ADB: Kerugian Dunia Akibat Krisis 50 trilyun Dollar

EKONOMI: Krisis Global

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Ilustrasi: ofx.afex.com

Ilustrasi: ofx.afex.com

Krisis global semakin menunjukkan kekuatannya dengan melenyapkan aset-aset finansial dalam jumlah besar. Bank Pembangunan Asia –Asian Depevelopment Bank (ADB)- melaporkan kerugian akibat krisis keuangan global pada tahun 2008 mencapai US$ 50 trilyun atau setara Rp 600 ribu trilyun (kurs Rp 12.000/dollar AS). Kerugian ini meliputi aset dalam bentuk saham, obligasi, dan mata uang.

Asia kecuali Jepang mengalami kerugian sebesa US$ 9,6 trilyun, sedangkan kawasan Amerika Latin aset finansialnya menyusut US$ 2,1 trilyun. Kerugian finansial dalam jumlah sangat besar merupakan konsekwensi perekonomian dunia yang tidak seimbang.

Raksasa-raksasa keuangan kapitalis seperti Lehman Brothers dan Merrill Lynch turut memberikan kontribusi besar di dalam kerugian pasar global. Kerugian akibat kebangkrutan raksasa finansial ini nilainya lebih dari US$ 1,2 tirlyun.

Sementara itu, Bank Dunia melaporkan resesi dunia akan lebih dalam pada tahun ini. Bank Dunia menyatakan prediksi yang sangat pesimis atas kemampuan ekonomi global keluar dari krisis.

Dikatakan oleh Bank Dunia krisis global tahun ini akan membawa perekonomian dunia menciut untuk pertamakalinya sejak Perang Dunia ke-2. Negara-negara berkembang akan menghadapi dampak terberat krisis dan defisit US$ 270 miliar hingga US$ 700 miliar.

Kehancuran dan kegentingan ini terjadi akibat sistem Kapitalisme global. Kita membutuhkan kerangka solusi di luar skema Kapitalisme. Kita memerlukan Khilafah sebagai solusi. InsyaAllah [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

REFERENSI BERITA

Bloomberg (9/3/2009), Global Financial Assets Lost $50 Trillion Last Year, ADB Says .

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *