Debat SKB-Ahmadiyah TV One - Islam VS Kaum Sekuler (AKKBB)
Kirim ke email temanBagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
AKKBB, Debat, SKB Ahmadiyah
Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
AKKBB, Debat, SKB Ahmadiyah

Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk “Menimbun” ?
Bagaimana Teknik Konversi Rupiah ke Dinar / Dirham ?
Zakat PNS, Kesadaran atau Paksaan?
Apakah APEC Akan Mampu Menanggulangi Krisis Global ?
Pasar Derivatif dan Cengkraman Kapitalisme
Harga Minyak di Bawah 60 Dollar
BI Akhirnya Berani Pukul Spekulan Valas
Permintaan untuk Tujuan Spekulatif Diperketat
Obama, Loyalis Yahudi, dan Babak Baru Imperialisme AS
Apakah Menyimpan Uang / emas termasuk “Menimbun” ?
Indonesia Diperlakukan Tak Adil
Bagaimana Teknik Konversi Rupiah ke Dinar / Dirham ?
Hutang Pemerintah Indonesia terhadap Bank Dunia
DATA: Hutang Indonesia terhadap Jepang Sejak 1960 hingga 2006
Obama Mulai Bahas Langkah Atasi Krisis
Data Perekonomian AS Memburuk, Investor Khawatir
|
ARSIP E-SYARIAH |
DOWNLOAD |
KOMENTAR |
|
Beras dan Politik Pangan Negara Khilafah Sistem Ekonomi Neoliberalis Kapitalisme dalam Perspektif Nilai-Nilai Etik Islam Membangun Ekonomi Rumah Tangga Islami |
BOOK: The Global Credit Crunch and the Crisis of Capitalism Manajemen Kebijakan Energi Sistem Khilafah |
Bee: Assalamu’alaikum Wr Wb Semoga masa “darurat”nya cepat selesai Ustadz... :: SUGA: ASS.WR.WB APA HUKUM FRANCHISE…TERIMA KASIH ATAS JAWABANNYA…. :: mocca: terima kasih banyak Iqbal Masril Djanaik: ASSALAMU’ alaikum Wr.Wb; Selamat Siang; Tawakal saja kepada Allah SWT... :: wahyudi: Pola pikir bayu murti confilct of mind, anda menyatakan bahwa sekarang ini telah terjadi... :: Dhika (Unsoed): Saya mo pakai bwt bikin skripsi! :: Iqbal Masril Djanaik: Assalamu’ alaikum Wr.Wb; Selamat Siang; Mungkin kita harus serahkan... :: Iqbal Masril Djanaik: Assalamu’ alaikum Wr.Wb; Selamat Siang; Mari kita serahkan kepada Allah... :: dimas: Seperti yang dibilang pak Sanjoyo, Sebenarnya itu terjadi karena pergitungan tersebut... :: yOSSI: GOOD… :: |
|
Jurnal
analisis
politik ekonomi perspektif ideologi Islam Powered by Wordpress and 000WEBHOST, absolutely free hosting 250 MB storage and 100 GB transfer |
||
June 15th, 2008 at 10:41 am
AKKBB kelihatannya lebih siap dengan argumennya dan sangat santun dalam berdebat (FPI kebalikannya).
Menurut saya, Apakah Ahmadiyah itu memfitnah/merusak/menistai agama Islam hanya Allah swt yang tahu. Saya juga Islam tahu dan mengerti mengenai hadist2 yang akan adanya pertentangan mengenai adanya nabi atau rasul setelah Nabi Muhammad saw. Karena harus percaya akan Imam Mahdi dan kemunculan Isa Almasih kedunia (SESUAI Al Qur’an) dan akan ada penolakan2 dari umatnya (nabi palsu).
Mengenai ketersinggungan FPI dllnya mengenai diluar Ahmadiyah adalah Kafir dan tidak diterima Allah swt. Semua agama/kepercayaan/akidah kelompok dan perorangan menyatakan hal yang serupa seperti halnya FPI dll. menyatakan Kafir terhadap yang lain. Ingat “Kafir” atau tidaknya seseorang atau kelompok hanya milik Allah swt. yang mengatakannya.
Mengenai benar tidaknya Ahmadiyah menurut pengertian atau penafsiran atau penalaran atau pemahaman orang atau kelompok orang atau mazhab atau yang lainnya harus duduk bersama berkepala dingin dan kita beradu
argument dengan surrah2, buku2 dan kajian2 yang dipegang masing2.
Dan ingat semua itu kita kembalikan kepada Al Qur’an sebagai dasar Ilmu tertinggi kita umat Islam.
MUI yang merasa/memastikan/menjatuhkan vonis mati bagi Ahmadiyah adalah lembaga yang paling “stupid” didunia ini. Tidak tahu mana yang harus dilakukan dan apa tugas sebagai “Ulama”.
Sederhana saja bagi saya, kalau “Ulama” yang TAHU/FAHAM akan agama mengatakan orang/sekelompok orang SALAH/KAFIR dlsbnya. Itu adalah tugas “ulama” untuk meluruskan umatnya. Dan umatnya akan menyalahkan
Ulama karena tanggung jawabnya sebagai pemuka/pensyiar/penyampai berita dari Allah. Pelarangan adalah bentuk lain dari ketidak mampuan dari para Ulama dalam menjalankan tugasnya. Ingat Akidah seseorang tidak bisa dirubah/dipaksa/dibubarkan, saya yakin para “ulama” lebih tahu dan
pintar mengenai ini karena sebagai pembawa Risallah agama.
June 16th, 2008 at 12:41 pm
wah..pa cecep ini jaka sembung manggul golok rupanya..
lain yang dituntut lain pula jawabannya..makanya peratiini baik2 apa yang dituntut oleh umat islam, dan apa yang dilakukan oleh ahmadiyah terhadap islam. bapak pelajari dulu, kalo udah jelas baru komentar…
June 16th, 2008 at 2:58 pm
Komentara mas Cecep bagus banget.
Memang agama itu no 10 aje kok, nyang penting nempel di KTP. Sejalan banget dengan mas Cecep, pasti atheis juga kan? Atau paling tidak Islam juga namun tafsirnya modern lah, biar kita enak, cantik dilihat, banyak sahabat, dapat diut banyak. Uuueeeenaaaak. Model kaya kita pasti disukai pelacur, waria, apalagi bule kaya. Siiip dah, kita satu kubu, teman gue juga banyak ndukung, preman, mafia, tukang goyang pantat, dll. Cup…cupp….ceeep, aah.
June 17th, 2008 at 7:10 pm
Astagfirullah. Kang cecep kok berani amat mengatai kalo MUI itu “stupid”. Kang Cecep tak berbeda dengan jubir ahmadiyah yang selalu mengolok-olok MUI di setiap tampil di media. jadi menurut saya ngga ada tuh imege bahwa ahmadiyah selalu berdebat dengan santun.
Kang, bukan bermaksud menggurui, Islam diturunkan sebagai agama sempurna dengan penjelasan-penjelasan yang lengkap. Allah dan Rasulullah telah menggariskan pedoman pada kita tentang aqidah yang harus kita pegang. Termasuk tentang tak adanya Nabi setelah Nabi Muhammad. Perkara ini seterang matahari dan dipahami. Sehingga bila bila Mirza ujuk-ujuk mengaku sebagai Nabi. Tentu ia mendustakan perkataan Nabi Muhammad tentang “La Nabiya Ba’dah”. Orang yang mendustakan Nabi ya hukumnya kafir. Itu ajaran yang benar. Tak perlu ke akhirat dulu untuk mengetahui itu. Sama dengan orang yang melanggar lampu merah. Anak kecilpun tahu bahwa itu salah. tak perlu nunggu pengadilan akhirat. bertobat..kang. karena “semua perkataan dan perbuatan kita akan kita pertanggung jawabkan”
June 18th, 2008 at 2:22 pm
Saya memang tidak melihat langsung Debat dTV One,tapi menyikapi soal Ahmadiyah,saya setuju jika aliran itu memang sesat dan orang Ahmadiyah adalah kafir. Bagi kita orang muslim yang beriman kepada Allah, Al-Quran, Nabi Muhammad SAW, Malaikat, Hari Kiamat, Qadla wa Qadar. Maka jelas bahwa orang Islam adalah dia yang mengakui Allah sebagai Al-Khalik dan Al-Mudabbir dan Muhammad Rasul Allah sebagai penutup para nabi.
Tentang masalah kafir hanya Allah SWT yang tahu, maka Allah telah memberitahukan juga kepada manusia melalui Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Dalam Al-Quran telah dikatakan tentang ciri-ciri orang kafir.
Saran saya buat Bang Cecep, pelajari dulu Islam mulai dari Akidah ya bang, itu modal penting bagi seorang muslim.
June 19th, 2008 at 6:04 pm
Astagafirullah….Astagfirullah….Astagfirullah.
Sungguh berani dan luar biasa kang cecep ini mengeluarkan pendapat yang sangat melukai hati kaum muslimin…melihat susunan kata2 anda pantaslah kalau anda menilai AKKBB tampil sopan dan santun karena dari tulisan anda saya dapat mengerti kadar kesopanan anda dan juga kadar keimanan anda (astagfirullah).
Satu pesan saja yang dapat saya sampaikan pada kang cecep kalau anda benar seorang muslim cepat2lah bertobat dan minta ampun kepada Allah sebelum saat minta ampun itu habis/tertutup dengan datangnya ajal dan kang cecep menyesali semua kebodohan dan kesombongan ini. Kalau seandainya kang cecep ini bukan seorang muslim tidak usahlah mengajari kami tentang syariat dan ajaran Islam.
June 26th, 2008 at 2:41 pm
Naudzubillah …
Memang skrg ini bnyk orang sdh merasa pinter tapi malah banyak yg keblinger. Hati2 kang Cecep kalau ngomong .. kalau memang gak tahu ilmunya mendingan diam dan diam … Ente sdh kerasukan hawa nafsu dan ingat … semua yg diucapkan pasti ada pertenggungaannya .. entah sekarang setelah ente ngomong, nanti atau setelah mati.
Bertobatlah …
August 14th, 2008 at 12:17 pm
Yang aneh orang Ahmadiyah minta diterima menjadi bagan dari umat Islam, padahal AD/ART dan kitab suci mereka mengkafirkan umat Islam lain, sungguh lucu.
Yang pasti seluruh ulama sedunia sudah memfatwakan bahwa Ahmadiyah diluar Islam.
Jika pemerintah RI tidak melarang Ahmadiyah, sedangkan Ahmadiyah jelas kekafirannya, bagaimana jika mereka naik haji ke tanah Haram? Apakah pemerintah berani bertanggung jawab kepada Allah karena telah menodai tanah suci umat Islam…