<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apakah APEC Akan Mampu Menanggulangi Krisis Global?</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Iqbal Masril Djanaik</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-813</link>
		<dc:creator>Iqbal Masril Djanaik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 08:09:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-813</guid>
		<description>Assalamu&#039; alaikum Wr. Wb;
Selamat Sore;

Data :Beberapa waktu yang lalu telah terselenggara KTT APEC. Beberapa hasil dari pertemuan itu dapat kita rangkum bahwa negara-negara yang tergabung dalam APEC (Asia Pacifi Economic Cooperation) akan berjuang untuk mengatasi bayang-bayang terorisme. Mereka bersatu padu dalam menciptakan sistem ekonomi bebas. Mereka juga membahas tentang program senjata nuklir Korea Utara.

Yang penting kita boleh saja bekerjasma dengan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia karena kita butuh negara-negara lain untuk kemakmuran bersama sesuai ideologi Pancasila. Apalagi kalau Sistem Perbankan Syariah Islam sudah tersebar resmi sebagai sektor ekonomi yang paling baik dari Ajaran Rasulullah Muhammad SAW dan bisa diterapkan ke negara-negara yang mau mengerti paham Islam. tapi kalau masih juga tidak mau mengakui agama Islam yang sah dan masih membenci Rasul Muhammad SAW dan agama Islam hanyalah cerita dan karangan syair biasa dari Rasul Muhammad SAW serta kota Mekkah Ka&#039;bah hanya dianggap kiblat umat Islam yang masih bodoh menyembahnya sebuah bangunan berbentuk kubus/ segi enam sama sisi, dan kitab Suci Al-Quran hanyalah mainan bagi orang Islam bukan ajaran yang cocok dengan ajaran selain Islam dan pengikut Islam adalah mungkin umat terbodoh melakukan sholat lima waktu, zakat, puasa ramadhan, dan pergi naik haji, lalu manusia di dunia ini mau perang terus ya,.....karena paham-paham Hedonisme, Zionisme, dan Kapitalisme, serta Atheisme .................terus .....................paham apalagi.................apakah semua paham tersebut dapat dipertanggungjawabkan untuk sesama manusia dan Allah SWT atau Tuhan yang Maha Esa atau kepada Rasul Muhammad SAW  atau Sang Budha atau Tuhan Yesus Kristus, .................
Manakah nikmat dari Tuhan Mu yang kamu dustakan wahai manusia di Planet Bumi ini ? (Surat Ar-RAHMAN dari Kitab Suci Al-Quran )
Apakah harus para Rasul harus hidup lagi memimpin dan memberi contoh lagi kepada umatnya mana cara beribadah kepada Tuhan yang benar dan mana cara beribadah kepada Tuhan yang salah ?
Mungkin kita masih suka terperdaya nafsu berbuat jahat karena perbuatan itu masih ada iblis yang mengganggu keimanan kita terhadap Tuhan yang Maha Esa yang telah menciptakan Planet Bumi ini untuk tidak mempersekutukan Dia selain dari siapapun dari keturunan Bani Rasul Adam A&#039; alahi Salam.

Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217; alaikum Wr. Wb;<br />
Selamat Sore;</p>
<p>Data :Beberapa waktu yang lalu telah terselenggara KTT APEC. Beberapa hasil dari pertemuan itu dapat kita rangkum bahwa negara-negara yang tergabung dalam APEC (Asia Pacifi Economic Cooperation) akan berjuang untuk mengatasi bayang-bayang terorisme. Mereka bersatu padu dalam menciptakan sistem ekonomi bebas. Mereka juga membahas tentang program senjata nuklir Korea Utara.</p>
<p>Yang penting kita boleh saja bekerjasma dengan Konferensi Tingkat Tinggi Dunia karena kita butuh negara-negara lain untuk kemakmuran bersama sesuai ideologi Pancasila. Apalagi kalau Sistem Perbankan Syariah Islam sudah tersebar resmi sebagai sektor ekonomi yang paling baik dari Ajaran Rasulullah Muhammad SAW dan bisa diterapkan ke negara-negara yang mau mengerti paham Islam. tapi kalau masih juga tidak mau mengakui agama Islam yang sah dan masih membenci Rasul Muhammad SAW dan agama Islam hanyalah cerita dan karangan syair biasa dari Rasul Muhammad SAW serta kota Mekkah Ka&#8217;bah hanya dianggap kiblat umat Islam yang masih bodoh menyembahnya sebuah bangunan berbentuk kubus/ segi enam sama sisi, dan kitab Suci Al-Quran hanyalah mainan bagi orang Islam bukan ajaran yang cocok dengan ajaran selain Islam dan pengikut Islam adalah mungkin umat terbodoh melakukan sholat lima waktu, zakat, puasa ramadhan, dan pergi naik haji, lalu manusia di dunia ini mau perang terus ya,&#8230;..karena paham-paham Hedonisme, Zionisme, dan Kapitalisme, serta Atheisme &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..terus &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;paham apalagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..apakah semua paham tersebut dapat dipertanggungjawabkan untuk sesama manusia dan Allah SWT atau Tuhan yang Maha Esa atau kepada Rasul Muhammad SAW  atau Sang Budha atau Tuhan Yesus Kristus, &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Manakah nikmat dari Tuhan Mu yang kamu dustakan wahai manusia di Planet Bumi ini ? (Surat Ar-RAHMAN dari Kitab Suci Al-Quran )<br />
Apakah harus para Rasul harus hidup lagi memimpin dan memberi contoh lagi kepada umatnya mana cara beribadah kepada Tuhan yang benar dan mana cara beribadah kepada Tuhan yang salah ?<br />
Mungkin kita masih suka terperdaya nafsu berbuat jahat karena perbuatan itu masih ada iblis yang mengganggu keimanan kita terhadap Tuhan yang Maha Esa yang telah menciptakan Planet Bumi ini untuk tidak mempersekutukan Dia selain dari siapapun dari keturunan Bani Rasul Adam A&#8217; alahi Salam.</p>
<p>Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mustahal</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-768</link>
		<dc:creator>Mustahal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:42:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-768</guid>
		<description>Mustahal (B100 050 367)
FE UMS

assalamualaikum wr.wb

Pendapat saya APEC  merupakan organisasi yang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi perdagangan dan infestasi dikawasan Asia Pasifik,Namun dalam menanggulangi krisis global APEC telah disetir oleh AS maka APEC tidak akan mampu menanggulangi krisis global jika tujuan awal dari APEC ini dibelokkan AS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mustahal (B100 050 367)<br />
FE UMS</p>
<p>assalamualaikum wr.wb</p>
<p>Pendapat saya APEC  merupakan organisasi yang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi perdagangan dan infestasi dikawasan Asia Pasifik,Namun dalam menanggulangi krisis global APEC telah disetir oleh AS maka APEC tidak akan mampu menanggulangi krisis global jika tujuan awal dari APEC ini dibelokkan AS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ratna Mekar Pratiwi  B100 050 166 FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-765</link>
		<dc:creator>Ratna Mekar Pratiwi  B100 050 166 FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:23:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-765</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb

Menurut saya mampu karena APEC akan bekerja sama dengan bangsa-bangsa seasia agar bisa membantu menyelesaikan/menanggulangi masalah krisis global.

Wassalamu&#039;alaikum wr wb.

Ratna Mekar Pratiwi  (B100 050 166)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb</p>
<p>Menurut saya mampu karena APEC akan bekerja sama dengan bangsa-bangsa seasia agar bisa membantu menyelesaikan/menanggulangi masalah krisis global.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Ratna Mekar Pratiwi  (B100 050 166)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: logman Susilo B 100 050 307 FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-763</link>
		<dc:creator>logman Susilo B 100 050 307 FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:19:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-763</guid>
		<description>Assalamualakum.Wr.Wb

Menurut saya APEC bukan solusi yang baik untuk mengatasi krisis ekonomi global, karena APEC sudah banyak menyimpang dari tujuan utamanya, tetapi APEC sekarang hanya dimanfaatkan salah satu pihak saja mendapatkan keuntungan dengan menghalalkan segala cara, walaupun yang dilakukanya merugikan orang lain. Padahal dalam islam sendiri tidak dibolehkan kesenangan yang dilakukan diatas orang lain, Harapan saya negara ini bisa lepas dari interfensi asing. Dalam artian lepas dari mereka dan mulai dari awal lagi. Dengan mengambil alih semua kekayaan negara menjadi milik negara, keluar dari tataran global,dan siap mandiri lepas dari hubungan luar negeri,indonesia harus yakin bahwa bangsa kita mempunyai kemampuan yang bisa digunakan sebagai ujung tombak bangsa kita sendiri.Kehancuran ekonomi global memperlihatkan perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko yang dihadapi perekonomian indonesia.

Wassalamualikum.Wr.Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualakum.Wr.Wb</p>
<p>Menurut saya APEC bukan solusi yang baik untuk mengatasi krisis ekonomi global, karena APEC sudah banyak menyimpang dari tujuan utamanya, tetapi APEC sekarang hanya dimanfaatkan salah satu pihak saja mendapatkan keuntungan dengan menghalalkan segala cara, walaupun yang dilakukanya merugikan orang lain. Padahal dalam islam sendiri tidak dibolehkan kesenangan yang dilakukan diatas orang lain, Harapan saya negara ini bisa lepas dari interfensi asing. Dalam artian lepas dari mereka dan mulai dari awal lagi. Dengan mengambil alih semua kekayaan negara menjadi milik negara, keluar dari tataran global,dan siap mandiri lepas dari hubungan luar negeri,indonesia harus yakin bahwa bangsa kita mempunyai kemampuan yang bisa digunakan sebagai ujung tombak bangsa kita sendiri.Kehancuran ekonomi global memperlihatkan perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko yang dihadapi perekonomian indonesia.</p>
<p>Wassalamualikum.Wr.Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Al-Mustofa</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-757</link>
		<dc:creator>Al-Mustofa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 13:55:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-757</guid>
		<description>Komentar
Al-Mustofa
B100060270
FE UMS
	APEC adala organisasi yang mengurusi masalah perekonomian Negara bagaimana agar bias lebih baik dan lebih maju lagi dan akan terbentuknya persatuan dan kesatuan antar Negara. Dan tugas utama adalah bagaimana cara mensinergikan agar terbentuk kerja sama dalam dunia perekonomian yang baik, bukan mengurusi masalah diluar itu seperti nuklir, terorisme dan lain sebagainya, kalau mengurusi masalah nuklir dan terorisme itu bukan ranahnya utnuk membahas, dan saya kira itu sudah ada lembaga yang mengurusinya sendiri jadi jangan di campur adukkan antara perekonomian dengan pemberantasan nuklir dan terorisme. Kata orang bijak â€œserahkan semua pada ahlinyaâ€, jadi organisasi OPEC ini harus diluruskan supaya kembali pada fungsi dan tujuan semula yaitu mengurusi di bidang kebijakan-kebijakan perekonomian dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar<br />
Al-Mustofa<br />
B100060270<br />
FE UMS<br />
	APEC adala organisasi yang mengurusi masalah perekonomian Negara bagaimana agar bias lebih baik dan lebih maju lagi dan akan terbentuknya persatuan dan kesatuan antar Negara. Dan tugas utama adalah bagaimana cara mensinergikan agar terbentuk kerja sama dalam dunia perekonomian yang baik, bukan mengurusi masalah diluar itu seperti nuklir, terorisme dan lain sebagainya, kalau mengurusi masalah nuklir dan terorisme itu bukan ranahnya utnuk membahas, dan saya kira itu sudah ada lembaga yang mengurusinya sendiri jadi jangan di campur adukkan antara perekonomian dengan pemberantasan nuklir dan terorisme. Kata orang bijak â€œserahkan semua pada ahlinyaâ€, jadi organisasi OPEC ini harus diluruskan supaya kembali pada fungsi dan tujuan semula yaitu mengurusi di bidang kebijakan-kebijakan perekonomian dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ratna Mekar Pratiwi  B100 050 166  FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-744</link>
		<dc:creator>Ratna Mekar Pratiwi  B100 050 166  FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:50:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-744</guid>
		<description>ratna mekar pratiwi  B100 050 166 FE UMS 

Assalamualaikum .wr.wb.

Menurut saya mampu karena APEK akan berkerja sama dengan bangsa -bangsa ke asia agar bisa membantu menyelsaika / melangguangi masalah krisis global

Wassalamualaikum .wr.wb.

BY : ratna mekar pratiwi  B100 050 166</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ratna mekar pratiwi  B100 050 166 FE UMS </p>
<p>Assalamualaikum .wr.wb.</p>
<p>Menurut saya mampu karena APEK akan berkerja sama dengan bangsa -bangsa ke asia agar bisa membantu menyelsaika / melangguangi masalah krisis global</p>
<p>Wassalamualaikum .wr.wb.</p>
<p>BY : ratna mekar pratiwi  B100 050 166</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sophan suryawan/B100060135</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-735</link>
		<dc:creator>sophan suryawan/B100060135</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 10:58:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-735</guid>
		<description>kenapa APEC membahas tentang terorisme dan senjata nuklir korut padahal APEC tugasnya adalah untuk kemajuan ekonomi dunia.
saya berpendapat bahwa mengapa APEC membahas kedua hal tersebut 
karena kedua hal tersebut sangat mempengaruhi kemajuan perekonomian dunia.
dengan adanya terorisme,misalnya kejadian bom bali,kita bisa melihat dari peristiwa itu,bahwa butuh banyak waktu untuk memulihkan perekonomian dibali.
Apakah APEC akan mampu mengatasi krisis global?
dalam mengatasi krisis mungkin butuh waktu lama untuk memulihkannya 
sebab adanya berbagai kesulitan dalam berbagai bidang dan adanya berbagai ketidakstabikan keadaan yang menyangkut masalah perekonomian.selain itu krisis global yang terjadi sekarang ini adalah krisis yang  cukup parah bahkan bisa dibilang parah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa APEC membahas tentang terorisme dan senjata nuklir korut padahal APEC tugasnya adalah untuk kemajuan ekonomi dunia.<br />
saya berpendapat bahwa mengapa APEC membahas kedua hal tersebut<br />
karena kedua hal tersebut sangat mempengaruhi kemajuan perekonomian dunia.<br />
dengan adanya terorisme,misalnya kejadian bom bali,kita bisa melihat dari peristiwa itu,bahwa butuh banyak waktu untuk memulihkan perekonomian dibali.<br />
Apakah APEC akan mampu mengatasi krisis global?<br />
dalam mengatasi krisis mungkin butuh waktu lama untuk memulihkannya<br />
sebab adanya berbagai kesulitan dalam berbagai bidang dan adanya berbagai ketidakstabikan keadaan yang menyangkut masalah perekonomian.selain itu krisis global yang terjadi sekarang ini adalah krisis yang  cukup parah bahkan bisa dibilang parah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gunawan P. (B100050155)</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-734</link>
		<dc:creator>Gunawan P. (B100050155)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 10:54:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-734</guid>
		<description>Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara. 

Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara. Semula mungkin tidak terbayang,
bagaimana mungkin masalah kredit macet di negara Amerika Serikat bisa berdampak pada negara-negara lain yang
tidak berdosa. Tapi itulah yang terjadi. Sebagai dampak dari ekonomi liberal yang dianut kebanyakan negara, termasuk
Indonesia, kini krisis ekonomi yang bermula datang dari Amerika Serikat, telah merembet ke negara-negara di Eropah,
Asia, Afrika, dan lain-lain.

Pertemuan ASEM yang diselenggarakan di Beijing bulan oktober yang lalu, mau tidak mau telah menambah agenda
pembahasan yang justru paling krusial untuk dibahas yaitu menggalang kerjasama diantara negara peserta dalam upaya
penanggulangan krisis keuangan global. Bahkan Presiden Amerika Serikat mendadak mengagendakan pertemuan
negara G-20 di Washington pada tanggal 14-15 November 2008 di Washington. Sebagai bangsa Indonesia, kita patut
bangga bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut diundang dalam pertemuan G-20 dimaksud. Ini menunjukkan
bahwa Indonesia sudah diperhitungkan, sehingga diperlukan kehadirannya dalam pertemuan tersebut.

Kerjasama internasional tentunya tidak akan berhenti dalam pembahasan di Washington saja. Setelah itu Presiden
Yudhoyono akan menghadiri pertemuan APEC di Peru, pada tanggal 23-24 November 2008. Selain masalah kerjasama
antar negara dan bilateral sesama anggota negara APEC, juga akan dibahas kelanjutan upaya kerjasama internasional
dalam mengatasi krisis keuangan global, yang sebelumnya telah disepakati di Beijing dan Washington.










Kehadiran Presiden Yudhoyono, baik di Washington maupun di Peru, tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi,
tidak hanya kepada dunia internasional, tapi juga penguatan daya tahan bangsa Indonesia menghadapi krisis keuangan
global tersebut. Langkah dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global banyak diapresiasi negara
lain. Kegesitan Presiden Yudhoyono dalam memimpin Rapat Kabinet ParipurnaÃ‚ pada tanggal 6 Oktober 2008 dengan
melibatkan para Menteri, KADIN, pengamat ekonomi, dan pemangku kepetingan lainnya, berhasil meredam dampak
yang lebih luas dari krisis keuangan global tersebut di dalam negeri.










Upaya pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global tentunya perlu disosialisasikan agar masyarakat di dalam
negeri di semua lapisan dapat menempatkan duduk persoalannya secara proporsional, sehingga masyarakat tidak perlu
ikut panik apabila ada isu-isu yang menyesatkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.Ã‚ Untuk itu kita hargai
langkah Departemen Komunikasi dan Informatika yang telah menerbitkan buku, yang terdiri atas beberapa bagian, untuk
menjelaskan Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Keuangan Global. Kita berharap upaya Departemen
Komunikasi dan Informatika tersebut dapat membuat masyarakat lebih mengetahui persoalan yang sebenarnya,
sehingga dapat bersikap obyektif dalam menilai suatu kebijakan Pemerintah ( ibnu purna ) 


Gunawan P. (B100050155)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara. </p>
<p>Dampak krisis keuangan global kini telah menghantui hampir semua negara. Semula mungkin tidak terbayang,<br />
bagaimana mungkin masalah kredit macet di negara Amerika Serikat bisa berdampak pada negara-negara lain yang<br />
tidak berdosa. Tapi itulah yang terjadi. Sebagai dampak dari ekonomi liberal yang dianut kebanyakan negara, termasuk<br />
Indonesia, kini krisis ekonomi yang bermula datang dari Amerika Serikat, telah merembet ke negara-negara di Eropah,<br />
Asia, Afrika, dan lain-lain.</p>
<p>Pertemuan ASEM yang diselenggarakan di Beijing bulan oktober yang lalu, mau tidak mau telah menambah agenda<br />
pembahasan yang justru paling krusial untuk dibahas yaitu menggalang kerjasama diantara negara peserta dalam upaya<br />
penanggulangan krisis keuangan global. Bahkan Presiden Amerika Serikat mendadak mengagendakan pertemuan<br />
negara G-20 di Washington pada tanggal 14-15 November 2008 di Washington. Sebagai bangsa Indonesia, kita patut<br />
bangga bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut diundang dalam pertemuan G-20 dimaksud. Ini menunjukkan<br />
bahwa Indonesia sudah diperhitungkan, sehingga diperlukan kehadirannya dalam pertemuan tersebut.</p>
<p>Kerjasama internasional tentunya tidak akan berhenti dalam pembahasan di Washington saja. Setelah itu Presiden<br />
Yudhoyono akan menghadiri pertemuan APEC di Peru, pada tanggal 23-24 November 2008. Selain masalah kerjasama<br />
antar negara dan bilateral sesama anggota negara APEC, juga akan dibahas kelanjutan upaya kerjasama internasional<br />
dalam mengatasi krisis keuangan global, yang sebelumnya telah disepakati di Beijing dan Washington.</p>
<p>Kehadiran Presiden Yudhoyono, baik di Washington maupun di Peru, tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi,<br />
tidak hanya kepada dunia internasional, tapi juga penguatan daya tahan bangsa Indonesia menghadapi krisis keuangan<br />
global tersebut. Langkah dan kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global banyak diapresiasi negara<br />
lain. Kegesitan Presiden Yudhoyono dalam memimpin Rapat Kabinet ParipurnaÃ‚ pada tanggal 6 Oktober 2008 dengan<br />
melibatkan para Menteri, KADIN, pengamat ekonomi, dan pemangku kepetingan lainnya, berhasil meredam dampak<br />
yang lebih luas dari krisis keuangan global tersebut di dalam negeri.</p>
<p>Upaya pemerintah dalam mengatasi krisis keuangan global tentunya perlu disosialisasikan agar masyarakat di dalam<br />
negeri di semua lapisan dapat menempatkan duduk persoalannya secara proporsional, sehingga masyarakat tidak perlu<br />
ikut panik apabila ada isu-isu yang menyesatkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.Ã‚ Untuk itu kita hargai<br />
langkah Departemen Komunikasi dan Informatika yang telah menerbitkan buku, yang terdiri atas beberapa bagian, untuk<br />
menjelaskan Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Krisis Keuangan Global. Kita berharap upaya Departemen<br />
Komunikasi dan Informatika tersebut dapat membuat masyarakat lebih mengetahui persoalan yang sebenarnya,<br />
sehingga dapat bersikap obyektif dalam menilai suatu kebijakan Pemerintah ( ibnu purna ) </p>
<p>Gunawan P. (B100050155)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FERY EKO RIZKHI RIDWAN(B100060134)</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-723</link>
		<dc:creator>FERY EKO RIZKHI RIDWAN(B100060134)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:37:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-723</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr.Wb

Saya merasa bahwa APEC tidak dapat menanggulangi krisis Global. Karena sesungguhnya APEC itu adalah organisasi yang bertujuan membangun Ekonomi yang maju dan kondusif di Asia Pasifik bersama tapi pada pertemuan APEC tersebut malah membahas tentang Sub terorisme dan Nuklir. Itu sebenarnya mau menanggulangi Krisis Global atau Perang Saudara?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb</p>
<p>Saya merasa bahwa APEC tidak dapat menanggulangi krisis Global. Karena sesungguhnya APEC itu adalah organisasi yang bertujuan membangun Ekonomi yang maju dan kondusif di Asia Pasifik bersama tapi pada pertemuan APEC tersebut malah membahas tentang Sub terorisme dan Nuklir. Itu sebenarnya mau menanggulangi Krisis Global atau Perang Saudara?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vila Hening Qur'ana</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-712</link>
		<dc:creator>vila Hening Qur'ana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:07:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-712</guid>
		<description>Menurut saya : 
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &quot;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya :<br />
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.<br />
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &#8220;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,<br />
Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.<br />
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.<br />
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vila Hening Qur'ana</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-711</link>
		<dc:creator>vila Hening Qur'ana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 08:01:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-711</guid>
		<description>Menurut saya : 
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &quot;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena APEC merupakan wadah sekumpulan negara-negara pengekspor minyak di berbagai dunia. jadi APEC bukan solusi, dan solusi untuk mengatasi krisis keuangan global adalah menegakkan sistem perekonomian berdasarkan syariah islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya :<br />
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global untuk itu Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.<br />
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &#8220;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,<br />
Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata. Yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.<br />
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.<br />
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.<br />
APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena APEC merupakan wadah sekumpulan negara-negara pengekspor minyak di berbagai dunia. jadi APEC bukan solusi, dan solusi untuk mengatasi krisis keuangan global adalah menegakkan sistem perekonomian berdasarkan syariah islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Afif Baharudin. B 100 060 187</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-708</link>
		<dc:creator>Afif Baharudin. B 100 060 187</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:42:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-708</guid>
		<description>ASSALAMU&#039;ALAIKUM.WR.WB

saya menanggapi permasalahahan rencana pertemuan APEC untuk mengatasi krisis global.menurut saya selama itu bertujuan untuk mensejahterakan umat manusia boleh-boleh saja.
Tapi selama negara-negara di dunia masih menggunakansistim kapitalisme maka ApEC akan kesulitan untuk mengatasi krisis yang terjadi saat ini.
untuk menaggulangi krisis saat ini negara-negara di dunia harus menggunakan sistim yang baru yaitu &quot;SISTEM PEREKONOMIAN ISLAM &quot;yang di anggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis global saat ini.

wassalamu&#039;alaikum.wr.wb

Afif Baharudin W.H
FE.UMS
B.100.060.187</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMU&#8217;ALAIKUM.WR.WB</p>
<p>saya menanggapi permasalahahan rencana pertemuan APEC untuk mengatasi krisis global.menurut saya selama itu bertujuan untuk mensejahterakan umat manusia boleh-boleh saja.<br />
Tapi selama negara-negara di dunia masih menggunakansistim kapitalisme maka ApEC akan kesulitan untuk mengatasi krisis yang terjadi saat ini.<br />
untuk menaggulangi krisis saat ini negara-negara di dunia harus menggunakan sistim yang baru yaitu &#8220;SISTEM PEREKONOMIAN ISLAM &#8220;yang di anggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis global saat ini.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaikum.wr.wb</p>
<p>Afif Baharudin W.H<br />
FE.UMS<br />
B.100.060.187</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vila hening qur'ana( B 100050352)</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-702</link>
		<dc:creator>vila hening qur'ana( B 100050352)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:18:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-702</guid>
		<description>menurut saya APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena krisis keuanagan global terjadi karena sistem perekonomian yang sudah tua dan tidak mungkin dapat di pakai lagi sebagai sistem keuangan.ubtuk itu soluasinya adalah dengan melakukan perombakan dengan menggunakan sistem ekonomi syariah.
Krisis Global Dorong Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &quot;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,
&quot;Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata ... yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya APEC tidak bisa menanggulangi krisis keuangan global karena krisis keuanagan global terjadi karena sistem perekonomian yang sudah tua dan tidak mungkin dapat di pakai lagi sebagai sistem keuangan.ubtuk itu soluasinya adalah dengan melakukan perombakan dengan menggunakan sistem ekonomi syariah.<br />
Krisis Global Dorong Ekonomi Syariah Sebagai Alternatif Kapitalisme Perkembangan sistem finansial syariah yang pesat boleh jadi mendapat tambahan dorongan sebagai alternatif atas kapitalisme, dengan berlangsungnya krisis perbankan dan kehancuran pasar kredit saat ini, demikian menurut pendapat para akademisi Islam dan ulama.<br />
Kehancuran ekonomi global memperlihatkan &#8220;perlunya dilakukan perombakan radikal dan struktural dalam sistem finansial global. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko,<br />
&#8220;Bank-bank Islam tak membeli kredit, tetapi mengelola aset nyata &#8230; yang memberikan perlindungan dari berbagai kesulitan yang kini dialami bank-bank Eropa dan AS.<br />
Keuangan Islam berbeda dengan kapitalisme dalam dua hal. Finansial syariah melarang pinjaman dengan beban bunga, yang dipandang sebagai riba, suatu praktek yang terlarang oleh Islam.<br />
Sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi. Sebagai gantinya, risiko ditanggung bersama dan keuntungan dibagi dua antara bank dan nasabah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: WIDYA MAHARANI - B100 060 257 (FE UMS)</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-700</link>
		<dc:creator>WIDYA MAHARANI - B100 060 257 (FE UMS)</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:08:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-700</guid>
		<description>Assalamuâ€™alaikum wr.wb........... 
            Hampir menjadi tradisi pertemuan-pertemuan pemimpin negara-negara Asia Pacific Economic Cooperation (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik/APEC) selalu disambut oleh aksi parlemen jalanan yang cukup marak yang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat sipil dunia, tidak terkecuali pertemuan yang sekarang sedang berlangsung di Santiago Chile. Gerakan oposisi masyarakat sipil internasional ini sering juga disebut dengan gerakan antiglobalisasi.  
            Berbagai macam aktivis dengan ragam mazhab ideologi gerakan bergabung di dalamnya, ada kelompok buruh yang mengkhawatirkan globalisasi industri yang diakselarasi oleh konvensi-konvensi tingkat tinggi seperti APEC akan menyebabkan terjadinya pengangguran yang masif khususnya di negara-negara berkembang atau miskin.
Misi APEC untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas untuk  meningkatkan kemakmuran bersama jauh panggang dari api.  Terbentuknya kawasan perdagangan bebas yang menguntungkan semua negara APEC memang tidak eksis, hal ini tidak lain karena AS dan beberapa negara industri lainnya secara sepihak  sering berlaku tidak adil terhadap negara-negara anggota APEC yang tergolong sebagai negara berkembang.  AS dan negara-negara maju lainnya sering memaksa negara-negara berkembang tersebut untuk membuka pasarnya bagi produk mereka, tetapi pada saat yang bersamaan  mereka kurang terbuka terhadap produk dari negara-negara berkembang tersebut.  Kegagalan APEC dalam mewujudkan kesejahteraan bersama antar anggotanya juga dipertanyakan karena agenda-agenda ekonomi yang dibicarakan pada forum  ini sangat didominasi oleh negara adidaya khususnya Amerika Serikat.  Agenda-agenda pembicaraan APEC hampir tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS.  
Jadi dapat disimpulkan bahwa APEC belum tentu dapat menaggulangi krisis global yang terjadi sekarang ini, jika secara tidak langsung APEC tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS dan tampaknya  didominasi oleh negara-negara maju( khususnya AS). Ini dapat mengakibatkan ketidakadilan perdagangan internasional antara negara maju dengan negara berkembang dan miskin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamuâ€™alaikum wr.wb&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
            Hampir menjadi tradisi pertemuan-pertemuan pemimpin negara-negara Asia Pacific Economic Cooperation (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik/APEC) selalu disambut oleh aksi parlemen jalanan yang cukup marak yang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat sipil dunia, tidak terkecuali pertemuan yang sekarang sedang berlangsung di Santiago Chile. Gerakan oposisi masyarakat sipil internasional ini sering juga disebut dengan gerakan antiglobalisasi.<br />
            Berbagai macam aktivis dengan ragam mazhab ideologi gerakan bergabung di dalamnya, ada kelompok buruh yang mengkhawatirkan globalisasi industri yang diakselarasi oleh konvensi-konvensi tingkat tinggi seperti APEC akan menyebabkan terjadinya pengangguran yang masif khususnya di negara-negara berkembang atau miskin.<br />
Misi APEC untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas untuk  meningkatkan kemakmuran bersama jauh panggang dari api.  Terbentuknya kawasan perdagangan bebas yang menguntungkan semua negara APEC memang tidak eksis, hal ini tidak lain karena AS dan beberapa negara industri lainnya secara sepihak  sering berlaku tidak adil terhadap negara-negara anggota APEC yang tergolong sebagai negara berkembang.  AS dan negara-negara maju lainnya sering memaksa negara-negara berkembang tersebut untuk membuka pasarnya bagi produk mereka, tetapi pada saat yang bersamaan  mereka kurang terbuka terhadap produk dari negara-negara berkembang tersebut.  Kegagalan APEC dalam mewujudkan kesejahteraan bersama antar anggotanya juga dipertanyakan karena agenda-agenda ekonomi yang dibicarakan pada forum  ini sangat didominasi oleh negara adidaya khususnya Amerika Serikat.  Agenda-agenda pembicaraan APEC hampir tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS.<br />
Jadi dapat disimpulkan bahwa APEC belum tentu dapat menaggulangi krisis global yang terjadi sekarang ini, jika secara tidak langsung APEC tidak mungkin melepaskan diri dari intervensi AS dan tampaknya  didominasi oleh negara-negara maju( khususnya AS). Ini dapat mengakibatkan ketidakadilan perdagangan internasional antara negara maju dengan negara berkembang dan miskin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lilis yulianingsih B100060267 FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/11/06/apakah-apec-akan-mampu-menanggulangi-krisis-global/comment-page-1/#comment-696</link>
		<dc:creator>lilis yulianingsih B100060267 FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 06:30:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1433#comment-696</guid>
		<description>Asslamualaikum ,wr ,wb
Di saat mengalami penderitaan Krisis Perekonomian Global ,Kenapa masih ada yang berpikir tentang  isu terorisme dan senjata nuklir? Seharusnya APEC  berjuang sepenuhnya untuk kepentingan bersama dan demi kebaikan bersama dan tidak mengambil keuntungan  tetapi merugikan orang banyak.Kapan kita akan keluar dari penderitaan krisis ekonomi global  ini apabila kepentingan bersama tidak di utamakan? Seharusnya KTT APEC lebih Bijak dalam menangani masalah ini.
Wasalamualaikum,wr,wb

By Lilis yulianingsih ( B 100060267 )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslamualaikum ,wr ,wb<br />
Di saat mengalami penderitaan Krisis Perekonomian Global ,Kenapa masih ada yang berpikir tentang  isu terorisme dan senjata nuklir? Seharusnya APEC  berjuang sepenuhnya untuk kepentingan bersama dan demi kebaikan bersama dan tidak mengambil keuntungan  tetapi merugikan orang banyak.Kapan kita akan keluar dari penderitaan krisis ekonomi global  ini apabila kepentingan bersama tidak di utamakan? Seharusnya KTT APEC lebih Bijak dalam menangani masalah ini.<br />
Wasalamualaikum,wr,wb</p>
<p>By Lilis yulianingsih ( B 100060267 )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
