Aneh, Bonsai BUMN tapi Berharap Tambah Dividen

EKONOMI : BUMN

Foto: Detikcom

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Membaca berita yang dilaporkan Detikcom (18/7/2009) dengan judul Pemerintah Minta Setoran Dividen BUMN Ditambah, seperti melihat pemerintah sedang melakukan “kekonyolan”. Betapa tidak, pada saat yang sama khususnya sepanjang pemerintahan neolib saat ini BUMN telah dibonsai sedemikian rupa melalui program privatisasi.

Konsekwensi dari pembonsaian kepemilikan pemerintah pada BUMN mengakibatkan semakin menipisnya potensi penerimaan negara baik dari penerimaan langsung maupun dari dividen.

Privatisasi juga semakin melemahkan peran pemerintah dalam perekonomian yang selama ini didukung oleh keberadaan BUMN. Dengan lepasnya sejumlah BUMN Indonesia dan semakin tipisnya kepemilikan pemerintah pada sebagian BUMN, maka kemampuan pemerintah mengarahkan BUMN pada kepentingan nasional menjadi lebih sulit.

Sepanjang pemerintahan SBY-JK dalam lima tahun terakhir, privatisasi BUMN menjadi agenda utama pemerintah sebagai pra syarat diberikannya pinjaman oleh ADB dan Bank Dunia. Tahun 2007 Pemerintah merencanakan 15 BUMN diprivatisasi, sedangkan tahun 2008 BUMN yang hendak diprivatisasi mencapai 44. Namun akibat krisis keuangan global, agenda privatisasi tersebut tertunda. Sementara itu, obral BUMN menanti pemerintahan baru ke depan yang kemungkinan dilanjutkan oleh SBY-Boediono.

Permintaan penambahan setoran dividen BUMN yang oleh Sekretaris Kementrian Negara BUMN, M Said Didu untuk menutupi lubang akibat penerimaan pajak yang tidak mencapai target pada tahun ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi pemerintah. Bahwa kebijakan pemerintah telah berjalan di atas “kekonyolan” tanpa berpikir panjang. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *