau Tuhan Yesus Kristus, ……………..
    Manakah nikmat dari Tuhan Mu yang kamu dustakan wahai manusia di Planet Bumi ini ? (Surat Ar-RAHMAN dari Kitab Suci Al-Quran )
    Apakah harus para Rasul harus hidup lagi memimpin dan memberi contoh lagi kepada umatnya mana cara beribadah kepada Tuhan yang benar dan mana cara beribadah kepada Tuhan yang salah ?
    Mungkin kita masih suka terperdaya nafsu berbuat jahat karena perbuatan itu masih ada iblis yang mengganggu keimanan kita terhadap Tuhan yang Maha Esa yang telah menciptakan Planet Bumi ini untuk tidak mempersekutukan Dia selain dari siapapun dari keturunan Bani Rasul Adam A’ alahi Salam.

    Terima Kasih.

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *