<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Keynes Ekonom Gay</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Iqbal Masril Djanaik</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/comment-page-1/#comment-1049</link>
		<dc:creator>Iqbal Masril Djanaik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 02:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1918#comment-1049</guid>
		<description>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb,
Selamat Pagi,
Semoga hanya Allah SWT yang membalas perbuatan di hari Yaumul Hisab nantinya setelah terjadinya  peristiwa  Kiamat Besar , Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu ‘alaikum Wr.Wb,<br />
Selamat Pagi,<br />
Semoga hanya Allah SWT yang membalas perbuatan di hari Yaumul Hisab nantinya setelah terjadinya  peristiwa  Kiamat Besar , Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joan</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/comment-page-1/#comment-985</link>
		<dc:creator>joan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 16:30:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1918#comment-985</guid>
		<description>inter milan, klub sepak bola yang menjuarai liga utama italia itu, tidak dilatih oleh seorang mantan pemain sepak bola. itu fakta. artinya kita memang tidak bisa dengan begitu saja menghubungkan antara perilaku hidup seseorang dengan jalan pikirannya. masa lalu tidak bisa selalu dijadikan alasan bukankah itu artinya kita menganut determinisme psikologis yang terlalu menyederhanakan itu? 

kita juga seringkali mengikuti ajaran Al-Qur&#039;an tanpa menalarnya sedikitpun. jangan-jangan ajaran itu bersinggungan atau bercocokan dengan ajaran-ajaran yang &#039;sekuler&#039; (atau bahkan &#039;kafir&#039;) itu? mempelajari yang sekuler bagi saya penting sebab Al-Qur&#039;an sangat jarang memberi kita petunjuk yang &#039;operasional&#039;.  kita juga seringkali menyalahkan yang lain lalu berkata &#039;kita kembali ke ajaran Al-Qur&#039;an&#039; padahal ajaran itu punya gagasan yang sama dengan yang kita anggap salah tadi. jangan-jangan ajaran ekonomi yang dipesankan dalam Al-Qur&#039;an itu ternyata punya kesamaan dengan pemikiran yang digagas oleh Keynes, seorang hamba Tuhan yang Gay...?? bukankah, imam Ali, satu dari amat sedikit orang yang tangannya pernah dicium nabi itu, pernah berkata; &quot;Mutiara yang keluar dari mulut anjing sekalipun tetaplah mutiara&quot;..?

kalau kita menolak anggapan itu artinya kita seorang fundamentalis; seorang yang menganggap dirinya selalu paling benar. kalau kita selalu menganggap diri paling benar, pertanyaannya; buat apa kita belajar atau sekolah...??? kita juga sering menamatkan sekolah di sekolah2 yang banyak dihuni (jika bukan malah didirikan) oleh orang2 kafir. jika rupanya kita tamat dari sekolah macam itu lalu menolak Keynes, maka sesungguhnya kita amatlah tidak konsisten. dengan sadar kita mengenyam pendidikan di sekolah milik orang kafir itu tapi kemudian menolak Keynes dengan alasan bahwa dia adalah seorang gay....

maaf jika salah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inter milan, klub sepak bola yang menjuarai liga utama italia itu, tidak dilatih oleh seorang mantan pemain sepak bola. itu fakta. artinya kita memang tidak bisa dengan begitu saja menghubungkan antara perilaku hidup seseorang dengan jalan pikirannya. masa lalu tidak bisa selalu dijadikan alasan bukankah itu artinya kita menganut determinisme psikologis yang terlalu menyederhanakan itu? </p>
<p>kita juga seringkali mengikuti ajaran Al-Qur&#8217;an tanpa menalarnya sedikitpun. jangan-jangan ajaran itu bersinggungan atau bercocokan dengan ajaran-ajaran yang &#8217;sekuler&#8217; (atau bahkan &#8216;kafir&#8217;) itu? mempelajari yang sekuler bagi saya penting sebab Al-Qur&#8217;an sangat jarang memberi kita petunjuk yang &#8216;operasional&#8217;.  kita juga seringkali menyalahkan yang lain lalu berkata &#8216;kita kembali ke ajaran Al-Qur&#8217;an&#8217; padahal ajaran itu punya gagasan yang sama dengan yang kita anggap salah tadi. jangan-jangan ajaran ekonomi yang dipesankan dalam Al-Qur&#8217;an itu ternyata punya kesamaan dengan pemikiran yang digagas oleh Keynes, seorang hamba Tuhan yang Gay&#8230;?? bukankah, imam Ali, satu dari amat sedikit orang yang tangannya pernah dicium nabi itu, pernah berkata; &#8220;Mutiara yang keluar dari mulut anjing sekalipun tetaplah mutiara&#8221;..?</p>
<p>kalau kita menolak anggapan itu artinya kita seorang fundamentalis; seorang yang menganggap dirinya selalu paling benar. kalau kita selalu menganggap diri paling benar, pertanyaannya; buat apa kita belajar atau sekolah&#8230;??? kita juga sering menamatkan sekolah di sekolah2 yang banyak dihuni (jika bukan malah didirikan) oleh orang2 kafir. jika rupanya kita tamat dari sekolah macam itu lalu menolak Keynes, maka sesungguhnya kita amatlah tidak konsisten. dengan sadar kita mengenyam pendidikan di sekolah milik orang kafir itu tapi kemudian menolak Keynes dengan alasan bahwa dia adalah seorang gay&#8230;.</p>
<p>maaf jika salah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dyah</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/comment-page-1/#comment-923</link>
		<dc:creator>dyah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 12:51:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1918#comment-923</guid>
		<description>saya mau ikut memberikan masukan soal ini...
pemikiran ekonomi Keynes sudah saya baca dan melalui penjelasan dari Buku Economics dan Teori Ekonomi Mikro karya Iskandar Putong dan desertasinya yang saya baca tidak ada yang terlalu keliru dari pemikiran Keynes. saudara Iskandar Putong bahkah menurunkan model fungsi Konsumsi Syariahnya melalui model konsumsi Keynes dan Modigliani. memang dalam ulasannya pada desertasinya (ulasan inti desertasinya ada pada lampiran buku Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro terbitan Ghalia Indonesia 2002 karya Iskandar Putong) saudara Iskandar Putong menjelaskan kelemahan dari model Keynes melalui pendekatan matematisnya yang rumit...akan tetapi terlepas dari apakah ia tahu atau tidak mengenai Keynes saudara Iskandar Putong yang notabene adalah Ekonom langka yang saya kenal, tidak pernah menghina atau merendahkan Keynes...
mungkin ada baiknya kita berprinsip bahwa &quot;sesuatu yang benar, darimanapun asalnya&quot; boleh diterima, karena toh yang menjadikan dan menciptakan manusia lengkap dengan sifatnya adalah ALLAH SWT juga. bayangkan saja, komputer dan program-programnya serta sistem aplikasi yang kita gunakan adalah hasil karya orang-orang yahudi yang jelas dinyatakan sesat oleh ALLAH SWT dalam Qur&#039;an.  bukankah semua yang baik dan buruk sumbernya berasal dari ALLAH SWT?, kalau bukan ALLAH SWT siapa lagi yang paling berkuasa di alam semesta ini?. permusuhan dengan ciptaan ALLAH SWT bukankah berarti memusuhi ALLAH SWT...subhanallah...
mungkin yang harus kita cermati adalah bagaimana memanfaatkan hasil pemikiran siapa saja dari sumber mana saja dengan tetap berlandaskan kaidah Syariah Islam, sebagaimana dalam bukunya Iskandar Putong dan Adiwarman Karim menulis bahwa Syariah Islam dijamin kebenarannya, akan tetapi ekonomi syariah islam belum dijamin kebenarannya karena yang merumuskannya ALLAH SWT akan tetapi diterjemahkan oleh manusia yang tak lepas dari kelalaian dan kesalahan....Subhannallah....

mohon maaf...bila saya ada salah...
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau ikut memberikan masukan soal ini&#8230;<br />
pemikiran ekonomi Keynes sudah saya baca dan melalui penjelasan dari Buku Economics dan Teori Ekonomi Mikro karya Iskandar Putong dan desertasinya yang saya baca tidak ada yang terlalu keliru dari pemikiran Keynes. saudara Iskandar Putong bahkah menurunkan model fungsi Konsumsi Syariahnya melalui model konsumsi Keynes dan Modigliani. memang dalam ulasannya pada desertasinya (ulasan inti desertasinya ada pada lampiran buku Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro terbitan Ghalia Indonesia 2002 karya Iskandar Putong) saudara Iskandar Putong menjelaskan kelemahan dari model Keynes melalui pendekatan matematisnya yang rumit&#8230;akan tetapi terlepas dari apakah ia tahu atau tidak mengenai Keynes saudara Iskandar Putong yang notabene adalah Ekonom langka yang saya kenal, tidak pernah menghina atau merendahkan Keynes&#8230;<br />
mungkin ada baiknya kita berprinsip bahwa &#8220;sesuatu yang benar, darimanapun asalnya&#8221; boleh diterima, karena toh yang menjadikan dan menciptakan manusia lengkap dengan sifatnya adalah ALLAH SWT juga. bayangkan saja, komputer dan program-programnya serta sistem aplikasi yang kita gunakan adalah hasil karya orang-orang yahudi yang jelas dinyatakan sesat oleh ALLAH SWT dalam Qur&#8217;an.  bukankah semua yang baik dan buruk sumbernya berasal dari ALLAH SWT?, kalau bukan ALLAH SWT siapa lagi yang paling berkuasa di alam semesta ini?. permusuhan dengan ciptaan ALLAH SWT bukankah berarti memusuhi ALLAH SWT&#8230;subhanallah&#8230;<br />
mungkin yang harus kita cermati adalah bagaimana memanfaatkan hasil pemikiran siapa saja dari sumber mana saja dengan tetap berlandaskan kaidah Syariah Islam, sebagaimana dalam bukunya Iskandar Putong dan Adiwarman Karim menulis bahwa Syariah Islam dijamin kebenarannya, akan tetapi ekonomi syariah islam belum dijamin kebenarannya karena yang merumuskannya ALLAH SWT akan tetapi diterjemahkan oleh manusia yang tak lepas dari kelalaian dan kesalahan&#8230;.Subhannallah&#8230;.</p>
<p>mohon maaf&#8230;bila saya ada salah&#8230;<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidayatullah</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/comment-page-1/#comment-922</link>
		<dc:creator>Hidayatullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 09:58:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1918#comment-922</guid>
		<description>Mas yang punya blog &lt;a href=&quot;http://deathlock.wordpress.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Deathlock&lt;/a&gt;,

Sangat ada hubungan antara profil pemikiran seseorang dengan pandangan pemikiran yang dilahirkannya. Keynes seorang pemikir ekonomi, karena itu pemikirannya sangat dipengaruhi oleh profil pemikiran dan prilaku hidupnya. 


Sedangkan yang mas contohkan jika seorang pedofil mengusung ide khilafah maka ide khilafah ikutan salah juga, tentu analogi ini tidak tepat. Sebab ide Khilafah dilahirkan dari Islam, terutama dijelaskan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW. Ide Khilafah tidak dilahirkan oleh seorang pedofil yang dicontohkan tadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas yang punya blog <a href="http://deathlock.wordpress.com/" rel="nofollow">Deathlock</a>,</p>
<p>Sangat ada hubungan antara profil pemikiran seseorang dengan pandangan pemikiran yang dilahirkannya. Keynes seorang pemikir ekonomi, karena itu pemikirannya sangat dipengaruhi oleh profil pemikiran dan prilaku hidupnya. </p>
<p>Sedangkan yang mas contohkan jika seorang pedofil mengusung ide khilafah maka ide khilafah ikutan salah juga, tentu analogi ini tidak tepat. Sebab ide Khilafah dilahirkan dari Islam, terutama dijelaskan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW. Ide Khilafah tidak dilahirkan oleh seorang pedofil yang dicontohkan tadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Xaliber von Reginhild</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/03/31/keynes-ekonom-gay/comment-page-1/#comment-921</link>
		<dc:creator>Xaliber von Reginhild</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 07:54:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1918#comment-921</guid>
		<description>Pak, apa hubungannya orientasi seksual seseorang dengan pemikiran ekonominya? Memangnya pemikiran yang dikeluarkan oleh orang gay dengan serta merta menjadi salah, gitu?

Misalnya gini deh, ada orang pedofil, tapi dia mengusung didirikannya khalifah Islam. Padahal kita tahu bahwa orang pedofil itu secara norma tidak diterima di masyarakat kita. Berarti idenya dia jadi ikutan salah karena dia pedofil?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, apa hubungannya orientasi seksual seseorang dengan pemikiran ekonominya? Memangnya pemikiran yang dikeluarkan oleh orang gay dengan serta merta menjadi salah, gitu?</p>
<p>Misalnya gini deh, ada orang pedofil, tapi dia mengusung didirikannya khalifah Islam. Padahal kita tahu bahwa orang pedofil itu secara norma tidak diterima di masyarakat kita. Berarti idenya dia jadi ikutan salah karena dia pedofil?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
