Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun

EKONOMI: Singapura
[Singaporean Slide chart]

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Menteri Keuangan Singapura, Tharman Shanmugaratnam menyatakan kejatuhan pasar saham berdampak pada usaha Tamasek Holdings Pte. Ltd. Badai krisis keuangan tersebut menyebab kerugianbesar bagi BUMN Singapura yang bergerak di bidang investasi secara siknifikan.

Menurut laporan Wall Street Journal (29/5), BUMN Singapura ini telah kehilangan 58 milyar dollar Singapura atau sekitar 39,91 milyar dollar AS (lebih dari  Rp 400 trilyun). Kerugian yang dialami Tamasek Holdings terjadi pada periode Maret 2008 hingga November 2008.

Tharman mengatakan investasi portofolio Tamasek sempat meningkat 114 milyar dollar Singapura selama periode 2003 hingga 2007. Namun selama Maret hingga November 2008, nilai saham Tamasek terdistorsi sebesar 41%.

Tamasek merupakan salah satu pemegang saham utama di Telkomsel, perusahaan telekomunikasi GSM terbesar di Indonesia. Sementara kerugian Tamasek ini bukanlah jumlah yang sedikit. Kerugian tersebut setara dengan separuh nilai pendapatan Indonesia dalam APBN 2009.

Ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa selama ini sumber daya keuangan tersedot ke sektor finansial sebagai ajang “perjudian”.¬† Akibatnya kegiatan ekonomi dunia berjalan timpang. Sektor finansial melambung “setinggi langit” (bubble) sedangkan sektor riil “tertatih-tatih”. Karena itu wajar dunia mudah sekali mengalami krisis yang terjadi secara berulang-ulang. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS/ www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Wall Street Journal (29/5/2009), Temasek Portfolio Lost $39.91 Billion.

Author: Admin

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *