Amerika Semakin Suram

EKONOMI : Amerika Serikat

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Foto: javno.com

Foto: javno.com

Setelah bulan lalu pemerintahan Presiden Barack Obama mengeluarkan paket stimulus ekonomi senilai US$ 787 miliar yang menyebabkan sistem fiskal AS mengalami defisit terbesar sepanjang sejarah US$ 1,75 trilyun, dan menambah hutang publik AS menjadi US$ 10,669 trilyun, kini warga Amerika dihadapkan pada pasar tenaga kerja yang semakin suram.

Rilis data terbaru (6/3/2009) yang disampaikan Menteri Tenaga Kerja AS, Hilda Solis, menunjukkan para majikan di AS telah mem-PHK 651.000 orang pada bulan Februari. Angka PHK pada bulan tersebut lebih besar 161.000 dibandingkan jumlah pemutusan hubungan kerja pada bulan Januari lalu.

Data terbaru PHK bulan Februari mengangkat tingkat pengangguran di AS menjadi 8,1%. Ini adalah tingkat pengangguran tertinggi dalam 25 tahun terakhir sejak tahun 1983.

Menteri Tenaga Kerja AS mengakui sulit untuk menghentikan siklus lenyapnya lapangan kerja di AS. Tingginya angka pengangguran ini pun di luar predeksi yang diharapkan kenaikannya hanya mencapai 7,9%.

Mengomentari rilis data PHK di AS, Daniel North, kepala ahli ekonomi Euler Hermes Aci, Maryland, menyatakan tingkat pengangguran bisa mencapai 10% pada akhir tahun 2009.

Sejak resesi terjadi pada Desember 2007, perekonomian Amerika telah menghapus 4,4 juta lapangan kerja. Lebih dari separuh lapangan kerja lenyap dalam 4 bulan terakhir.

Sektor manufaktur menyumbangkan PHK sebanyak 168.000 setelah pada bulan sebelumnya mem-PHK 257.000 tenaga kerja. Sektor konstruksi mem-PHK 104.000 tenaga kerja sedangkan pada bulan Januari 118.000 lapangan kerja lenyap.  Sektor jasa mem-PHK 375.000 tenaga kerja di bulan Februari, bulan sebelumnya 276.000 tenaga kerja di-PHK.

Kegagalan perusahan-perusahaan AS memperoleh pendapatan dan margin keuntungan yang sangat sempit telah memotong lapangan kerja dalam jumlah yang besar. Ini membuat kemampuan belanja rumah tangga di Amerika jatuh. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan -vicious cycle– yang meciptakan perekonomian AS bertambah lesu.

Sementara itu, bursa Amerika terimbas dampak laporan bertambahnya angka pengangguran. Bursa saham AS pada hari Jum’at (6/3) jatuh sehingga memperpanjang masa 12 tahun di tingkat yang rendah.

Indeks industri Dow Jones anjlok 41,42 poin atau 0,63% menjadi 6.553,02. Sedangkan Indeks S&P 500 kehilangan 6,56 poin atau 0,96% menjadi 675,99. Indeks Gabungan Nasdaq rontok 22,37 poin atau 1,72% menjadi 1.277,22.

Dampak meningkatnya pengangguran di Amerika juga menyeret mata uang dollar AS jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya. nilai tukar mata uang dollar AS turun minggu ini setelah mencapai level tertinggi dalam tiga  tahun. Euro menguat 0,9% terhadap dollar menjadi US$ 1,2657 per Euro dari sebelumnya senilai US$ 1,2540. Yen

Dengan data pengangguran yang semakin memburuk dan akan terus bertambah hingga akhir tahun, daya beli rumah tangga juga semakin melemah. Dampaknya terjadi penurunan penurunan konsumsi. Hal ini membuat siklus bisnis bertambah buruk. Produksi menurun sekaligus menimbulkan dampak negatif terhadap mata uang dan bursa saham Amerika.

Kini kondisi Amerika semakin suram. “Awan kelabu” terus menyelimuti negeri Kapitalis terbesar di dunia karena belum ada cara untuk dapat mengeluarkan AS dari krisis berat ini. Mungkin saja kehancuran ekonomi Amerika semakin dekat dengan membawa gerbong kehancuran ideologi Kapitalisme. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Bloomberg (6/3/2009), Dollar, Yen Fall as Pace of Job Losses Reduces Safety Deman.

Reuters (6/3/2009), U.S. economy sheds 651,000 jobs in February.

Reuters (6/3/2009), U.S. vows to break “destructive cycle of job loss”.

Reuters (6/3/2009), US STOCKS-Wall St drops on Apple gloom, bleak jobs data.

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *