Clinton akan serang Iran
Kirim ke email temanPennsylvania menjadi negara bagian besar terakhir mengadakan pemilihan bakal calon
Hillary Clinton telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di saat pendukung Partai Demokrat di negara bagian Pennsylvania memilih dia dan Barack Obama sebagai calon presiden.
Dia mengatakan Amerika Serikat akan menyerang dan “menghancurkan” Iran bila negeri itu melancarkan serangan nuklir ke Israel.
Nyonya Clinton tampaknya sengaja menonjolkan masalah luar negeri dan kepemimpinan di saat dia berusaha mengumpulkan dukungan.
Dia memimpin jajak pendapat di Pennsylvania, negara bagian besar terakhir yang menyelenggarakan pemilihan, namun para pengamat mengatakan harapannya tergantung pada kemenangan besar.
Survei yang dikeluarkan oleh Zogby hari Selasa menunjukkan Nyonya Clinton unggul 10 persen atas Obama, sedangkan poll Insider Advantage menempatkan Nyonya Clinton unggul 7 persen.
Tempat pemungutan suara dibuka jam 07.00 pagi waktu setempat (pukul 18 WIB), dan hasilnya segera akan muncul setelah TPS ditutup jam 20.00 (pukul 07.00 WIB hari Rabu).
Nyonya Clinton harus menang besar di Pennsylvania untuk memperbesar momentum
Dengan jumlah pemilih sekitar 4 juta orang, dan negara bagian ini memiliki jatah 158 delegasi ke konvensi Partai Demokrat bulan Agustus nanti, Pennsylvania menjadi negara bagian terakhir yang mengadakan pemilihan.
Meskipun Nyonya Clinton masih tertinggal dalam pengumpulan suara secara keseluruhan, namun dia memenangkan pemilihan di semua negara bagian yang besar.
Dengan para delegasi masih terpecah, tampaknya baik Obama maupun Clinton akan mendapatkan suara cukup untuk memenangkan pemilihan langsung.
Mereka tampaknya harus “merayu” sekitar 800 “delegasi super” dalam konvensi Partai Demokrat bulan Agustus nanti.
Pennsylvania menjadi batu ujian penting bagi Nyonya Clinton - yang berharap bisa mendapatkan suara dari delegasi super - yang mengatakan bahwa dia akan bisa mendapatkan suara dari negara bagian besar dalam pemilihan presiden bulan November nanti.
Menyerang Iran
Dalam sebuah acara televisi hari Selasa pagi, Nyonya Clinton memperkirakan dia akan menang namun mengatakan marjin kemenangan tidak penting.
Clinton hanya mengatakan bila Obama gagal menang, maka akan menimbulkan pertanyaan mengenai “kemampuannya untuk menang di negara bagian besar.”
Bila saya menjadi presiden, saya akan menyerang Iran dan menghancurkan mereka
Hillary Clinton
Obama mengakui bahwa saingannya “memang difavoritkan untuk menang di
Pennsylvania, namun menolak argumentasi mengenai negara bagian besar, dengan mengatakan bahwa Demokrat tidak akan kalah di New York ataupun Kalifornia, siapapun calon presidennya.
Keributan muncul ketika Nyonya Clinton bagaimana dia akan bereaksi bila Iran melancarkan serangan nuklir terhadap Israel.
“Bila saya presiden, saya akan menyerang Iran.. Kita akan mampu menghancurkan mereka.” katanya.
“Memang ini hal yang buruk untuk dikatakan, namun orang-orang yang memerintah Iran harus sadar, karena ini akan mmebuat mereka tidak melakukan sesuatu hal yang bodoh dan tragis,” kata Nyonya Clinton kepada jaringan televisi ABC.
Politik ketakutan
Kampanye saat-saat akhir di Pensylvania ini diwarnai dengan keributan soal iklan kampanye dari kubu Nyonya Clinton.
Beberapa jam menjelang TPS dibuka, Nyonya Clinton dituduh menjual “politik ketakutan.”
Obama banyak berkampanye di daerah pinggir kota di Pennsylvania
Iklannya berisi gambar-gambar kejadian penting di dunia seperti peristiwa Pearl Harbour, jatuhnya Tembok Berlin, klip pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan korban Topan Katrina.
Iklan itu diakhiri dengan kata-kata “Anda harus siap menghadapi keadaan apapun.”
Kepala tim kampanye Clinton, Geoff Garin menyebut ini sebagai iklan positif.
“Ini menjelaskan mengapa Hillary Clinton adalah pilihan terbaik untuk menjadi presiden. ” katanya.
“Kita berada di saat dimana kita memerlukan presiden yang memiliki kekuatan dan pengetahuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang kuat.”
Namun kubu Obama memberikan reaksi berbeda.
“Kita sudah memiliki presiden yang memainkan politik ketakutan, dan kita tidak memerlukan yang lainnya.”
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/04/080422_pensylvote.shtml
![]()





