Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar

EKONOMI: Amerika

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Gambar: graphicartsonline.com

Gambar: graphicartsonline.com

Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (Fed) akhirnya mengambil langkah “pragmatis” di dalam penanganan krisis keuangan di AS, yakni dengan mencetak mata uang dollar. Pencetakan dollar dalam jumlah massive dibutuhkan oleh Fed untuk membackup APBN AS dengan cara membeli obligasi jangka panjang pemerintah (treasury securities) senilai US$ 300 miliar (setara Rp 3.300 trilyun dengan kurs Rp 11.000/ dollar AS).

Keputusan Komite Pasar Terbuka Federal ini dikeluarkan dalam rangka menstabilkan pasar modal serta sebagai stimulus fiskal dan moneter untuk mensupport pertumbuhan ekonomi AS.

Dalam rilis Federal Reserve (18/3/2009), tindakan pencetakan dollar ini dilatarbelakangi oleh kegentingan situasi ekonomi Amerika yang terus berkontraksi. Laporan-laporan ekonomi terbaru terus menunjukkan kekacauan ekonomi, di mana setiap bulan terjadi PHK besar-besaran, kejatuhan nilai saham dan rumah, kredit yang ketat, penurunan ekspor, serta anjloknya daya beli dan pengeluaran masyarakat. Dengan kondisi tersebut, Fed akan menggunakan semua alat yang memungkinkan untuk memperbaiki ekonomi dan menjaga stabilitas harga, seperti mencetak ratusan milyar dollar AS.

Fed juga melakukan pembelian tambahan atas obligasi berbasis mortgage sebesar US$ 750 miliar. Dengan tambahan tersebut, pada tahun ini Fed telah mengeluarkan US$ 1,25 trilyun -setara Rp 13.750 trilyun- untuk membeli obligasi jenis ini di pasar modal AS.

Jurus Fed mencetak dollar menjadikan Amerika sebagai negara pabrik “duit” terbesar di dunia. Ini juga gambaran, bahwa Amerika tidak memiliki senjata dan kemampuan untuk menolong ekonominya sendiri kecuali dengan mengandalkan kewenangan mencetak uang.

Pencetakan mata uang tanpa dibackup oleh emas merupakan “penipuan” terhadap umat manusia. Sedangkan langkah Amerika mencetak dollar untuk menambah likuiditas adalah penjajahan moneter AS terhadap dunia.

Adalah tidak masuk akal negera-negara seperti Indonesia mengemis utang kepada AS dan melakukan ekspor untuk menguatkan APBN dan cadangan devisa dengan mengorbankan kemandirian, sumber daya alam, dan sumber daya lainnya, sedangkan untuk membayarnya Amerika hanya melakukan pencetakan dollar.[JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Federal Reserve (18/3/2009), http://www.federalreserve.gov/newsevents/press/monetary/20090318a.htm

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *