AIG Mewakili Kerakusan Kapitalisme
EKONOMI: Amerika
Oleh Hidayatullah Muttaqin
Benar-benar keterlaluan dan tidak tahu diri. Itulah kira-kira komentar yang dapat kita berikan untuk kalangan korporasi kapitalis di Amerika. Betapa tidak di tengah krsisis berat yang melanda negeri tersebut, dengan rakusnya perusahaan asuransi terbesar Amerika AIG membagi-bagikan bonus jutaan dolar AS kepada jajaran eksekutifnya. Masalah utamanya, uang yang dipergunakan berasal dari dana bailout yang dibayai dari pajak rakyat Amerika. Sedangakan AIG sendiri sebenarnya telang rugi besar, bahkan mengalami kebangkrutan jika saja tidak diselamatkan oleh pemerintah Amerika.
Merespon tingkah laku AIG, Presiden Obama berjanji untuk menghentikan pembayaran bonus AIG. Obama mengatakan:
“In the last six months, A.I.G. has received substantial sums from the U.S. Treasury, … to use that leverage and pursue every single legal avenue to block these bonuses and make the American taxpayers whole.â€
Sementara itu, AIG beralasan bonus yang mereka bagikan merupakan konsekwensi hukum dari kontrak AIG dengan para eksekutifnya. Jika kontrak tidak direalisasikan, maka AIG bisa dituntut.
AIG merupakan contoh nyata bagaimana rakusnya manusia-manusia dan korporasi Kapitalisme. Mereka merupakan gambaran ketamakan perilaku manusia dan sistem Kapitalisme itu sendiri.
Pemerintah Amerika juga terlalu idiot mengingat bagaimana mungkin rakyatnya sendiri diperas sedemikian kerasnya untuk membiayai kebangkrutan-kebangkrutan raksasa-raksasa korporasi finansial AS. Bagaimana mungkin pemerintah Amerika mau membeli aset-aset toxid dengan skema bailout, sehingga bailout itu sendiri menjamin perilaku tamak korporasinya? [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]
REFERENSI BERITA
New York times (16/3/2009), Obama Orders Treasury Chief to Try to Block A.I.G. Bonuses.
Tulisan terkait lainnya ....
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
AIG, Hidayatullah Muttaqin, Kapitalisme
![]()











April 1st, 2009 at 2:25 pm
Tidak aneh kalau korporasi di sana menerapkan ajian mumpung, ya mumpung bisa mengeksploitasi dan menikmati hidup, dunia ini harus dinikmati. Mereka tidak percaya, setelah dunia ini ada kehidupan yang kekal, di akhirat, alam kubur, hari yaumul kiyamah, yaumul hisab dan sebagainya. La, mereka dak percaya Allah SWT sebagai Tuhan. Ya, itulah suksesnya Kapitalime, mendidik masyarakat AS dan berhasil menjadikannya homoeconomicus yang sebenarnya, yakni sebuah masyarakat serakah dan tamak. Jika kita orang beriman, tentu menutuk keras kapitalime tersebut.
December 2nd, 2009 at 10:44 am
Assalamu ‘alaikum Wr.Wb,
Selamat Pagi,
Semoga hanya Allah SWT yang membalas perbuatan manusia di hari Yaumul Hisab nantinya setelah terjadinya peristiwa hari Kiamat Besar , Amin.