Mantan Presiden Soeharto Wafat
Kirim ke email teman
Jakarta (ANTARA News) - Mantan Mensesneg Moerdiono mengatakan mantan Presiden Soeharo meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, pada pukul 13.10 WIB.
Sebelumnya tim dokter kepresidenan mengumumkan bahwa keadaan mantan Presiden Soeharto pada Minggu pagi sangat kritis, pernafasan dangkal dan 100 persen kembali diambil alih alat bantu pernafasan.
Ketua tim dokter kepresidenan, Marjo Soebiandono, menjelaskan sejak pukul 01.00 WIB keadaan kesehatan secara umum mantan orang nomor satu itu menurun, kemudian terjadi sesak nafas diikuti dengan tekanan darah yang juga menurun.(*)
http://antara.co.id/arc/2008/1/27/mantan-presiden-soeharto-wafat/
Perjalanan hidup Soeharto
![]() |
|
| Presiden Soeharto menandatangi kesepakatan IMF beberapa bulan sebelum mundur di tahun 1998 |
Mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto meninggal dunia pada usia 86 tahun.
Soeharto memerintah Indonesia selama lebih dari 30 tahun, tetapi dipaksa untuk mengundurkan diri pada bulan Mei 1998 di saat Indonesia menghadapi dampak dari krisis ekonomi yang melanda Asia.
Pak Harto lahir pada 8 Juni 1921 di desa Kemusuk, kecamatan Argomuluyo, Yogyakarta.
Di masa mudanya, dia bergabung dengan Tentara Kerajaan Hindia-Belanda Belanda, KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger).
Selama Perang Dunia Kedua, Soeharto menjadi komandan batalion di dalam militer yang disponsori oleh Jepang, yang dikenal sebagai tentara PETA (Pembela Tanah Air).
Pada masa perang kemerdekaan antara tahun 1945 dan 1949, Soeharto dikenal luas di kalangan militer dan ikut berperan dalam serangan tiba-tibanya terhadap Belanda dalam merebut kembali Yogyakarta pada 1 Maret 1949, yang dalam sejarah dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.
Soeharto mengambilalih kekuasaan dari Presiden Soekarno yang melimpahkan kekuasaan eksekutif lewat Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966.
|
SOEHARTO Lahir 8 Juni 1921, di Kemusuk, Yogyakarta Bergabung dengan Tentara Kerajaan Hindia-Belanda, KNIL Berperan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 Memimpin penumpasan PKI tahun 1965, di mana ratusan ribu tewas Mengambilalih kekuasaan dari Soekarno lewat Supersemar Diangkat sebagai pejabat presiden Maret 1967 Dilantik sebagai presiden RI kedua Maret 1968 Mundur sebagai presiden RI Mei 1998 |
Supersemar dikeluarkan beberapa bulan setelah peristiwa pembunuhan para jenderal yang disebut Gerakan 30 September 1965, di mana Soeharto memimpin gerakan penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menewaskan ratusan ribu orang.
Insiden pembunuhan itulah yang menjadi pijakan Jenderal Soeharto untuk meraih kekuasaan yang oleh sebagian kalangan dianggap sama dengan kudeta militer.
Pada Maret 1967, setahun setelah Supersemar, Jenderal Soeharto diangkat sebagai pejabat presiden dan setahun kemudian dia resmi dilantik sebagai presiden kedua Republik Indonesia oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).
Selama berkuasa, Soeharto menerapkan gaya pemerintahan otoriter, tetapi berhasil menjalankan perekonomian dengan hasil yang mencengangkan, dan membawa stabilitas serta kemakmuran sampai tahun-tahun terakhir pemerintahannya.
Pembangunan ekonomi
Perekonomian adalah pencapaian terpenting pemerintah Indonesia di bawah Soeharto, presiden yang mendapat julukan Bapak Pembangunan Indonesia.
Ekspor Indonesia mengalami lonjakan didorong oleh kuatnya produksi pabrik dan industri perminyakan.
![]() |
|
| Soeharto mengambilalih kekuasaan dari Presiden Soekarno lewat Super Semar tahun 1966 |
Ini adalah model klasik di Asia saat itu, di mana pemerintah yang berkuasa memusatkan perhatian pada pembangunan perekonomian, dan mengabaikan pembangunan demokrasi.
Negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew menggambarkan Pak Harto sebagai orang yang membawa stabilitas dan pertumbuhan di kawasan.
“Warisannya bagi Asia Tenggara konstruktif. Dia memusatkan perhatian pada pembangunan ekonomi, bukan untuk membangun Indonesia sebagai kekuatan yang lebih besar,” kata Lee Kwan Yew.
“Soeharto memberi jaminan kepada negara-negara tetangganya, khususnya Malaysia dan Singapura, bahwa dia menginginkan perdamaian, kerja sama dan pertumbuhan secara bersama.”
Namun kelemahan terbesar Soeharto adalah sikapnya yang mentolerir korupsi, khususnya yang terjadi di lingkungan keluarga dan kerabatnya sendiri.
Dugaan korupsi
Pada tahun-tahun terakhir pemerintahannya, lawan-lawan politik mantan penguasa Indonesia ini menuntut retribusi, dengan menuduh jenderal purnawirawan itu melakukan pelanggaran hak azazi dan korupsi luas.
|
|
Korupsi, masalah HAM, ditambah dengan krisis keuangan yang melanda kawasan Asia, membuat keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia di bawah Orde Baru pimpinan Soeharto menghancurkan kepercayaan pada perekonomian Indonesia.
Indonesia menjadi negara yang merasakan dampak paling parah.
Situasi ini memicu kerusuhan, penjarahan dan aksi protes oleh mahasiswa yang akhirnya memaksa Soeharto turun dari kekuasaan pada tahun 1998.
Dia diajukan ke pengadilan dengan tuduhan menggelapkan uang negara.
Majalah Time mengklaim jumlah uang yang digelapkan Soeharto ketika berkuasa adalah sekitar $15 miliar, sementara lembaga swadaya masyarakat Transparency International mengatakan pada tahun 2004 uang yang dikorupsi Soeharto mencapai $35 miliar.
Kesehatan memburuk
Penuntutan terhadap kasus pidana dugaan korupsi atas mantan presiden ini dihentikan pada tahun 2006 oleh Jaksa Agung RI saat itu Abdul Rahman Saleh dengan alasan kondisi fisik dan mental, Soeharto yang tidak layak diajukan ke persidangan.
Tetapi kasus gugatan perdata senilai $1,4 miliar atas Yayasan Supersemar yang dipimpin Pak Harto masih berjalan.
Soeharto pertama kali masuk rumah sakit untuk dirawat pada 20 Juli 1999 karena stroke ringan, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Sejak saat itu dia berkali-kali keluar masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya.
Soeharto meninggalkan tiga putra dan tiga putri.
http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth/story/2008/01/080111_soehartoobituary.shtml
![]()
Akses Jurnal Ekonomi Ideologis berdasarkan kata kunci:
presiden indonesia, presiden soeharto wafat







