<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya?</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 15:13:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Hidayatullah</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-965</link>
		<dc:creator>Hidayatullah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 16:02:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-965</guid>
		<description>Terima kasih Tuan Komentator untuk komentarnya. Kami sangat menghargai pendapat anda. Silahkan berbeda dengan keyakinan yang anda miliki.

Salam,
HM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Tuan Komentator untuk komentarnya. Kami sangat menghargai pendapat anda. Silahkan berbeda dengan keyakinan yang anda miliki.</p>
<p>Salam,<br />
HM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: komentator</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-964</link>
		<dc:creator>komentator</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 12:00:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-964</guid>
		<description>Apakah biaya produksi minyak itu hanya Rp740/L. Kalau harga segitu industri minya akana bangkrut. Hati2 dalam mengambil data. harga Rp740/L itu hanya ongkos mengolah dari Minyak bumi menjadi bahan bakar (bensin, minyak tanah dll).
Kalau anda meyakini bahwa bijkin mnyak tanah itu Rp740/L, akan saya tantang anda untuk memproduksinya dan saya akan membelinya 1 juta liter pada anda. Dan saya akan bagikan ke warga yang miskin. Siapa yang bisa....? mohon dijawab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah biaya produksi minyak itu hanya Rp740/L. Kalau harga segitu industri minya akana bangkrut. Hati2 dalam mengambil data. harga Rp740/L itu hanya ongkos mengolah dari Minyak bumi menjadi bahan bakar (bensin, minyak tanah dll).<br />
Kalau anda meyakini bahwa bijkin mnyak tanah itu Rp740/L, akan saya tantang anda untuk memproduksinya dan saya akan membelinya 1 juta liter pada anda. Dan saya akan bagikan ke warga yang miskin. Siapa yang bisa&#8230;.? mohon dijawab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ekonomi-Politik Kebutuhan Pokok * &#171; Teguh Iman Prasetya</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-460</link>
		<dc:creator>Ekonomi-Politik Kebutuhan Pokok * &#171; Teguh Iman Prasetya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 08:17:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-460</guid>
		<description>[...] http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/" rel="nofollow">http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya? &#171; Info Indonesia</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-456</link>
		<dc:creator>Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya? &#171; Info Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 08:03:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-456</guid>
		<description>[...] http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/" rel="nofollow">http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Revolt</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-312</link>
		<dc:creator>Revolt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 00:58:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-312</guid>
		<description>Menurut Kalkulasi Kwik Kian Gie paling tinggi biaya produksi BBM perliternya adalah Rp.740, sedangkan pemerintah menjual ke masyrakat sekarang Rp.6000/liter. jadi untung Rp.5260/liternya.

sedangkan konsumsi RI perhari 190.800.000 liter/hari. jadi Untung tuh pemerintah, dan sebenarnya yang membiayai subsidi minyak itu rakyat sendiri bukan pemerintah, terbukti dari keuntungan perliter itu.

Waduh2, bener2 negara ini diurus oleh orang2 BOD***OH, PANTESAN HANCUR.

MAKA,BENERLAH sabda Rasul SAW : Barang siapa yang mengurus sesuatu bukan oleh ahlinya maka tunggulah kehancurannya (Al-Hadits).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Kalkulasi Kwik Kian Gie paling tinggi biaya produksi BBM perliternya adalah Rp.740, sedangkan pemerintah menjual ke masyrakat sekarang Rp.6000/liter. jadi untung Rp.5260/liternya.</p>
<p>sedangkan konsumsi RI perhari 190.800.000 liter/hari. jadi Untung tuh pemerintah, dan sebenarnya yang membiayai subsidi minyak itu rakyat sendiri bukan pemerintah, terbukti dari keuntungan perliter itu.</p>
<p>Waduh2, bener2 negara ini diurus oleh orang2 BOD***OH, PANTESAN HANCUR.</p>
<p>MAKA,BENERLAH sabda Rasul SAW : Barang siapa yang mengurus sesuatu bukan oleh ahlinya maka tunggulah kehancurannya (Al-Hadits).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendro</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-289</link>
		<dc:creator>hendro</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 20:04:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-289</guid>
		<description>kenaikan harga bbm, menimbulkan inflasi....

http://myhendra.multiply.com/journal/item/20</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenaikan harga bbm, menimbulkan inflasi&#8230;.</p>
<p><a href="http://myhendra.multiply.com/journal/item/20" rel="nofollow">http://myhendra.multiply.com/journal/item/20</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: siti</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-284</link>
		<dc:creator>siti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 04:13:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-284</guid>
		<description>Sudah pastilah  kenaikan BBM memporak-porandakan komposisi belanja rumah tangga rakyat kelas bawah. Wong.... BBM gak naik aja keadaan rakyat udah jungkir balik kayak sirkus apalagi jika dinaikkan. Tapi seperti kata pepatah &quot; biarkan anjing menggonggong khafilah tetap berlalu&quot;. Faktanya suka atau tidak, rakyat harus bisa nerimo. Decision makers ditangan para elite bukan rakyat. Namanya juga pemimpin2, tentu mereka merasa  paling pinter,  paham dan akurat analisanya. Tugas rakyat hanya menjalankan policy pemerintah.   Soal apakah akibat dari policy tersebut rakyat jumpalitan, terseok-seok,  itu mah.. urusan rakyat.  Oh....ya, sebagai informasi aja. Dikompleks perumahan saya setiap hari ada kegiatan rutin dari pemulung2. Biasanya mereka mengais barang2 bekas  atau apa saja  di tong sampah yang terdapat didepan rumah masing2 warga. Dan karena saya bukan wanita karier (ibu rumah tangga) tentu saja saya memiliki waktu untuk mengamati mereka. Dan akhirnya jadi kebiasaan saya juga ikut memilah-milah barang2 bekas seperti botol, plastik, kertas atau apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh pemulung.  Setelah terkumpul saya berikan kepada salah seorang pemulung yang sudah berusia lanjut, kira2 diatas 50thn-an.  Saya bangga dan simpati dgn bapak tersebut. Dengan terseok-seok ia berjuang dengan caranya sendiri agar keluarganya bisa survive.  Namun beberapa minggu belakangan ini  pemulungnya bertambah lagi. Seorang wanita menenteng anak perempuan usia 5 thn plus usia 1 thn-an didalam gendongan. Yang ingin saya katakan  adalah inilah  salah satu contoh kehidupan real yang dilalui rakyat kecil. Entah kapan mereka bisa menikmati hidup  layak di negeri yang kaya ini.Wallahu &#039;Alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah pastilah  kenaikan BBM memporak-porandakan komposisi belanja rumah tangga rakyat kelas bawah. Wong&#8230;. BBM gak naik aja keadaan rakyat udah jungkir balik kayak sirkus apalagi jika dinaikkan. Tapi seperti kata pepatah &#8221; biarkan anjing menggonggong khafilah tetap berlalu&#8221;. Faktanya suka atau tidak, rakyat harus bisa nerimo. Decision makers ditangan para elite bukan rakyat. Namanya juga pemimpin2, tentu mereka merasa  paling pinter,  paham dan akurat analisanya. Tugas rakyat hanya menjalankan policy pemerintah.   Soal apakah akibat dari policy tersebut rakyat jumpalitan, terseok-seok,  itu mah.. urusan rakyat.  Oh&#8230;.ya, sebagai informasi aja. Dikompleks perumahan saya setiap hari ada kegiatan rutin dari pemulung2. Biasanya mereka mengais barang2 bekas  atau apa saja  di tong sampah yang terdapat didepan rumah masing2 warga. Dan karena saya bukan wanita karier (ibu rumah tangga) tentu saja saya memiliki waktu untuk mengamati mereka. Dan akhirnya jadi kebiasaan saya juga ikut memilah-milah barang2 bekas seperti botol, plastik, kertas atau apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh pemulung.  Setelah terkumpul saya berikan kepada salah seorang pemulung yang sudah berusia lanjut, kira2 diatas 50thn-an.  Saya bangga dan simpati dgn bapak tersebut. Dengan terseok-seok ia berjuang dengan caranya sendiri agar keluarganya bisa survive.  Namun beberapa minggu belakangan ini  pemulungnya bertambah lagi. Seorang wanita menenteng anak perempuan usia 5 thn plus usia 1 thn-an didalam gendongan. Yang ingin saya katakan  adalah inilah  salah satu contoh kehidupan real yang dilalui rakyat kecil. Entah kapan mereka bisa menikmati hidup  layak di negeri yang kaya ini.Wallahu &#8216;Alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mashuri</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2008/05/21/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/comment-page-1/#comment-268</link>
		<dc:creator>mashuri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 14:13:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724#comment-268</guid>
		<description>Saat ini pemerintah sangat terpaku pada regim APBN, sehingga minus langkah alternatif, kalau tidak ingin dikatakan kedodoran. 

Kenaikan BBM, sepertinya sudah menjadi arus kuat pemerintah. Oleh karena itu, delivery policy menuntut penguatan, misalnya pemerintah harus memangkas pengeluaran tidak efisien demi kebijakan yang tidak jelas seperti BLBI, pengawasan ketat distribusi BBM, dan tangkap &amp; tindak para spekulan (disinyalir berasal dari dalam Pertamina), dll.

Satu hal yang pasti, pencabutan subsidi jelas semakin menurunkan derajat hidup masyarakat, terutama masyarakat dari golongan menengah ke bawah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini pemerintah sangat terpaku pada regim APBN, sehingga minus langkah alternatif, kalau tidak ingin dikatakan kedodoran. </p>
<p>Kenaikan BBM, sepertinya sudah menjadi arus kuat pemerintah. Oleh karena itu, delivery policy menuntut penguatan, misalnya pemerintah harus memangkas pengeluaran tidak efisien demi kebijakan yang tidak jelas seperti BLBI, pengawasan ketat distribusi BBM, dan tangkap &amp; tindak para spekulan (disinyalir berasal dari dalam Pertamina), dll.</p>
<p>Satu hal yang pasti, pencabutan subsidi jelas semakin menurunkan derajat hidup masyarakat, terutama masyarakat dari golongan menengah ke bawah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
