Data Produksi - Kebutuhan Minyak Mentah Indonesia 2000 - Maret 2008
Kirim ke email temanPemerintah selama ini menyatakan kita net impor sehingga dampak kenaikan harga minyak mentah dunia berakibat pada bertambahnya beban subsidi. Bahkan beberapa waktu yang lalu presiden SBY mengatakan mempertimbangkan agar Indonesia keluar dari OPEC dengan alasan produksi minyak Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan minyak nasional lagi. Benarkah? Teryata data dari Departemen ESDM berikut menunjukan sebaliknya. Pemerintah berbohong? Untuk apa berbohong?
|
Tahun
|
Produksi
|
Konsumsi
|
Ekspor
|
Impor
|
|
2008
|
84,822,501.00
|
76,714,500.00
|
29,623,200.00
|
23,224,200.00
|
|
2007
|
347,493,172.00
|
321,302,814.00
|
127,134,792.00
|
110,448,506.36
|
|
2006
|
359,289,337.00
|
349,845,435.00
|
111,172,003.15
|
113,545,934.13
|
|
2005
|
385,497,959.00
|
357,493,997.00
|
156,766,006.00
|
120,159,324.81
|
|
2004
|
400,486,234.00
|
375,494,636.00
|
180,234,938.00
|
148,489,589.13
|
|
2003
|
415,814,157.00
|
373,190,759.00
|
211,195,794.52
|
129,761,738.00
|
|
2002
|
455,738,915.00
|
358,806,832.00
|
216,901,729.00
|
121,269,175.75
|
|
2001
|
489,849,297.00
|
375,668,315.00
|
239,947,960.00
|
118,361,896.69
|
|
2000
|
517,415,696.00
|
383,955,955.00
|
225,840,000.00
|
79,206,903.00
|
Sumber data: http://dtwh2.esdm.go.id/dw2007/
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
BBM, DATA, konsumsi minyak, produksi minyak







May 22nd, 2008 at 11:59 am
kenaikan BBM semakin membebani masyarakat, pemerintah harus berpikir untuk kesejahteraan rakyat, masih banyak jalan alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi beban APBN negara ini, jangan semua kebijakan yang dilakukan berdampak negatif kepada masyarakat, dimana pakar-pakar ekonomi istana yang katanya sangat menguasai ekonomi makro?, kebijakan pemerintah dengan mengeluaran BLT merupakan kebijakan akal-akalan untuk membungkam suara rakyat kecil, tapi harus diingat kebijakan itu akan membuat pemerintah menelan ludah sendiri suatu saat, BLT 100 ribu merupakan bentuk penyuapan yang nyata terhadap masyarakat, apakah itu yang diharapkan rakyat?, bukan,
May 25th, 2008 at 11:08 pm
ndak bohong pak
cuman pemerintah nutupin sebagian besar ekspornya lewat perusahaan asing
May 26th, 2008 at 10:40 am
data produksi dan konsumsi BBM begitu yakin menggambarkan kepada kita bahwa kenaikan BBM itu tidak pantas dilakuakan pada saat produksi lebih besar dari konsusmsi, data 2008 menunjukan produksi minyak nasional sebesar 84,822,501.00 sedangkan untuk keperluan konsumsi sebesar 76,714,500.00, ini menunjukan bahwa data yang dikeluarkan pemerintah sangat bertentangan dengan alasan SBY yang menyatakan bahwa produksi minyak tidak sebanding dengan konssumsi atau dengan kata lain bahwa konsusmsi lebih besar dari produksi minyak nasional, apakah dibalik ini semua?, apa yang diproteksi oleh pemerintah?, dari segi ekspor minyak, data departemen ESDM menyebutkan bahwa ekspor minyak kita sebesar
29,623,200.00, dan impornya sebesar 23,224,200.0, artinya dari segi keuntungan yang diperoleh, kita masih dapat surplus dari ekspor tersebut, jadi apa yang sebenarnya yang menyebabkan pemerintah menaikan harga BBM?, menjaga APBN biar tidak jebol dari mensubsidi BBM?, jadi APBN itu untuk siapa?
May 26th, 2008 at 3:59 pm
kalo asumsi minyak itu milik kita memang kita untung
tapi kayaknya minyak indonesia bukan milik kita
jadi sekarang kita sudah tidak subsidi rakyat lagi
tapi subsidi perusahaan asing
June 16th, 2008 at 11:16 pm
BULLSHIT dengan data yang di floor kan oleh MESDM…
kalo emang dari media mengatakan bahwa alasan kita keluar dari OPEC karena produksi turun sementara konsumsi kita tinggi, mengapa data yang disebutkan produksi kita tinggi, (makin lama makin tinggi), sedangkan konsumsi kita (dari data MESDM) rendah di tiap tahun. padahal logika nya konsumsi makin tinggi mengingat mobilitas konsumsi minyak kita tinggi…
satu lagi
data MESDM = kebohongan
coba anda cek data (misal tahun 2000) akses lah pada bulan ini,,,
save di file anda…kemudian 2 bulan lagi browse lagi di link yang sama, data tahun 2000 akan bertambah angkanya
saya mengatakan itu karena saya mengecek nya sendiri
jujur saya bingung karena sayan butuh data untuk skripsi saya mengenai indonesia keluar dari opec (judul : Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia
Terhadap Kebijakan Penarikan Diri Indonesia dari OPEC 2008)
apakah itu manipulasi atau akal2an atau apa lah namanya…yang pasti saya beranggapan bahwa MESDM berusaha membentuk image baik dengan cara mengubah data bahwa produksi kita tinggi dan konsumsi kita berkurang….
supaya rakyat (khususnya yang browsing / mampir ke situs MESDM) berpikir bahwa…”owh, ternyata kita masih surplus (prod>konsum)….”
padahal media begitu memblow up bahwa konsumsi kita tinggi hingga pada akhirnya menjadi net oil importer country…
siapa yang salah???media atau data ESDM???
human eror kah??
siapa yang bertarung dalam perdebatan ini??saya (rakyat) VS kemiskinan atau saya VS pemerintah???ato bagaimana???
June 19th, 2008 at 5:17 pm
pada situs ESDM apa udah diubah ya, pas saya kunjungi kok datanya berhenti pada tahun 2007, tahun 2008 kosong?
June 19th, 2008 at 7:25 pm
Saya mengakses 19 Juni 2008 pukul 18.20 WITA di http://dtwh2.esdm.go.id/dw2007/ dan data masih ada. Lebih detail di alamat ini : http://dtwh2.esdm.go.id/ReportServer?/RP_Pusdatin/PKEIMinyakBumi_Per_Tahun_chart&rs:Command=Render
Memang susah nyari data yang dapat dipercaya di Indonesia apalagi data SDA yang menyangkut kepentingan laba para pemilik modal dan kepentingan pundi-pundi harta bagi pihak tertentu dalam kekuasaan.