<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Pandangan Hukum Islam atas Subprime Mortgage?</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: RINA  AVIANTI / B100060185 / H</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-752</link>
		<dc:creator>RINA  AVIANTI / B100060185 / H</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 13:35:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-752</guid>
		<description>Kebangkrutan ekonomi di AS adalah masalah yang dibuat oleh AS sendiri terutama oleh para pelaku bisnisnya di bursa saham Wall street. Bank-bank investasi dan perusahaan sekuritas lainnya telah menciptakan suatu pasar yang penuh resiko yang disebut dengan pasar sub-primer untuk meminjamkan kreditnya. Terutama pada pasar subprime mortgage.

Mortgage merupakan hutang untuk membeli property dimana property tersebut digunakan sebagai jaminan. Misalnya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mortgage ini dibagi dua yaitu, prime mortgage dan subprime mortgage. Sederhananya, Prime mortgage biasanya diberikan kepada : peminjam yang memiliki sejarah kredit yang bagus (misal tidak pernah bangkrut, tidak terlambat membayar bill, dll) dan dapat menunjukan kapasitas untuk membayar kembali hutangnya (misal pendapatan besar, rasio dari loan terhadap nilai properti rendah, dll). Sedangkan subprime mortgage diberikan kepada peminjam yang tidak memenuhi ketiga persyaratan tersebut. Subprime mortgage bisa dikatakan mortgage (surat hutang properti) dengan resiko yang lebih tinggi dibandingkan prime mortage.3

Pasar sub-primer telah membuka peluang bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah untuk mendapatkan pinjaman terutama kredit perumahan (sub-primer mortgage). 25 % dari penduduk AS adalah mereka yang masuk kategori tersebut, sehingga menciptakan peluang pasar baru. Tentu kredit yang mereka dapatkan diiringi dengan tingkat suku bunga yang tinggi. Padahal kemampuan mereka yang rendah ini tentu sangat berisiko tinggi menyebabkan macetnya kredit. Inilah mengapa banyak bank-bank tradisional menjauhi pasar yang penuh resiko ini.

Peminjaman pada sub-prime mortgage terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004, 2005, dan 2006, persentase subprime mortgage adalah 23.8%, 25.5%, dan 22.8% dari total pemberian pinjaman mortgage pertahunnya. Peningkatan ini di awali sejak runtuhnya saham-saham teknologi yang memaksa Bank Sentral untuk menurunkan target suku bunga yang juga berpengaruh pada suku bunga mortgage tersebut. Sehingga para pemberi pinjaman pun mengiming-imingi pasar mereka dengan suku bunga yang rendah pada 2 tahun pertama. Namun suku bunga tersebut di-reset setelah 2 tahun yang tentunya tingkat suku bunga setelah di-reset menjadi lebih tinggi. Maka sudah barang tentu mereka yang berada pada subprimer akan mengalami gagal bayar. Karena mereka yang melakukan pinjaman pada pasar tersebut adalah mereka yang memiliki track record yang relatif buruk dalam membeli rumah.

Pemberi mortgage (subprime lenders) mengumpulkan sejumlah mortage kemudian dijual kepada bank komersial, dan bank komersial tersebut menjualnya lagi kepada bank investasi. Mortgage ini dikemas menjadi MBS (Mortgage-Backed Securities) yang merupakan aset bagi bank investasi karena pemasukan didapat dari pembayaran bunga mortgage dan pelunasan hutang. MBS ini dikemas lagi dengan sejumlah instrument utang lainnya sehingga menjadi CDOs (Collateratized Debt Obligations). CDOs inilah yang dijual dan beredar di pasar saham, karena sumber pendapatan yang ada pada CDOs ini selain dari MBS sendiri juga dari instrumen hutang lainnya. Nah karena CDOs ini adalah hasil subprime mortgage jadilah â€˜penyakitâ€™ gagal bayar subprime mortgage tersebar kemana-mana.

Praktik-praktik keuangan semacam inilah yang menyebabkan krisis kredit macet. Penjualan CDOs, MBS, maupun obligasi dan surat hutang lainnya telah menarik para spekulan untuk bermain pada sektor non riil tersebut. Wall Street dan bursa saham lainnya berubah menjadi arena perjudian. Dengan asumsi lembaga-lembaga tersebut bisa memindahkan resiko mereka kepada lembaga lain yang dianggap mampu. Namun apa yang mereka lakukan hanyalah menumpuk-numpuk sejumlah kertas tak berharga yang akhirnya membawa kerugian yang besar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebangkrutan ekonomi di AS adalah masalah yang dibuat oleh AS sendiri terutama oleh para pelaku bisnisnya di bursa saham Wall street. Bank-bank investasi dan perusahaan sekuritas lainnya telah menciptakan suatu pasar yang penuh resiko yang disebut dengan pasar sub-primer untuk meminjamkan kreditnya. Terutama pada pasar subprime mortgage.</p>
<p>Mortgage merupakan hutang untuk membeli property dimana property tersebut digunakan sebagai jaminan. Misalnya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mortgage ini dibagi dua yaitu, prime mortgage dan subprime mortgage. Sederhananya, Prime mortgage biasanya diberikan kepada : peminjam yang memiliki sejarah kredit yang bagus (misal tidak pernah bangkrut, tidak terlambat membayar bill, dll) dan dapat menunjukan kapasitas untuk membayar kembali hutangnya (misal pendapatan besar, rasio dari loan terhadap nilai properti rendah, dll). Sedangkan subprime mortgage diberikan kepada peminjam yang tidak memenuhi ketiga persyaratan tersebut. Subprime mortgage bisa dikatakan mortgage (surat hutang properti) dengan resiko yang lebih tinggi dibandingkan prime mortage.3</p>
<p>Pasar sub-primer telah membuka peluang bagi mereka yang memiliki pendapatan rendah untuk mendapatkan pinjaman terutama kredit perumahan (sub-primer mortgage). 25 % dari penduduk AS adalah mereka yang masuk kategori tersebut, sehingga menciptakan peluang pasar baru. Tentu kredit yang mereka dapatkan diiringi dengan tingkat suku bunga yang tinggi. Padahal kemampuan mereka yang rendah ini tentu sangat berisiko tinggi menyebabkan macetnya kredit. Inilah mengapa banyak bank-bank tradisional menjauhi pasar yang penuh resiko ini.</p>
<p>Peminjaman pada sub-prime mortgage terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004, 2005, dan 2006, persentase subprime mortgage adalah 23.8%, 25.5%, dan 22.8% dari total pemberian pinjaman mortgage pertahunnya. Peningkatan ini di awali sejak runtuhnya saham-saham teknologi yang memaksa Bank Sentral untuk menurunkan target suku bunga yang juga berpengaruh pada suku bunga mortgage tersebut. Sehingga para pemberi pinjaman pun mengiming-imingi pasar mereka dengan suku bunga yang rendah pada 2 tahun pertama. Namun suku bunga tersebut di-reset setelah 2 tahun yang tentunya tingkat suku bunga setelah di-reset menjadi lebih tinggi. Maka sudah barang tentu mereka yang berada pada subprimer akan mengalami gagal bayar. Karena mereka yang melakukan pinjaman pada pasar tersebut adalah mereka yang memiliki track record yang relatif buruk dalam membeli rumah.</p>
<p>Pemberi mortgage (subprime lenders) mengumpulkan sejumlah mortage kemudian dijual kepada bank komersial, dan bank komersial tersebut menjualnya lagi kepada bank investasi. Mortgage ini dikemas menjadi MBS (Mortgage-Backed Securities) yang merupakan aset bagi bank investasi karena pemasukan didapat dari pembayaran bunga mortgage dan pelunasan hutang. MBS ini dikemas lagi dengan sejumlah instrument utang lainnya sehingga menjadi CDOs (Collateratized Debt Obligations). CDOs inilah yang dijual dan beredar di pasar saham, karena sumber pendapatan yang ada pada CDOs ini selain dari MBS sendiri juga dari instrumen hutang lainnya. Nah karena CDOs ini adalah hasil subprime mortgage jadilah â€˜penyakitâ€™ gagal bayar subprime mortgage tersebar kemana-mana.</p>
<p>Praktik-praktik keuangan semacam inilah yang menyebabkan krisis kredit macet. Penjualan CDOs, MBS, maupun obligasi dan surat hutang lainnya telah menarik para spekulan untuk bermain pada sektor non riil tersebut. Wall Street dan bursa saham lainnya berubah menjadi arena perjudian. Dengan asumsi lembaga-lembaga tersebut bisa memindahkan resiko mereka kepada lembaga lain yang dianggap mampu. Namun apa yang mereka lakukan hanyalah menumpuk-numpuk sejumlah kertas tak berharga yang akhirnya membawa kerugian yang besar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tina yhudi hastuti FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-605</link>
		<dc:creator>Tina yhudi hastuti FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:56:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-605</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr. Wb
 SUBPRIME MORTAGE  menurut saya adalah sebuah krisis keuangan secara global yang diakibatkan karena:
1) sistem utang yang didasarkanpada riba 
2) barang jaminan utang yang ditransaksikan
3) Harta yang hanya berputar dikalangan tertentu dalam bentuk derivatit dan bubble economy.
Ini akan mengakibatkan krisis keuangan secara global. Dan itu semua akan berdampak juga kepada Indonesia. Jika tidak ada kebijakan dari pemerintah, untuk menstabilkan perekonomian maka indonesia akan menjadi negara yang berpenduduk miskin. Bila tidak menginginkan kemiskinan bertambah pemerinth harus mempunyai kebijakan dan meganut sistem atau kebijakan ekonomi islam.
Karena kita ketahui sendiri hukum dari subprime mortage adalah haram.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb<br />
 SUBPRIME MORTAGE  menurut saya adalah sebuah krisis keuangan secara global yang diakibatkan karena:<br />
1) sistem utang yang didasarkanpada riba<br />
2) barang jaminan utang yang ditransaksikan<br />
3) Harta yang hanya berputar dikalangan tertentu dalam bentuk derivatit dan bubble economy.<br />
Ini akan mengakibatkan krisis keuangan secara global. Dan itu semua akan berdampak juga kepada Indonesia. Jika tidak ada kebijakan dari pemerintah, untuk menstabilkan perekonomian maka indonesia akan menjadi negara yang berpenduduk miskin. Bila tidak menginginkan kemiskinan bertambah pemerinth harus mempunyai kebijakan dan meganut sistem atau kebijakan ekonomi islam.<br />
Karena kita ketahui sendiri hukum dari subprime mortage adalah haram.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: EVILIA INDRIYANI FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-601</link>
		<dc:creator>EVILIA INDRIYANI FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:39:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-601</guid>
		<description>Assalammualaikum wr.wb
Pandangan Hukum Islam mengenai suprime mortgage menurut pendapat saya hukumnya adalah Haram.Berdasarkan fakta penyebab krisis keuangan global yang terjadi dalam ekonomi dunia hukumnya adalah Haram kerena bertentangan dengan syaraâ€™.Krisis keuangan global yang berdampak negatif dalam negara-yang sedang berkembang akan mempengaruhi sistem pemerintahan ekonomi yang ada dalam negara tersebut.Kebangkrutan atas krisis keuangan global akibat dari krisis kredit perumahan yang beresiko tinggi.Banyak mempengaruhi pada negara-negara yang sedang berkembang.Jadi pemerintah dalam menangulangi suprime mortgage harus dapat menjaga dan melindungi kestabilan kondisi ekonominya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum wr.wb<br />
Pandangan Hukum Islam mengenai suprime mortgage menurut pendapat saya hukumnya adalah Haram.Berdasarkan fakta penyebab krisis keuangan global yang terjadi dalam ekonomi dunia hukumnya adalah Haram kerena bertentangan dengan syaraâ€™.Krisis keuangan global yang berdampak negatif dalam negara-yang sedang berkembang akan mempengaruhi sistem pemerintahan ekonomi yang ada dalam negara tersebut.Kebangkrutan atas krisis keuangan global akibat dari krisis kredit perumahan yang beresiko tinggi.Banyak mempengaruhi pada negara-negara yang sedang berkembang.Jadi pemerintah dalam menangulangi suprime mortgage harus dapat menjaga dan melindungi kestabilan kondisi ekonominya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ENITA RAHMAWATI</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-600</link>
		<dc:creator>ENITA RAHMAWATI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:38:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-600</guid>
		<description>Menurut saya subprime mortgage ini sangat ditentang sekali dalam Hukum Islam karena mengandung unsur riba. Di dalam sistem ekonomi Islam selalu mengharamkan dan menjauhkan dari unsur-unsur riba. Seharusnya sebagai negara yang sebagian besar penduduknya beragama islam, Pemerintah Indonesia segera mungkin menerapkan sistem ekonomi Islam karena prinsip ekonomi islam adalah mewajibkan beredarnya harta ke seluruh individu dan mencegah adanya penumpukan harta.
Krisis keuangan global yang akan berimbas terhadap seluruh sistem perekonomian dunia ini terjadi akibat adanya persaingan bebas yang terjadi dimana-mana. Di sini orang kaya selalu berkuasa dan menghalalkan segala cara meskipun merugikan orang lain.
Kalau sejak dulu Indonesia menerapkan sistem ekonomi Islam, mungkin keadaan kondisi perekonomian tidak terjadi seperti saat ini, karena di dalam islam selalu mementingkan kepentingan bersama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya subprime mortgage ini sangat ditentang sekali dalam Hukum Islam karena mengandung unsur riba. Di dalam sistem ekonomi Islam selalu mengharamkan dan menjauhkan dari unsur-unsur riba. Seharusnya sebagai negara yang sebagian besar penduduknya beragama islam, Pemerintah Indonesia segera mungkin menerapkan sistem ekonomi Islam karena prinsip ekonomi islam adalah mewajibkan beredarnya harta ke seluruh individu dan mencegah adanya penumpukan harta.<br />
Krisis keuangan global yang akan berimbas terhadap seluruh sistem perekonomian dunia ini terjadi akibat adanya persaingan bebas yang terjadi dimana-mana. Di sini orang kaya selalu berkuasa dan menghalalkan segala cara meskipun merugikan orang lain.<br />
Kalau sejak dulu Indonesia menerapkan sistem ekonomi Islam, mungkin keadaan kondisi perekonomian tidak terjadi seperti saat ini, karena di dalam islam selalu mementingkan kepentingan bersama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RIZKA DIAN RACHMAWATI FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-596</link>
		<dc:creator>RIZKA DIAN RACHMAWATI FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 04:57:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-596</guid>
		<description>Assalamuâ€™alaikum Wr. Wb. 
Krisis keuangan subprime mortgage merupakan  krisis yang disebabkan oleh  kredit pemilikan rumah dengan tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat risiko pasar kredit perumahan,kredit tersebut diberikan  pada konsumen yang memiliki kelayakan kredit kurang dari cukup,dan hal tersebut hukumnya haram karena  kredit tersebut menarik bunga yang sangat tinggi dan apabila trus dilakukan  dan tidak ditanggulangi akan berdampak  buruk terhadap kondisi  perekonomian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamuâ€™alaikum Wr. Wb.<br />
Krisis keuangan subprime mortgage merupakan  krisis yang disebabkan oleh  kredit pemilikan rumah dengan tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat risiko pasar kredit perumahan,kredit tersebut diberikan  pada konsumen yang memiliki kelayakan kredit kurang dari cukup,dan hal tersebut hukumnya haram karena  kredit tersebut menarik bunga yang sangat tinggi dan apabila trus dilakukan  dan tidak ditanggulangi akan berdampak  buruk terhadap kondisi  perekonomian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ENITA RAHMAWATI FE UMS</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-592</link>
		<dc:creator>ENITA RAHMAWATI FE UMS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 04:45:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-592</guid>
		<description>Assalamuâ€™alaikum Wr. Wb.
Menurut saya subprime mortgage ini sangat ditentang sekali dalam Hukum Islam karena mengandung unsur riba. Di dalam sistem ekonomi Islam selalu mengharamkan dan menjauhkan dari unsur-unsur riba. Seharusnya sebagai negara yang sebagian besar penduduknya beragama islam, Pemerintah Indonesia segera mungkin menerapkan sistem ekonomi Islam karena prinsip ekonomi islam adalah mewajibkan beredarnya harta ke seluruh individu dan mencegah adanya penumpukan harta.
Krisis keuangan global yang akan berimbas terhadap seluruh sistem perekonomian dunia ini terjadi akibat adanya persaingan bebas yang terjadi dimana-mana. Di sini orang kaya selalu berkuasa dan menghalalkan segala cara meskipun merugikan orang lain.
Kalau sejak dulu Indonesia menerapkan sistem ekonomi Islam, mungkin keadaan kondisi perekonomian tidak terjadi seperti saat ini, karena di dalam islam selalu mementingkan kepentingan bersama.
Waâ€™alaikum Salam Wr.Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamuâ€™alaikum Wr. Wb.<br />
Menurut saya subprime mortgage ini sangat ditentang sekali dalam Hukum Islam karena mengandung unsur riba. Di dalam sistem ekonomi Islam selalu mengharamkan dan menjauhkan dari unsur-unsur riba. Seharusnya sebagai negara yang sebagian besar penduduknya beragama islam, Pemerintah Indonesia segera mungkin menerapkan sistem ekonomi Islam karena prinsip ekonomi islam adalah mewajibkan beredarnya harta ke seluruh individu dan mencegah adanya penumpukan harta.<br />
Krisis keuangan global yang akan berimbas terhadap seluruh sistem perekonomian dunia ini terjadi akibat adanya persaingan bebas yang terjadi dimana-mana. Di sini orang kaya selalu berkuasa dan menghalalkan segala cara meskipun merugikan orang lain.<br />
Kalau sejak dulu Indonesia menerapkan sistem ekonomi Islam, mungkin keadaan kondisi perekonomian tidak terjadi seperti saat ini, karena di dalam islam selalu mementingkan kepentingan bersama.<br />
Waâ€™alaikum Salam Wr.Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darmawan Irsa Pratama, FE UMS, D</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-554</link>
		<dc:creator>Darmawan Irsa Pratama, FE UMS, D</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 13:24:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-554</guid>
		<description>Krisis Keuangan global juga berdampak terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Ini dipengaruhi juga oleh salah satu  dari sistem pemerintahan ekonomi di negara kita yang semakin tak karuan saja. Hal ini tidak akan terjadi apabila pemerintah dapat menjaga kestabilan kondisi ekonomi di negara Indonesia, pemerintah seharusnya mencoba mengunakan sistem ekonomi islam karena sebagian penduduk indonesia menganut agama islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis Keuangan global juga berdampak terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Ini dipengaruhi juga oleh salah satu  dari sistem pemerintahan ekonomi di negara kita yang semakin tak karuan saja. Hal ini tidak akan terjadi apabila pemerintah dapat menjaga kestabilan kondisi ekonomi di negara Indonesia, pemerintah seharusnya mencoba mengunakan sistem ekonomi islam karena sebagian penduduk indonesia menganut agama islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andri Reza, FE UMS, D</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/10/08/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas-subprime-mortgage/comment-page-1/#comment-543</link>
		<dc:creator>Andri Reza, FE UMS, D</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 17:26:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1222#comment-543</guid>
		<description>Krisis keuangan global yang terjadi menyeluruh di dunia mau tidak mau pasti akan berdampak terhadap kondisi ekonomi di negara kita Indonesia. Jika pemerintah kita tidak dapat menjaga kestabilan kondisi ekonomi di negara ini pasti akan menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan di negara Indonesia. Sistem ekonomi yang dianut pemerintah kita ternyata tidak dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam pemerintah harusnya dapat mencoba untuk menganut sistem ekonomi Islam yang Insya Allah akan dapat mensejahterakan rakyat Indonesia, karena sitem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang paling sempurna di dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis keuangan global yang terjadi menyeluruh di dunia mau tidak mau pasti akan berdampak terhadap kondisi ekonomi di negara kita Indonesia. Jika pemerintah kita tidak dapat menjaga kestabilan kondisi ekonomi di negara ini pasti akan menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan di negara Indonesia. Sistem ekonomi yang dianut pemerintah kita ternyata tidak dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam pemerintah harusnya dapat mencoba untuk menganut sistem ekonomi Islam yang Insya Allah akan dapat mensejahterakan rakyat Indonesia, karena sitem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang paling sempurna di dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
