Apa Bukti Ketangguhan Sistem Keuangan Islam?

KETANGGUHAN SISTEM KEUANGAN ISLAM
Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, Krisis keuangan global seperti saat ini menurut Roy Davies dan Glyn Davies (1996), dalam buku The History of Money From Ancient time to Present Day, sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Ini berarti, rata-rata setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Tapi di sisi lain, meskipun demikian ada orang yang mengatakan bahwa Kapitalisme adalah sistem terbaik yang ada saat ini. Bagaimana menurut Ustadz ? Ustadz juga menyampaikan pada tanya jawab sebelumnya mengenai solusi Islam. Bagaimana ketangguhan sistem Islam tersebut ? Apakah itu sekedar teori atau pernah terbukti ketangguhannya ?

Atas jawabannya kami sampaikan terima kasih.

Jazakumullah.

Wassalam
Jawaban :

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Audzubillah, bismillah, wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah Muhammadin ibni Abdillah wa’ala alihi washahbihi waman walah, amma ba’du,

Saudaraku,

Krisis ekonomi ini merupakan salah satu bukti yang nyata bagi orang yang berakal bahwa akal manusia tidak mampu mengatur sistem kehidupan manusia. Akal tidak mampu menentukan baik-buruk, halal-haram, hasan-qabih. Andaikan akal mampu menentukan hal-hal tersebut dan mampu mengatur sistem kehidupan manusia, tentu Allah SWT tidak akan menurunkan Al-Qur’an dan mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk manusia.

Saudaraku,

Setidaknya ada tiga cacat paradigmatik ekonomi kapitalis yang menyebabkan negara-negara yang menerapkan sistem ini harus masuk ke lingkaran krisis ekonomi:

Pertama, tujuan ekonomi kapitalis bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga memuaskan keinginan manusia berupa kebutuhan sekunder dan tersier. Disamping itu, keinginan manusia yang tidak dilandasi oleh nilai-nilai Illahiyah, sifatnya menjadi tak terbatas. Sementara itu, kapasitas alam dan teknologi dalam menghasilkan sejumlah alat pemuas kebutuhan dan keinginan manusia berupa barang dan jasa berbeda di setiap negara dan ada batasnya.
Berdasarkan hal itu, mereka memandang kelangkaan alat pemuas kebutuhan dan keinginan manusia sebagai masalah pokok ekonomi. Padahal, sejatinya masalah ekonomi terletak pada distribusi alat pemuas di antara warga dunia yang selama ini tidak adil.

Para kapitalis hanya mengutamakan kepentingan individu atau kelompoknya dengan menindas pihak lain yang lemah. Filosofi hidup inilah yang mendasari perilaku liar, curang, dan jahat para investor keuangan dan korporasi multinasional AS, Eropa, dan negara-negara kapitalis lainnya.
Kedua, kehidupan kapitalisme modern digerakkan secara dominan oleh ekonomi berbasis sektor keuangan, bukan ekonomi berbasis sektor riil. Karena itu, keuntungan ekonomi diperoleh bukan dari aktivitas investasi dan usaha produktif dengan menghasilkan berbagai barang dan jasa, tetapi investasi spekulatif dan transaksi derivatif berisiko tinggi yang mengandung unsur MAGHRIB (MAysir/judi, GHarar dan RIBa).

Dengan kata lain, sistem kapitalisme menangguk keuntungan bukan melalui kreativitas dan kerja keras, melainkan melalui kegiatan ekonomi nonriil. Tak heran pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan pun tidak berkualitas, hanya sedikit menyerap tenaga kerja, dan menguntungkan kelompok atas yang umumnya tinggal di perkotaan.

Dalam buaian ekonomi berbasis moneter inilah, kapitalisme tak mungkin lepas dari praktik bunga (riba). Padahal perbedaan tingkat suku bunga yang signifikan antar negara itulah yang membuat para pialang keuangan dengan seenaknya mengeruk keuntungan melalui investasi uang panas. Aliran uang panas dari satu negara ke negara lain dalam jumlah yang luar biasa besarnya dan berlangsung sangat cepat, selama ini menjadi biang kerok terjadinya kepanikan finansial yang acap kali berujung pada krisis ekonomi.

Ketiga, uang kertas yang menjadi basis ekonomi kapitalis sangat rapuh karena selalu terkena inflasi permanen. Uang kertas terdepresiasi akibat inflasi permanen. Uang kertas juga jauh dari keadilan, lantaran nilai intrinsiknya jauh lebih kecil ketimbang nilai nominalnya.

Saudaraku,

Adapun ketangguhan sistem keuangan Islam, antara lain :

Pertama, Menggerakkan Ekonomi Riil

Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi- yaitu ekonomi yang terdiri dari sektor riil dan sektor keuangan, dimana aktifitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. Ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar secara luas .
Larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal di sektor ekonomi rill, karena penanaman modal di sektor lain (non riil seperti pasar uang maupun pasar modal) dilarang dalam syariah . Kalaupun masih ada yang berusaha menaruh sejumlah modal sebagai tabungan atau simpanan di bank (yang tentunya juga tidak akan memberikan bunga), modal yang tersimpan tersebut juga akan dialirkan ke sektor riil bisa dalam bentuk kerjasama (syirkah Inan, Abdan, Mudharabah, Wujuh, Mufawadhah) , sewa menyewa maupun transaksi perdagangan halal di sektor riil lainnya .

Walhasil, tiap individu yang memiliki lebih banyak kelebihan uang bisa ia investasikan di sektor ekonomi riil, yang akan memiliki efek berlipat karena berputarnya uang dari orang ke orang yang lain. Keberadaan bunga, pasar keuangan, dan judi secara langsung adalah faktor-faktor yang menghalangi perputaran harta.
Kedua, Menciptakan Stabilitas Keuangan Dunia

Dengan diterapkannya sistem keuangan Islam (mata uang Islam dinar dan dirham, larangan riba dan penerapan ekonomi berbasis sektor riil yang melarang spekulatif di pasar keuangan derivatif ) akan tercipta stabilitas keuangan dunia. Setelah lebih dari 14 abad daya beli/nilai tukar Dinar memiliki nilai yang tetap. Hal ini terbukti dengan daya beli 1 Dinar pada zaman Rasulullah SAW yang bisa ditukarkan dengan 1 ekor kambing. Pada saat inipun 1 Dinar dapat ditukarkan dengan 1 ekor kambing (1 Dinar sekarang sekitar Rp 800.000) (Iqbal, 2007, hal. 55) .
Ketiga, Tidak Mudah diintervensi asing/mandiri

Negara yang menerapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif -sebagaimana telah diuraikan – harus melaksanakan politik swasembada; mengurangi (meminimkan) impor; menerapkan strategi substitusi terhadap barang-barang impor dengan barang-barang yang tersedia di dalam negeri; serta meningkatkan ekspor komoditas yang diproduksi di dalam negeri dengan komoditas yang diperlukan di dalam negeri ataupun menjualnya dengan pembayaran dalam bentuk emas dan perak. atau dengan mata uang asing yang diperlukan untuk mengimpor barang-barang dan jasa yang dibutuhkan.

Dengan kondisi negara yang menerapkan sistem keuangan Islam global yang komprehensif menjadikan negara kuat dan mandiri. Niscaya hal tersebut akan menjadikan negara tidak mudah diintervensi oleh pihak asing .
Keempat, Tidak Menzalimi

Editor Khilafah Magazine (2006) menceritakan peristiwa pada masa Khalifah Umar bin Khathtab, jazirah arab dilanda musim paceklik berkepanjangan sehingga penduduk daerah itu membutuhkan bahan makanan dalam jumlah besar. Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khathtab meminta bantuan gubernur Amru bin Ash yang berada di daerah Afrika, respon Al-Ash terlihat dari suratnya yang isinya memberitahukan kepada Khalifah bahwa ia telah mengirimkan unta (yang memuat bahan makanan) yang (jumlahnya ibarat) rombongan pertamanya ada di Khalifah (Madinah), sedangkan rombongan terakhirnya ada di Al-Ash (Mesir, Afrika). Pada masanya, di Yaman, misalnya, Muadz bin Jabal sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat . Pada masanya, Khalifah Umar bin al-Khaththab mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar (sekitar Rp 8,5 juta/bulan) .

Sebaliknya, ketika masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Yahya bin Saad diutus Khalifah untuk mendistribusikan dana zakat di kas negara (baitul mal) untuk rakyat Afrika Utara namun beliau tidak menemukan seorang pun fakir miskin yang berhak menerima zakat dari kas negara itu .

Peristiwa ini menggambarkan bahwa di dalam sejarah sistem Islam (diterapkannya sistem keuangan Islam) dalam naungan khilafah, tidak ada penduduk Afrika yang fakir-miskin, tidak pernah ada yang terdzalimi. Namun sebaliknya, kita perlu mempertanyakan, mengapa negeri-negeri Afrika merasakan penderitaan, kemiskinan dan kesenjangan yang luar biasa sejak negara-negara imperialis Eropa menjajah berbagai negeri di Afrika (abad ke-18) sampai sekarang akibat kedzaliman para penguasa komprador yang patuh melaksanakan sistem keuangan kapitalis arahan negara-negara imperialis barat ?
Berdasarkan uraian tersebut, sistem Keuangan Islam mustahil dilaksanakan oleh individu atau sekelompok masyarakat saja. Kita tidak mungkin berharap negara kapitalis sekuler akan menerapkan sistem keuangan Islam tersebut. Hanya institusi negara khilafah yang mampu menerapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif.

Berdasarkan Kaedah : “Ma la Yatimmul Wajib Illa bihi fa huwa Wajib” (Ketika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib), maka menjadi kewajiban kita bersama untuk mendirikan negara Khilafah Rasyidah yang mengemban dan menerapkan syariah Islam (termasuk sistem keuangan Islam), yang akan menghidupkan kita dalam kehidupan yang indah, aman dan menenteramkan dalam limpahan keberkahan Allah Azza Wajalla.
Namun, Allah tidak pernah menurunkan malaikat yang akan mendirikan negara untuk kita, sementara kita hanya berdiam diri. Justru mendirikannya merupakan kewajiban agung bagi kita. Rasulullah saw. telah mendirikan negara di Madinah, dan langkah baginda pun kemudian diikuti oleh para sahabat baginda —semoga Allah meridhai mereka, dan para tabiin, dengan sempurna.

Allah berfirman:

﴿وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ﴾
“Allah maha kuasa atas segala urusan-Nya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Q.S. Yusuf [12]: 21)

Author: Admin

Share This Post On

10 Comments

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Ustadz, Krisis keuangan global yang terjadi saat ini telah menujukan bahwa sistem kapitalis yang diagung2kan oleh bangsa barat telah mengalami guncangan, apakah hal ini menyimpulkan bahwa sistem kapitalis telah berakhir dan di ganti era baru yaitu sistem syariah ? apakah sistem syariah lebih aman dan tangguh dari sistem kapitalis?

    Post a Reply
  2. Bukti ketangguhan sistim keuangan islam diantaranya adalah terjadinya suatu kerjasama dalam bentuk investasi modal dengan cara bagi hasil antara pihak pemberi modal dengan pihak yang mengunakan modal. Akan tetapi dari sifat manusia itu sendiri (diantaranya para pebisnis) banyak yang tidak menyukai sistim kerjasama tersebut, hal ini dikarenakan mereka lebih puas menikmati hasil dalam usahanya yang maksimal untuk mereka sendiri daripada bagi hasil dengan para pemberi modal. Apabila mereka tidak mempunyai modal mereka lebih suka meminjam uang dengan mengunakan bunga dari pada bagi hasil, hal ini dikarenakan mereka berangapan bunga lebih ringan dan kecil daripada memberikan sebagian hasinya oleh pemilik modal. Selain itu sistim keuangan islam akan sangat sulit merubah sistim kapital individu karena sudah mengakar kuat pada pribadi manusia khusnya di Indonesia. Untuk Negara Indonesia sistim keuangan islam akan sulit dilaksanakan karena dari segi ekonomi dan keuangan Indonesia jauh lebih rendah dengan Negara lain yang bekerja sama dengan Negara Indonesia.

    Post a Reply
  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ketangguhan sistem keuangan islam diantaranya adalah tidak adanya unsur riba yang memberatkan masyarakat. Sekarang ini sistem keuangan islam sedang mengalami peningkatan yang pesat, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya lembaga keuangan yang menggunakan sistem syariah, didalam sistem ini terbukti memberikan keadilan bagi masyarakat.
    Sistem keuangan islam ini menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan (bunga) dari uang pokoknya, karena sistem ini tidak mengenal istilah bunga, namun bagi hasil.
    Untuk saat ini sudah terbukti bahwa sistem keuangan islam masih stabil dan memberikan keuntungan dari ancaman krisis keuagan, sedangkan sistem keungan barat sudah terancam runtuh.
    Wa’alaikum Salam Wr.Wb.

    Post a Reply
  4. sistem keuangan Islam dianggap sebagai sistem yang unggul dalam menjawab segala persoalan sosial kemasyarakatan, termasuk persoalan kemiskinan. Di antara keunggulan tersebut bahwa sistem keuangan Islam memiliki landasan tauhid dan kesatuan umat. Ini bermakna bahwa kegiatan keuangan Islam harus berpandukan kepada aturan dasar dengan menyadari apa sesungguhnya alam dengan segala isinya, termasuk manusia. Kegiatan sistem keuangan Islam dengan segala institusi, perangkat, sistem dan prosedur serta variabelnya harus dijalankan, diatur dan dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran umat tanpa memandang suku, golongan, tingkatan dan agama dengan semangat pengabdian kepada Allah. Dengan wujudnya kemakmuran maka kemiskinan pun akan teratasi.

    sistem keuanganIslam dilaksanakan di atas prinsip keadilan. Setiap pelaku ekonomi seperti pengusaha, pedagang, petani dan sebagainya akan memiliki akses yang sama terhadap dana atau pembiayaan yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan usahanya. keuanganIslam juga berisikan nilai-nilai moral dalam setiap aktivitas ekonomi dan setiap hubungan antara satu kelompok masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya. Nilai-nilai moral ini terdiri dari empat sifat, yaitu Sidiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Ke empat sifat ini sudah jauh lebih dahulu ada sebelum Good Corporate Governance (GCG) menjadi acuan bagi tata kelola perusahaan yang baik di dunia. Sifat-sifat tersebut diharapkan dapat menjaga pengelolaan institusi-institusi ekonomi dan keuangan Islam secara professional dan menjaga interaksi ekonomi, bisnis dan sosial kemasyarakatan berjalan sesuai dengan aturan permainan dan best practice yang berlaku. Oleh karenanya, ke empat sifat ini merupakan prasyarat bagi terlaksananya sistem ekonomi Islam secara baik, sehingga benar-benar dapat mengatasi berbagai persoalan ekonomi dan sosial masyarakat, seperti masalah kemiskinan, yang tidak dapat diatasi dengan baik oleh sistem ekonomi yang berlaku saat ini.

    Post a Reply
  5. Menurut saya sistem kapitalisme bukan merupakan solusi di dalam menghadapi krisis karena sistem kapitalisme merupakan sistem yang dibuat oleh akal manusia yang memang terbatas yang mengutamakan kepentingan individu atau kelompok. Sehingga keuntungan yang diperoleh sistem kapitalisme adalah investasi spekulatif yang telah dilakukan dengan cara menindas yang lemah dengan mengenakan ekonomi berbasis sektor keuangan.
    Di dalam sistem ekonomi kapitalis, bagi negara-negara yang menerapkan sistem ini akan masuk dalam lingkungan krisis ekonomi. Karena ekonomi berada di tangan para pemilik modal, dan setiap orang bebas menempuh cara apa saja, yang tidak dikenal sebab-sebab pemiliknya dan jumlahnya pun bebas dimiliki tanpa batasan. Oleh sebab itu sistem kapitalislah yang menyebabkan setiap negara atau pemilik modal itu memegang perekonomian/ yang menyebabkan krisis itu sendiri.
    Dalam menangani krisis yang melanda berbagai negara ialah dengan menggunakan hukum dan aturan yang telah diperintahkan oleh Allah SWT lewat wahyu dan akal manusia. Karena manusia/ masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama. Maka dari itu kita mempunyai kewajiban yang sama untuk mendirikan negara kalifah. Karena manusia hidup di dunia ini adalah sebagai khalifah yang mana akan menjalankan sistem ekonomi sesuai syariat Islam. Karena setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikdan jenis pemilik sedangkan jumlah kekayaan yang dimiliki tidak dibatasi dengan menerapkan sistem ekonomi sesuai dengan syariat islam maka kita akan mendapatkan kehidupan yang indah, aman dan menentramkan dalam limpahan dan keberkahan Allah Azza Wa Jalla.
    Dengan sistem keuangan Islam mustahil akan dilaksanakan oleh individu atau kelompok masyarakat saja dan kita tidak mungkin berharap negara kapitalis sekuler akan menerapkan sistem keuangan Islam, hanya negara yang institusi khalifah yang menerapkan sistem keuangan Islam secara komprehensif.

    Post a Reply
  6. Ass. Wr. Wb
    Menurut saya sistem keuangan Islam sangatlah bagus, karena dalam Alqur’an telah dijelaskan bahwa sistem keuangan Islam itu adil. Dimana Islam mengajarkan / menerapkan sistem bagi hasil dan megharamkan yang namanya RIBA, sebab riba akan memberatkan masyarakat.
    Sedangkan sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang dibuat oleh akal manusia yang mementingkan unsur individu atau kelompok dan akan membuat yang besar berkeinginan mendominasi yang kecil, karena sistem ekonomi kapitalis tidak mengenal batas kepemilkan.

    Post a Reply
  7. KOMENTAR
    Al-Mustofa
    B100060270
    FE UMS
    Krisis global yang melanda di Negara-negara yang berkembang itu di sebabkan karena Negara itu merupakan Negara yang menerapkan system kapitalisme, yang mana yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin bertambah miskin, itu yang terjadi di Negara yang menerapkan system kapitalis termasuk Negara kita Negara Indonesia. Maka dari itu sudak tidak alasan lagi utnuk tidak berubah dan kembali menerapkan system syari’ah apalagi Negara kita Negara Indonesia yang manyoritas penduduknya adalah muslim.
    Dan kalaupun Negara kita ini belum dapat mampu untuk meninggalkan system lama yaitu system kapitalisme, paling tidak kita sudak mulai untuk mengurangi system-sistem itu dan akan kembali pada system syari’ah.

    Post a Reply
  8. Mustahal (B100 050 367)
    FE UMS

    Assalamu’alikum wr. wb

    Salah satu bukti ketangguhan system keuangan Islam adalah ditandai dengan kelahiran Bank Muamalat Indonesia (BMI),dan semakin berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia, selain itu juga banyak bukti yaitu banyaknay bank konvensonal yang membuka kerjasama dengan Bank Syariah.

    Post a Reply
  9. chafidh prayoga-b100 060 247

    jikalau berkaca pada arrum : 39, ali imran 130. yang dijelaskan oleh hadis “maa kaana qirdzin jaraabihi nnaf’i fahuwa rribaa” kalau diartikan secara ilmiah dengan bahasa sekarang yaitu ” barang siapa yang menginvestasikan modal dengan menyadap keuntungan adalah riba.”

    disini harus kita sadari apakah riba itu? riba bisa diartikan sistem ekonomi. tentunya jikalau ingin kembali mewujudkan satu negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur tentunya harus kembali pada sistem ekonomi allah yang sudah diterapkan oleh muhammad saw. tentunya untuk mengetahui bagaimana kehebatan sistem ekonomi islam haruslah tahu bagaimana sistem ekonomi islam yang telah dijalankan oleh muhammad dimana saat itu berdasarkan buku history of arab Philip K Hitti Sistem tersebut adalah cara yang ampuh untuk mengalahkan sistem ekonomi feodalis, kapitalis yang telah diterapkan oleh bangsa arab yang waktu itu dikomandoi oleh pamanya sendiri yaitu abu thalib yang terkenal sebagai ahli ekonomi.

    nah, bagaimana sistem ekonomi islam pada masa rosululloh saat itu yang diterapkan sehingga berhasil mewujudkan madinatul munawaroh? apakah sistem ekonomi islam yang sekarang sudah mampu mewakili sistem ekonomi waktu itu?

    berdasarkan jhon galtung. yang menyebabkan krisis dunia saat ini ada 3 faktor fundamental. yaitu fundamental protestant puritan,fundamental radikal, fundamental pasar. faktor yang ketiga adalah faktor yang paling menentukan karena sejarah menyatakan bahwa kapitalis selalu berhadapan dengan sosialis. apakah sistem ekonomi islam yang sudah ada saat ini mampu menjawabnya?

    Post a Reply
  10. Salah satu contoh tampah ribah, jepang dengan zero ratenya (bunga nol persen) dapat menjadi negara super power di asia. kenapa kita yang mayoritas muslim tidak berani meninggalkan ribah. jepang merupakan bukti bahwa tampa bunga perekonomian bisa lebih maju dan masyarakat lebih kreatif dan bisa lebih sejahterah

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *