AC Manullang: Ada Grand Strategy Global Amerika

NASIONAL: Ledakan Bom

Oleh Hidayatullah Muttaqin

Peristiwa ledakan bom di Hotel J.W. Marriot dan Ritz-Carlton Jum’at pagi lalu, telah berkembang dengan cepat menjadi isu terorisme yang dikaitkan dengan Islam. Meski opini tersebut tidak langsung ditujukan kepada Islam, namun media lokal dan asing termasuk pemerintahan Barat telah menunjuk hidung Jema’ah Islamiyah.

Presiden AS, Barack Obama misalnya, sebagaimana dikutip Antara News (17/7) menyebut langsung kelompok garis keras dan ekstrimis di balik serangan bom tersebut. Sebagaimana lazimnya opini yang berkembang, kelompok garis keras dan ekstrimis diidentikkan dengan kelompok-kelompok Islam yang menyerukan penegakkan Syariah.

Menurut pengamat intelejen AC Manullang dalam tulisannya di Seputar Indonesia (18/7), sesungguhnya Islam bukan teroris dan tidak pernah menjadi teroris. Hanya saja kelompok-kelompok tersebut memanfaatkan Islam untuk kepentingan mereka. Bukan hanya itu, isu-isu kelaparan dan kemiskinan pun juga mereka gunakan.

Dalam konteks ini, Manullang menekankan bahwa Indonesia berada dalam grand strategy global Amerika Serikat yang membawa agenda neoliberalisme dan neokapitalisme. Manullang mengingatkan, Indonesia merupakan negeri kaya yang menjadi rebutan negara lain termasuk Amerika. Di samping itu, Amerika juga memiliki masalah dengan Islam yang menjadi agama mayoritas di negeri ini.

Adalah harapan kepada pemerintah Indonesia untuk menyelidiki dan mengungkap dalang peledakan secara jernih, independen, dan tidak terpengaruh opini-opini negara asing dan media. Termasuk pemerintah harus peka terhadap adanya kelompok tertentu yang selalu memanfaatkan isu-isu yang berkaitan dengan Islam sebagai pembenar tindakan teror mereka.

Karena sesuatu hal yang tidak masuk akal, jika berjuang untuk Islam tetapi menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan Syariah Islam dan pada akhirnya selalu merugikan kepentingan umat Islam itu sendiri. Sebaliknya, serangan teror tersebut selalu memberikan keuntungan bagi negara asing seperti Amerika Serikat dan Australia dalam menggiring opini pada kepentingan dan agenda global mereka. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

Author: Admin

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *