<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Cacatnya Kapitalisme: Tinjauan Kritis Kegagalan Pasar</title>
	<atom:link href="http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 11:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<item>
		<title>By: melinda</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/comment-page-1/#comment-1080</link>
		<dc:creator>melinda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 00:12:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/#comment-1080</guid>
		<description>intinya?
apa saja kelemahan teori kapitalisme..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya?<br />
apa saja kelemahan teori kapitalisme..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hidayatullah Muttaqin</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/comment-page-1/#comment-175</link>
		<dc:creator>Hidayatullah Muttaqin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 00:32:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/#comment-175</guid>
		<description>Paradigma dalam perekonomian Kapitalis adalah &quot;kebebasan kepemilikan&quot;, artinya setiap bentuk kepemilikan (harta/kekayaan) diperbolehkan untuk dimiliki oleh individu. Dengan paradigma ini, tidak aneh jika di Indonesia ladang-ladang migas, perkebunan kelapa sawit, hutan, pertambangan biji besi dan logam mulia, dan fasilitas-fasilitas pelayanan publik (PDAM/PAM/Telekomunikasi/Pelabuhan laut dan udara) dapat dikuasai oleh swasta dan asing.

Berikut sumber-sumber ekonomi Kapitalis:

Sifat dasar perekonomian Kapitalis adalah serakah akan materi (materialistis) karena &quot;kepuasan materi&quot; merupakan satu-satunya tolak ukur kebahagiaan yang digunakan. Untuk memenuhi kerakusan materi ini, negara-negara Kapitalis senantiasa mencari dan menguasai daerah-daerah kaya sumber daya alam untuk memasok kebutuhan--kebutuhan bahan baku industri mereka, dan mencari negara-negara yang memiliki upah buruh sangat murah sebagai lokasi industri mereka untuk menekan biaya produksi. Mereka juga berusaha untuk memasuki negara-negara yang jumlah penduduknya besar sebagai pasar bagi produk olahan mereka. Jika dulu negara-negara Kapitalis seperti Inggris, Perancis, dan Belanda menggunakan metode penjajahan secara langsung (fisik/mengangkat senjata) untuk mencapai tujuan mereka, maka paska perang dunia ke 2, khususnya ketika globalisasi mulai diluncurkan oleh Barat, metode penjajahan ini diubah bentuknya dalam bentuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang berpijak pada konsep-konsep menyesatkan seperti &quot;pasar bebas&quot;, privatisasi, liberalisasi, pertumbuhan ekonomi, investasi asing, alih teknologi/transfer teknologi, pembangunan dengan utang, dan lain sebagainya. Inilah sumber-sumber ekonomi Kapitalis dari sisi sektor riil.

Dari sisi sektor moneter (non riil), sumber-sumber perekonomian Kapitalis berpijak pada (1) sistem mata uang kertas &lt;i&gt;fiat money&lt;/i&gt;, (2) sistem perbankan ribawi, (3) pasar modal dan pasar uang dengan instrumen derivatifnya. Dari kelembagaan sektor finansial inilah negara-negara kapitalis dan kalangan korporasinya mendapatkan dana/modal untuk menggerakkan perekonomian/industrinya dengan akibat kesengsaraan negara-negara lain atau masyarakat umum yang kekayaan riilnya hilang dirampok oleh sistem finansial Kapitalis ini.

Semoga bermanfaat.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Paradigma dalam perekonomian Kapitalis adalah &#8220;kebebasan kepemilikan&#8221;, artinya setiap bentuk kepemilikan (harta/kekayaan) diperbolehkan untuk dimiliki oleh individu. Dengan paradigma ini, tidak aneh jika di Indonesia ladang-ladang migas, perkebunan kelapa sawit, hutan, pertambangan biji besi dan logam mulia, dan fasilitas-fasilitas pelayanan publik (PDAM/PAM/Telekomunikasi/Pelabuhan laut dan udara) dapat dikuasai oleh swasta dan asing.</p>
<p>Berikut sumber-sumber ekonomi Kapitalis:</p>
<p>Sifat dasar perekonomian Kapitalis adalah serakah akan materi (materialistis) karena &#8220;kepuasan materi&#8221; merupakan satu-satunya tolak ukur kebahagiaan yang digunakan. Untuk memenuhi kerakusan materi ini, negara-negara Kapitalis senantiasa mencari dan menguasai daerah-daerah kaya sumber daya alam untuk memasok kebutuhan&#8211;kebutuhan bahan baku industri mereka, dan mencari negara-negara yang memiliki upah buruh sangat murah sebagai lokasi industri mereka untuk menekan biaya produksi. Mereka juga berusaha untuk memasuki negara-negara yang jumlah penduduknya besar sebagai pasar bagi produk olahan mereka. Jika dulu negara-negara Kapitalis seperti Inggris, Perancis, dan Belanda menggunakan metode penjajahan secara langsung (fisik/mengangkat senjata) untuk mencapai tujuan mereka, maka paska perang dunia ke 2, khususnya ketika globalisasi mulai diluncurkan oleh Barat, metode penjajahan ini diubah bentuknya dalam bentuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang berpijak pada konsep-konsep menyesatkan seperti &#8220;pasar bebas&#8221;, privatisasi, liberalisasi, pertumbuhan ekonomi, investasi asing, alih teknologi/transfer teknologi, pembangunan dengan utang, dan lain sebagainya. Inilah sumber-sumber ekonomi Kapitalis dari sisi sektor riil.</p>
<p>Dari sisi sektor moneter (non riil), sumber-sumber perekonomian Kapitalis berpijak pada (1) sistem mata uang kertas <i>fiat money</i>, (2) sistem perbankan ribawi, (3) pasar modal dan pasar uang dengan instrumen derivatifnya. Dari kelembagaan sektor finansial inilah negara-negara kapitalis dan kalangan korporasinya mendapatkan dana/modal untuk menggerakkan perekonomian/industrinya dengan akibat kesengsaraan negara-negara lain atau masyarakat umum yang kekayaan riilnya hilang dirampok oleh sistem finansial Kapitalis ini.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: achma</title>
		<link>http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/comment-page-1/#comment-172</link>
		<dc:creator>achma</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 14:05:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/cacatnya-kapitalisme-tinjauan-kritis-kegagalan-pasar/#comment-172</guid>
		<description>saya ingin bertanya kepada bapak tentang sumber-sumber ekonomi kapitalis itu apa saja??? mohon bantuanya terima kasih dan tolong di balas maaf sudah mengganggu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin bertanya kepada bapak tentang sumber-sumber ekonomi kapitalis itu apa saja??? mohon bantuanya terima kasih dan tolong di balas maaf sudah mengganggu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
