Obama Mulai Bahas Langkah Atasi Krisis
Kirim ke email temanChicago - Barack Obama dijadwalkan menggelar konferensi pers pertamanya sebagai Presiden AS di Chicago, Jumat (7/11) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, dengan topik utama seputar pemulihan ekonomi jangka pendek. Acara digelar seusai pertemuan Obama dan wakil presiden terpilih, John Biden, dengan 17 anggota penasihat ekonomi AS selama proses transisi kekuasaan.
Belum menentunya kondisi pasar modal serta prediksi turunnya pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi perhatian utama pemerintahan Obama. Untuk menentukan langkah-langkah strategis, Obama bertemu tim penasihat ekonominya. Mereka adalah anggota tim suksesnya dan sejumlah pemimpin perusahaan terkemuka, seperti Xerox Corp, Time Warner Inc, Google Inc, dan Hyatt. Investor Warren Buffett juga ambil bagian dalam pertemuan itu melalui sambungan telepon.
Kamis lalu, Obama juga berdiskusi dengan pemimpin sembilan sekutu AS, yakni Australia, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Israel, Jepang, Meksiko, dan Korea Selatan. Pembicaraan per telepon itu pada saat menerima ucapan selamat atas kemenangannya. Obama juga bertemu jajaran dinas rahasia AS di Kantor FBI di Chicago sekaligus mendengar pengarahan intelijen pertama.
Di Gedung Putih, Presiden George W Bush menyatakan, dirinya secara ”tak terduga” harus bekerja sama dengan Obama selama masa transisi. Ini merupakan yang pertama sejak tragedi 11 September 2001. Obama dan istrinya, Michelle, dijadwalkan ke Gedung Putih hari Senin.
Selain membahas langkah- langkah penanganan krisis keuangan, kata Bush, ia juga akan membicarakan persoalan politik lain, termasuk Perang Irak. Terkait masa transisi pemerintahan, Bush mengeluarkan peringatan kemungkinan adanya serangan teroris terhadap AS.
Obama sejak awal menegaskan akan menyambut baik kerja sama dan siap bertemu dengan Bush. ”Terima kasih untuk semangat kerja sama ini karena sangat kita perlukan sebagai bangsa untuk menghadapi sejumlah tantangan pada masa-masa ini,” kata Obama yang dalam masa kampanye juga menaruh perhatian lebih soal Perang Irak serta penangkapan anggota jaringan Al Qaeda dan Taliban di Afganistan.
Setelah memilih anggota DPR dari Demokrat, Rahm Emanuel, menjadi Kepala Staf Gedung Putih, Obama diperkirakan baru akan fokus memilih sejumlah pembantu barunya, terutama di kabinet, dalam 10 minggu. (AP/AFP/BEN)
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
kompas, Obama, Perekonomian AS






November 25th, 2008 at 10:52 am
Assalamu ‘alaikum Wr.Wb
Selamat Pagi;
Data : Kekuatan (Strength) : Barack Obama dijadwalkan menggelar konferensi pers pertamanya sebagai Presiden AS di Chicago, Jumat (7/11) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, dengan topik utama seputar pemulihan ekonomi jangka pendek. Acara digelar seusai pertemuan Obama dan wakil presiden terpilih, John Biden, dengan 17 anggota penasihat ekonomi AS selama proses transisi kekuasaan.
Kelemahan (Weakness) : Belum menentunya kondisi pasar modal serta prediksi turunnya pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi perhatian utama pemerintahan Obama.
Kesempatan (Opportunity) : Obama sejak awal menegaskan akan menyambut baik kerja sama dan siap bertemu dengan Bush. ”Terima kasih untuk semangat kerja sama ini karena sangat kita perlukan sebagai bangsa untuk menghadapi sejumlah tantangan pada masa-masa ini,” kata Obama yang dalam masa kampanye juga menaruh perhatian lebih soal Perang Irak serta penangkapan anggota jaringan Al Qaeda dan Taliban di Afganistan.
Ancaman (Thickness) : Selain membahas langkah- langkah penanganan krisis keuangan, kata Bush, ia juga akan membicarakan persoalan politik lain, termasuk Perang Irak. Terkait masa transisi pemerintahan, Bush mengeluarkan peringatan kemungkinan adanya serangan teroris terhadap AS.
Jawaban (solution) : JIKA nilai Kekuatan dan Kesempatan (Strength dan Opportunity) dapat bergabung menjadi kesatuan untuk mengurangi kekhawatiran yang ada; jika Barack Obama dijadwalkan menggelar konferensi pers pertamanya sebagai Presiden AS di Chicago, Jumat (7/11) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB digabungkan dengan Obama sejak awal menegaskan akan menyambut baik kerja sama dan siap bertemu dengan Bush MAKA nilai imbas/dampak nya kemungkinan besar kelemahan dan ancaman dapat dikendalikan dengan iklim yang paling aman dan sehat untuk sementara waktu jangka pendek dan menengah serta jangka panjang bertujuan untuk politik pemerintahan Negara Amerika Serikat.
Terima Kasih.