<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Ekonomi Islam Mensejahterakan Dunia?</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Heru</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-976</link>
		<dc:creator>Heru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 13:32:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-976</guid>
		<description>Bagus sih....Tapi dari beberapa artikel ekonomi syariah yang yang saya baca.... Belum ada yang memberi model......Belum ada yang operasional... Jadi kalo memang bp H Muttaqin memang menguasai teori ini, coba buat modelnya dan bandingkan dengan negara yang menurut bapak sudah mendekati sistem ini.... Saya saya akan lebih senang membacanya.... Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus sih&#8230;.Tapi dari beberapa artikel ekonomi syariah yang yang saya baca&#8230;. Belum ada yang memberi model&#8230;&#8230;Belum ada yang operasional&#8230; Jadi kalo memang bp H Muttaqin memang menguasai teori ini, coba buat modelnya dan bandingkan dengan negara yang menurut bapak sudah mendekati sistem ini&#8230;. Saya saya akan lebih senang membacanya&#8230;. Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sofian</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-913</link>
		<dc:creator>sofian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 12:15:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-913</guid>
		<description>Kalau Daulah Islam berdiri, semua masalah akan bisa diselesaikan denga penerapan syari&#039;ah oleh negara. Termasuk memberantas prakter BID&#039;AH, kesyirikan dan hal-hal lainnya yang bisa merusak aqidah ummat. Begitulah yg dilakukan Rosulullah dan para sahabat.Sebagai contoh dalam kasus diperanginya orang2 yang murtad dan orang-orang yang mengaku nabi pada masa Rosulullah dan masa pemerintahan Abu Bakar.

MARI TEGAKKAN EKONOMI SYARI&#039;AH melalui KHILAFAH
Wallahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Daulah Islam berdiri, semua masalah akan bisa diselesaikan denga penerapan syari&#8217;ah oleh negara. Termasuk memberantas prakter BID&#8217;AH, kesyirikan dan hal-hal lainnya yang bisa merusak aqidah ummat. Begitulah yg dilakukan Rosulullah dan para sahabat.Sebagai contoh dalam kasus diperanginya orang2 yang murtad dan orang-orang yang mengaku nabi pada masa Rosulullah dan masa pemerintahan Abu Bakar.</p>
<p>MARI TEGAKKAN EKONOMI SYARI&#8217;AH melalui KHILAFAH<br />
Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu hanin</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-905</link>
		<dc:creator>abu hanin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 17:56:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-905</guid>
		<description>bagaimana mungkin negara islam bisa tegak kalau bukan pondasinya dulu yang di perbaiki. bereskan dulu aqidah ummat dari pengaruh2 luar, baik dari bid&#039;ah, dan lebih lagi kesyirikan. kalau aqidah sudah beres otomatis negara islam pasti terwujud. rasulullah SAW sendiri dulu kan tidak langsung mendirikan negara islam, aqidah orang quraisy dulu yg diperbaiki, trus sholatnya dan ibadah2 lainnya baru kemudian terciptalah sebuah hasil/washilah yaitu daulah islamiyah. ingat jangan memaksakan daulah islamiyah untuk terwujud sebelum diri, keluarga dan masyarakat kokoh aqidahnya. ingat ada beberapa negara yang sangat ingin mewujudkan sebuah daulah islamiyah, kelihatannya terwujud karena banyak orang yg kelihatannya melaksanakan syariat islam tapi setelah beberapa lama setelah negara tersebut goyah daulah islamnya, penduduknya rame2 meninggalkan syariah2 tersebut, inikan indikasi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melaksanakan syariat islam dan seolah-olah mereka terpaksa melakukannya dan setelah tidak ada lagi paksaan/ikatan merekapun merasa bebas. Nah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana mungkin negara islam bisa tegak kalau bukan pondasinya dulu yang di perbaiki. bereskan dulu aqidah ummat dari pengaruh2 luar, baik dari bid&#8217;ah, dan lebih lagi kesyirikan. kalau aqidah sudah beres otomatis negara islam pasti terwujud. rasulullah SAW sendiri dulu kan tidak langsung mendirikan negara islam, aqidah orang quraisy dulu yg diperbaiki, trus sholatnya dan ibadah2 lainnya baru kemudian terciptalah sebuah hasil/washilah yaitu daulah islamiyah. ingat jangan memaksakan daulah islamiyah untuk terwujud sebelum diri, keluarga dan masyarakat kokoh aqidahnya. ingat ada beberapa negara yang sangat ingin mewujudkan sebuah daulah islamiyah, kelihatannya terwujud karena banyak orang yg kelihatannya melaksanakan syariat islam tapi setelah beberapa lama setelah negara tersebut goyah daulah islamnya, penduduknya rame2 meninggalkan syariah2 tersebut, inikan indikasi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melaksanakan syariat islam dan seolah-olah mereka terpaksa melakukannya dan setelah tidak ada lagi paksaan/ikatan merekapun merasa bebas. Nah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Afni</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-883</link>
		<dc:creator>Afni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 22:19:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-883</guid>
		<description>saya sangat stuju dengan penerapan syariat islam, tapi ada hal yang mau saya tanyakan..
1. bagaimana negara akan melakukan bisnis internasional dengan penerapan mata uang dinar/emas ? sedangkan sekarang mata uang didasarkan pada dollar?
2. kalaupun itu terjadi maka berapa waktu yang akan dibutuhkan untuk menduniakan mata uang tersebut? apa hanya akan membuat masalah2 lain menjadi terbengkalai?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat stuju dengan penerapan syariat islam, tapi ada hal yang mau saya tanyakan..<br />
1. bagaimana negara akan melakukan bisnis internasional dengan penerapan mata uang dinar/emas ? sedangkan sekarang mata uang didasarkan pada dollar?<br />
2. kalaupun itu terjadi maka berapa waktu yang akan dibutuhkan untuk menduniakan mata uang tersebut? apa hanya akan membuat masalah2 lain menjadi terbengkalai?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Khalid Frederick</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-878</link>
		<dc:creator>Khalid Frederick</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 03:13:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-878</guid>
		<description>Menarik membaca komentar Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI yang dimuat di harian Tempo beberapa waktu yang lalu :

&quot;... Prinsip syari&#039;ah telah diterima oleh masyarakat dan dinilai mempunyai keunggulan, baik komparatif maupun kompetitif. &quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik membaca komentar Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI yang dimuat di harian Tempo beberapa waktu yang lalu :</p>
<p>&#8220;&#8230; Prinsip syari&#8217;ah telah diterima oleh masyarakat dan dinilai mempunyai keunggulan, baik komparatif maupun kompetitif. &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MUHAMMAD SHOFWAN</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-872</link>
		<dc:creator>MUHAMMAD SHOFWAN</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 14:36:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-872</guid>
		<description>Insya Allah syariah islam bisa tegak apabila ada negara islam ( daulah islamiyah ), memangnya mau diterapkan dimana syariah islam itu kalau gak ada negara yang mewadahi sysytem islam tersebut. Karena syariah islam itu bukan hanya mencakupi masalah ekonomi tetapi mencakup semua aspek. Sebaiknya kita dirikan dulu daulah islamiyah yang dipimpin seorang khlaifah baru kemudian sayariah islam bisa tegak. Kalau di negara sekuler sepeerti sekarang ini mustahil syariah islam bisa tegak, tetapi minimal kita harus punya semangat untuk menegakannya dan bersikap baro&#039; kepada musuh musuh islam yang mencakup sekularisme, liberalisme, kapitalisme dan isme isme lainnya yang merupakan jalan syetan. Tetaplah kita fissabilillah. Waallhau a&#039;lam bishshawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah syariah islam bisa tegak apabila ada negara islam ( daulah islamiyah ), memangnya mau diterapkan dimana syariah islam itu kalau gak ada negara yang mewadahi sysytem islam tersebut. Karena syariah islam itu bukan hanya mencakupi masalah ekonomi tetapi mencakup semua aspek. Sebaiknya kita dirikan dulu daulah islamiyah yang dipimpin seorang khlaifah baru kemudian sayariah islam bisa tegak. Kalau di negara sekuler sepeerti sekarang ini mustahil syariah islam bisa tegak, tetapi minimal kita harus punya semangat untuk menegakannya dan bersikap baro&#8217; kepada musuh musuh islam yang mencakup sekularisme, liberalisme, kapitalisme dan isme isme lainnya yang merupakan jalan syetan. Tetaplah kita fissabilillah. Waallhau a&#8217;lam bishshawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidayatullah Muttaqin</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-871</link>
		<dc:creator>Hidayatullah Muttaqin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 09:55:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-871</guid>
		<description>Subhanallah. Saya sangat terimakasih dengan bantuan Mas Dimas menyebarluaskan tulisan-tulisan di Jurnal Ekonomi Ideologis.

Salam,

Muttaqin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah. Saya sangat terimakasih dengan bantuan Mas Dimas menyebarluaskan tulisan-tulisan di Jurnal Ekonomi Ideologis.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Muttaqin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dimas</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2009/02/09/bagaimana-ekonomi-islam-mensejahterakan-dunia/comment-page-1/#comment-870</link>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 08:21:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1500#comment-870</guid>
		<description>Mas Muttaqin,

saya kutip ungkapan teman saya yang saya kirimkan artikel ini. Subhanallah...

Dear Mas Dimas,

Terima kasih, atas emailnya, wah benar-benar berbobot... Tulisan ini membuka mata saya lebar-lebar tentang ekonomi syariah yang sebenarnya, Ridha Allah, itulah profit yang hendak kita gapai. Profit yang mendatangkan kebahagiaan yang abadi, dunia dan akhirat.

Semoga sharing ilmu ini juga merupakan profit bagi Pak Dimas dan yang lain-lainnya.

Wassalam
Ferrizal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Muttaqin,</p>
<p>saya kutip ungkapan teman saya yang saya kirimkan artikel ini. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Dear Mas Dimas,</p>
<p>Terima kasih, atas emailnya, wah benar-benar berbobot&#8230; Tulisan ini membuka mata saya lebar-lebar tentang ekonomi syariah yang sebenarnya, Ridha Allah, itulah profit yang hendak kita gapai. Profit yang mendatangkan kebahagiaan yang abadi, dunia dan akhirat.</p>
<p>Semoga sharing ilmu ini juga merupakan profit bagi Pak Dimas dan yang lain-lainnya.</p>
<p>Wassalam<br />
Ferrizal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
