Download Versi Offline JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS
Kirim ke email temanAssalamu’alaikum Wr.Wb.
Pengunjung yang terhormat, terima kasih anda telah membuka halaman ini. Halaman ini dibuat untuk memudahkan anda mendapatkan artikel dan informasi yang terdapat dalam website Jurnal Ekonomi Ideologis. Pada halaman ini saya sediakan download versi offline Jurnal Ekonomi Ideologis.
Dengan versi offline ini, anda dapat mengeksplorasi dan membaca situs ini pada PC/Notebook pribadi anda atau di tempat kerja anda, tanpa harus bersusah payah menyalin ke editor dokumen setiap artikel dan informasi yang anda perlukan dari versi online.
Saya sangat berterima kasih apabila anda menyebarkan link halaman ini atau file versi offline kepada kerabat, teman, atau siapa pun, agar semakin banyak orang yang mengakses dan membacanya.
Sebagian artikel di situs ini berasal dari tulisan saya, sebagiannya lagi berasal dari penulis lain, dan banyak informasi/berita yang saya salin dari situs media online, seperti Kompas dan Republika. Karena itu di samping anda akan mendapatkan manfaat pengetahuan, saya juga sangat mengharapkan dalam penyalinan dan pengutipan artikel dan informasi dari situs ini, anda tidak mengubah nama penulis dan sumber (penerbit/nama media/ dan URLnya) yang terdapat dalam situs ini.
Download : Versi Offline Website Jurnal Ekonomi Ideologis
Terbaru
Format & Ukuran File : ZIP - 22,5 MB
Update File 10 Mei 2008
Link Download : jurnal-ekonomi-ideologis-2008-05-10.zip
———————–
Sebelumnya
Format & Ukuran File : ZIP - 26,74 MB
Update File 4 April 2008
Link Download : jurnal-ekonomi-ideologis.zip
Untuk masukan dan saran, silahkan isi formulir komentar di bawah.
Banjarmasin, 4 April 2008
Wassalam
[muttaqin at jurnal-ekonomi.org]
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
DOWNLOAD, ekonomi pembangunan, hidayatullah muttaqin, jurnal ekonomi ideologis, politik ekonomi islam, universitas lambung mangkurat, versi offline, website






October 19th, 2007 at 6:52 am
mudah2n bermanfaat
December 12th, 2007 at 2:32 am
Afwan ustad, ana sudah mencoba mendownload e-syariah versi offline-nya tapi tidak bisa saya lakukan. malah muncul situs lain, dan saya masukan beberapa kata kunci yang ada di situs ini, tidak bisa juga. bagaimana ya caranya? soalnya artikel ustad sangat kami perlukan untuk dakwah, jazakumullah.
December 25th, 2007 at 3:58 am
Subhanallah…Ana sangat salut sekali semua isi artikel politik ekonominya..Semoga menjadi amal sholih dan balasan surgaNya..
December 26th, 2007 at 1:20 am
Alhamdulillah, oke banget artikelnya jadi tambah pinter dech kalo baca..Wah bener banget! Dasar..emang kapitalisme bikin rusak negeri ini..Ayo terus berjuang tak kenal lelah..Khilafah Gue banget!!!
January 2nd, 2008 at 3:43 am
mohon saran selain topik polek islam, topik apa yang bagus bila dibikin situs online. saya ingin buat jg. he he
thnks
January 23rd, 2008 at 3:16 am
Kapitalisme biang kerok krisis negeri ini..habis sudah, harga-harga semua naik, kalau kemaren-kemaren masih bisa makan tempe ama tahu tiap hari…Lhaa sekarang tempe tahu juga ikut naik!!! yang turun cuman hujan doang oang oang…
wis-wis kapok berat hidup dibawah negara “setan” ini..Lebih baik kita hijrah ke negeri firdaus yang menjanjikan kesejahteraan apalagi kalau bukan khilafah islam..
….jangan buang waktu, sekarang lah saatnya kita dirikan!!!
Wahai rasulullah SAW saksikan kamilah pengemban dan penerus pejuang islam…sampai ajal menjemput kami…Amiin
April 1st, 2008 at 2:27 am
Assalamu’alaikum Wr,Wb.
Apa kabar akhi sekeluarga di sini? Kalsel gimana khabarnya semoga kita semua selalu dalam ghiroh “pembebesan” ini.
Akhi anan minta bantuannya, ana ada rencana untuk membuat riset kecil-kecilan, hasil riset ini nantinya sebagai bahan ana untuk menulis buku.
Ini berkaitan dengan Lingkungan.
Di Bangka Belitung akibat penambangan 42% kondisi Lingkungan rusak parah, bahkan terparah kedua se Indonesia.
SBangka belitung memasok 72% kebutuhan timah dunia. tapi anehnya Singapura juga menjadi ekpor terbesar dunia. Padahal soingapura tidak punya tambang. hal ini banyaknya penyelundupan di Bangka Beluitung ini. Dan tentu melibatkan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Saat ini juga yang melakukan ekplorasi bukan hanya PT Timah yang notabene BUMN, tapi banyak pemain swasta, yang muncul sejak reformasi dan semakin leluasa melakukan perusakan lingkungan dengan dukungan otonomi daerah.
sektor swasta ini pulalah yang mendorong masyarakat untuk melakukan penambangan secara liar, mereka menjadi tukang tadah dari tambang-tambang liar, setiap kali tambang liar itu akan ditertibkan selalu saja berhadapan dengan “rakyat,”
Peranan perusahaan swasta ini tentu ditunjang oleh kekuatan kapital yang sangat besar terutama dari Singap[ura(pengusaha) Singapura, dan ditambah akan masuknya Tomy Winata, Target akhir mereka ingin mengkudeta PT Timah, hal ini sudah terjadi dengan dikudetanya anak perusahan PT Timah, yaitu PT Kobatin.
Kerusakan lingkungan kian parah, tapi tetap saja rakyat miskin bahkan termiskin kan. Dana dari hasil ekplorasi timah, dari PT Timah masuk ke pusat, sedangkan sektor swasta masuk ke Individu atau lari ke Luar negeri.
Dampak sosialnya juga luar bisa, saat ini dikhawatirkan akan terjadi konflik horizontakl dan vertikal.
Isu yang sedang menghanbgat adalah untuk menyerahkan pengel;olaan tambang ke pihak swsta, pemda hanya dapat pajak dan keuntungan pribadi dari pejabatn
Rakyat tetap pada posisi yang dirugikan.
Untuk itu saya berharap[ akhi dapat membantu saya untuk merancang riset dan penulisan buku.
Terutama bagaiman pengelolaan Tambang Dalam perpektif Islam, dan dalam era otonomi daerah bagaiman Tambang atau kekayaan publik lainnya dikelola, termasuk kleuntungannya kemana di “belanjakan”.
Ana tunggu.
Jazzakumullah Khairon Katsiron.
Fakhruddin Halim
Pangkalpinang bangka-Belitung
0852-67814-660
April 1st, 2008 at 9:45 am
Wa’alaikum Salam.
Ide yang sangat bagus akhi. Insya Allah ana berusaha membantu. Nanti ana hubungi lewat japri.
Salam,
Muttaqin
May 26th, 2008 at 3:45 pm
Assalamualaykum
Pak Doumo Arigatou Gozaimasu ……
artikel2 ttg Ekonomi dan perspekektifnya dalam Islam sangat tajam dan dalam
klo bisa di tambah juga ttg Fiqh Muamalah karena banyak case beredar dan menjadi perdebatan seperti kartu kredit syariah . Bank Islami ( kalangan Alternatif said that nothing will happen with Bank Islam because it include Usury /Riba also
December 8th, 2008 at 11:40 am
terima kasih atas tambahan ini semoga ini dapat bermanfat bagi perkembangan Informasi dunia