<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Obama, Loyalis Yahudi, dan Babak Baru Imperialisme AS</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/13/obama-loyalis-yahudi-dan-babak-baru-imperialisme-as/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/13/obama-loyalis-yahudi-dan-babak-baru-imperialisme-as/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Irfan Rumi Ramadhan</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/13/obama-loyalis-yahudi-dan-babak-baru-imperialisme-as/comment-page-1/#comment-860</link>
		<dc:creator>Irfan Rumi Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 10:15:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1468#comment-860</guid>
		<description>OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?
http://rumi-moslem.blogspot.com
Anaa menerima e-mail tsb. dari kawan-kawan di milist
Min fadhlik
Semoga Allah menunjukki,
Laa hawla wa laa quwwata illaa billaahâ€¦</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?<br />
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?<br />
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?<br />
OBAMA &amp; RITUAL YAHUDI..?<br />
<a href="http://rumi-moslem.blogspot.com" rel="nofollow">http://rumi-moslem.blogspot.com</a><br />
Anaa menerima e-mail tsb. dari kawan-kawan di milist<br />
Min fadhlik<br />
Semoga Allah menunjukki,<br />
Laa hawla wa laa quwwata illaa billaahâ€¦</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iqbal  Masril  Djanaik</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/13/obama-loyalis-yahudi-dan-babak-baru-imperialisme-as/comment-page-1/#comment-817</link>
		<dc:creator>Iqbal  Masril  Djanaik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 15:39:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1468#comment-817</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr. Wb;
Selamat Malam;

ANALISA SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, DAN THICKNESS)
DATA :
Kekuatan (strength) : Kerja keras Obama beserta â€œtimâ€ di belakangnya akhirnya membuahkan hasil sebagai presiden terpilih AS untuk periode 2009-2012. Sambutan hangat atas terpilihnya warga kulit hitam pertama tersebut tidak hanya di Amerika, juga di seluruh dunia. Mereka berekspektasi akan â€œperubahanâ€ (change) yang dijanjikan Obama dalam kampanye.

Weakness (kelemahan) : Perubahan kepemimpinan di AS dari Bush ke Obama harus dilihat sebagai pergantian kepemimpinan yang biasa terjadi. Tidak ada keistimewaannya, meskipun sang Presiden terpilih mengusung tema â€œperubahanâ€. Sebab tidak akan ada yang berubah dari negara kapitalis AS hanya karena sosok Obama, apalagi tema â€perubahanâ€ yang diusung Obama tidak jelas definisinya kecuali â€perubahanâ€ sebatas jargon dan janji. Yakni janji-janji terhadap rakyat akan kehidupan yang lebih baik secara materi. Tepat sekali pernyataan yang dilontarkan oleh Taji Mustafa (perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris): â€œAmerica is not one man. America is its institutionsâ€.

KESEMPATAN (OPPORTUNITY) : Meskipun kemampuan Amerika dalam memberikan pinjaman jauh menurun, Amerika akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk dapat memberikan hutang bagi negara lain khususnya dunia ketiga. Karena hutang masih dapat diandalkan sebagai senjata imperialisme, apalagi mayoritas negara-negara berkembang dan miskin juga sangat terpukul oleh krisis finansial. 

Indonesia misalnya melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok 20 (G-20) di Sao Poulo (10/11/2008), mengusulkan pembentukan mekanisme pendanaan khusus untuk mendukung pembangunan negara-negara berkembang dalam mengatasi krisis global. Indonesia memandang krisis finansial menyebabkan negara-negara berkembang kesulitan mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi pemerintah di pasar modal. Untuk itu, harus ada kompensasinya yaitu adanya fasilitas pinjaman luar negeri yang memadai bagi negara berkembang. Tentu saja langkah Indonesia di forum internasional ini mempermudah pekerjaan Amerika di dalam mewujudkan penjajahan mereka atas dunia. 

ANCAMAN (THICKNESS) : Di sisi lain, situasi kelam yang mengancam Amerika saat ini, mengharuskan Obama berbuat lebih banyak dan lebih â€canggihâ€ (bersiasat) untuk menyelamatkan negaranya dari kehancuran. Jika pada saat Depresi Besar 1929 rasio hutang AS mencapai 150%-160% PDB, kini rasionya membengkak menjadi 350%. Sebuah angka yang sangat buruk bagi negara yang menyandang gelar adidaya. Sebab, bukan pada tempatnya negara adidaya hutang-hutangnya jauh lebih besar daripada kekayaan total negaranya sendiri. 

Tidak ada negara yang perkembangan hutangnya â€sehebatâ€ Amerika. Dalam satu tahun terakhir, hutang pemerintah federal bertambah 11,29% dengan kuantitas yang sangat besar. Dari US$ 9,007 trilyun per 30/9/2007 menjadi US$ 10,024 trilyun per 30/9/2008. Peningkatan hutang sebesar US$ 1,017 trilyun setara dengan 11 kali lipat APBN Indonesia 2008. 

Hutang pemerintah AS diyakini akan terus membesar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tahun ini saja biaya bailout yang dikeluarkan pemerintah AS sudah membengkak US$ 2,7 trilyun. Langkah pemerintahan Bush mensubsidi korporasi keuangan swasta Amerika akan dilanjutkan oleh pemerintahan Obama. Obama tentu tidak akan ambil diam menyaksikan kebangkrutan sistem keuangan Amerika, apalagi kalangan korporasi dan pemilik modal yang mendukung Obama menjadi presiden pasti meminta balas budi.

JAWABAN (SOLUTION) :jika kekuatan dan peluang (kesempatan) bergabung untuk mendominasi kemenangan untuk mengurangi masalah dari kelemahan dan ancaman adalah : jika Pemerintahan Imprealis Amerika Serikat berhasil oleh Presiden ke- 44 , Mr. Barrack Obama dengan segala macam program kerjanya untuk membangun kembali perekonomian negara yang hampir diambang kehancuran bergabung dengan masih juga berniat memberi bantuan kepada dunia ketiga (negara berkembang maupun negara miskin), maka beliaulah Presiden Barrack Obama yang mungkin pantas disebut Bapak Peradamain dalam segala bidang baik dibidang pemerintahan maupun rasisme serta sistem peradaban dunia dapat berubah secara mendadak, mungkin saja ketika beliau masih menjabat mendapat dukungan banyak sekali dari negara-negara, tetapi apakah setelah beliau tidak menjabat lagi, apakah hanya tinggal kenangan biasa karena pengaruhnya sudah hilang sama sekali, mungkin saja Amerika bukan lagi Negara Imprealisme yang seperti Negara Super Power seperti masa dahulu tetapi malah bisa menjadi ibukotanya negara dunia-dunia, yah..... mungkin saja dunia ini mempunyai 1 negara yang sangat kuat bepusat di  benua Amerika, dan negara-negara lain sekitarnya hanya sebagai negara bagian saja, bisa saja bermuara menjadi Negara Super Power berjumlah 1 negara yaitu : Negara Amerika Serikat dan lainnya negara dunia kedua, pengikut saja, alias dalam sholat imamnya Negara Amerika Serikat dan makmumnya adalah negara-negara lainnya, tetapi kiblatnya suci umat Islam dalam sholat lima waktu adalah ke kota Mekkah. Baitullah dan pergi naik haji juga ke sana juga, Ini hanya khayalan yang bodoh dari saya, pasti ndak bisa terjadi, yakinlah !!, Maaf hanya pendapat saya tidak usah diseriuskan, ya.........,oh iya mungkin saja Barrack Obama adalah Imam Mahdi yang kita tunggu saat dahulu kala, kan, datangnya Raja Adil Al-Mahdi pembawa perdamaian dunia. Mungkin saja kan, atau mungkin dunia ini hanya mendapat ujian dari Allah, hanya saja kita dapat berserah diri setelah berusaha serius kepada Tuhan Allah SWT, semoga umr Planet Bumi panjang umur 1 milyar tahun lagi, ok, kan walaupun penduduk dunia rata-rata berusia 60 tahunan sudah banyak meninggal karena kan kita umat dari Rasul Muhammad SAW, benar atau salah, benar khan ? Amin ya rabbal alamin. ( Mohon dimaafkan)

Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb;<br />
Selamat Malam;</p>
<p>ANALISA SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, DAN THICKNESS)<br />
DATA :<br />
Kekuatan (strength) : Kerja keras Obama beserta â€œtimâ€ di belakangnya akhirnya membuahkan hasil sebagai presiden terpilih AS untuk periode 2009-2012. Sambutan hangat atas terpilihnya warga kulit hitam pertama tersebut tidak hanya di Amerika, juga di seluruh dunia. Mereka berekspektasi akan â€œperubahanâ€ (change) yang dijanjikan Obama dalam kampanye.</p>
<p>Weakness (kelemahan) : Perubahan kepemimpinan di AS dari Bush ke Obama harus dilihat sebagai pergantian kepemimpinan yang biasa terjadi. Tidak ada keistimewaannya, meskipun sang Presiden terpilih mengusung tema â€œperubahanâ€. Sebab tidak akan ada yang berubah dari negara kapitalis AS hanya karena sosok Obama, apalagi tema â€perubahanâ€ yang diusung Obama tidak jelas definisinya kecuali â€perubahanâ€ sebatas jargon dan janji. Yakni janji-janji terhadap rakyat akan kehidupan yang lebih baik secara materi. Tepat sekali pernyataan yang dilontarkan oleh Taji Mustafa (perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris): â€œAmerica is not one man. America is its institutionsâ€.</p>
<p>KESEMPATAN (OPPORTUNITY) : Meskipun kemampuan Amerika dalam memberikan pinjaman jauh menurun, Amerika akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk dapat memberikan hutang bagi negara lain khususnya dunia ketiga. Karena hutang masih dapat diandalkan sebagai senjata imperialisme, apalagi mayoritas negara-negara berkembang dan miskin juga sangat terpukul oleh krisis finansial. </p>
<p>Indonesia misalnya melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok 20 (G-20) di Sao Poulo (10/11/2008), mengusulkan pembentukan mekanisme pendanaan khusus untuk mendukung pembangunan negara-negara berkembang dalam mengatasi krisis global. Indonesia memandang krisis finansial menyebabkan negara-negara berkembang kesulitan mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi pemerintah di pasar modal. Untuk itu, harus ada kompensasinya yaitu adanya fasilitas pinjaman luar negeri yang memadai bagi negara berkembang. Tentu saja langkah Indonesia di forum internasional ini mempermudah pekerjaan Amerika di dalam mewujudkan penjajahan mereka atas dunia. </p>
<p>ANCAMAN (THICKNESS) : Di sisi lain, situasi kelam yang mengancam Amerika saat ini, mengharuskan Obama berbuat lebih banyak dan lebih â€canggihâ€ (bersiasat) untuk menyelamatkan negaranya dari kehancuran. Jika pada saat Depresi Besar 1929 rasio hutang AS mencapai 150%-160% PDB, kini rasionya membengkak menjadi 350%. Sebuah angka yang sangat buruk bagi negara yang menyandang gelar adidaya. Sebab, bukan pada tempatnya negara adidaya hutang-hutangnya jauh lebih besar daripada kekayaan total negaranya sendiri. </p>
<p>Tidak ada negara yang perkembangan hutangnya â€sehebatâ€ Amerika. Dalam satu tahun terakhir, hutang pemerintah federal bertambah 11,29% dengan kuantitas yang sangat besar. Dari US$ 9,007 trilyun per 30/9/2007 menjadi US$ 10,024 trilyun per 30/9/2008. Peningkatan hutang sebesar US$ 1,017 trilyun setara dengan 11 kali lipat APBN Indonesia 2008. </p>
<p>Hutang pemerintah AS diyakini akan terus membesar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tahun ini saja biaya bailout yang dikeluarkan pemerintah AS sudah membengkak US$ 2,7 trilyun. Langkah pemerintahan Bush mensubsidi korporasi keuangan swasta Amerika akan dilanjutkan oleh pemerintahan Obama. Obama tentu tidak akan ambil diam menyaksikan kebangkrutan sistem keuangan Amerika, apalagi kalangan korporasi dan pemilik modal yang mendukung Obama menjadi presiden pasti meminta balas budi.</p>
<p>JAWABAN (SOLUTION) :jika kekuatan dan peluang (kesempatan) bergabung untuk mendominasi kemenangan untuk mengurangi masalah dari kelemahan dan ancaman adalah : jika Pemerintahan Imprealis Amerika Serikat berhasil oleh Presiden ke- 44 , Mr. Barrack Obama dengan segala macam program kerjanya untuk membangun kembali perekonomian negara yang hampir diambang kehancuran bergabung dengan masih juga berniat memberi bantuan kepada dunia ketiga (negara berkembang maupun negara miskin), maka beliaulah Presiden Barrack Obama yang mungkin pantas disebut Bapak Peradamain dalam segala bidang baik dibidang pemerintahan maupun rasisme serta sistem peradaban dunia dapat berubah secara mendadak, mungkin saja ketika beliau masih menjabat mendapat dukungan banyak sekali dari negara-negara, tetapi apakah setelah beliau tidak menjabat lagi, apakah hanya tinggal kenangan biasa karena pengaruhnya sudah hilang sama sekali, mungkin saja Amerika bukan lagi Negara Imprealisme yang seperti Negara Super Power seperti masa dahulu tetapi malah bisa menjadi ibukotanya negara dunia-dunia, yah&#8230;.. mungkin saja dunia ini mempunyai 1 negara yang sangat kuat bepusat di  benua Amerika, dan negara-negara lain sekitarnya hanya sebagai negara bagian saja, bisa saja bermuara menjadi Negara Super Power berjumlah 1 negara yaitu : Negara Amerika Serikat dan lainnya negara dunia kedua, pengikut saja, alias dalam sholat imamnya Negara Amerika Serikat dan makmumnya adalah negara-negara lainnya, tetapi kiblatnya suci umat Islam dalam sholat lima waktu adalah ke kota Mekkah. Baitullah dan pergi naik haji juga ke sana juga, Ini hanya khayalan yang bodoh dari saya, pasti ndak bisa terjadi, yakinlah !!, Maaf hanya pendapat saya tidak usah diseriuskan, ya&#8230;&#8230;&#8230;,oh iya mungkin saja Barrack Obama adalah Imam Mahdi yang kita tunggu saat dahulu kala, kan, datangnya Raja Adil Al-Mahdi pembawa perdamaian dunia. Mungkin saja kan, atau mungkin dunia ini hanya mendapat ujian dari Allah, hanya saja kita dapat berserah diri setelah berusaha serius kepada Tuhan Allah SWT, semoga umr Planet Bumi panjang umur 1 milyar tahun lagi, ok, kan walaupun penduduk dunia rata-rata berusia 60 tahunan sudah banyak meninggal karena kan kita umat dari Rasul Muhammad SAW, benar atau salah, benar khan ? Amin ya rabbal alamin. ( Mohon dimaafkan)</p>
<p>Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zaenal</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/13/obama-loyalis-yahudi-dan-babak-baru-imperialisme-as/comment-page-1/#comment-684</link>
		<dc:creator>Zaenal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 03:41:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1468#comment-684</guid>
		<description>Sayang sekali para pemimpin Muslim masih tetap kekeuh dalam kedunguannya mereka tetap tidak mau tau akan bahaya yang semakin nyata dengan terus mengekor negara kafir amerika mereka benar-benar telah merelakan leher rakyat mereka untuk digorok dengan kasat mata alangkah dungunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayang sekali para pemimpin Muslim masih tetap kekeuh dalam kedunguannya mereka tetap tidak mau tau akan bahaya yang semakin nyata dengan terus mengekor negara kafir amerika mereka benar-benar telah merelakan leher rakyat mereka untuk digorok dengan kasat mata alangkah dungunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
