Terjerumus Krisis, Defisit Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Terburuk
EKONOMI : Jepang
Oleh Hidayatullah Muttaqin

Map Jepang BBC
Semakin dalam saja “luka” perekonomian dunia akibat “pukulan” krisis global. Setelah perekonomian AS mengalami kontraksi dan jumlah pengangguran membumbung, kini giliran perekonomian nomor dua dunia yang meradang.
Gambaran perekonomian Jepang semakin suram dengan derasnya PHK akibat penutupan pabrik sehingga angka pengangguran menjadi 4,1% pada bulan Januari 2009. Di sisi lain kebangkrutan korporasi meningkat hingga 10,4% dalam satu tahun di akhir Februari. Meskipun Bank sentral Jepang, Bank of Jepang telah membeli obligasi korporat untuk merangsang sektor riil, pinjaman bank tetap melemah pada bulan Februari.
Di tengah perekonomian yang sangat suram ini, neraca transaksi berjalan -current account- Jepang memecahkan rekor defisit. Nilainya mencapai 172,8 miliar yen atau 1,75 miliar dollar AS. Angka ini melebihi perkiraan yang diharapkan 15,3 miliar yen. Ini rekor defisit terbesar yang pernah dialami Jepang sejak tahun 1996.
Peningkatan defisit transaksi berjalan ini merupakan konsekwensi jatuhnya permintaan -demand- dunia, terutama dengan anjloknya pasar Amerika akibat dihantam krisis. Di samping itu, nilai mata uang Yen yang terlalu tinggi dan rendahnya penerimaan luar negeri dari pembayaran bunga ikut menekan angka defisit.
Untuk mengatasi krisis, pemerintah Jepang telah mengeluarkan paket stimulus sebesar 5 trilyun Yen. Ini merupakan langkah cepat Jepang untuk mencegah kerusakan ekonomi menjadi lebih dalam. Namun, kesuksesan langkah Jepang sangat terbatas. Bahkan perekonomian yang berbasis Kapitalisme ini sedang berjalan mundur dengan pasti. [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]
REFERENSI BERITA
Financial Times (8/3/2009), Japan in record current account deficit.
Tulisan terkait lainnya ....
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
Defisit, Hidayatullah Muttaqin, Jepang, Krisis Keuangan Global, Resesi
![]()










