• HOME
  • JURNAL
  • ANALISIS
  • BERITA
  • DATA
  • DOWNLOAD
  • PROFIL
  • ARSIP e-SYARIAH

← Stimulus Hanya Panadol, Khilafah Obatnya
Alamak! Defisit APBN AS membengkak US$ 1,75 trilyun →

Hai Obama, Amerika tidak akan Sembuh dengan Retorika!

February 26th, 2009 in ANALISIS | Comments Off

KRISIS EKONOMI : Amerika Serikat

Oleh Hidayatullah Muttaqin


“Amerika Serikat akan lebih kuat dari sebelumnya” (Obama)

obama
Foto: The Wall Street Journal

Sejak pencalonan dirinya sebagai kandidat calon presiden Amerika, Obama dikenal sebagai seorang politisi muda yang gemar dan pandai beretorika. Kepandaiannya itulah yang membawa Obama terpilih sebagai presiden AS yang ke-44. Slogan terkenalnya; “Yes, we can change.”

Namun mengurus Amerika bukanlah perkara mudah apalagi di tengah kebangkrutan dan rasa takut yang tengah melanda rakyat Amerika. Tahun 2008 2,6 juta warga AS di-PHK akibat semakin memburuknya ekonomi. Lebih parah lagi hampir setiap bulan perusahaan dan industri AS mem-PHK 500 ribu pekerja.

Menurut Departemen Pertanian Amerika, pada tahun 2007 terdapat 36 juta warga Amerika dengan penghasilan yang tidak cukup untuk dapat membeli kebutuhan pangannya. Sementara itu berdasarkan data statistik orang miskin AS tahun 2007 mencapai 37,3 juta atau 12,5% dari populasi AS.

Dalam laporan The State of America’s Children 2008, jumlah anak-anak yang hidup dalam kemiskinan juga bertambah hampir setengah juta pada tahun lalu menjadi 13,3 juta anak-anak. Artinya 18% anak-anak Amerika terkatagori miskin. Dari jumlah tersebut 5,8 juta di antaranya atau 7, 8% populasi anak-anak masuk ke dalam kriteria kemiskinan ekstrim.

Tentu tantangan Obama untuk mengeluarkan Amerika dari krisis mulai tahun ini jauh lebih berat dibanding tahun 2007. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh Obama di mana permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan retorika yang menghanyutkan. Dan tidak bisa juga rakyat AS dibawa dalam mimpi terus-menerus sementara mereka kehilangan mata pencaharian, terlilit hutang, kehilangan rumah, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dalam penampilan perdananya di hadapan kongres (24/2), Obama kembali beretorika bahwa ia memisahkan antara ketakutan dan harapan. Obama mendeklarasikan “hari perhitungan” telah tiba untuk bangsa yang sabar. Kepemimpinanya adalah untuk membawa Amerika keluar dari resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Pidato memukau Obama ini merupakan upaya untuk membangun optimisme rakyat di tengah kegelapan ekonomi. Obama mengatakan, “meskipun ekonomi kita melemah dan kepercayaan kita tergetar; walaupun kita hidup melalui kesulitan dan ketidakpastian; malam ini saya ingin setiap orang Amerika mengetahui hal ini; kita akan membangun kembali, kita akan mengejar kembali, dan Amerika Serikat akan muncul lebih kuat dari sebelumnya.”

Saya tidak memandang bahwa langkah Obama hanya beretorika saja, tentu ia memiliki konsep bersama kabinetnya untuk mengatasi krisis ekonomi Amerika. Hanya saja konsep tersebut sudah basi, tidak menyentuh akar masalah sehingga tidak akan mampu membawa Amerika keluar dari krisis.

Cara mengatasi krisis dengan paket stimulus senilai US$ 787 miliar hanya menambah beban rakyat. Semakin besar paket stimulus dikeluarkan semakin bertambah beban rakyat, sebab paket stimulus tersebut dibiayai oleh hutang publik. Pada 1 Januari 2008 hutang publik AS mencapai US$ 9,210 trilyun dan pada akhir tahun 2008 jumlahnya meningkat menjadi US$ 10,669 trilyun atau sekitar 76,01% PDB. Kini (24/2/2009) hutang publik AS membangkak lagi menjadi US$ 10,843 trilyun.

Sementara efektivitas stimulus ekonomi dipertanyakan di dalam menahan kejatuhan ekonomi AS. Dengan biaya yang sangat besar, justru satu minggu setelah paket stimulus dikeluarkan bursa saham Amerika di Wall Street mengalami kejatuhan ke tingkat paling rendah selama 12 tahun terakhir.

Dalam tahun fiskal 2009, defisit APBN saat ini sudah mencapai US$ 569. Sementara itu berbagai prediksi menyebutkan defisit tahun fiskal 2009 bisa mencapai US$ 1-2 trilyun. RGE Monitor memperkirakan defisit dapat mencapai US$ 1,6-1,8 trilyun, Merrill Lynch 1,45 trilyun, JP Morgan 1,5 trilyun, Goldman Sachs US$ 1,4 trilyun, Morgan Stanley US$ 2 trilyun, dan CBO memprediksi defisit mencapai US$ 1,2 trilyun. Pada tahun fiskal 2008 defisit APBN Amerika mencapai US$ 454,8 miliar atau setara dengan 3,2% PDB.

Menurut RGE Monitor besarnya defisit APBN tahun ini memunculkan resiko yang sangat besar. Antara lain penurunan pendapatan, penurunan penerimaan dari pajak termasuk pajak yang selama ini diperoleh dari warga AS yang baru-baru saja di-PHK. Dalam periode Oktober 2008 – Januari 2009, perolehan pajak penghasilan perusahaan anjlok 44,3%.

Gambaran suram ekonomi AS merupakan sebuah kenyataan yang setiap hari menghantui pemerintah dan rakyat Amerika. Boleh dikatakan tidak ada senjata yang dapat digunakan oleh negara kapitalis ini untuk menghentikan krisis apalagi dengan presiden yang suka beretoika di hadapan rakyatnya.

Obama, tidak cukup bagi anda beretorika untuk mengatasi kebangkrutan Amerika. Negara anda bangkrut karena Kapitalisme. Dan sadarilah, negara anda pasti bangkrut! [JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS / www.jurnal-ekonomi.org]

Hidayatullah Muttaqin adalah dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Ketua Lajnah Siyasiyah HTI Kalimantan Selatan. Blog www.jurnal-ekonomi.org/muttaqin/

REFERENSI

Adrianne Appel, Inter Press Service News Agency (29/1/2009), ECONOMY-US: Poverty Safety Nets Fraying Nationwide,

Badan Analisis Ekonomi U.S. (30/1/2009), Gross Domestic Product: Fourt Quarter 2008

Children’s Defense Fund (November 2008), Children in the United States

RGE Monitor (23/2/2009), U.S. Fiscal Deficit to Excees a Trillion in 2009-10: Can Obama’s Budget Plan Close the Gap by 2013?

The Wall Street Journal (25/2/2009), Obama Seeks to Snap Gloom.

Treasury Direct, the Debt to the Penny and Who Holds It

  • Share/Bookmark

Tulisan terkait lainnya ....

  • Akhirnya Amerika Keluarkan Jurus Cetak Dollar
  • Alamak! Defisit APBN AS membengkak US$ 1,75 trilyun
  • Obama, Loyalis Yahudi, dan Babak Baru Imperialisme AS
  • Makna Kebangkrutan Amerika
  • AC Manullang: Ada Grand Strategy Global Amerika
  • Akibat Krisis BUMN Singapura Rugi Lebih dari Rp 400 trilyun
  • Resesi Sebabkan 5,7 juta Warga AS di-PHK
  • Taliban atau Amerika yang Menjadi Ancaman?
  • Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika
  • Amerika Serba Defisit

  Ingin jadi pembaca setia JURNAL?  atau  Berlangganan JURNAL via email anda?  Apa itu RSS Feed

Donasi situs ini | Free e-Book Ekonomi Ideologis

Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
Amerika, Hidayatullah Muttaqin, Krisis Keuangan Global, Obama

FREE DOWNLOAD:
Versi Offline Politik Ekonomi Islam

Download toolbar JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS untuk browser internet anda


Comments are closed.



Bunuh Diri Ekonomi Indonesia

Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat

Blog: JURNAL MUTTAQIN
Free: e-BOOK EKONOMI IDEOLOGIS

EKONOMI SYARIAH
Mengkonstruksi Konsep Inflasi dalam Daulah Khilafah (bagian I)

LAPORAN KHUSUS
Jejak Neoliberalisme di Indonesia

WAWANCARA
Hidayatullah Muttaqin: Indonesia for Sale

LIPUTAN KEGIATAN
Silah Ukhuwah Muslim Kalsel dan Peluncuran Manifesto HTI


  • Register
  • Log in

    Dapatkan Jurnal Ekonomi Ideologis melalui e-mail anda:


    Users: 17 Guests, 1 Bot

    Kunjungan : 

    blog counter

    Download Versi Offline download versi offline JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS

    E-BOOK


    Makna Kebangkrutan Amerika

    Makna Kebangkrutan Amerika



    DUKUNG SITUS INI

    Infaq dan sadaqah anda untuk situs ini salurkan ke:
    Rek. Bank Muamalat
    920 3720399
    a.n. Hidayatullah Muttaqin

    Apakah Perbankan Syariah Sekarang Mampu Terhindar dari Riba ?
    Demokrasi Kapitalis Tidak Berkah, Ekonomi Islam Khilafah itu Berkah
    Sistem Ekonomi Islam, Khayalan atau Nyata?
    Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk “Menimbun”?

    Add to Technorati Favorites

    Join My Community at MyBloglog!

    Check Google Page Rank

    Jurnal Ekonomi Ideologis on Facebook

    TERBARU

    Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara

    Bunuh Diri Ekonomi Indonesia

    G20: Sarana Baru Imperialisme Barat

    Bukti Kejahatan Korporasi Asing Berkedok HAM

    Problem Mata Uang Kertas (Fiat Money)

    Pendapat Tokoh-Tokoh Barat terhadap Keunggulan Dinar

    Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat


    Polls

    • Apakah solusi krisis global?

      View Results

      Loading ... Loading ...

      INDIKATOR

      DOWNLOAD

      KOMENTAR

    Memprihatinkan Spekulasi di Lantai Bursa Indonesia Meningkat 138,88%

    Lima Juta Warga Miskin Rawan Pangan

    Penguasaan SUN oleh Asing pada Maret 2008

    Upah Riil Buruh Semakin Lemah

    Total Utang RI ke World Bank Rp243,7 T

    Posisi Utang RI Rp1.420 Triliun

    50% Hutan mangrove rusak

    Kejahatan Kapitalisme dalam Angka

    Free e-Book: Makna Kebangkrutan Amerika

    Free Download: Versi Offline Politik Ekonomi Islam

    BOOK: Geopolitical Myths

    BOOK: The Global Credit Crunch and the Crisis of Capitalism

    Manajemen Kebijakan Energi Sistem Khilafah

    Kehancuran Kapitalisme dan Solusinya

    file presentasi – AMNESIA PEMERINTAH: Refleksi Negara yang Gagal Mengelola Migas untuk Kesejahteraan Rakyat

    Buku: Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam

    AbrahamNamuAsiamSawor: Emang itulah perbuatan mereka,karena,mereka ingin hidup kaya raya,orang... ::  Imaniar Daud: Assalamualaikum. Pak, saya mahasiswa semester akhir yang sedang menulis skripsi... ::  ArdianYS Free Prestashop Theme: Terima kasih sudah berbagi, saya baru dapet email yg berisi... S4ndi: Memang mekanismenya atau prosesnya gimana ya? Koq Amrik bisa ampe superior gt nilai mata... ::  BASisme Blog: Jurnal Ekonomi ::  Investasi: kenapa sulit mencari lapangan pekerjaan? menurut saya, lapangan pekerjaan banyak, tapi... ::  Herman Baso: 1. Setahu saya sebagian besar menteri-menteri yang ada seperti Sri Mulyani adalah... ::  wie: Assalaamu’alaikum w w ustd…terkait keguncangan ekonomi Dubai yg notabene... ::  zulkifli Lc.: akh, ana kabarkan kepada antum, bahwa kami telah berhasil meluncurkan cd interaktif... ::  Musdar Oktavianus: Ass. Wrm. Wbr Di daerah yg diprediksi akan berkembang dan ramai, byk orang yg... :: 

    Jurnal Ekonomi Ideologis

    Jurnal analisis politik ekonomi perspektif ideologi Islam
    Toward the Khilafah Economic System - The Future Economic System


    Kontak: muttaqin [at] jurnal-ekonomi.org