<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Benarkah Krisis dan &#8220;Bubble&#8221; Ekonomi Bukan Bukti Kerusakan Kapitalisme?</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2010 07:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Iqbal Masril Djanaik</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-824</link>
		<dc:creator>Iqbal Masril Djanaik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:45:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-824</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum Wr.Wb;
Selamat Sore;

Data dari jawaban Bapak Dosen di atas:
Abu al-Muâ€™tashim (dalam Shiddiq Al-Jawi, 2008) menjelaskan, sekularisme merupakan pondasi Kapitalisme yang rapuh, karena tidak memuaskan akal dan tidak selaras dengan fitrah manusia. Disebut tak memuaskan akal, karena sekularisme hanya jalan tengah (al-hall al-wasath) antara dua kutub ekstrem, yaitu ketundukan total pada dominasi Gereja di satu sisi dan penolakan total terhadap agama Katolik di sisi lain. Akhirnya, diambil jalan tengah sebagai hasil langkah pragmatis, bukan hasil proses berpikir yang masuk akal. Tunduk total pada Gereja tidak, menolak total agama Katolik juga tidak. Jadi agama tetap diakui keberadaannya, tetapi hanya berfungsi di Gereja, tidak boleh lagi berperan di sektor publik seperti politik, ekonomi, dan sosial sebagaimana di Abad Pertengahan (486-1453 M). Bangsa Eropa Kristen sudah kapok hidup terbelakang pada abad-abad kegelapan itu, ketika Gereja membunuh 300 ribu ilmuwan, 32 ribu di antaranya dibakar hidup-hidup. Disebut tak sesuai fitrah, karena sekularisme telah menafikan naluri beragama (gharÃ®zah tadayyun), sebagai bagian dari fitrah manusia. Padahal naluri beragama secara natural mengakui kelemahan dan ketidakmampuan diri dalam mengatur kehidupan. Kerapuhan pondasi kapitalisme inilah yang membawa atau mengakibatkan rusaknya segala aspek kehidupan praktis manusia. 
Komentar ku : aduh kasian banget deh........manusia zaman dahulu harus meninggal sia-sia apalagi bangsa Eropa zaman dahulu pada saat masa kegelapan yang telah keji membunuh ilmuwan nya sendiri dan sampai hati alias tega banget sejumlah 300 ribu ilmuwan; andaikata Rasul Isa a.s dibangkitkan lagi oleh Tuhan Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW dibangkitkan kembali, kira-kira apa kata mereka berdua ya terhadap umat beragama zaman dulunya dan zaman ini .................. ??????
Maafkan, perandaian tadi pasti tidak akan mungkin terjadi kan. Mana mungkin Tuhan Allah SWT akan menghidupkan kembali Rasul Isa a.s dan Rasul Muhammad SAW secara bersamaan waktunya apalagi saat zaman ini ? Pasti ngak mungkin kan.

Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum Wr.Wb;<br />
Selamat Sore;</p>
<p>Data dari jawaban Bapak Dosen di atas:<br />
Abu al-Muâ€™tashim (dalam Shiddiq Al-Jawi, 2008) menjelaskan, sekularisme merupakan pondasi Kapitalisme yang rapuh, karena tidak memuaskan akal dan tidak selaras dengan fitrah manusia. Disebut tak memuaskan akal, karena sekularisme hanya jalan tengah (al-hall al-wasath) antara dua kutub ekstrem, yaitu ketundukan total pada dominasi Gereja di satu sisi dan penolakan total terhadap agama Katolik di sisi lain. Akhirnya, diambil jalan tengah sebagai hasil langkah pragmatis, bukan hasil proses berpikir yang masuk akal. Tunduk total pada Gereja tidak, menolak total agama Katolik juga tidak. Jadi agama tetap diakui keberadaannya, tetapi hanya berfungsi di Gereja, tidak boleh lagi berperan di sektor publik seperti politik, ekonomi, dan sosial sebagaimana di Abad Pertengahan (486-1453 M). Bangsa Eropa Kristen sudah kapok hidup terbelakang pada abad-abad kegelapan itu, ketika Gereja membunuh 300 ribu ilmuwan, 32 ribu di antaranya dibakar hidup-hidup. Disebut tak sesuai fitrah, karena sekularisme telah menafikan naluri beragama (gharÃ®zah tadayyun), sebagai bagian dari fitrah manusia. Padahal naluri beragama secara natural mengakui kelemahan dan ketidakmampuan diri dalam mengatur kehidupan. Kerapuhan pondasi kapitalisme inilah yang membawa atau mengakibatkan rusaknya segala aspek kehidupan praktis manusia.<br />
Komentar ku : aduh kasian banget deh&#8230;&#8230;..manusia zaman dahulu harus meninggal sia-sia apalagi bangsa Eropa zaman dahulu pada saat masa kegelapan yang telah keji membunuh ilmuwan nya sendiri dan sampai hati alias tega banget sejumlah 300 ribu ilmuwan; andaikata Rasul Isa a.s dibangkitkan lagi oleh Tuhan Allah SWT dan Rasul Muhammad SAW dibangkitkan kembali, kira-kira apa kata mereka berdua ya terhadap umat beragama zaman dulunya dan zaman ini &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ??????<br />
Maafkan, perandaian tadi pasti tidak akan mungkin terjadi kan. Mana mungkin Tuhan Allah SWT akan menghidupkan kembali Rasul Isa a.s dan Rasul Muhammad SAW secara bersamaan waktunya apalagi saat zaman ini ? Pasti ngak mungkin kan.</p>
<p>Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asngari71</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-815</link>
		<dc:creator>asngari71</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 06:40:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-815</guid>
		<description>Selama sistem ekonomi menjalankan riba, maka Allah akan memeranginya dengan rusaknya sistem itu sendiri. Seperti kapitalisme, yang tumbuh subur dengan riba, pastilah akan hancur. Tanda-tanda kehancurannya sudah nampak di depan mata kita, seperti riba dari bunga yang menyulut krisis global (ekonomi, pangan dan energi) serta krisis moral (hati nurani), ketimpangan sektor riil dan moneter, ketimpangan pendapatan, serta eksploitasi yang terus berlangsung dengan sendirinya melalui struktur pasar monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Kita diajarkan oleh teori, struktur pasar tadi prilakunya eksploitasi yang menimbulkan hilangnya kesejahteraan konsumen dan produsen (deadweight loss).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selama sistem ekonomi menjalankan riba, maka Allah akan memeranginya dengan rusaknya sistem itu sendiri. Seperti kapitalisme, yang tumbuh subur dengan riba, pastilah akan hancur. Tanda-tanda kehancurannya sudah nampak di depan mata kita, seperti riba dari bunga yang menyulut krisis global (ekonomi, pangan dan energi) serta krisis moral (hati nurani), ketimpangan sektor riil dan moneter, ketimpangan pendapatan, serta eksploitasi yang terus berlangsung dengan sendirinya melalui struktur pasar monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Kita diajarkan oleh teori, struktur pasar tadi prilakunya eksploitasi yang menimbulkan hilangnya kesejahteraan konsumen dan produsen (deadweight loss).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RINA  AVIANTI / B100060185 / H</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-754</link>
		<dc:creator>RINA  AVIANTI / B100060185 / H</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 13:42:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-754</guid>
		<description>PETAKA KRISIS EKONOMI AS, BUKTI KERAPUHAN KAPITALISME!!
Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat (AS) pada tanggal 27 September 2008 silam telah ikut mengguncang pasar saham dunia. Krisis yang ditandai dengan bangkrutnya perusahaan sekuritas Lehman Brothers menjadi pertanda ambruknya sistem ekonomi Kapitalis AS. Perusahaan yang telah berusia 158 tahun milik Yahudi ini menyatakan kebangkrutannya hari Selasa 16 September 2008 lalu. Begitu juga dengan kolapsnya beberapa bank dan perusahaan besar lainnya di AS telah menyebabkan keguncangan perekonomian global. Ini kah akhir dari sebuah negara adidaya AS dengan sistem ekonomi neo-liberal nya?

Bangkrutnya Lehman Brothers ini telah menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. Perusahaan tersebut telah melakukan pemecatan 5 persen dari 25.000 jumlah total karyawannya yang tersebar dalam jaringan perusahaannya di seluruh dunia atau sekitar 1.500 orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa perusahaan finansial sekelas Lehman Brothers juga menyimpan kelemahan yang berujung pada ambruknya perusahaan tersebut. Mengutip pernyataan kepala ekonom di The Saudi British Bank (SBB), John Sfakianakis yang mengatakan bahwa â€œkrisis perbankan yang terjadi di AS menunjukkan bahwa tak ada satu pun institusi finansial yang sempurna dan AS perlu segera memperbaiki regulasinya.â€

Sebelum Lehman, sejumah perusahaan di AS juga sudah melakukan pemangkasan karyawan. Misalnya perusahaan penerbitan koran Gannett Co. Inc. menyatakan akan merumahkan 600 karyawannya dan Ford Motor Co. akan mengurangi 300 orang karyawannya. Para analis mempekirakan tingkat pengangguran AS sampai pertengahan tahun 2009 akan meningkat dari 5,7 persen menjadi 6,5 persen. Bertambahnya pengangguran berarti bertambahnya beban perekonomian pemerintah.1

Kolapsnya Lehman Brothers juga diikuti oleh rivalnya Merril Lynch yang harus rela diakuisisi oleh Bank of America. Begitu juga dengan perusahaan sekuritas, penjamin kredit dan sejumlah bank investasi lainnya ikut rontok satu persatu.2 Peristiwa ini telah menyebabkan keguncangan yang luar biasa di lantai bursa Wall Street. Rontoknya Pasar Saham terbesar di dunia tersebut ikut mengguncang pasar saham di beberapa negara lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pemerintah AS pun dengan terpaksa harus menalangi perusahaan-perusahaan kapital tersebut dengan mengucurkan dana segar untuk menyelamatkan perekonomiannya. Keputusan Presiden Bush tersebut yang ingin mem-bail out perusahaan-perusahaan keuangan dengan USD 700 miliar ditentang oleh banyak anggota DPR AS. Karena kerugian yang diperkirakan mencapai USD 5 triliun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PETAKA KRISIS EKONOMI AS, BUKTI KERAPUHAN KAPITALISME!!<br />
Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat (AS) pada tanggal 27 September 2008 silam telah ikut mengguncang pasar saham dunia. Krisis yang ditandai dengan bangkrutnya perusahaan sekuritas Lehman Brothers menjadi pertanda ambruknya sistem ekonomi Kapitalis AS. Perusahaan yang telah berusia 158 tahun milik Yahudi ini menyatakan kebangkrutannya hari Selasa 16 September 2008 lalu. Begitu juga dengan kolapsnya beberapa bank dan perusahaan besar lainnya di AS telah menyebabkan keguncangan perekonomian global. Ini kah akhir dari sebuah negara adidaya AS dengan sistem ekonomi neo-liberal nya?</p>
<p>Bangkrutnya Lehman Brothers ini telah menyebabkan meningkatnya angka pengangguran. Perusahaan tersebut telah melakukan pemecatan 5 persen dari 25.000 jumlah total karyawannya yang tersebar dalam jaringan perusahaannya di seluruh dunia atau sekitar 1.500 orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa perusahaan finansial sekelas Lehman Brothers juga menyimpan kelemahan yang berujung pada ambruknya perusahaan tersebut. Mengutip pernyataan kepala ekonom di The Saudi British Bank (SBB), John Sfakianakis yang mengatakan bahwa â€œkrisis perbankan yang terjadi di AS menunjukkan bahwa tak ada satu pun institusi finansial yang sempurna dan AS perlu segera memperbaiki regulasinya.â€</p>
<p>Sebelum Lehman, sejumah perusahaan di AS juga sudah melakukan pemangkasan karyawan. Misalnya perusahaan penerbitan koran Gannett Co. Inc. menyatakan akan merumahkan 600 karyawannya dan Ford Motor Co. akan mengurangi 300 orang karyawannya. Para analis mempekirakan tingkat pengangguran AS sampai pertengahan tahun 2009 akan meningkat dari 5,7 persen menjadi 6,5 persen. Bertambahnya pengangguran berarti bertambahnya beban perekonomian pemerintah.1</p>
<p>Kolapsnya Lehman Brothers juga diikuti oleh rivalnya Merril Lynch yang harus rela diakuisisi oleh Bank of America. Begitu juga dengan perusahaan sekuritas, penjamin kredit dan sejumlah bank investasi lainnya ikut rontok satu persatu.2 Peristiwa ini telah menyebabkan keguncangan yang luar biasa di lantai bursa Wall Street. Rontoknya Pasar Saham terbesar di dunia tersebut ikut mengguncang pasar saham di beberapa negara lainnya di dunia termasuk Indonesia. Pemerintah AS pun dengan terpaksa harus menalangi perusahaan-perusahaan kapital tersebut dengan mengucurkan dana segar untuk menyelamatkan perekonomiannya. Keputusan Presiden Bush tersebut yang ingin mem-bail out perusahaan-perusahaan keuangan dengan USD 700 miliar ditentang oleh banyak anggota DPR AS. Karena kerugian yang diperkirakan mencapai USD 5 triliun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asd</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-738</link>
		<dc:creator>asd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:07:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-738</guid>
		<description>aqeotahsdgl</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aqeotahsdgl</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Sholahuddin</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-561</link>
		<dc:creator>Muhammad Sholahuddin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 23:16:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-561</guid>
		<description>Dalam ekonomi syariah, kita mengenal akad tabarru&#039; (sosial) dan tijarah (bisnis). Pada prinsipnya utang piutang termasuk akad sosial, sehingga tidak mengenal tambahan keuntungan di dunia tapi mengharap ridha Allah dan keuntungan di akherat. Lain halnya kita memberikan pinjaman untuk berbisnis di sektor riil, maka dalam ekonomi syariah diarahkan untuk menjalin partnership (syirkah).
Jika ORI (Obligasi RI) itu memakai bunga, maka hukumnya haram. Karena Bunga merupakan istilah lain dari riba. Sedangkan SUKUK, penulis belum mengetahui secara jelas akad SUKUK itu apa ? Jika bagi hasil, apa yang dibagihasilkan ? Mungkin ada di antara pembaca yang bisa berbagi mengenai hal ini ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam ekonomi syariah, kita mengenal akad tabarru&#8217; (sosial) dan tijarah (bisnis). Pada prinsipnya utang piutang termasuk akad sosial, sehingga tidak mengenal tambahan keuntungan di dunia tapi mengharap ridha Allah dan keuntungan di akherat. Lain halnya kita memberikan pinjaman untuk berbisnis di sektor riil, maka dalam ekonomi syariah diarahkan untuk menjalin partnership (syirkah).<br />
Jika ORI (Obligasi RI) itu memakai bunga, maka hukumnya haram. Karena Bunga merupakan istilah lain dari riba. Sedangkan SUKUK, penulis belum mengetahui secara jelas akad SUKUK itu apa ? Jika bagi hasil, apa yang dibagihasilkan ? Mungkin ada di antara pembaca yang bisa berbagi mengenai hal ini ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aku</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-555</link>
		<dc:creator>aku</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 23:20:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-555</guid>
		<description>utang itu apa ngga boleh di dalam islam pak ustads?
setau sy dlm ekonomi syariah kan ada instrumen mirip ORI yaitu SUKUK
itu gimana pak ustads, apakah haram jg?
aduh smua kok haram ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>utang itu apa ngga boleh di dalam islam pak ustads?<br />
setau sy dlm ekonomi syariah kan ada instrumen mirip ORI yaitu SUKUK<br />
itu gimana pak ustads, apakah haram jg?<br />
aduh smua kok haram ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: addin Salim</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-544</link>
		<dc:creator>addin Salim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 05:53:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-544</guid>
		<description>Saudaraku,
Saya ingin sedikit mengomentari komentar anda:
1. &quot;.. namun penjelasannya tetap menggunakan teori makro ekonomi hasil ciptaan kapitalis katanya&quot;.
Metodologi yang kami pakai dengan metode aqliyah dan naqliyah.
2. &quot;system ekonomi yang sekarang ada itu sangat hebat dan ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah juga&quot;.
Sehebat apa pun sistem ekonomi buatan manusia pasti kalah dengan sistem ekonomi yang berlandaskan tauhidy (ilahiyah).  Apakah belum cukup bukti dengan diterapkannya sistem ekonomi kapitalis saat ini semakin tinggi ketimpangan kaya dan miskin, imperialisme, dan berbagai kerusakan serta krisis ? 
3. &quot;Permasalahan..MENTAL MANUSIA BAIK ITU INDONESIA MAUPUN L\YANG MENJALANKAN EKONOMI SUDAH BOBROK TAK BERMORAL DAN MAU MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. TOH YANG MEMIMPIN NEGARA INI ISLAM.&quot;
Taruh kata semua orang Indonesia itu mental dan akhlaknya baik semua. Tapi ketika masih memakai sistem ekonomi RIBA, maka pasti tidak akan mendapatkan keberkahan. Pasti akan mengalami krisis berulang. Bukankah Riba juga dilarang dalam semua agama ?
4. Masalah masuk kerja harus bisa baca Al-Qur&#039;an, itu kasus saja. Jangan menggeneralisir permasalahan. Jika pekerjaannya memang menuntut harus bisa baca Al-Qur&#039;an (seperti lowongan guru ngaji), maka sah juga jika ada persyaratan seperti itu. Namun jika lowongannya sebagai manajer department Store maka tidak ada hubungannya dengan persyaratan harus bisa baca Al-Qur&#039;an.
5. Islam sebagai sistem pernah diterapkan selama kurang lebih 1300 tahun lamanya dan sistem ekonominya diterapkan tidak hanya kepada orang muslim saja. Terbukti hampir tidak pernah mengalami krisis. Namun Sistem Ekonomi kapitalisme yang baru diterapkan 300 tahun lamanya, sudah puluhan kali mengalami krisis yang berulang. Apakah ini masih belum cukup sebagai bukti ? 
6. Suadaraku, saya sarankan dan saya nasehatkan kepada Anda untuk mengkaji dan mendalami Islam dengan seorang Ustadz/Kyai yang sholeh dan terpercaya. Luangkan waktu anda 2 jam setiap minggu untuk mengaji dan mendalami Islam dengan beliau-beliau. 
Semoga Anda mendapatkan pencerahan dari Allah SWT.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku,<br />
Saya ingin sedikit mengomentari komentar anda:<br />
1. &#8220;.. namun penjelasannya tetap menggunakan teori makro ekonomi hasil ciptaan kapitalis katanya&#8221;.<br />
Metodologi yang kami pakai dengan metode aqliyah dan naqliyah.<br />
2. &#8220;system ekonomi yang sekarang ada itu sangat hebat dan ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah juga&#8221;.<br />
Sehebat apa pun sistem ekonomi buatan manusia pasti kalah dengan sistem ekonomi yang berlandaskan tauhidy (ilahiyah).  Apakah belum cukup bukti dengan diterapkannya sistem ekonomi kapitalis saat ini semakin tinggi ketimpangan kaya dan miskin, imperialisme, dan berbagai kerusakan serta krisis ?<br />
3. &#8220;Permasalahan..MENTAL MANUSIA BAIK ITU INDONESIA MAUPUN L\YANG MENJALANKAN EKONOMI SUDAH BOBROK TAK BERMORAL DAN MAU MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. TOH YANG MEMIMPIN NEGARA INI ISLAM.&#8221;<br />
Taruh kata semua orang Indonesia itu mental dan akhlaknya baik semua. Tapi ketika masih memakai sistem ekonomi RIBA, maka pasti tidak akan mendapatkan keberkahan. Pasti akan mengalami krisis berulang. Bukankah Riba juga dilarang dalam semua agama ?<br />
4. Masalah masuk kerja harus bisa baca Al-Qur&#8217;an, itu kasus saja. Jangan menggeneralisir permasalahan. Jika pekerjaannya memang menuntut harus bisa baca Al-Qur&#8217;an (seperti lowongan guru ngaji), maka sah juga jika ada persyaratan seperti itu. Namun jika lowongannya sebagai manajer department Store maka tidak ada hubungannya dengan persyaratan harus bisa baca Al-Qur&#8217;an.<br />
5. Islam sebagai sistem pernah diterapkan selama kurang lebih 1300 tahun lamanya dan sistem ekonominya diterapkan tidak hanya kepada orang muslim saja. Terbukti hampir tidak pernah mengalami krisis. Namun Sistem Ekonomi kapitalisme yang baru diterapkan 300 tahun lamanya, sudah puluhan kali mengalami krisis yang berulang. Apakah ini masih belum cukup sebagai bukti ?<br />
6. Suadaraku, saya sarankan dan saya nasehatkan kepada Anda untuk mengkaji dan mendalami Islam dengan seorang Ustadz/Kyai yang sholeh dan terpercaya. Luangkan waktu anda 2 jam setiap minggu untuk mengaji dan mendalami Islam dengan beliau-beliau.<br />
Semoga Anda mendapatkan pencerahan dari Allah SWT.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: manusia</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/09/29/benarkah-krisis-dan-bubble-ekonomi-bukan-bukti-kerusakan-kapitalisme/comment-page-1/#comment-521</link>
		<dc:creator>manusia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 14:22:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=1203#comment-521</guid>
		<description>Pencerahan oleh bpk Ustad sangat bagus namun penjelasannya tetap menggunakan teori makro ekonomi hasil ciptaan kapitalis katanya.

system ekonomi yang sekarang ada itu sangat hebat dan ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah juga.
menurut saya sisten ekonomi islam baik..ntar ada sistem ekonomi kristen, budha, sitem ekonomi hindu, sistem ekonomi yahudi, sistem ekonomi mas parto...tujuaanya jelas untuk mengatur pasar.  Permasalahan..MENTAL MANUSIA BAIK ITU INDONESIA MAUPUN L\YANG MENJALANKAN EKONOMI SUDAH BOBROK TAK BERMORAL DAN MAU MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI.  TOH YANG MEMIMPIN NEGARA INI ISLAM.  Jadi kembalilah takut sama Tuhan dan berbuat baik dengan sesama dan alam ketika kita bekerja. cukup.  Supaya anak cucu tetap bisa menikmati....Katakan pada dunia kita ini sama besok saya kristen...cicit saya mungkin islam atau menantu saya budha. moralnya bok arus tetap murni. Esensi manusia sebagai mahluk sosial. kita milik manusia lainnya bukan milik keluarga aja.  Semoga Ekonomi Islam menjadi rujukan dalam ekonomi dunia.  Dan ekonomi Dunia bukan berbasis islam.  Kasihan teman saya  ingin masuk kerja syaratnya harus bisa baca quran.  Sama aja nggak boleh kerja kalau tidak islam....wah kebanyakan pengganguran Pak ustad.....Karena pencari kerja bukan islam aja....jangan egois dong</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pencerahan oleh bpk Ustad sangat bagus namun penjelasannya tetap menggunakan teori makro ekonomi hasil ciptaan kapitalis katanya.</p>
<p>system ekonomi yang sekarang ada itu sangat hebat dan ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah juga.<br />
menurut saya sisten ekonomi islam baik..ntar ada sistem ekonomi kristen, budha, sitem ekonomi hindu, sistem ekonomi yahudi, sistem ekonomi mas parto&#8230;tujuaanya jelas untuk mengatur pasar.  Permasalahan..MENTAL MANUSIA BAIK ITU INDONESIA MAUPUN L\YANG MENJALANKAN EKONOMI SUDAH BOBROK TAK BERMORAL DAN MAU MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI.  TOH YANG MEMIMPIN NEGARA INI ISLAM.  Jadi kembalilah takut sama Tuhan dan berbuat baik dengan sesama dan alam ketika kita bekerja. cukup.  Supaya anak cucu tetap bisa menikmati&#8230;.Katakan pada dunia kita ini sama besok saya kristen&#8230;cicit saya mungkin islam atau menantu saya budha. moralnya bok arus tetap murni. Esensi manusia sebagai mahluk sosial. kita milik manusia lainnya bukan milik keluarga aja.  Semoga Ekonomi Islam menjadi rujukan dalam ekonomi dunia.  Dan ekonomi Dunia bukan berbasis islam.  Kasihan teman saya  ingin masuk kerja syaratnya harus bisa baca quran.  Sama aja nggak boleh kerja kalau tidak islam&#8230;.wah kebanyakan pengganguran Pak ustad&#8230;..Karena pencari kerja bukan islam aja&#8230;.jangan egois dong</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
